Vampir Sweet Bite

Vampir Sweet Bite
37


__ADS_3

Sementara di tempat yang lain ada juga yang terbangun dari tidur pulas nya.


" Ini dimana ? ", katanya dengan ekspresi bingung melihat ruang asing disekitar nya.


" Bagaimana aku bisa ada disini ?", katanya lagi masih dengan wajah yang bingung.


Setelah mengumpulkan sedikit demi sedikit kesadaran dan ingatan tentang kejadian semalam akhirnya dia mengerti apa yang terjadi.


" Semalam bukankah aku masih berada di kamarku dan Leo datang mengunjungi ku lalu aku tidak tahu lagi apa yang terjadi ", katanya dengan ekspresi yang masih bingung.


Setelah mengingat dan mengumpulkan semua kepingan kejadian kemarin akhirnya dia memutuskan untuk turun dan mencari keberadaan seseorang untuk ditanyai nya.


Dengan perlahan gadis itu membuka pintu dan melangkahkan kakinya ke menyusuri lorong dirumah itu.


Dan tak jauh dari penglihatannya nampak seseorang yang sedang duduk di ruang tamu dengan santainya.


Setelah berjalan lebih mendekat dan langsung mendudukkan dirinya untuk duduk didepan orang itu.


" Leo kenapa aku disini ? ", tanyanya dengan sedikit bingung karena masih belum mengerti tentang hal ini.


" Kau sudah bangun ? ", Leo berbalik bertanya dan itu membuat Vania sedikit cemberut.


" Kau sudah lihat aku bangun, kenapa bertanya lagi ? ", kata Vania dengan ketus.


" Baiklah baiklah sekarang kau mandi dan sarapan. Aku tahu kau pasti lapar ", katanya dengan santai setelah melihat ekspresi cemberut Vania yang membuatnya semakin gemas karena lucu.


" Aku tidak ada baju ", kata Vania acuh tak acuh sambil menadahkan kedua tangannya ke atas.


" Buka lemari pakaian di kamarmu maka kau akan menemukan baju baju disitu ", kata Leo dengan santai.


" Aku menunggu di meja makan ", katanya kemudian pergi meninggalkan Vania yang termenung sendiri.


" Bagaimana bisa ada baju disini mungkinkah sudah banyak gadis gadis yang datang kesini ", katanya bermonolog sendiri.


" Sudah lah aku mandi terus makan ", jawab nya kemudian beranjak pergi ke kamar yang tadi ditempati.


Setelah beberapa lama kemudian Vania turun dan langsung menuju meja makan. Vania dan juga Leo makan dalam diam. Sesekali Leo memperhatikan cara Vania makan dengan lahap seperti orang kelaparan membuat Leo menyunggingkan senyum di wajahnya.


Mereka menyelesaikan makan dengan cepat. Leo mengajak Vania untuk duduk di ruang tamu lagi.


" Kenapa aku bisa disini ? ", tanya Vania lagi karena belum mendapat jawaban dari tadi.


" Aku hanya ingin kau mengunjungi mension ku ", jawab Leo dengan santai.


" Apa hanya itu ? Dan kenapa aku harus mengunjungi mension mu ? ", tanya Vania pada Leo.


" Aku hanya ingin calon kekasihku mengetahui dimana mension ku ", kata Leo dengan serius.

__ADS_1


" Kau apa maksud mu ? ", tanya Vania yang bingung.


" Kau tak mengerti ? ", tanya Leo yang balik bertanya.


" Kau memang bodoh ", kata Leo kemudian beranjak dari duduknya dan mendekati tempat duduk Vania.


Hal itu membuat Vania menjadi gugup dan jantungnya berdetak dengan cepat.


Leo menyudutkan Vania ke ujung sofa yang di duduki Vania dan mengurung Vania didepannya.


" Aku ingin kau jadi kekasihku ", kata Leo dengan tegas dan serius.


" Maksud mu aku ? ", tunjuk Vania pada dirinya sendiri karena dia merasa bodoh.


" Iya siapa lagi ", kata Leo dengan ketus dan terus mendekatkan kepala nya ke arah Vania.


" Aku ......", belum sempat Vania menjawab Leo sudah mengatakan perkataan yang tidak bisa dibantah oleh Vania.


" Aku tidak terima penolakan dan jika kau tetap menolak maka jangan salahkan aku yang memaksa mu dengan ", kata Leo menghentikan kata katanya sejenak melihat ekspresi wajah Vania.


Gluk...........


Vania menelan ludahnya sendiri mendengar dan melihat tatapan Leo yang setajam elang yang membuatnya merinding tak mengerti.


" Baiklah baiklah ", jawab Vania pasrah karena tak mau sesuatu yang buruk terjadi pada dirinya sendiri.


" Kau ? ", kata Vania marah karena ciuman pertamanya di rampas oleh Leo.


" Itu sebagai tanda kau adalah kekasih ku ", jawab Leo santai kemudian menjauh dari Vania dan duduk disebelah nya.


" Lalu kapan aku kembali ke asrama ? ", tanya Vania yang sebenarnya males kalau terus ada di mension bersama Leo.


" Bersabarlah aku ingin menghabis kan waktu dengan kekasih baru ku dulu ", kata Leo dengan santai.


" Lalu bagaimana dengan sekolah ku ? ", tanya Vania yang masih enggan terus berada di tempat itu.


" Tenang untuk itu aku sudah mengatur nya ", jawab Leo dengan santai.


" Baiklah terserah kau saja ", kata Vania kemudian berdiri dari tempat duduknya.


" Kau mau kemana ? ", tanya Leo melihat Vania mau beranjak dari samping nya


" Aku lelah mau kembali ke kamar ", kata Vania dengan ketus dan pergi begitu saja dari hadapan Leo.


Setelah berada di kamar yang semalam ditempati nya Vania berkata kata sendiri.


" Bagaimana dia bisa berubah seperti ini ", katanya dengan terus mondar mandir di kamar nya.

__ADS_1


" Aku tak kira akan jika Leo menyukai ku padahal sikap nya termasuk cuek ".


" Apa mungkin dia terpesona karena kecantikan ku dan langsung memaksa karena takut aku dengan yang lain ", katanya lagi dengan mengibas ngibaskan rambut nya.


" Tapi jika sudah begini aku tidak mungkin bisa mengagumi cowok cowok tampan lagi dong ".


" Eh, tapi apa masalah nya, kan cuma mengagumi saja "


" Ya sudah lah aku mau tidur saja. Malah semakin pusing jika dipikirkan ", katanya lagi kemudian beranjak ke tempat tidur dan merebahkan dirinya di kasur empuk nya.


Sementara tempat di ruang tamu dimana Leo berada sudah kedatangan tamu yang ditunggu tunggu oleh Leo.


" Bagaimana keadaannya ? ", tanya Leo pada orang itu.


" Yang mulia pangeran terkena luka dalam tapi tidak terlalu parah namun bisa membuatnya tak sadarkan diri beberapa hari untuk memulihkan tenaga yang terkuras ", kata orang itu.


" Baguslah kalau begitu ", kata nya dengan perasaan lega.


" Lalu tentang gadis penyihir itu bagaimana Niel ? ", tanya Leo lagi.


Tamu yang datang ke mension Leo adalah Daniel setelah semalem mengurus Afkar yang terluka Leo kembali ke mension nya dan menyuruh Daniel melaporkan kondisinya kepada Leo.


" Dia menghilang seperti di telan bumi ", jawab Daniel dengan ekspresi putus asa.


" Iya dia memang susah untuk di lacak tapi tetap akan bisa ditemukan nantinya ", kata Leo dengan yakin.


" Ya kuharap begitu ", jawab Daniel dengan wajah yang putus asa.


" Lalu bagaimana pergerakan Kaiden dan juga teman teman nya ? ", tanya Leo lagi kepada Daniel.


" Ku rasa mereka tidak ada pergerakan sama sekali ", jawab Daniel dengan tenang dan serius .


" Mungkinkah mereka tak mengetahui kejadian semalam ? ", tanya Leo memastikan penjelasan dari Daniel.


" Kurasa mereka tahu tapi tidak melakukan pergerakan apapun ", jawab Daniel dengan yakin.


" Baiklah sekarang kau temani Afkar karena aku masih ada urusan disini ", kata Leo dengan tenang.


" Baiklah ", kata Daniel dan beranjak pergi dari tempatnya


Setelah kepergian Daniel Leo ingin menemui kekasih baru nya yang berada dikamar. Dan ketika ia membuka pintu kamar Vania dengan pelan.


Ceklek..........


Terpampang lah Vania dengan tenang tertidur di kasur. Leo perlahan menghampiri Vania dan mengusap kepala gadis itu.


" Kau takkan kubiarkan lepas dari ku ", ucap nya kemudian mengecup pucuk kepala Vania dan ikut berbaring tidur di sampingnya dengan memeluk Vania.

__ADS_1


__ADS_2