Vampir Sweet Bite

Vampir Sweet Bite
Bab 15


__ADS_3

" Kau ! Apa yang kau lakukan ? " , kata Talitha dengan wajah yang memerah karena marah.


" Aku mengambil yang seharusnya jadi milikku. " , jawab Afkar.


" Aku bukan milik siapapun jadi lepaskan aku ", kata Talitha yang sudah mencoba duduk dan akan beranjak dari tempat tidur.


Namun dengan cepat Afkar mendorongnya jatuh ke ranjang dan menekan badannya kembali terlentang di ranjang.


" Kau tak kan kemanapun " , kata nya dingin dengan aura vampir yang terpancar keluar dari tubuhnya membuat Talitha diam tak bisa berkutik.


Afkar kemudian menyentuh wajah Talitha dimulai dari dahi, mata hidung dan berhenti di bibirnya lalu mengusap pelan.


" Kau sudah membuat ku tertarik terlebih kau adalah gadis berdarah manis ", katanya kemudian mendekatkan bibirnya ke telinga Talitha dan berbisik lagi.


" Kau akan jadi milikku apapun yang terjadi ", bisik nya kemudian menggigit daun telinga Talitha.


" Kau " , kata Talitha terhenti merasakan sesuatu yang menjalar dalam dirinya karena tindakan Afkar.


Afkar kemudian beralih memandang wajah Talitha dari dekat setelah membisikkan kata kata itu dan matanya tertuju ke bibir merah muda yang sedikit pucat milik Talitha.


Tiba tiba saja Afkar langsung menciumnya dan ******* bibirnya itu.


Eumh.........Eumh ........Eumh........


Tangan Talitha memukul mukul dada bidang Afkar yang terus menciumnya.


Setelah puas akan kegiatannya, Afkar kemudian mengusap bekas air liur yang tertinggal di bibir Talitha dan berkata


" Bukan hanya darah mu saja yang manis tapi ternyata bibir mu juga sama manis nya ".


" Kau ! " , kata Talitha dengan ekspresi marah karena Afkar telah mencium nya.


" Tenanglah , ku rasa Kaiden juga sudah merasakannya saat kau menghilang bersamanya ", kata Afkar lagi dengan santai.


" Kali ini giliran ku "


" Kau akan bersama ku untuk beberapa hari ini ", katanya lagi dan segera berdiri meninggalkan Talitha di kamar nya.


" Dan ingat, jangan coba coba kabur, karena sihir ku membuat mu tidak bisa keluar dari kamar ini " , katanya lagi kemudian membuka pintu dan menutup nya kembali meninggalkan kamar yang di huni Talitha.


" Kenapa aku terjebak begini ", gumamnya.


" Andai saja aku menuruti keinginan ayah tidak bersekolah di sana , mungkin sekarang aku takkan terlibat dengan para vampir itu ", gerutu Talitha.


" Aku akan pergi dari sini dan menemui ayah ", katanya lagi dan kemudian tertidur karena masih lemah.


Cahaya keemasan menyinari ruang dari celah celah jendela dan menampakan seorang gadis yang masih tertidur pulas.


Dia sedikit terusik karena elusan yang ada di pipinya.


Emmm..........


Perlahan lahan gadis itu menerjapkan matanya.

__ADS_1


" Kau ", kata gadis itu tertahan karena sebuah jari telunjuk menahan bibir nya.


Sttt...............


" Diamlah ", katanya dengan terus memandang wajah gadis itu.


" Aku menginginkannya lagi ", katanya lagi yang terus memandang wajah gadis itu.


" Mak...", kata gadis itu terhenti karena telah dibungkam dengan bibir pria itu.


Dia menyesapnya dalam dalam dan memberikan lidahnya bermain main di dalam.


" Tetap saja manis ", katanya mengusap bekas ciumannya.


Dengan nafas terengah engah gadis itu mendorong tubuh pria kurang ajar yang mencium nya.


" Kau lancang sekali " , kata gadis itu beranjak dari tempat tidurnya dan melangkahkan kaki pergi dari kamar itu.


Belum sempat kakinya keluar dari kamar tiba tiba seperti ada dinding penghalang yang menghentikannya.


" Sudah ku bilang kau takkan keluar dari sini untuk beberapa hari ", katanya dengan dingin dan beranjak menghampiri gadis itu.


" Kenapa kau begini ".


" Bukankah sebelumnya kau tak begitu ", katanya lagi dengan sedikit bingung.


" Itu karena kau menarik Talitha ".


" Terlebih kau adalah gadis berdarah manis dan juga orang yang dilindungi Kaiden ", katanya dengan serius.


" Aku tidak mengganggu hanya menjadikan kau milikku ," , katanya lagi dengan dingin.


" Aku bukan milik siapapun " , kata Talitha dengan sedikit ketus.


" Kau akan jadi milikku Tha ".


" Sudahlah aku lelah kau pergi dari sini ",


" Ini kamar ku Tha, terserah aku mau dimana " , jawab nya dengan dingin.


" Baiklah terserah kau saja. Dasar vampir pemburu ", gerutu Talitha yang kembali ke ranjang dimana dia tertidur.


" Kau memang unik " , katanya lagi kemudian meninggalkan Talitha di kamarnya.


" Bagaimana keadaan di sana " , kata Afkar yang sudah berada di ruang tamu bersama dengan Leo.


" Ku rasa Kaiden sedang kebingungan mencari nya ", jawab Leo dengan santai.


" Kau benar ", kata Afkar yang memikirkan betapa panik nya Kaiden melihat gadis yang di lindungi nya menghilang dengan tiba tiba.


Sementara di tempat lain


" Kau yakin dia tidak pergi kemana mana ? ", tanya Raska yang sudah di kamar Talitha dan Vania.

__ADS_1


" Aku yakin. Semalam dia tidur di ranjangnya dan pagi hari nya saat terbangun dia tidak ada ", jawab Vania dengan sedikit kebingungan dihatinya.


Kaiden yang juga bersama Raska hanya diam saja dan merasakan sepenggal aroma yang tertinggal di kamar itu.


" Aroma ini ", katanya terhenti dan langsung berbicara dengan Raska.


" Apakah Afkar dan Leo tidak ada di sekolah ini ? ", tanya pada keduanya yang masih terus berdebat.


" Apa hubungannya dengan mereka ? ", tanya Vania yang memang tidak mengerti apa apa.


" Tidak ada. Hanya saja mereka takkan diam jika mengetahui Talitha menghilang bukan ? " kata Kaiden dengan sedikit panjang.


" Aku akan mengeceknya " kata Raska kemudian pergi menuju ruang kelas dan mencoba melacak keberadaan nya.


Setelah kepergian Raska mereka hanya diam tak satu katapun terucap dari mereka.


" Mereka tidak ada ", kata Raska setelah kembali.


" Berarti itu dia " , kata Kaiden dan berlalu meninggalkan kamar Talitha dan Vania.


" Apa maksud nya ? ", tanya Vania yang penasaran dengan kata kata Kaiden pada Raska.


" Tidak ada apa apa. Talitha akan. baik baik saja ", kata Raska.


Raska kemudian pergi meninggalkan Vania sendiri dan menyusul Kaiden.


" Bagaimana sekarang ? ", kata Raska kepada Kaiden.


" Biarkan saja dulu ", kata Kaiden dengan tenang.


" Membiarkan nya dengan Afkar ? ", kata Raska dengan penuh tanya.


" Sudah terlambat juga untuk mencarinya ", kata Azka.


" Maksud mu ? ", kata Bryan tak mengerti.


Mereka memang telah berkumpul berempat di ruang biasa.


" Afkar sudah mengetahui jati diri Talitha ", kata Azka lagi.


" Berarti akan semakin sulit untuk melindunginya ", kata Bryan lagi.


" Ya kita harus bisa menjauhkannya dari Afkar ", kata Kaiden yang sudah berdiri dan akan pergi.


" Kau mau mengambilnya kah ? ", kata Azka.


" Dia adalah gadis kecilku jadi dia milikku ", jawab Kaiden pergi meninggalkan ketiga temannya.


" Dia begitu bersemangat mengklaim Talitha sebagai miliknya. Akan terjadi pertarungan antar saudara kah ? ", kata Bryan yang mengerti sesuatu.


" Maksud mu ?", tanya Raska.


" Kau tidak melihat bahwa Afkar tertarik pada Talitha ", Bryan malah balik bertanya.

__ADS_1


" Kau benar Afkar selalu memperhatikannya Talitha bahkan mengikutinya ", kata Raska yang sudah menyadari sesuatu.


" Kau ternyata pintar ", kata Azka kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.


__ADS_2