
"Hmmm... itu tante... ee... gimana ngejelasinnya ya ?" ucap Arya bingung. Ia takut menjelaskannya, karna diagnosanya sepertinya salah.
'Bagaimana mungkin Keenan ngalamin sindrom kehamilan simpatik ? Dia sendiri kan masih perjaka' kini Arya sedang perang batin.
Melihat Arya bingung membuat Keenan kesal dan segera mengusirnya
"Keluar dari kamarku jika masih sayang dengan pekerjaanmu !" usir Keenan dengan sebuah ancaman
"Ehh... jelas masih sayang lah sama pekerjaanku. Jika tidak bagaimana aku bisa menghasilkan uang untuk memghidupi keluarga kecilku." Jawab Arya semakin membuat Keenan kesal
"Keluar ku bilang ! mama juga keluar ! jangan ada yang masuk ke kamar Keenan sebelum Keenan mengizinkan !"
"Tapi bagaimana jika kamu kembali merasa mual ?" tanya sang mama khawatir
"Ma... Keenan mau istirahat" ucapnya memelas.
"Baiklah.. tapi jika terjadi sesuatu segera panggil mama ya !" ucap mama Mita berlalu
Setelah pintu kamar tertutup Keenan menatap bingkai foto yang terdapat foto dirinya saat usia lima belas tahun dengan gadis kecil disampingnya.
"Heii apa kabar ? apa kamu baik-baik saja ? apa kamu tidak merindukanku ?" tanya Keenan dengan gadis yang berada di foto itu.
Gadis kecil yang menjadi cinta pertamanya. Ia mentertawakan dirinya yang merasa geli sendiri.
'bagaimana bisa aku menyimpulkan kalau kamu cinta pertamaku ? padahal jelas saat itu aku masih pubertas. hahahha lucu sekali ya ? tapi saat itu aku merasa nyaman saat bersamamu, dan rasa perduli ku sangat besar, aku selalu ingin menjagamu dan membuatmu tertawa. Apa itu bisa disebut jatuh cinta ?' ucapnya membatin.
Entah apa hubungannya dengan penyakitnya ini, jika sudah memandang foto itu dirinya akan berhenti merasakan mual.
...****************...
Victoria menatap nanar benda yang Ia pegang.
"Bagaimana ini ? kenapa harus seperti ini ? apa harus aku pertahankan atau aku gugurkan saja ? tapi dia tidak berdosa. Namun jika memilih untuk mempertahankannya maka Ia akan merasakan pahitnya kehidupan. Atau bagaimana jika aku pertahankan lalu membawanya ke panti ?"
Kini Victoria dilanda kegelisahan, setelah Ia tahu jika dirinya hamil anak dari Keenan Ia merasa dilema. Ingin menggugurkan tapi ini darah dagingnya. Ingin meminta pertanggungjawaban tapi pasti Keenan dan keluarganya menolak. Jika dipertahankan pun hidup anaknya akan mengalami kesusahan.
Untuk menghidupi dirinya dengan sang bunda saja Ia bingung caranya. Ditambah janin yang ada di dalam perutnya.
Tiba-tiba Victoria dikagetkan dengan kedatangan sang Bunda
"Apa yang ingin kamu titip ke panti ?" tanya sang Bunda menatapnya dengan tatapan yang penuh intimidasi.
__ADS_1
"Bu-bunda... i-ini... e... aa-aanu bun" ucap Victoria terbata. Bagaimana cara menjelaskannya. Ia takut Bunda Elis akan memarahinya
"Apa kamu hamil anak pria itu ?" tanya Bunda Elis
"Bu-bukan seperti itu bun"
"Lalu seperti apa Vi ? Jelaskan dengan Bunda Siapa anak di dalam rahimmu itu !" tanya Bunda Elis.
Mau tak mau Victoria menjelaskan semua kejadian yang menimpanya. Tentang rencananya menjebak David, tentang rencananya yang digagalkan Keenan, tentang malam dimana Keenan menjebaknya dengan cara yang sama Ia lakukan kepada David, tentang dimana mahkotanya direnggut oleh Keenan.
"Tidak, kamu tidak boleh menggugurkan kandunganmu, Bunda tidak peduli dia anak dari siapa. Yang jelas bunda nggak mau kalau kamu sampai menggugurkan janin yang tidak berdosa ini. Bunda ingin kamu mempertahankannya sayang" ucap Bunda Elis yang menolak calon cucunya digugurkan.
"Tapi bunda... bagaimana kita bisa menghidupinya nanti, Vivi nggak mau jika anak Vivi lahir tapi harus hidup susah." ucap Vivi lirih
"Kita akan membesarkannya dalan keadaan apapun. Bunda akan selalu ada bersama kalian."
"Bagaimana jika kita titipkan saja ke panti ?" tawar Victoria
"Jangan ! Bunda nggak mau jika kamu menitipkan cucu Bunda di panti. Bunda nggak mau cucu Bunda kekurangan kasih sayang dari orang tuanya. Apa kamu tidak merasa kasihan ? kamu juga pernah merasakannya Vi" kini Bunda Elis menangis.
Bunda Elis mengingat saat dirinya bertemu dengan Victoria. Gadi kecil yang terlihat pendiam dan juga murung.
Mereka memilih Victoria karna pada saat itu hanya Victoria yang selalu memisahkan diri dari teman pantinya. Bukan tanpa sebab dirinya menjauh, tapi karena Ia selalu dikucilkan karna hanya dirinya yang selalu menjadi incaran pasangan suami istri untuk diadopsi.
Victoria yang memiliki postur wajah blasteran meski rambut dan matanya hitam pekat membuat orang merasa tertarik untuk memiliki gadis kecil itu. Tapi Victoria kecil selalu menolak karna merasa tidak nyaman.
Victoria kecil hanya akan merasa nyaman jika dikunjungi oleh Bunda Elis dan Ayah Purnomo. Serta anak dari donatur panti asuhan itu.
Victoria yang melihat sang Bunda menangis kemudian mendekat dan memeluk Bunda Elis.
"Baiklah... Vivi janji akan menjaga, mempertahankan dan membesarkan calon cucu bunda dengan baik meski dalam keadaan susah sekali pun."
Bunda Elis membalas pelukan Victoria dengan erat dan hangat.
"Kita harus cari tempat untuk bertahan hidup dan bahagia" ucap sang Bunda.
"Hmm... Vivi pikir itu ide yang bagus, kita tinggalkan kota Jakarta dan hidup di tempat yang lebih aman." Victoria setuju dengan usulan sang Bunda.
...****************...
Keenan terbaring di rumah sakit karna mengalami dehidrasi. Tubuhnya terasa lemah, setiap hari tubuhnya bukannya membaik justru semakin parah.
__ADS_1
Sudah hampir tiga bulan dirinya tidak bisa makan nasi putih. Setiap kali dirinya mencoba memaksakan nasi itu masuk dalam perutnya pasti akan Ia muntahkan lagi.
"Katakan Arya sebenarnya Aku sakit apa ?" teriaknya saat Arya masuk ke kamar perawatan yang Ia tempati.
"Santai dong ! orang baru masuk juga kok malah di teriaki" ucap Arya kesal. Selalu saja seperti itu jika bertemu dengan Kendra pasti dirinya jadi sasaran amukannya.
"Cepat !!!" Ia tak memperdulikan ocehan sahabatnya
"Jadi kamu itu terkena sindrom couvade atau biasa dikenal kehamilan simpatik yang dima-" ucapan Arya terpotong saat Ia dilempari bantal oleh Keenan
"Maksudmu Aku hamil ? yang benar saja ? aku ini laki-laki, apa kemampuanmu sebagai dokter sudah tidak berfungsi ?" teriaknya memaki Arya.
"Keenan tenang dulu ! Arya kan belum selesai ngejelasinnya" ucap sang mama
"Jadi Keenan mengalami kehamilan simpatik ? tapi bagaimana bisa ? Keenan belum menikah." tanya mama mita bingung
"Nahh itu juga yang membuat Arya bingung tante, tapi memang gejalanya menjurus kesana tante" ucap Arya.
"Apa kamu pernah tidur dengan perempuan ?" tanya mama mita membuat Keenan mengerutkan keningnya
"Apa hubungannya dengan meniduri wanita ?" Bukannya menjawab Keenan justru bertanya balik.
"Jawab Keenan !"
"Memangnya apa hubungannya meniduri wanita dengan penyakit ku ?" tanya Keenan
"Jelas berhubungan lah, secara jika kamu sudah meniduri wanita terus wanita itu hamil anak kamu, kamu bisa ngalamin sindrom ini.
Dimana wanita yang mengandung anakmu tidak merasakan apa-apa seperti ngidam dan morning sickness tapi justru kamu yang ngerasain." penjelasan Arya berhasil membuat mata Keenan melotot.
"Tunggu-tunggu kamu bilang wanita yang hamil anakku ?" tanya Keenan tang diangguki Arya.
"Berarti Dia hamil ?" tanya Keenan tanpa sadar jika dirinya sudah mengakui telah menghamili seorang wanita.
"APA MAKSUDMU KEENAN ?" Teriak Mama Mita penuh intimidasi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke 🤗 jangan lupa dukungannya ya 🙏 tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas ya😅 takut aku nggak sanggup🙈
*stop menjiplak🚫**
__ADS_1