
"Papa Arga pulang karna mau jemput kita kan ?" Tanya Kenzo
Ya... Pria yang menghampiri Victoria adalah Arga. Dua tahun setelah kepindahan keluarganya ke Jerman, akhirnya Arga menyusul dan menyerahkan hotelnya kepada Ricky untuk dikelolah. Meski demikian Arga masih sering bolak-balik ke Indonesia tiga tahun terakhir ini.
"Iya boy, apa kalian sudah tidak sabar untuk ke Indonesia ?"
Ketiganya tampak mengangguk begitu semangat. Tentu saja mereka semangat karna Arga berjanji akan mempertemukan mereka dengan Papa kandung mereka.
Seminggu berlalu keluarga Wijaya akhirnya pulang ke Indonesia. Yang paling bersemangat tentu saja Triplet K, sedangkan Victoria merasa gugup dan berdebar. Sesekali wanita itu memikirkan apakah Keenan sudah memiliki pendamping, meskipun sang kakak selalu meyakinkan jika belum terdengar kabar Keenan menikah setelah bercerai dengan Audy, tetap saja Ia merasa takut jika bertemu ternyata laki-laki itu sudah memiliki istri lagi.
"Tenanglah ! Kakak yakin Dia belum dimiliki oleh siapa-siapa"
Victoria menganggukkan kepalanya dan tersenyum, wanita itu berusaha menyingkirkan rasa cemasnya.
🌟🌟🌟🌟🌟
Di sebuah perusahaan milik Arsenio, tampak seorang pria sedang fokus dengan pekerjaannya. Meski usianya sudah hampir memasuki kepala empat, Keenan tetap telihat tampan dan berwibawa.
Lima tahun ini Keenan melewati hidupnya dengan berbagai kesulitan. Terlebih lagi saat kedatangan Arga yang membawa kabar buruk untuknya.
*Flashback On*
Disaat Keenan berusaha bangkit kembali dengan dukungan dari Disty, Arga kembali membuat Pria itu terpuruk.
"Kau, ada urusan apa kemari ?" Keenan menatap sinis Pria yang sedang berdiri di depan pintu apartemennya.
"Untuk bertemu dengan teman lamaku" Arga terlihat santai mendorong tubuh Keenan dan menerobos masuk.
"Katakan apa mau mu datang kemari !"
Tatapan permusuhan jelas terlihat di mata kedua Pria itu. Padahal dulu mereka berteman baik, tapi hanya karna wanita mereka bermusuhan.
"Kita tunggu satu tamu lagi !" Jawab Arga
Tak lama bel apartemen Arga kembali berbunyi Keenan berdiri dan membuka pintu itu. Dan betapa terkejutnya Keenan saat melihat siala yang datang.
"Kenapa mama datang kemari ?"
"Aku yang memanggilnya."
Belum sempat Mama Mita menjawab, Arga sudah menarik tangannya masuk san duduk bertiga di ruang tengah.
"Kali ini apa yang Kamu rencanakan ?"
Arga tertawa saat mendengar pertanyaan Keenan. Begitu tidak sabarnya kah Pria itu mendengar berita yang ingin Ia sampaikan.
__ADS_1
"Aku hanya ingin meminta agar Kamu tidak mencari atau menemui Victoria lagi !"
Permintaan Arga tentu saja membuat emosi Keenan meledak.
"Kau pikir kau siapa hah ? Apa hakmu menyuruhku berhenti mencari Victoria ? Sampai kapan pun Aku tidak akan melepaskan wanitaku, camkan itu !"
Lagi-lagi Arga tertawa mendengar jawaban Keenan.
"Kamu tidak perlu tau apa hakku melarang Kamu menemui Victoria. Yang jelas jika kamu nekat maka aku tidak akan segan-segan membuat Tuan Arsenio terkena serangan jantung lagi, bahkan kali ini Tuan Arsenio bisa saja meninggal saat tau kebenaran jika istrinya pernah berselingkuh."
*Deg... Keenan dan Mama Mita tentu saja kaget dengan ucapan Arga. Seketika wajah Mama Mita mendadak pucat, muncul berbagai pertanyaan dalam benak Mama Mita.
'Bagaiman Dia bisa tau ?' batin Mama Mita
"Apa maksudmu hah ?" Keenan menarik kerah baju Arga karna merasa sangat emosi.
"Kau tau tidak jika Keisya bukan anak dari Tuan Arsenio ?" Tanya Arga mengejek, "Jika tidak tau maka Aku akan memberi tau mu, jadi Keisya adalah anak dari perselingkuhan antara Nyonya Mita dengan mantan sekretaris Tuan Arsenio"
"Jangan coba-coba menipuku !" Teriak Keenan yang meras tidak percaya.
"Aku tidak akan menipu Anda Tuan Keenan, jika merasa tidak percaya Anda bisa bertanya dengan Nyonya Mita sendiri !"
Keenan menatap tajam Mama Mita yang tampak ketakutan. Sudah jelas jawabannya, tanpa bertanya saja Keenan bisa melihat Mama Mita bergetar.
"Ma... Apa benar apa yang dikatakan oleh Pria itu ?" Tanya Keenan dengan tegas.
Mama Mita tidak bisa menjawab, belum juga mendapatkan maaf dari anaknya kini bertambah lagi masalah yang membuat Keenan semakin sulit memaafkan dirinya.
"Ma... Keenan sangat benci dengan Mama." Ucap Keenan lalu mengusir Mama Mita.
Lagi-lagi Pria itu tidak menyangka jika Mamanya ternyata sangatlah licik.
*Flashback of*
"Sedang mikirin apa ?" Keenan tersentak saat mendengar suara Disty.
Hubungan Disty dan Keenan terjalin dengan baik, bahkan berkat bantuan Papa Disty perusahaan Keenan bisa berkembang lebih pesat.
"Bukan apa-apa." Jawab Keenan singkat
"Aku bawa makanan siang untukmu"
Wanita cantik itu berjalan menuju meja dan menyusun makanan yang Ia bawa. Keenan segera berdiri dan duduk di samping Disty, sedangkan wanita itu sibuk mengisi piring kosong dengan berbagai macam lauk.
"Makanlah ! Jang gola kerja sampai lupa makan !"
__ADS_1
Keenan memang gila kerjaan sampai-sampai sering lupa makan, itu sebabnya pria itu tampak kurus. Jika bukan Disty yang hampir setiap jam istirahat membawakan makanan, maka Keenan tidak akan ingat makan siang.
Disty sering datang menemui Keenan, bahkan wanita cantik itu sudah dikenal semua karyawan Keenan.
"Apa Kamu masib merindukannya ?"
Tiba-tiba saja pertanyaannya Disty membuat Keenan tersedak. Disty segera mengambilkan air minum dan memberikan kepada Keenan.
"Tidak!" Jawab Keenan singkat.
"Jangan menipuku !" Jawab Disty tersenyum "Jika merindukan mereka, maka cari mereka !" Lanjut Disty.
"Berhentilah membicarakan wanita itu !" Perintah Keenan.
"Ok, oh iya Aku mau bilang jika lusa Papaku ngadain acara ulang tahun perusahaan. Jadi kamu datang ya !" Ucap Disty mengalihkan pembicaraan.
"Hm... Tentu saja Aku datang." Jawab Keenan
"Kita pergi bareng ya !" Bujuk Disty
"Pasti Kamu ngajak datang bareng karna nggak punya pasangan ?" Tebak Keenan mengejek Disty
"Ck... Kita sama saja, jadi jangan saling mengejek !" Disty mengatupkan bibirnya karna kesal.
🌟🌟🌟🌟🌟
Malam dimana acara ulang tahun perusahaan milik Papa Disty atau yang biasa disapa Santoso, tampak Keenan berjalan dengan tegap sambil menggandeng tangan Disty. Tentu saja kedatangan mereka menjadi pusat perhatian para tamu, terlebih lagi mereka datang dengan pakaian yang berwarna senada sehingga membuat mereka tampak serasi.
"Wah mereka sangat cocok"
"Lihatlah mereka! Pasangan yang sangat serasi"
"Apa mereka menjalin hubungan ?"
"Wah sepertinya Tuan Arsenio akan berbesan dengan Tuan Santoso "
Begitu banyak kata pujian uang keluar dari mulut para tamu membuat hati seorang perempuan merasa sakit. Terlebih lagi saat melihat pria yang dicintainya bergandengan tangan denga wanita lain.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"kalau ada yang typo jangan diketawain yah🤭 nanti author revisi ulang🙏 soalnya kadang udah dibaca ulang tapi tetap aja ada kata yang ketinggalan 🤧😮💨"
**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke 🤗 jangan lupa dukungannya ya 🙏 tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas ya😅 takut aku nggak sanggup🙈
*stop menjiplak🚫**
__ADS_1