Victoria Sang Pelakor

Victoria Sang Pelakor
Bab 42


__ADS_3

"Sekarang Apa rencana mu Arga ?" Tanya Papi Wijaya saat sudah sampai ruangan kerja.


"Menghancurkan keluarga bajingan itu !" Jawab Arga mengatupkan rahangnya. "Kali ini Arga tidak akan main-main ! Mereka sudah sangat keterlaluan dengan Anna Pi." Lanjutnya mengepalkan kedua tangannya.


"Papi harap Kamu bisa memberikan mereka hukuman yang setimpal" dukung Papi Wijaya.


'Kita lihat saja keluarga Arsenio, Saya akan memberikan kalian kejutan' batin Arga menyeringai jahat.


Arga mengirimkan seseorang pesan, orang itu tentu saja bisa membantunya menghancurkan Keenan dan keluarganya.


"Kalau begitu Arga pamit dulu, masih banyak kerjaan di kantor." Ucap Arga kemudian berlalu.


Hari ini Arga menyempatkan diri untuk pulang makan siang hanya karna tidak ingin melewatkan momen bersama sang adik. Arga lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Saat sampai di lobby seseorang menahan lengannya. Arga tersenyum miring saat melihat siapa tamunya.


"Wah... Suatu kehormatan bagi Saya karna kedatangan tamu dari keluarga Arsenio" sambut Arga.


"Tak perlu banyak bicara ! Sekarang beritahu Aku dimana Kamu membawa wanitaku ?" Tanya Keenan tanpa basa-basi


Arga terkekeh melihat wajah Keenan yang memerah setra tatapan tajam Pria itu. Terlebih lagi saat mendengar kata *Wanitaku* memang siapa wanitanya.


"Siapa wanitamu ? Bukannya Audy ada Jakarta ? Kenapa mencarinya di Malang ?" Tanya Arga yang pura-pura tidak tau siapa yang dimaksud Keenan.


"Berhentilah berlagak bodoh ! Dimana Victoria dan Anak-anakku ?" Keenan mencengkeram kerah baju Arga.


"Wah... Ternyata Keenan Runako Arsenio ini sudah memiliki anak ? Yang benar saja ? Bukannya istrimu tidak bisa hamil ?" Arga tidak merasa takut sedikitpun dengan Keenan.


"Jangan coba-coba memancing emosiku !" Teriak Keenan yang sudah tidak bisa menahan amarahnya.


"Nggak ada yang mancing kok disini. Kalau mau lihat orang mancing bisa lihat di sungai atau di laut !" Arga terus mengejek Keenan agar emosi Pria itu meledak.


Dan benar saja, Keenan melayangkan bogeman mentah ke wajah Arga hingga pria itu jatuh tersungkur dan membuat ujung bibirnya berdarah.

__ADS_1


Arga bangkit sambil memegang ujung bibirnya, Ia tidak melawan justru Arga hanya tertawa sinis. Lalu memerintahkan satpam mengusir Keenan.


"Bawa bajingan itu keluar !"


Keenan diseret oleh satpam, Ia terus-menerus melawan agar terlepas. "Lepaskan Aku sialan ! Aku ingin memberikan pelajaran untuk pria brengsek itu !"


Bima yang melihat Atasannya diseret segera keluar dari mobil dan menghampiri Keenan.


"Tuan sebaiknya kita pulang dulu !" Bima memberanikan diri untuk membujuk Keenan agar tidak bertindak gegabah. Dan untungnya pria itu menurut.


'Ya ampun... Kasihan sekali Tuan Keenan. Ini saja Tuan Keenan belum tau jika gadis kecilnya adalah Nona Victoria sudah segila ini. Apalagi jika sudah mengetahui kenyataannya' batin Bima yang sangat prihatin dengan Keenan. Ini bukan seperti seorang Keenan yang Ia kenal.


Siapapun yang melihatnya kondisi Keenan tidak akan menyangka jika Pria itu adalah Tun Muda Arsenio. Penampilannya sangat acak-acakan, sangat jauh dari kata rapih.


🌟🌟🌟🌟🌟


Victoria saat ini berada didalam kamar, wanita itu tengah asik memberikan Baby Triplet K ASI bersama Bunda Elis dan Mami Alice.


"Wah... Cucu-cucu Omah miminya lahap ya" Mami Alice terus mengajak Baby Triplet K berbicara setelah Victoria selesai memberi ASI dan membaringkannya di atas ranjang.


Keduanya tertawa bahagia sementara Victoria hanya tersenyum, Ia sangat bersyukur karna ternyata Ia bisa bertemu dengan orang tua kandungnya yang dulu sempat Ia tuduh telah membuangnya. Namun sebagian hatinya merasa rindu dengan Pria yang telah menyakitinya. Ia tidak bisa mencegah perasaan itu, karna sekuat apapun Ia berusaha membenci Keenan tetap saja hatinya tak mampu.


'Sasakit apapun hati ini, sekecewa apapun diri ini, tatap saja Aku tidak bisa membohongi perasaanku jika Aku mencintai dan merindukanmu. Bahkan kisah manis kita hanya berjalan dalam waktu yang singkat, tapi untuk menghapus kisah manis itu butuh waktu yang panjang' batin Victoria tersenyum kecut. Teori cinta memang sangat sulit dimengerti.


"Ada apa sayang ? Kenapa melamun seperti itu ?" Tanya Mami Alice yang menyadari wajah sedih Victoria.


"Nggak apa-apa Mi, Anna hanya belum percaya jika Anna akan bertemu dengan Mami, Papi, dan kak Arga. Anna juga tidak menyangka kalau kak Arga yang pernah bertemu dengan Anna saat masih bersama Mas Andra ternyata kakak kandung Anna. Maafkan Anna dulu Mi ! Anna pernah berpikir buruk tentang kalian yang tidak menginginkan Anna dan tega membuang Anna." jelas Victoria dengan mata yang berembun.


Mami Alice tentu sangat merasa bersalah karna kecerobohannya putrinya sampai mengira dirinya tidak diinginkan. Mami Alice menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menahan tangisannya. "Tidak sayang. Mami fan Papi tidak pernah membuangmu ! Mami minta maaf jika kecerobohan Mami membuatmu terluka !"


"Sudahlah sayang ! Jangan dipikirkan lagi ! Semua sudah menjadi garis takdir kehidupan kita dari Tuhan. Kita tak perlu mengingat yang buruk lagi ! Kita sekarang harus tetap menatap lurus ke depan agar bisa memilih jalan yang benar dan tidak mengulang kesalahan yang sama dimasa lalu." Kata Bunda Elis yang melihat Mami Alice terlihat sangat sedih dan sangat merasa bersalah.


Victoria mengangguk lalu memeluk Mami Alice dan Bunda Elis. "Kalian adalah Ibu yang hebat" puji Victoria kepada Ibu kandung dan Ibu sambungnya.

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟


"Heiii Bro" sapa seseorang yang baru saja masuk ruangan Arga.


"Heiii, apa kabar ?" Tanya Arga berdiri menjabat tangan tamunya


"Kabar baik. Ada apa Kamu menghubungiku ?" Tanya orang tersebut tanpa basa-basi.


"Aku memerlukan bantuanmu !" Jawab Arga tanpa embel-embel


"Bantuan apa yang bisa aku berikan kepada seorang Arga Wijaya? Hahaha." Tanya pria itu sedikit tertawa.


"Menghancurkan keluarga Keenan !" Jawab Arga tersenyum miring.


"Ada apa denganmu ? Bukannya kalian cukup dekat dan tidak pernah memiliki masalah" tanya pria itu merasa heran.


Arga lalu menceritakan semua kejadian yang menimpa adiknya tanpa ada yang terlewatkan.


"Baiklah ! Dengan senang hati" jawab pria tersebut


🌟🌟🌟🌟🌟


Keenan memasuki kamar yang pernah ditempati Victoria dan Baby Triplet K tidur bersamanya. Ia tidak bisa membendung lagi air matanya, ini kali kedua Ia merasa sangat kehilangan setelah beberapa tahun lalu Ia ditinggalkan oleh gadis kecilnya. Tanpa Keenan ketahui Ia merasakan hal yang sama dengan orang yang sama.


"Vivi sayang... jangan menghukum Mas seperti ini... hiks... hiks... hiks... Mas sangat mencintaimu... hiks... hiks..." rancau Keenan dengan isakan pilunya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author: Kira-kira siapa ya pria itu πŸ€” ada yang bisa jawab nggak ?


*Maaf kalau tulisanku acak-acakan πŸ™ sudah tiga hari ini Author kurang sehat 🀧 nanti bisa kok direvisi supaya lebih enak bacanya πŸ₯Ί


**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke πŸ€— jangan lupa dukungannya ya πŸ™ tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas yaπŸ˜… takut aku nggak sanggupπŸ™ˆ

__ADS_1


*stop menjiplak🚫**


__ADS_2