Victoria Sang Pelakor

Victoria Sang Pelakor
Bab 30


__ADS_3

'Aiiiss... ada apa dengan mulutku ini ? Ini juga jantung kenapa berdegup kencang seperti ini sih ? jika begini terus bisa-bisa jantungku meledak' gerutu Keenan dalam hati


'Ya Tuhan... ada apa lagi dengan jantungku ini ? sepertinya Aku harus memeriksakan kesehatanku.' batin Victoria menjerit.


Keduanya sama-sama melamun hingga keduanya juga dikagetkan oleh suara seseorang.


"Ekhmm... Maaf mengganggu !" ucap seseorang membuat Victoria tersenyum sinis.


Arga tersenyum saat menatap Victoria. Sedangkan Keenan hanya mendesah kesal.


"Vi, mas Arga mau bicara. Ada waktu tidak ?" tanya Arga penuh harap.


Namun Victoria tidak menjawab. Ia justru menarik tangan Keenan menuju kasir.


Ya... Victoria kecewa dengan Arga yang ternyata mengenal Keenan. Jika dulu Ia tau Arga berteman dengan Keenan, pasti Ia sudah menjauhkan diri. Padahal dirinya sudah sangat nyaman dengan Arga yang memiliki sifat hangat dan humble.


"Vi... tunggu Mas! Ada yang perlu Mas ungkapin sama Kamu." Pinta Arga memelas, namun tetap tidak digubris oleh Victoria.


"Tunggu Aku di kasir!" ucap Keenan menatap Victoria. Victoria hanya mengangguk lalu meninggalkan kedua pria itu.


"Apa yang ingin Kamu ungkapkan dengan Wanitaku ?" tanya Keenan dengan tatapan permusuhan.


"Wanitamu ? tidak salah ? ingat Kamu sudah punya istri!" balas Arga dengan senyum sinis.


"Tentu saja Dia wanitaku. Dan satu lagi, masalah istriku itu bukan urusanmu !" tegas Keenan


"Tentu saja itu urusanku. Karna Kamu bisa menyeret Victoria masuk dalam masalah rumah tanggamu nanti" ucap Rangga menahan amarah.


"Kau tak perlu khawatir tentang itu ! Sekarang ku minta pada untuk tidak berusaha mendekati Victoria lagi ! Karena dirinya pun tak sudi menatap wajahmu lagi." Balas Keenan dengan senyum mengejek.


Keenan berlalu meninggalkan Arga yang terdiam dengan nafas yang memburu. Arga mengepalkan tangannya dengan kuat. 'Sial' umpatnya.


"Ayo, Pergi!" Ajak Keenan saat selesai membayar belanjaannya.


Victoria hanya terdiam, sesekali Ia mengedarkan pandangannya mencari-cari Arga. 'Aku memang kecewa dengannya tapi bukan berarti Aku membencinya' guman Victoria dalam hati.


Keenan yang melihat Victoria terdiam memilih untuk diam juga. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh menit mereka sudah sampai di rumah.


"Besok akan ada Art yang akan mengurus rumah ini. Dan lusa Aku akan kembali ke Jakarta." Jelas Keenan yang tidak mendapat respon.


"Kenapa Kau diam ? Apa Kamu memikirkan laki-laki itu ?" Keenan yang tidak mendapat respon oleh Victoria seketika dibuat emosi.


"Kapan Kau melepaskan ku ?" tanya Victoria lirih.


"Sudah Aku katakan, Aku tidak akan melepaskan Kamu sampai kapanpun!" amarah Keenan lalu meninggalkan Victoria.


Mendengar hal itu Victoria hanya menghela nafas pasrah. Ia langsung masuk ke kamar membersihkan diri. Setelah lima belas menit Victoria sudah lengkap, bersiap menemui ketiga anaknya.


"Anak mama,,, Kalian pasti lapar" ucap Victoria mencium pipi putranya bergantian.

__ADS_1


"Sebaiknya Kamu berikan Asi sebelum mereka menangis !" titah Bunda Elis.


"Iya Bunda." Jawab Victoria kemudian menyusul Baby Triplet K.


Bunda Elis dan Cici menuju dapur menyusun bahan-bahan makanan. Sedangkan Nur dan Lilis menemani Victoria menjaga Baby Triplet K.


"Na sekarang Baby Kenzo ya... Baby Kenza dan Baby Kenzie sama mbak dulu!" ucap mengambil alih Baby Kenzo dan menyusuinya. Saat Victoria sedang asik menyusui Baby Kenzo tiba-tiba saja Keenan masuk.


Sontak mata Keenan membulat saat melihat buah d*d* Victoria. Ia menekan salivanya dengan kasar. 'Aiiisss... kenapa Dia begitu ceroboh membiarkan pintu kamar inj terbuka ? bagaimana jika ada pria lain masuk ? untung saja hanya Aku yang melihatnya.' gerutu Keenan membatin.


Keenan segera berbalik sebelum Victoria melihatnya, bisa-bisa dirinya diamuk wanita itu. Setalah sampai dilamar atas dirinya segera masuk dalam kamar mandi.


"Ck... kenapa Kau malah bangun otong ? Kau baru melihat dada wanita itu sudah bereaksi seperti ini. Bagaimana jika Kau melihatnya telangj*ng ? Pasti Kamu akan berdenyut siang dan malam." tutur Keenan seolah berbicara dengan si otong. Dirinya kemudian mengambil sabun untuk menidurkan si Otong.


...****************...


"Sial... Sial... Sial... Bagaimana caraku agar bisa bicara dengan Victoria ? Dan kenapa Keenan bersikukuh agar Victoria tidak bisa bertemu denganku ? Sebenarnya ada hubungan apa diantara mereka ?"


Berbagai macam pertanyaan muncul di benak Arga. Niat hati ingin memberi tau Victoria tentang siapa dirinya sebenarnya malah mendapatkan jalan buntu seperti ini.


"Sabar nak, sebaiknya kita tunggu hasil tes DNA-nya keluar, baru setelah itu kita ambil tindakan!" saran Papi Wijaya.


"Betul kata Papi Kamu, biarkan Kita mendapatkan bukti dulu baru kita menemui Victoria. Mungkin saja dirinya juga kecewa karna ternyata kita mengenal keluarga Arsenio." sambung Mami Alice.


Sebenarnya tanpa bukti dari hasil tes DNA itupun mereka bisa saja mengatakan bahwa Victoria adalah Anna. Mereka sudah cukup bukti, mulai dari liontin yang bertuliskan Anna Bella Wijaya, beberapa foto yang menunjukkan bahwa Victoria pernah tinggal di panti asuhan, dan juga buku diary.


"Baiklah... Hanya saja Arga takut jika keluarga Arsenio menyakiti Vivi, Bunda Elis dan ketiga Baby K." ungkap Arga mengenai kekhawatirannya.


"Percaya sama Papi! Victoria akan baik-baik saja" Ucap Papi Wijaya berusaha menenangkan Arga meski sebenarnya Ia juga khawatir.


...****************...


"Halo anak-anak Daddy" Sapa Keenan saat turun dari lantai atas dan melihat ketiga putranya berada di ruang tengah.


Victoria sebenarnya jengah saat Keenan terus mengatakan jika Baby Triplet K adalah putranya. Tapi apa boleh buat, berdebat dengan Keenan tidak akan ada habisnya. Jadi lebih baik ikuti saja keinginannya, toh memang benar dirinya adalah papa dari anak-anaknya.


"Pasti anak-anak Daddy sudah kenyang?" Tanya Keenan yang membuat Victoria mengerutkan keningnya.


'Darimana Dia tau jika Baby Triplet K sudah kenyang setelah Aku beri Asi?' tanya Victoria dalam hati. Sedangkan Keenan yang melihat wajah bingung Victoria hanya menahan tawa.


"Oh ya... Aku ingin menanyakan siapa nama-nama mereka ?" tanya Keenan yang penasaran nama-nama bayi tampannya.


"Baby Kenza, Baby Kenzie, Baby Kenzo" Jawab Victoria singkat.


"Nama yang bagus" Puji Keenan "Lalu yang mana Baby Kenza ?" tanya Keenan


Victoria menunjuk Baby Triplet K satu-satu. "Yang ini Baby Kenza, yang ini Baby Kenzie dan yang satu ini Baby Kenzo." jelas Victoria menunjuk satu-satu Baby Triplet K.


"Bagaimana cara membedakannya ?" Tanya Keenan yang masih bingung.

__ADS_1


"Dari tangisannya." jawab Victoria santai. Ia menggigit bibir bawahnya karna menahan tawanya melihat wajah Keenan yang kebingungan.


'Ternyata papa kalian lucu juga jika ekspresinya seperti itu.' guman Victoria dalam hati. 'Jika saja papa kalian tidak melakukan hal yang jahat, mungkin mama ajan mudah jatuh hati dengannya.' batin Victoria tamoa sadar.


"Kenapa menatapku seperti itu ?" tanya Keenan mendekati Victoria "Aku tau jika diriku tampan. Jika Kamu ingin memujiku tak perlu sungkan-sungkan !" lanjutnya dengan percaya diri.


Victoria yang ditatap dengan jarak yang dekat seketika membeku. Jantung keduanya kembali berdetak kencang. Mata mereka sama-sama larut dalam pesona wajah mereka satu sama lain.


'Jika Dia bersikap seperti ini terus, Aku tidak bisa menjamin jika Aku tidak akan jatuh hati. Pesona dan ketampanannya membuatku sampai lupa diri.' batin Victoria memuji Keenan.


'Kamu cantik, dan Aku akui itu. Pasti diluaran sana banyak pria yang menyukaimu. Bahkan meski keadaanmu seperti ini pun masih banyak pria yang akan menerima masa lalumu. Kamu juga bisa membuat jantungku kembali bergetar sama halnya ketika Aku jatuh cinta dengan gadis kecil dimasa laluku.' puji Keenan dalam hati.


Keenan yang seperti terhipnotis dengan pesona Victoria seketika mendaratkan ciuman dibib*r seksi Victoria.


Victoria yang mendapat serangan mendadak seketika membeku, matanya melotot tidak percaya.


Sedangkan ketiga baby sitter yang melihat kejadian itu segera memalingkan wajah.


'Aduhh... nasib jomblo begini amat ya' batin Nur


'Makkk... mataku sudah tidak perawan lagi' jerit Cici


'Aduh pengen lihat adegan nesra mbak Vivi takut dimarahin, Nggak dilihat kan sayang banget ' batin Lilis.


Ciuman Keenan dan Victoria berlangsung lama, keduanya sama-sama merasakan getaran berbeda di hati mereka. Hingga tak sadar jika bahaya sedang mengintai mereka.


*PLAK... Seketika Keenan mengelus kepalanya yang sakit.


"Auuu... siapa yang berani memukul kepala-" seketika Keenan terdiam saat melihat kebelakang.


"Beraninya Kalian berbuat mesum didepan Cucu-cucuku" Geram Bunda Elis.


Ya... yang memukul kepala Keenan adalah Bunda Elis.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author : Nah kan kena tabok🤣 makanya jangan main nyosor aja ! 🤣🤣🤣🤭


Keenan : berhenti meledekku !😤


Author : Ck... giliran Vivi yang meledekmu, Kamu diam saja😏


Keenan : Dia beda soalnya😌


...----------------...


**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke 🤗 jangan lupa dukungannya ya 🙏 tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas ya😅 takut aku nggak sanggup🙈


*stop menjiplak🚫**

__ADS_1


__ADS_2