
Malam perayaan sekaligus pembukaan hotel baru milik Arga sebentar lagi di mulai. Para tanu berdatangan mengucapkan selamat kepada Arga tak terkecuali Keenan.
"Selamat ya" ucap Keenan memberikan selamat dan menjabat tangan Arga.
"Makasih sudah datang jauh-jauh." ucap Arga
"Selamat ya nak Arga" ucap Mama Mita yang turut hadir
"Terima kasih tante. Selamat menikmati acara" ucap Arga ramah.
"Kalai begitu saya permisi dulu, Saya ingin menyapa tamu-tamu yang lain." ucap Arga meminta izin
"Ya silahkan." jawab Keenan.
Keenan tampak tampan dengan balutan jas biru navi serasi dengan dress yang dikenakan Audy. Mereka bertiga mencari tempat untuk duduk.
Tak lama Mami Alice menghampiri mereka, dangan mendorong trolly bayi.
"Hei jeng Mita, lama tidak bertemu" sapa Mami Alice kepada Mama Mita. Mereka berpelukan dan saling cipika-cipiki.
"Iya nih jeng Alice. Makin cantik aja nih" jawab Mama Mita.
"Ah kamu juga makin cantik aja. Oh ya, Suami jeng Mita dimana dari tadi Papinya Arga nyariin." tanya Mami Alice
"Nggak bisa ikut jeng, soalnya banyak kerjaan kantor." jawab Mama Mita.
"Oh iya tidak apa-apa. Ngomong-ngomong ini anak mu jeng yang katanya temen kuliah Arga di Jerman ?" tanya Mami Alice menunjukkan Keenan.
"Iya jeng, kenalkan ini anak saya Keenan dan yang ini membantu saya Audy." jawab Mama Mita memperkenalkan anak dan mantunya.
"Wah mantu kamu cantik ya. Coba Arga sudah menikah juga, pasti aku sudah memiliki menantu seperti mu jeng." ucap Mami Alice.
"Hahah tidak masalah, nanti juga ketemu kok." ucap Mama Mita.
"Iya jeng, aku sih berharap secepatnya."
"Eh ngomong-ngomong anak siapa itu jeng ?" tanya Mama Mita melihat trolly bayi yang dipegang oleh Mami Alice.
"Ini anak dari teman Arga." jawab Mami Alice
"Ini anak temennya Arga yang pernah ditemani melahirkan di rumah sakit ya tante ?" tanya Audy.
"Iya." jawab Mami Alice tersenyum.
"Boleh aku memangkunya jeng ?" ucap Mama Mita.
"Boleh saja. Anak ini tampan sekali loh."
Deg. Mama Mita seketika terpaku melihat wajah Baby K yang tak lain adalah Baby Kenza.
'Mirip wajahnya keenan saat bayi.' batin Mama Mita.
__ADS_1
"Tampan kam jeng ?" tanya Mami Alice.
"I-Iya, tampan sekali. Pasti mamanya cantik dan papanya tampan." ucap Mama Mita.
"Kalau mamanya sih cantik, tapi kalau papanya nggak tau." jawab Mami Alice
"Nggak tau ?" tanya Mama Mita mengerutkan keningnya.
"Iya, jadi mamanya anak ini korban permerkaosan." jawab Mami Alice.
"Kasian sekali, lelaki itu sangat biadab. Semoga Ia mendapatkan karma." Doa Mama Mita yang tampa tau sedang mengutuk anaknya sendiri 🤭
(Mampus nggak tuh si Keenan 😅 biasanya doa ibu mujarab😁)
"Iya jeng, tak hanya itu Baby Kenza juga memiliki dua kembaran, Baby Kenza ini anak pertama." jawab Mami Alice membuat Mama Mita semakin mengutuk papa dari Baby Triplet K.
"Ya ampun, tidak punya hati sekali sih, sudah memperkaos anak orang, dibikin bunting lagi, benihnya tokcer lagi dapat tiga langsung. Kalau saya yang diposisi wanita itu, sudah ku beri pelajaran laki-laki itu." ucap Mama Mita semakin geram.
"Heheh iya, aku juga jeng pasti udah ku kebiri burung nuri laki-laki itu. Untung mama mereka wanita hebat" ucap Mami Alice memuji Victoria.
Sedangkan Keenan dan Audy hanya mendengarkan percakapan Mami Alice dan Mama Mita.
Keenan terus kepikiran dengan keadaan Victoria, terbesit dihatinya untuk mencari wanita itu dan membuktikan sendiri apakah wanita itu hamil anaknya. Jika benar Ia hamil anaknya pasti dirinya sedang dalam masa yang sulit.
Sementara Audy memikirkan hasil pemeriksaan dokter. Ia selalu berharap semoga hasilnya menyatakan dirinya baik-baik saja dan bisa memberikan keturunan untuk suaminya.
...****************...
"Tapi bagaimana dengan anak-anakku ?" tanya Victoria yang sebenarnya enggang meninggalkan baby Kenzie dan baby Kenzo
"Sudah ikut saja dengan nak Arga! biar bunda yang jaga mereka kan ada baby sitter juga." jawab Bunda Elis.
Victoria akhirnya ikut Arga berkeliling menyapa beberapa tamu.
"Vi... kamu umur berapa sekarang ?" tanya Arga saat mereka hanya berduaan.
"Dua puluh lima tahun" jawab Victoria
'Umur kamu saja sama dengan Anna adikku.' batin Arga yang sudah sangat yakin jika Victoria adiknya.
"Kamu hanya anak semata wayang ?" tanya Arga lagi fan Victoria menjawab dengan anggukan.
"Aku boleh jujur tidak ?" tanya Arga lagi
"jujur tentang apa ?" tanya balik Victoria
"Aku memiliki seorang adik perempuan, tapi-" Arga menjeda kalimatnya.
"Tapi ?" Tanya Victoria yang merasa penasaran.
"Tapi Dia diculik saat bayi." ucap Arga terdengar sedih.
__ADS_1
Victoria hanya diam, entah apa yang dia pikirkan sekarang.
"Tapi aku menemukan wanita yang memiliki sesuatu yang mengarah kepadanya jika dia adalah adikku yang ku cari." ucap Arga memandang wajah Victoria.
Namun Victoria masih terdiam, ekspresi wajahnya sulit ditebak oleh Arga.
"Tapi aku tidak berani mengakui jika belum punya bukti." lanjut Arga
"Kenapa tidak langsung bicarakan kepadanya ?" tanya Victoria tiba-tiba
"Aku takut dia tidak percaya, aku takut bukannya dia menerimaku dan keluargaku sebagai keluarga Dia yang sebenarnya tapi malah Ia menjauh." jawab Arga.
"Jika kamu takut, justru kamu akan kehilangan adikmu selamanya." jawab Victoria
"Jadi aku harus apa ?" tanya Arga
"Jujur dengannya dan lakukan tes DNA." jawab Victoria.
"Tapi tidak sekarang. Karna Aku sedang melakukan tes DNA, jika benar membuktikan jika Dia adikku maka aku akan segera menemuinya dan memeluknya. Aku ingin mengatakan kami sangat merindukanmu." ucap Arga yang memang tadi siang sempat mengambil sampel rambut Victoria untuk diperiksa.
"Ya itu juga bagu" ucap Victoria
"Ya sudah kita ke meja sana" ucap Arga menunjuk sebuah meja.
Mereka berjalan menuju meja yang ternyata ditempati Mami Alice dengan temannya. Victoria terus berjalan kearah meja itu.
Sampai disana Ia langsung mengambil Baby Kenza dari pangkuan Mami Alice.
"Sini sayang, sama mama ya" ucap Victoria yang masih belum sadar siapa orang dimeja itu.
"Victoria ternyata kamu disini ?" tanya Bunda Elis yang baru saja sampai di hadapan Victoria.
"Baby Kenzie dan Baby Kenzo seprtinya lapar" ucap sanga bunda.
Sedangkan dua orang yang menatap mereka seketika Jantungnya seperti berhenti berdetak.
"Sebaiknya kamu menyusui mereka dulu sayang !" ucap Mami Alice
Deg. seketika tubuh Victoria bergetar hebat, nafasnya memburu kala melihat siapa yang duduk dimeja itu. Tampa Ia sadari air matanya lolos membasahi pipinya. Sepeti ada batu besar yang menghantam dadanya, *Perih dan Sakit* itulah yang Ia rasakan.
Begitu juga dengan Bunda Elis. Mereka sama-sama syok. Tak ada kata yang bisa mereka keluarkan, tenggorokannya seperti tercekat.
Sampai suara Baby Kenza membuat mereka tersadar. Tampa pamit Victoria segera berbalik badan ingin secepatnya meninggalkan tempat itu.
"TUNGGU!" sontak suara itu membuat Victoria membeku.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke 🤗 jangan lupa dukungannya ya 🙏 tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas ya😅 takut aku nggak sanggup🙈
*stop menjiplak🚫**
__ADS_1