Victoria Sang Pelakor

Victoria Sang Pelakor
Bab 16


__ADS_3

Bandar Udara Abdulrachman Saleh, Kota Malang.


Arga sedang menunggu kedatangan orang tuanya, sesuai dengan janji Victoria, Ia juga datang menyambut kedatangan orang tua Arga sekaligus berkenalan.


Terlihat dari kejauhan sepasang suami istri berjalan dengan elegan. Mereka tampak semakin mendekat dengan Arga dan Victoria. Victoria mulai menebak-nebak jika pasangan itu adalah orang tua Arga.


"Sayangnya Mami, Cup, Mami kangen sama kamu sayang." ucap Mami Alice memeluk Putranya.


"Miii... jangan kayak gini dong ! malu ah sama temen Arga." ucap Arga melepaskan pelukan Mami Alice yang menurutnya sangat berlebihan.


"Iya. Tau nih Mami jika udah ketemu kamu Papi di lupain, harusnya kan yang dipeluk Papi." ucap Papi Wijaya yang selalu merasa cemburu jika Mami Alice memeluk Arga secara berlebihan.


"Ck... Papi masih saja cemburuan sama anak sendiri." ucap Mami Alice


"Mi... Pi... Kenalin teman Arga namanya Victoria." ucap Arga memperkenalkan Victoria.


Deg. Jantung Victoria berpacu dengan hebat kala melihat Liontin yang di pakai Mama Alice



'Kenapa bisa sama persis ? apa ini kebetulan ?' batin Victoria.


"Vi... Hai kenapa melamun ? Nggak mau kenalan sama Mami dan Papi ?" Tanya Arga yang melihat Victoria diam.


"Eh... Ma-maf ! Victoria " Ucap Victoria salting mencoba mengulurkan tangannya


Kini giliran Mami Alice yang tertegun melihat wajah Victoria.


'Mata itu.' Mami Alice menatap manik-manik mata Victoria. Mata yang terlihat besar namun sayu, dengan bulu mata panjang dan lentik.


'Anna... Mami merindukanmu' batin Mami Alice sedih


"Loh kok gantian Mami yang diam ?" Tanya Arga menyandra Mami Alice dari pikirannya.


"Kamu cantik sekali sayang. Nama kamu siap tadi ?" tanya Mami Alice


"Victoria Tante." jawab Victoria


"Nama yang cantik sama seperti wajah kamu cantik." puji Mami Alice


"Panggil Mami Alice saja ya !" ucap Mami Alice


"Ha... Ma-mi ?" tanya Victoria takut salah dengar


"Iya... biar samaan dengan anak Mami yang tengil ini" ucap Mami Alice mencubit kecil Arga.


"Aduh... sakit Mi" ucap Arga mengadu kesakitan


"Kalau Pria tampan ini manggilnya Papi Wijaya" ucap Mami Alice memperkenalkan Papi Wijaya


"Halo... Victoria Om... Eh Pa-pi" ucap Victoria mengulurkan tangganya berkenalan dengan Papi Wijaya.


Papi Wijaya hanya senyum tipis. Sama halnya dengan Mami Alice, Papi Wijaya juga terkejut melihat wajah Victoria. Tapi dengan cepat Ia mengubah ekspresi wajahnya.


Entah mengapa lagi-lagi perasaan Victoria menghangat saat bersentuhan tangan dengan Mami Alice dan Papi Wijaya. Sama seperti saat berkenalan dengan Arga.


Ia merasa sangat nyaman dan merasa sudah sangat dekat dengan keluarga Arga. Padahal mereka baru berkenalan.


"Sudah selesai sesi perkenalannya ? Kita bali yuk ! Kasihan Baby Triplet K udah nungguin Mamanya."

__ADS_1


Sontak saja ucapan Arga membuat Mami Alice bingung.


"Siapa Baby Triplet K ?" tanya Mami Alice penasaran.


"Anaknya Victoria Mi." jawab Arga enteng


"Kamu sudah menikah dan punya anak ?" tanya Mami Alice kepada Victoria.


"Emmm... Vi-vi belum pernah me-nikah." jawab Victoria gugup. Entah Mengapa Ia merasa malu dengan keluarga Arga karna statusnya adalah seorang Ibu namun bekum pernah menikah.


"Maksudnya ? Hamil diluar nikah ?" lagi-lagi pertanyaan Mami Alice membuat Victoria semakin malu.


"Mi... Udah jangan tanya-tanya sesuatu yang sensitif !" ucap Papi Wijaya saat melihat raut wajah Victoria.


"Maaf, bukan maksud Mami menyinggung perasaan kamu sayang." permintaan maaf Mami Alice tulis kepada Victoria.


"Nggak apa-apa kok tan... eh maksudnya Mami" jawab Victoria


Setelah itu tidak ada lagi percakapan yang terjadi. Semua terdiam dengan pikiran masing-masing.


...****************...


"Hari ini jadi ke dokter ?" tanya Mama Mita


"Iya ma. Audy takut ma" ucap Audy terdengar sedih


"Kenapa takut sayang, Kita semua akan melakukan apapun agar kamu sembuh. Dan jika memang rahim kamu haru diangkat, Kita semua akan menerima keadaan kamu sayang." jawab Mama Mita yang berusaha menguatkan Audy.


"Tapi Mas Keenan bagaimana ? Mas Keenan Sangat mendambakan seorang anak ma." kini air mata Audy sudah terjatuh


"Kalian bisa mengadopsi anak." Mama Mita masih mencoba menguatkan Audy


"Mas udah bali ?" tanya Audy segera mendekat dengan Keenan


"Mau berangkat sekarang ?" tanya Keenan mengelus kepala sang istri.


Meski Ia yakin sudah tak ada lagi sisa cintanya untuk Audy, sebisa mungkin Keenan bersikap baik fan manis dengan Audy. Mau bagaimana pun Audy adalah istrinya.


"Iya. kita berangkat sekarang mas ! habis itu kita pulang siap-siap berangkat ke Malang." ucap Audy


"Kita berangkat bareng saja !" ucap Mama Mita


"Papa iku juga ?" tanya Keenan


"Tentu tidak, karna papa ada pertemuan dengan klien dari Malaysia." jawab Mama Mita


"Ok, kalau begitu kita berangkat dulu Ma." ucap Keenan pamit kepada sang Mama.


Sesampai rumah sakit, Audy dan Keenan segera masuk ruangan laboratorium. Ia melakukan tes darah dan tes biopsi.


Sebenarnya tak perlu melakukan dua macam tes sekaligus, melakukan salah satunya saja sudah bisa mendapatkan hasil yang akurat. Namun karna yang diperiksa adalah menantu pemilik RS ini, jadi para Dokter haru melakukan kedua-duanya.


"Baik. sudah selesai Tuan dan Nyonya. Kita tunggu hasilnya dua-tiga hari lagi agar dapat hasil yang akurat." ucap sang Dokter


"Hmmm... Lakukanlah dengan benar dan teliti !" Perintah Keenan


"Baik Tuan, kami akan berusaha dengan baik." jawab sang Dokter.


Setelah pemeriksaan, Keenan dan Audy segera pulang ke mansion Arsenio.

__ADS_1


"Mama sama papa kenal dengan orang tua Arga ? tanya Audy, saat ini mereka sedang duduk di ruang tamu menunggu Keenan turun dari kamar.


Mereka akan berangkat berangkat ke kota Malang hari ini.


"Iya. Mama dulu satu kampus dengan Papa kamu dan Tuan Wijaya di Jerman. Karna kita sama-sama orang Indonesia jadi kita cukup dekat waktu itu." ucap Mama Mita


"Kalau sama Maminya Arga ?" tanya Audy


"Kalau Maminya Arga mama tidak terlalu akrab. Mama hanya tau saat Wijaya mengenalkan Alice sebagai kekasihnya. Dan setelah mereka pacaran Wijaya sudah jarang bergabung dengan Mama dan Papa." ucap mama Mita menjelaskan sedikit masa lalunya.


"Yukk berangkat !" ucap Keenan yang baru turun.


Mereka hanya pergi bertiga menggunakan pesawat jet pribadi keluarga Arsenio.


...****************...


"Sudah sampai." ucap Arga yang sudah sampai di apartemennya.


"Kenapa ke apartemen ?" tanya Mami Alice


"Karna Arga belum punya rumah disini" ucapnya enteng


"Kenapa tidak beli rumah saja daripada beli apartemen." ucap Mami Alice kesal. Ia merasa Arga terlalu bodoh, masa sudah setengah tahun tinggal di Indonesia Dia belum membeli rumah.


"Sudahlah Ma ! lagian wajarlah kalau anak laki-laki yang masih perjaka tua belum memiliki rumah" ucap Papi Wijaya meledek putranya.


Victoria yang sedari tadi melihat kejahatan keluarga Arga merasa sedih. Ia jadi rindu dengan Ayah Purnomo. Sebelum kecelakaan yang merenggut nyawa Arga kekasihnya. Hubungan Victoria dengan Ayah dan Bunda sangatlah hangat dan harmonis.


"Hmm... maaf, Vivi boleh pamit sekarang !" ucap Victoria yang ingat jika ketiga putranya menunggu untuk diberi Asi, Ia takut jika stok Asi yang Ia berikan kepada bayi kembarnya sudah habis.


"Ohh... Maaf sampai lupa jika ada wanita cantik disini." ucap Mami Alice merasa tidak enak karna telah mengabaikan Victoria.


"Tunggu ! aku simpan koper-koper Mami sama Papi dulu." ucap Arga segera menyimpan koper milik orang tuanya disalah satu kamar di apartemennya.


"Yukk, aku sudah tidak sabar bertemu dengan ketiga bayi tampan itu." ucap Arga yang semangat ingin bertemu dengan Baby Triplet K.


Ya... seperti itulah Arga, saat Ia pulang kerja, bukannya istirahat Dia justru ke apartemen Victoria. Entah kenapa rasa lelahnya akan hilang saat melihat ketiga malaikat kecil itu.


"Heiii... Lalu mami sama Papi bagaimana ?" tanya Mami Alice kesal, bagaimana bisa anaknya ingin meninggalkan dirinya dan suaminya di apartemen ini.


"Mami sama Papi mau ikut ?" tanya Arga


"Nggak ! Papi capek, Mami juga capek kan ?' Ucap Papi Wijaya


"Nggak Mami tidak capek, Mami mau ikut mereka." ucap Mami Alice segera, karna Ia sudah tau apa yang akan terjadi jika hanya dirinya dan suaminya tinggal di apartemen Arga.


"Ya sudah, Mami ikut kami, Papi istirahat aja !" ucap Arga.


"Nggak mau, Papi juga mau ikut" ucap Papi Wijaya yang enggan ditinggal sang istri.


"Ayolah... Mi... Pi... Arga sudah sangat rindu dengan bayi-bayi Arga" ucap Arga mendapat pukulan kecil


"Iya, ayok !" ucap sang Mami


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke 🤗 jangan lupa dukungannya ya 🙏 tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas ya😅 takut aku nggak sanggup🙈


*stop menjiplak🚫**

__ADS_1


__ADS_2