
Sementara itu salah satu kamar hotel dua wanita yang berbeda generasi tampak berdecak kesal. Bagaimana tidak kesal jika dirinya harus pesan taksi karna Keenan meninggalkan mereka.
"Ck... Kemana wanita itu membawa Suamimu ?" tanya mama Mita kepada Audy
"Ya mana Audy tau. Audy aja nggak kenal siapa itu perempuan." Jawab Audy yang terus berusaha menghubungi Keenan namun Handphonenya diluar jangkauan.
"Seharusnya tadi Kamu tadi jaga Keenan supaya tidak pergi dengan wanita murahan itu !" ucap mama Mita kesal.
"Kok Mama malah nyalahin Audy sih ? Jika tau wanita itu masa lalu mas Keenan, ya nggak akan Audy biarin mas Keenan narik tangan perempuan itu " jawab Audy melempar handphonenya kesal. Karna sedari tadi Suaminya tidak bisa Ia hubungi.
"Kenapa malah jadi ngebentak Mama ? Kan Mama cuma kasi tau Kamu." balasnya tak kalah kesal.
"Sekarang Kamu sudah tau kan wanita itu adalah masa lalu Keenan ? Jadi Mama harap Kamu bisa menjaga Keenan agar tak jatuh ke pelukan pelakor itu !" ucap Mama Mita kemudian pergi meninggalkan Audy.
"Nggak akan Aku biarkan mas Keenan ninggalin Audy. Enak saja pengen balikan sama mantan dan CLBK padahal Aku sendiri sudah ngorbanin karir Aku buat nikah dengannya." ucap Audy kemudian masuk kedalam kamar mandi.
Yaa yang diceritakan Mama Mita kepada Audy dan keluarga Papi Wijaya adalah , *Victoria adalah mantan Keenan yang ternyata memiliki dendam dengan David karna sebelum berpacaran dengan Keenan, Victoria sempat bertunangan dan hampir menikah. Akhirnya Victoria mengkhianati Keenan dan menjalin hubungan dengan David, menghancurkan rumah tangga anaknya dan David.*
Sepeti itulah yang diceritakan Mama Mita kepada keluarga Papi Wijaya dan Audy tadi. Karna tidak mungkin Ia mengatakan jika Audy pernah ditiduri oleh Keenan dan sekarang benih anaknya sudah menjadi bayi kembar tiga.
...****************...
Sementara di sebuah Apartemen, tampak tiga orang dewasa yang sedang duduk terdiam. Mereka larut dalam pikiran mereka masing-masing. Lama mereka saling mendiamkan, akhirnya salah satu dari mereka membuka suara.
"Apa hasil tes DNA itu bisa keluar secepatnya ?" tanya Mami Alice
"Kurang tau juga Mi, tapi mungkin agak lama karena yang kita gunakan hanyalah sampel rambut." Jawa Arga membuat Mami Alice menghela nafa panjang.
"Apa Mami berharap Dia adalah Anna ?" tanya Papi Wijaya
"Bukan berharap lagi, tapi memang feeling Mami mengatakan jika Vivi adalah Anna putri Kita. Papi percayakan dengan ikatan batin seorang Ibu dan Anaknya ?" tanya Mami Alice
"Hm.." jawab Papi Wijaya singkat karna merasa belum percaya dengan kenyataan jika anak yang Ia cari ternyata perusak rumah tangga orang.
"Ya sudah lebih baik kita istirahat ! kejadian tadi menguras tenaga dan pikiran kita semua." ucap Papi Wijaya lalu mengajak Mami Alice masuk ke kamar.
Sedangkan Arga yang ditinggal justru berjalan keluar apartemen. Ia masuk ke apartemen yang tempati Victoria, berharap mereka sudah kembali namun hasilnya nihil.
"Kemana dirimu ? Apa sebegitu kecewanya Kamu saat tau kalau Aku dan Keenan ternyata kenal ?" gumamnya menatap foto yang ada dalam kamar Victoria.
__ADS_1
Tatapannya seketika tertuju pada kalung yang dipakai Victoria dalam foto itu.
"Ahhh, diman kalung itu ? Aku tidak pernah melihatnya memakai kalung itu."
Seketika hati Arga tergerak untuk menggeledah barang-barang Victoria. Jika pun nanti dirinya kedapatan membongkar kamar wanita itu, Ia akan mengatakan yang sebenarnya.
Arga terus menggeledah kamar Victoria, kini pakaian dalam lemari sudah berantakan di lantai, Ia mengecek semua laci-laci lemari dan beberapa kotak yang Ia dapat dalam lemari.
Ia menemukan album, namun tak ada foto Victoria saat bayi, hanya ada foto ketika dirinya masuk TK sampai foto saat Victoria wisuda.
"Kenapa tidak ada ?" ucap Arga putus asa, Ia kemudian mendudukkan bokongnya di kasur. Ia menarik nafas yang panjang lalu menatap langit-langit kamar.
Ia tidak sengaja melihat sebuah kota yang berada di atas lemari. Ia segera mengambil kursi lalu mengambilnya.
"Semoga ada petunjuk disini." ucapnya penuh harap.
Ia lalu membuka kotak itu. Yang pertama Ia dapat adalah Foto Victoria kecil, mungkin saat itu umurnya masih tiga tahun, tebak Arga.
Tak hanya satu dua foto yang Ia dapat, tapi ada banyak. Dan yang paling mencuri perhatian Arga adalah saat melihat foto Victoria bersama anak laki-laki remaja. Tapi bukan itu yang membuatnya fokus melainkan bangunan yang dibelakangnya.
"Panti asuhan kasih bunda" Ia mengerutkan keningnya. "Apa Victoria dari panti asuhan ?" lanjutnya lagi bertanya-tanya.
Seketika senyumnya mengembang. "Semoga Kamu benar-benar dari panti. Aku sangat berharap Kamu adalah Anna adikku." ucapnya. Ia melanjutkan lagi membongkar isi kotak itu.
"Anna Bella Wijaya" matanya berbinar saat mendapatkan kalung itu, yang ternyata sudah terukir namanya disana.
Tanpa menunggu lama Arga segera keluar dari kamar Victoria membawa tiga benda yang menurutnya penting untuk dibawa.
Author : woi Arga beresin kamar adek kamu dulu dong ! nanti Author yang kena marah🤬❤️
Arga : Itu urusan Author 😝
...****************...
"Ini rumah siapa ?" tanya bunda Elis saat sampai di halaman rumah yang bernuansa hitam.
"Sebaiknya Anda masuk saja !" perintah dari anak buah Keenan
Bunda Elis hanya menurut daripada nantinya desert dengan kasar lagi. Dan ini juga sudah larut malam kasihan cucu-cucunya jika berada di luar teelalu lama.
__ADS_1
"Bunda... hikss..hikss.." teriak Victoria saat melihat sang bunda tiba-tiba muncul di balik pintu masuk.
Ia memeluk sang bunda dengan erat lalu terisak. "Dimana Baby Triplet K ?" tanyanya saat dirinya melepaskan pelukan sang Bunda.
Lalu Ia melihat Baby Triplet K di gendong oleh para baby sitter. Ia segera berlari mencium ketiga bayinya bergantian.
"Kenapa badan mereka hangat ?" tanya Victoria saat merasakan suhu badan Baby Triplet K terasa Hangat.
"Itu karena mereka tidak mau berhenti menangis , mereka mungkin kelaparan dan mencari-cari Mbak Vivi." jawab Nur membuat hati Victoria merasa bersalah.
"Lalu bagaimana bisa kalian sampai disini ?" tanya Victoria.
"Kami dipaksa oleh anak buah pria kejam itu." jawab Bunda Elis.
"Siapa pria kejam yang kalian bicarakan ?" pertanyaan itu sontak membuat Victoria dan Bunda Elis mematung.
Inilah saat yang Ia takutkan, dimana Keenan melihat ketiga putranya yang sangat mirip dengan wajahnya.
Keenan terus berjalan kearah mereka dan semakin membuat jantung Victoria dan Bunda Elis berdetak kencang.
Deg
Deg
Deg
Deg
Deg
*See you tomorrow 😝*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Author : Maaf kalau banyak yang typo soalnya mata lagi bengkak gara-gara habis naik motor tidak pakai helm 🤧😮💨😭😭😭😭
🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈
Author: Ingat Like dan Komen😌❤️
__ADS_1
**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke 🤗 jangan lupa dukungannya ya 🙏 tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas ya😅 takut aku nggak sanggup🙈
*stop menjiplak🚫**