
Sudah seminggu Victoria dirawat di rumah sakit. Dan hari ini sudah diperbolehkan pulang.
Selama dirinya dan Baby Triplet K dirawat, Arga tak pernah absen berkunjung ke rumah sakit. Arga akan selalu datang membantu Bunda Elis menjaga Baby Triplet K.
Karna hal itu juga kedekatan antara Arga dan Victoria semakin nampak.
"Jadi kan tinggal di apartemen aku ?" tanya Arga menawarkan tempat tinggal untuk Victoria.
"Tapi beneran nggak apa-apa ?" tanya Victoria yang merasa tidak enak hati.
"Iya. Lagian apartemen itu sudah lama nggak aku tinggali. Sayang banget kan kalau kosong terus." ucap Arga.
"Ya sudah Vivi akan tinggal disana sama Bunda dan Baby Triplet K." ucap Victoria menerima bantuan Arga.
Arga sudah mengetahui kejadian yang menimpa Victoria, namun Ia belum tau siapa yang menghamili.
Yang diceritakan Victoria hanya seputar tentang Ia merusak rumah tangga Putri dari keluarga Tuan Arsenio hanya karna ingin balas dendam.
......................
Tiga bulan kemudian, Victoria dan Arga sudah sangat akrab, bahkan jika orang-orang melihat kedekatan Arga dan Victoria akan mengira mereka adalah pasangan.
Keduanya memang memiliki rasa nyaman saat bersama.
"Assalamualaikum" ucap Arga masuk kedalam apartemen yang ditempati Victoria.
"Wa'alaikumussalam, eh tumben mas Arga dateng pagi ? nggak kerja ?" tanya Victoria
"Ini mau berangkat, tapi mau numpang sarapan dulu." ucap Arga terkekeh.
Tak jarang Arga akan sarapan pagi disini, bahkan Ia juga sering numpang makan malam.
"Yaa udah mas Arga tunggu sebentar ya ! Nasi gorengnya bentar lagi jadi."
"Kalau gitu mas liat Baby Triplet K dulu. Bunda ada kan ?" tanya Arga sebelum berlalu ke kamar melihat Baby Triplet
"Iya, bunda lagi jagain Baby Triplet di kamar."
Saking akrabnya Arga dengan Victoria, sekarang dirinya memanggil Bunda kepada Bunda Elis.
...****************...
Berbeda dengan kehidupan Victoria, Keenan sudah kembali disibukkan dengan aktivitas di perusahaan.
Hubungannya dengan Audy tak pernah ada kendala sama sekali. Bahkan setelah Keenan sembuh dari sindrom couvade dirinya gencar melakukan percintaan dengan sang istri.
Entah mengapa dirinya sudah sangat ingin menimang buah hati. Ia selalu berusaha semaksimal mungkin agar sang istri segera hamil.
"Selamat pagi." sapa Keenan saat berada di meja makan.
"Pagi sayang." ucap sang mama
__ADS_1
"Pagi Mas" ucap Audy
"Pagi kak" jawab Keisya
"Heii ponakan uncle yang cantik" sapa Keenan dengan keponakannya, putri dari Keisya dan David.
"Halo Uncle." jawab Delena.
"Mas, nanti siang ada waktu nggak ?" tanya Audy setelah mereka selesai sarapan.
"Memangnya kenapa ?" tanya Keenan
"Kalau ada waktu, nanti siang temani Audy cek ke dokter kandungan ya !"
"Kami hamil ?" tanya Keenan penuh harap.
"Belum, justru Audy mau ikut program hamil. Sekalian Audy mai periksa, karna Audy akhir-akhir ini sering merasakan sakit perut seperti sembelit. Dan sebulan terkahir ini Audy udah Datang bulam dua kali. Terus belum lagi saat buang air kecil sering keluar darah gitu." ucap Audy.
"Loh kok bisa sayang ? kenapa nggak bilang dari awal ?" tanya Mama Mita membuat Audy hanya terdiam.
"Sudahlah ma, toh nanti mereka juga pergi konsultasi kok" ucap papa Arsenio.
"Iya, mas akan usahain bisa ngantar kamu periksa."
Keenan sampai di perusahaan mulai disibukkan dengan pekerjaan, sepeti ini lah Keenan dari dulu selalu gila kerja.
Tok...Tok...Tok...
"Maaf tuan, Meeting sebentar lagi di mulai." ucap sekertaris Keenan.
"Yaa... sepuluh menit lagi saya ke ruangan meeting." ucap Keenan.
Ia segera menyelesaikan pekerjaannya agar saat selesai meeting Ia bisa langsung pulang menjemput sang istri.
Selesai meeting Keenan segera menancap gas menuju mansion untuk menjemput Audy.
"Mas kamu ingat Arga ? kemarin Dia mengirimkan pesan, Dia mengundang kita ke acara pembukaan hotelnya di kota malang." ucap Audy saat berada di dalam mobil.
"Oh ya ? Kapan ?" tanya Keenan
"Hari Sabtu pekan ini."
"Ok, masa akan usahain, kita akan berangkat ke malang. sekalian mas mau ngecek proyek pembangunan mall disana." ucap Keenan.
"Tapi mas tau nggak kalau mama sama papa ternyata juga dapat undangan langsung dari orang tua Arga. Kata mama dulu Mami dan Papinya Arga juga satu universitas loh. Bisa dibilang teman kampus juga." jelas Audy
"Nggak, mas nggak tau kalau ternyata orang tua Arga teman kuliah mama." jawab Keenan.
Tanpa terasa mobil mereka sudah sampai di rumah sakit. Mereka berjalan menuju ruang Dokter kandungan.
"Silahkan duduk Nyonya Audy dan Tuan Keenan ! Jadi bagaimana tuan dan nyonya ? apa ada yang bisa saya bantu ?" tanya sang dokter
__ADS_1
"Jadi kedatangan kami kesini ingin mencoba ikut program kehamilan. Tapi sebelumnya saya ingin memeriksakan diri." ucap Audy
"Jadi ada keluhan apa nyonya ?" tanya sang dokter.
Audy mulai menceritakan semua keluhan yang ia rasakan dan alami sebulan terkahir ini.
"Baik sebaiknya kita melakukan pengecekan dulu, namun dari gejala yang nyonya sebut bisa jadi nyonya terkena kanker serviks atau kanker rahim."
seketika penjelasan sang dokter membuat tubuh Audy bergetar, begitu juga dengan Keenan yang tampak syok.
"Apa dokter sedang mempermainkan kami ?" ucap Keenan mulai emosi.
"Bu-bukan begitu tuan, saya hanya mengatakan praduga saya. Maaf jika saya mengucapkan kata-kata yang salah." ucap dokter itu merasa takut melihat tatapan Keenan yang begitu tajam.
"Kita periksa sekarang ya !" lanjutnya lagi.
"Silahkan berbaring nyonya, bajunya sedikit disingkap keatas !"
Dokter kemudian menuangkan gel ke atas perut Audy. Ia mulai menggerakkan alat ultrasonografi.
Setelah mengecek keadaan rahim Audy, dokter mulai menjelaskan dengan tegang karna taku salah bicara.
"Begini nyonya dan tuan, seperti yang saya katakan tadi saat mendengar gejala-gejala yang dialami nyonya Audy, lalu dari hasil pemeriksaan melalui USG tadi, memang benar Nyonya Audy terkena penyakit kanker serviks. Namun nyonya dan tuan tenang dulu karna kita akan memeriksa lagi dengan cara tes darah dan tes biopsi. Jadi jika hasilnya keluar tidak ada kesalahan dan kekeliruan lagi."
penjelasan sang dokter membuat tubuh Audy dan Keenan seketika lemas.
Saat mereka masuk kedalam mobil tak ada satupun yang membuka suara. Kini perasaan sedih, takut dan cemas merayap di hati mereka.
Mereka sama-sama fokus dengan pemikiran mereka masing-masing.
...****************...
"Vi, Besok kedua orang tuaku sampai di Indonesia, bisa nggak kamu ikut mas jemput di bandara ?" tanya Arga
"Lalu bagaimana dengan Baby Triplet ?" tanya Victoria yang enggang meninggalkan ketiga bayinya.
"Sudah tidak masalah, Kamu ikut aja, kan ada Bunda yang jaga, Ada baby sitter juga kan." ucap sang Bunda
Yaa... Arga memang sengaja menyewa satu Baby sitter untuk membantu Victoria fan Bunda Elis menjaga Baby Triplet K.
"ya sudah kalau begitu, Vivi bakalan ikut." ucap Victoria terpaksa
"Kalau begitu Arga balik dulu, perut Arga juga sudah full, heheh" ucapnya pamit
"Kebiasaan numpang makan, makanya nikah supaya ada yang masakin !" Ejek Victoria mendapatkan hadiah sentilan di jidatnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke 🤗 jangan lupa dukungannya ya 🙏 tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas ya😅 takut aku nggak sanggup🙈
*stop menjiplak🚫**
__ADS_1