
Bima asisten Keenan dibuat terkejut saat melihat ruanagan atasannya seperti kapal pecah.
"Apa yang terjadi Tuan ?" Bima yang merasa penasaran memberanikan diri bertanya
"Atur penerbanganku ke kota Malang sekarang juga!" Perintah Keenan.
"Apa ada masalah dengan yang serius ?" Tanya Bima lagi
"Kenapa kau banyak tanya ? Ku bilang sediakan pesawat dan urus penerbanganku ke kota Malang sekarang !" Teriak Keenan frustasi.
Bima yang tidak ingin mendapat amukan lagi segera mengerjakan perintah Keenan, meskipun dalam benaknya dipenuh dengan banyak pertanyaan.
πππππ
Akhirnya Victoria, Arga dan yang lainnya sampai di kediaman Papi Wijaya. Mereka disambut dengan hangat dan tangisan haru oleh Mami Alice.
"Akhirnya putri Mami kembali... Hiks... Jangan tinggalin Mami dan Papi lagi ya... Hiks..." Ucap Mami Alice menangis terharu memeluk tubuh Victoria
"Papi tidak menyangka ternyata putri Papi yang dulunya kecil kini memiliki bayi laki-laki tiga sekaligus..." Ucap Papi Wijaya memeluk Victoria. Air mata yang tadinya Ia tahan kini berhasil lolos membasahi pipinya.
Tak hanya Papi Wijaya dan Mami Alice yang menangis haru. Tapi ketiga baby sitter itu juga tak bisa menahan air matanya.
"Sudah ya Mi, Pi ! Nangisnya lanjut nanti ! Sebaiknya kita makan siang dulu ! Arga sudah lapar nih, tenaganya terkuras banyak buat membawa bayi besar ini kembali berkumpul dengan kita." Celetuk Arga dengan wajah yang buat-buat sedih, membuat semua orang terkekeh.
"Kamu tuh ya... Bikin suasana hancur saja" balas Mami Alice dengan memberikan pukulan kecil.
Mereka Akhirnya memutuskan makan siang. Saat di meja makan Mami Alice tak henti-hentinya memberikan perhatian kepada Victoria.
"Anna kamu mau makan apa sayang ? Nanti Mami ambilkan." Tanya Mami Alice membuat Victoria merasa canggung.
"Em... Vivi bisa ambil sendiri Mi" jawab Victoria tersenyum canggung.
"Baiklah sayang. Mbak makan yang banyak ya ! Jangan sungkan-sungkan ! Sekarang kita semua keluarga " Mami Alice tak henti-hentinya tersenyum karna merasa sangat bahagia.
__ADS_1
"Oh ya, nanti Mbak ajarin saya masak ya ! Soalnya saya nggak bisa masak. Hehehe" lanjut Mami Alice mecoba mencairkan suasana.
Bunda Elis hanya mengangguk dan tersenyum, Mami Alice tidak menyangka jika Victoria anak yang Ia adopsi dari panti asuhan ternya anak dari keluarga yang lebih berada daripada keluarganya dulu. Bunda Elis tersenyum lebar saat melihat Victoria sedang memandangnya.
"Tenang saja Mbak ! Anna masih tetap menjadi Victoria putri Mbak. Kami tidak akan tega memisahkan kalian, bagaimana pun Mbak sudah merawat putri Kita sampai menjadi wanita Kuat dan hebat seperti ini."
Mami Alice cukup mengerti perasaan Bunda Elis yang merasa cemas dan takut dipisahkan oleh Victoria. Mami Alice sangat bersyukur karna putrinya dibesarkan oleh orang baik seperti Bunda Elis.
"Mbak, apapun yang terjadi dimasa lalu Vivi, jangan pernah membencinya !" Ucap Bunda Elis yang tak bisa menahan air matanya.
"Mbak, percayalah! Kami tidak peduli dengan masa lalu Anna. Yang penting adalah Anna sudah kembali dan berkumpul bersama kami" balas Mami Alice memandang Bunda Elis.
"Bunda, Mami, sebaiknya selesaikan makanya dulu ! Nanti aja lanjutin nangisnya! Kasihan tu tiga baby sitter belum makan karna menjaga cucu-cucu kalian." Ucap Arga yang melihat ketiga perempuan itu belum menghabiskan makanannya. Akhirnya mereka makan tanpa banyak bicara lagi.
πππππ
Berbeda dengan Mama Mita dan Keisya yang merasa kesal saat mendapatkan kabar bahwa Keenan berangkat ke kota Malang. Mereka sudah menebak jika Keenan berangkat kesana pasti berhubungan dengan wanita itu.
"Bisa jadi. Apalagi Mall dan rumah sakit kita tidak mengalami masalah apapun disana. Sudah dapat dipastikan keberangkatannya berhubungan dengan wanita murahan itu." Balas Mama Mita.
"Semoga saja ! Kan itu memang yang kita inginkan Ma. Keisya tidak sudi memiliki kakak ipar pelakor seperti itu. Sekalipun kak Keenan sudah memiliki anak dari wanita itu, Keisya tidak sudi mengakui mereka sebagai ponakan Keisya"
Tentu saja Keisya tidak sudi memiliki kakak ipar seorang Pelakor, terlebih lagi wanita itu mantan Pelakor yang merebut suaminya sekalipun tujuannya hanya balasa dendam. Tapi tetap saja Victoria berhasil membuatnya sakit hati.
Begitu juga dengan Mama Mita yang merasa nama baik keluarganya akan tercemar jika memiliki menantu seperti Victoria. Apalagi jika semua orang tau jika mereka memiliki cucu haram yang lahir diluar nikah.
"Mama pun tidak sudi." Balas Mama Mita
"Mas Keenan sudah memiliki anak ? Apa anak wanita itu adalah anak Mas Arga ? Bukan anak dari hasil perselingkuhan wanita itu dengan mantan suami Keisya ?" Pertanyaan beruntun dilontarkan oleh Audy kepada Mama mertua dan adik iparnya.
Keisya dan Mama Mita dibuat kaget saat mendengar pertanyaan Audy. Ternyata tanpa mereka sadari pembicaraan mereka terdengar oleh Audy.
"Apa tujuan Mama meminta Audy segera menikah dengan Mas Keenan karna Mama tau Mas Keenan telah menghamili wanita itu ? Bahkan meskipun Mama tau jika Audy sudah tidak perawan Mama tetap memaksa Audy untuk menikah dengan Mas Keenan. Jawab Ma ! "
__ADS_1
Mama Mita dibuat bungkam oleh pertanyaan Audy, Ia tidak tau bagaimana cara menjelaskan permasalahan ini dengan menantunya.
"Kak Audy pelankan suaramu ! Bagiamana jika Papa tiba-tiba datang dan mendengarkan ucapanmu ?" Tegur Keisya yang takut jika ada yang mendengar pembicaraan mereka.
"Sekarang jawab pertanyaan Audy Ma !" Pinta Audy dengan auara pelan namun terdengar tegas
"Ya... Memang Mama sengaja menyuruh Kamu segera menikah dengan Keenan agar wanita itu tidak memiliki cela untuk meminta pertanggungjawaban. Tapi sekarang ? Bukan wanita itu yang memintanya, tapi Keenan yang tidak melepas wanita itu" jawab Mama Mita terus terang
"Jadi Mas Keenan juga masih memiliki perasaan dengan wanita itu?" Tanya Audy yang diangguki oleh Keisya.
Air mata wanita itu semakin keluar, terlebih lagi saat terlintas dipikirannya Keenan akan memilih wanita itu dan meninggalkannya.
'Tidak ! Aku tidak akan membiarkan Keenan meninggalkan Aku ! Aku tidak akan membiarkan wanita manapun merebut Keenan dariku. Yang benar saja ? Aku sudah mengorbankan semuanya, meninggalkan karir dan dunia bebasku hanya untuk menikah dengannya.' Batin Audy
πππππ
"Papi , Sebaiknya kita perketat keamanan dirumah ini ! Arga khawatir jika Keenan tiba-tiba datang dan membawa Anna pergi." Usul Arga saat duduk berdua dengan Papi Wijaya di ruang kerja.
"Papi serahkan kepadamu nak ! Papi tau kamu bisa menjaga adikmu lebih baik !" Jawab Papi Wijaya menepuk pundak putranya.
"Baiklah kalau begitu ! Arga akan menempatkan beberapa Bodyguard untuk berjaga-jaga di rumah ini"
'Takkan Kakak biarkan pria itu membuatmu menderita lagi !' batin Arga mengepalkan kedua tangannya.
Arga begitu benci dengan Keenan saat tau kenyataan jika Pria itu yang telah membuat adiknya hamil dan menderita.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
*Maaf kalau tulisanku acak-acakan π sudah tiga hari ini Author kurang sehat π€§ nanti bisa kok direvisi supaya lebih enak bacanya π₯Ί
**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke π€ jangan lupa dukungannya ya π tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya yaπ tapi jangan pedas-pedas yaπ takut aku nggak sanggupπ
*stop menjiplakπ«**
__ADS_1