
Keenan mendudukkan bokongnya di sofa. Tatapannya beralih melihat Baby Triplet K sedang diajak bicara oleh Victoria.
"Siapa mereka ?" tanya Rangga berbisik.
Keenan tak menjawab matanya masih fokus kepada Baby Triplet K dan sesekali Ia melirik Mommy dari anak-anaknya.
"Ck... berasa bicara sama batu" Rangga berdecak kesal karna diabaikan.
"Pulanglah !" Ucap Keenan mengusir Rangga.
"Yang benar saja ? Kau mengusirku tanpa memberi makan ? Heiii Aku sampai melewatkan waktu makan siang Ku kare-" Kalimat Rangga terputus kala Keenan menatapnya dengan tajam.
'Aiiis... matanya itu kenapa terlihat menyeramkan ? Coba Dia bukan pemilik rumah sakit, pasti sudah ku hajar wajahnya yang mirip kanebo kering itu' gerutu Tangga dalam hati.
"Jika ingin makan siang sebaiknya cari restoran saja ! karena rumah ini tidak menyediakan makanan, bahkan makanan instan sekalipun." celetuk Victoria menyindir Keenan.
"Kau menyindirku ?" Sahut Keenan yang merasa tersindir.
"Jika iya, memangnya kenapa ?" jawab Victoria santai.
"Wah Dia berani melawan Tuan muda arogan ini ?" decak kagum Rangga mendengar jawaban Victoria.
"Kau pulanglah ! nanti aku transfer uang Kamu sekalian uang makan." Perintah Keenan menatap melirik Rangga sekilas.
"Tap-" barus saja Rangga ingin protes kalimatnya sudah dipotong Keenan.
"Tidak ada tapi-tapian ! Pergilah ! Aku ingin keluar." potong Keenan dengan tegas.
Mau tidak mau Rangga harus pergi. Namun sebelum Ia benar-benar meninggalkan ruang tengah, Rangga menyempatkan diri berkenalan dengan Victoria.
"Sebelum Aku pergi, boleh Aku tau siapa namamu ?" tanya Rangga yang dianggauki Victoria.
"Victoria" jawab Victoria sambil mengulurkan tangan.
"Rangga" balas Rangga antusias.
"Bisa minta nomor telpon ?" lanjut Rangga penuh harap.
"Buat ?" tanya Victoria mengerutkan kening.
"Ehhh... Buat itu-" Rangga baru ingin menjawab Keenan sudah melemparinya bantal sofa.
"Aduhh... sakit br*ngs*k" teriak Rangga saat bantal sofa mengenai kepalanya.
"Ku hitung sampai tiga, jika tubuhmu belum menyingkir dari pandanganku maka pekerjaanmu jadi taruhannya ! SATU..." ancam Keenan yang membuat Rangga seketika lari terbirit-birit.
Rangga yang sudah sampai depan diluar mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.
"Huufff... huufff... gila... gila... si Keenan ini memang gila kurasa... huufff... hufff... menyuruh semaunya, mengusir seenaknya" Gerutu Rangga kesal, mengumpat Keenan.
Sedangkan Keenan menatap dingin Victoria. 'Ck... dasar wanita penggoda ' batin Keenan berdecak kesal.
"Kenapa melihatku seperti itu ?" tanya Victoria yang sadar jika dirinya ditatap oleh Keenan.
"Ganti pakaianmu itu !" perintah Keenan.
"Bagaimana bisa Aku mengganti pakaian jika Kamu menculik Kami tanpa memberikan baju ganti." cicit Victoria kesal.
__ADS_1
Keenan baru sadar jika Ia belum memberikan baju ganti Victoria, bahkan Bunda Elis dan ketiga baby sitter itu. Begitu juga dengan Baby Triplet K yang hanya sempat dibelikan popok oleh orang suruhannya.
"Apa ketiga putraku juga belum ganti baju ?" tanya Keenan seketika merasa cemas karna baju yang dipakai Baby Triplet K adalah baju semalam.
"Apa kau pikun dan bod*h ? tentu saja iya, orang Kamu sendiri yang culik kita. Kenapa bisa lupa jika kami tidak bawa apa-apa ?" jawab Victoria penuh amarah.
"Sekarang kembalikan kami ke apartemenku !" pinta Victoria dengan tegas.
Tanpa banyak bicara Keenan menarik tangan Victoria.
"Ma-u kemana ?" tanya Victoria kaget. Namun bukan Keenan jika menjawab pertanyaan yang tidak penting. (menurutnya 😌)
"KEENAN... LEPAS ! SAKIT TAU..." teriak Victoria berusaha melepaskan cengkraman tangan Keenan.
Keenan yang kesal karena penolakan Victoria langsung saja mengangkat tubuhnya. Ya seperti biasa, Keenan mengangkat Victoria ala-ala karung beras. Victoria yang diangkat menjerit sejadi-jadinya.
"Kamu itu hobi banget ngangkat tubuhku. Mana ngangkatnya seperti karung beras lagi." Omel Victoria saat masuk dalam mobil.
"Berisik!" jawab Keenan singkat.
Victoria yang lelah dengan kelakuan Keenan akhirnya terdiam. Melawan pun tak akan bisa menang.
Keenan melajukan mobil menuju salah satu mall yang tak lain adalah miliknya. Sesampainya mereka, Keenan menarik tangannya dengan langkah cepat.
"Pelan-pelan Keenan ! Kakiku bisa keseleo jika berjalan secepat ini." rengek Victoria uang tidak bisa menyeimbangkan langkah kakinya dengan Keenan.
"Kakimu saja yang terlalu pendek" balas Keenan dengan ejekan.
Mereka memasuki salah satu butik brand ternama. "Pilihlah pakaian yang Kamu suka ! Jangan lupa untuk Bunda dan ketiga baby sitter Triplet K !" titah Keenan.
"Kamu lupa siapa Aku ?" balas Keenan dengan nada sombong.
"Ck... Aku tau, hanya saja kurang yakin dengan kekayaanmu. Karna makanan instan saja tidak tersedia di rumahmu." jawab Victoria menyindir.
"Itu karna Aku baru menempatinya kemarin saat membawamu ke rumah itu." ucap Keenan membela diri.
"Sudahlah! sebaiknya pilih sekarang! setelah itu kita cari pakaian dan perlengkapan untuk Baby Triplet K" titah Keenan.
'Ok... dengan senang hati Tuan Keenan yang arogan.' dalam hati Victoria menjerit-jerit kesenangan.
Setelah membayar barang belanjaan Victoria, Keenan mengajaknya mencari pakaian untuk ketiga putranya.
Saat memilih-milih pakaian Victoria langsung bertanya dengan Keenan.
"Kenapa Kamu yakin jika Baby Triplet K adalah anak kita ?" tanya Victoria penasaran.
"Apa kamu mengalami ngidam dan beberapa keluhan wanita hamil pada umumnya?" bukannya menjawab Keenan malah bertanya balik.
"Tidak. Mereka tidak pernah menyusahkan sama sekali." jawab Victoria menggeleng.
"Itu karna semuanya Aku yang merasakan." jelas Keenan yang membuat Victoria membulatkan mata
"Kamu mengalami sindrom couvade?" tanya Victoria tidak percaya
"Hmm... bahkan tidak hanya tiga bulan. Tapi Aku mengalaminya hampir tujuh bulan." Jawaban Keenan lagi-lagi membuat Victoria membulatkan matanya.
'Pantas saja wajah mereka lebih mirip pria ini, ternyata yang disiksa adalah papanya. Hahhaha dirinya pasti sangat tersiksa. Biarkan saja, siapa suruh menanam benih sembarangan.' sorak Victoria dalam hati.
__ADS_1
"Sudah selesai?" tanya Keenan yang dijawab deheman oleh Victoria.
Mereka lalu ke kasir membawa semua barang belanjaan mereka. Saat Keenan membayar belanjaan, Victoria menatap lekat wajah Keenan.
'Dia tampan, tapi sayang Dia arogan. Heiii ada apa dengan pikiranku ini ? kenapa kotor sekali ?' Victoria menggeleng-gelengkan kepalanya saat sadar dirinya sudah memuji Ketampanan Keenan.
"Jangan memujiku!" Bisik Keenan ditelinga Victoria membuat jantung Victoria berdetak cepat.
'Heiii apa Dia cenayang? Kenapa bisa tau jika Aku memujinya? Dan ini lagi... ada apa dengan jantungku? Wahhh seprtinya jantungku sudah tidak berfungsi dengan baik.' jerit Victoria dalam hati.
Victoria kembali sadar saat Keenan menarik tangannya. "Sebaiknya kita ke supermarket membeli bahan-bahan makanan !" Ucap Keenan tanpa melepaskan tangan Victoria. Sedangkan tangan yang satunya membawa barang belanjaan.
...****************...
"Kenapa ke sini ?" Tanya Mama Mita saat sampai ditempat tujuan
"Kami hanya menjalankan perintah sesuai dengan araha Tuan Keenan." jawab orang suruhan Keenan
"Tuan Keenan sudah membelikan Nyonya tiket untuk pulang ke Jakarta." lanjutnya lagi.
"Hei apa maksudmu membeli tiket ?" tanya Mama Mita bingung.
"Apa maksudmu kami harus naik pesawat komersil ? yang benar saja ?" Tanya Audy dengan nada kesal
"Benar Nyonya. Dan sebaiknya Nyonya segera check in ! jika tidak Nyonya akan ketinggalan pesawat " jawab pria itu lagi.
Audy yang ingin protes dicekal oleh Mama Mita.
"Turuti saja ! Ayo !" ucap Mama Mita mengajak Audy masuk bandara.
'Bisa-bisanya berangkat menggunakan pesawat pribadi tapi pulang malah naik pesawat komersil' gerutu Audy sambil menghentakkan kakinya.
...****************...
"Ada lagi ?" tanya Keenan saat melihat sudah lima trolly belanjaan penuh.
Victoria menggeleng "Ini sudah begitu banyak. Memangnya Kamu mau menyandera Aku dan keluargaku berapa lama ?" pertanyaan bodoh itu keluar dari mulut Victoria membuat Keenan menahan tawa.
"ekhmm... Seumur hidup." Jawab Keenan enteng membuat Victoria terpaku.
'Seumur hidup ? itu artinya kami akan selalu bersama ?' batin Victoria
Seketika Ia menatap Keenan yang ternyata juga menatapnya sedari tadi. Saat mata mereka saling menatap, keduanya sama-sama terdiam namun mendumel dalam hati.
'Aiiiss... ada apa dengan mulutku ini ? Ini juga jantung kenapa berdegup kencang seperti ini sih ? jika begini terus bisa-bisa jantungku meledak' gerutu Keenan dalam hati
'Ya Tuhan... ada apa lagi dengan jantungku ini ? sepertinya Aku harus memeriksakan kesehatanku.' batin Victoria menjerit.
Keduanya sama-sama melamun hingga keduanya juga dikagetkan oleh suara seseorang.
"Ekhmm... Maaf mengganggu !" ucap seseorang membuat Victoria tersenyum sinis.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke 🤗 jangan lupa dukungannya ya 🙏 tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas ya😅 takut aku nggak sanggup🙈
*stop menjiplak🚫**
__ADS_1