
Seminggu berlalu Victoria dan Keenan berjauhan, namun hubungan mereka malah semakin mesra. Bahkan Victoria sudah tidak malu-malu lagi jika membalas ucapan sayang dari Keenan. Bunda Elis juga sudah tidak mencegah lagi jika Victoria memilih berhubungan dengan Keenan, meskipun masih ada rasa kecewa setelah apa yang diperbuat oleh Keenan dan juga merasa khawatir jika pria itu malah mempermainkan Victoria. Namun yang namanya perasaan cinta tidak bisa dicegah untuk tumbuh kepada siapa saja.
Hampir setiap malam Keenan selalu melakukan panggilan Video Call, jika siang pria itu hanya akan menelpon biasa. Hal yang membuat Victoria semakin yakin untuk membalas perasaan Keenan adalah perhatian yang selalu Ia dapat olehnya, meski mereka berjauhan namun tak menghalangi pria itu untuk meluluhkan hati Victoria.
"Salamat siang sayang" sapa Keenan saat panggilan tersambung
"Wa'alaikumussalam " sindir Victoria membuat Keenan terkekeh.
"Oh iya, mas lupa. Heheheh" jawab Keenan merasa malu.
"Mas udah makan siang ?" Tanya Victoria, wanita itu memanggil Keenan dengan sebutan Mas karna dipaksa oleh pria itu.
"Ini baru mau makan. Kamu sendiri sudah makan ?" Balas Keenan bertanya.
"Sudah " jawab Victoria singkat.
"Aku merindukan Kamu sayang dan juga Baby Triplet kita" ungkap Keenan merengek dengan suara yang terdengar manja.
"Jika rindu maka datanglah !" Balas Victoria yang meminta Keenan datang kembali ke Kota malang. Bukan tanpa sebab dirinya memberikan lampu hijau untuk Keenan, semua karna Ia merasakan hal yang sama.
"Tidak dalam waktu dekat ini ! Mas memiliki beberapa urusan di Singapura, jadi Mas mungkin agak lama baru bisa mengunjungi Kamu sayang" Jelas Keenan kepada wanitanya. Memang bukan suatu kebohongan jika dirinya ingin pergi ke Singapura. Namun perjalananya kali ini bukan untuk urusan kerjaan, melainkan urusan yang lain.
"Tapi Mas janji akan terus menghubungi Kamu" lanjut Keenan membujuk Victoria yang saat ini terdengar menghembuskan nafas kecewa.
Victoria tak menjawab lagi. Ia merasa kecewa, tapi Ia juga tidak memiliki hak untuk memaksa Keenan datang ke rumah ini.
"Ya sudah ! Mas masih ada meeting dan sebentar lagi jam istirahat selesai. Jadi Mas matiin ya ?" Ujar Keenan.
Victoria hanya membalas dengan deheman. Panggilan pun terputus, Victoria menghela nafas dengan kasar.
"Mengapa Aku sangat merindukanmu ?" Ucapnya terdengar sedih. Wanita itu lalu masuk ke dalam kamar dimana Baby Triplet K tertidur.
__ADS_1
Sedangkan Keenan yang berada di perusahaan berjalan menuju ruang meeting. Hari ini Ia ingin menyelesaikan beberapa pertemuan penting yang tidak bisa ditunda. Karna dua Minggu depan Keenan akan berada di Singapura.
πππππ
Di sebuah mansion mewah terlihat dua wanita cantik yang berbeda generasi sedang menyusun rencana.
"Apa Mama memiliki sebuah rencana agar pelakor itu pergi ?" Tanya Keisya kepada sang Mama.
"Tenang saja ! Mama sudah menyusun rencana" jawab Mama Mita tersenyum miring. "Tapi kita harus menjalankannya setelah kakak Kamu ke Singapura untuk membawa Audy berobat " sambung Mama Mita
Ya... Keenan memang berencana membawa Audy berobat di Singapura. Ah tidak, ini bukan rencana Keenan melainkan rencana Mama Mita dan Keisya agar mempercepat pengobatan Audy.
Semua berawal dari Keisya yang memberi tau Mama Mita jika sang kakak menelpon mesra dengan Wanita itu. Ya Keisya juga sudah tau kejadian minggu lalu di kota Malang. Tapi Ia hanya mengira jika Keenan akan menyiksanya, namun ternyata dugaannya salah. Sang kakak ternyata benar-benar menjalin hubungan dengan Victoria.
"Jangan sampai wanita itu berhasil menghancurkan rumah tangga kak Keenan !" Ketus Keisya mengepal tangannya.
"Itu tidak akan terjadi" ucap Mama Mita dengan yakin.
πππππ
Penyakit yang diderita Audy cukup ganas. Dokter sudah menyarangkan agar segera melakukan operasi namun Mama Mita tidak ingin jika menantu diobati di Indonesia. Alasannya karna alat-alat medis tidak lengkap. Jadi terpaksa Audy menunggu semua pekerjaan Keenan selesai dan untuk sementara hanya dirawat inap di rumah sakit.
"Mas Kamu sudah datang ?" Tanya Audy dengan suara kemah.
Keenan segera berjalan mendekati istrinya. Jika boleh jujur Keenan tidak merasakan apa-apa lagi dengan wanita ini. Seluruh cintanya telah beralih kepada wanita yang telah mengandung anak-anaknya. Bahkan perasaan rindu Keenan yang dulu selalu tersimpan untuk gadis kecil dimasa lalunya juga hilang entah kemana.
Keenan menyadari jika dulu dirinya dan Audy berpacaran hanya karna saling membutuhkan. Sikap Audy yang pengertian membuat Keenan menerima cinta Audy. Yaa memang benar yang menyatakan cinta itu Audy.
Keenan tersenyum lalu mengecup kening istrinya. "Sudah minum obat ?" Tanya Keenan yang diangguki oleh Audy.
"Mas kenapa jarang mengecup bibirku ? Setiap pulang Nas hanya mendaratkan kecupan di kening" tanya Audy mengatupkan bibirnya.
__ADS_1
"Kan sama-sama saja ! Sudah ya, sebaiknya Kamu tidur ! Karna besok kita sudah berangkat ke Singapura " ujar Keenan mengusap kepala Audy.
Mau tidak mau wanita itu akhirnya mengangguk dan mencoba menutup mata.
πππππ
Hari demi hari berlalu, sudah hampir dua minggu Keenan tidak pernah menghubungi Victoria. Terakhir kali mereka menelpon saat Keenan mengatakan ingin ke luar negeri.
Tak jarang Victoria menghubungi pria itu duluan. Tapi setiap kali menelpon nomor Keenan selalu berada diluar jangkauan. Tak jarang pikiran negatif muncul dalam pikiran Victoria.
"Apa sebenarnya Dia memang mempermainkan Aku ? " Pertanyaan itu tiba-tiba saja muncul dibenaknya. Namun dengan yakin dirinya menepis pikirannya itu. Sedang asik melamun tiba-tiba handphonenya bergetar, dengan sigap Victoria mengambil handphone itu.
"Nomor asing ?" Victoria mengerutkan keningnya saat melihat nomor WA asing mengirimkan pesan. Victoria denan penasaran membuka Aplikasi itu dan menekan nomor itu.
*DEG... Jantung Victoria seperti berhenti berdetak saat membaca pesan dan membuka gambar yang dikirim oleh nomor asing itu. Seketika air matanya terjatuh, Ia merasa hatinya sakit dan perih.
"Kenapa harus seperti ini ? Kenapa ? Apa Vivi tidak berhak bahagia Tuhan ?" Rancau Victoria dengan isakan kecil.
Ia terus memukul dadanya yang terasa sesak.
"Sakit... Hiks.... Ini bahkan lebih sakit dari sebelumnya... Hiks... Kenapa Aku terlalu mudah dan bodoh mempercayai pria itu ? Hiks... Hiks..." Tangisan Victoria makin pecah membuat Bunda Elis segera berlari memeluknya.
"Ada apa sayang ? Kenapa menangis ?" Tanya Bunda Elis khawatir.
"Bunda... Hikss... Maafkan Vivi yang tidak mendengarkan omongan Bunda... Hiks... Maafkan Vivi Bunda.... Hiks.... Harusnya Victoria bisa menjaga hati.... Hiks... Hik... Harusnya- " Victoria memeluk erat Bunda Elis dan mengeluarkan semua rasa sakitnya.
"Sudah sayang ! Kamu tenang dulu ! Setelah itu cerita dengan Bunda !" Pinta Bunda Elis memotong kalimat Victoria. Bunda Elis merasa terenyuh mendengar tangisan putrinya.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Author : Kira-kira apa yang membuat Victoria menangis ya π€ jika ada yang tau jawab di kolom komentar yaπ
__ADS_1
**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke π€ jangan lupa dukungannya ya π tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya yaπ tapi jangan pedas-pedas yaπ takut aku nggak sanggupπ
*stop menjiplakπ«**