Victoria Sang Pelakor

Victoria Sang Pelakor
Bab 21


__ADS_3

"TUNGGU!!"


Seketika tubuh Victoria membeku saat mendengar suara bariton milik Keenan. Secara refleks tubuhnya berbalik ke arah laki-laki yang sudah merenggut kesuciannya.


Kedua matanya bertemu dengan kedua mata Keenan. Jantung kedua insan itu berdetak cepat.


Tatapan Victoria memancarkan kesedihan, ketakutan, dan kebencian. Dan itu bisa terbaca oleh Kenzo.


"Apa kalian saling mengenal ?" sontak pertanyaan dari Audy membuat mereka tersadar.


Tak ada yang menjawab, baik Keenan maupun Victoria masih sama-sama terdiam.


Bunda Elis yang tau situasi saat ini dalam masalah segera menarik tangan Victoria. Tapi baru dua kali melangkah mereka kembali berhenti saat Mama Mita membuka suara.


"Wah... sedang apa kalian disini ? Apa kalian diundang juga ke acara formal seperti ini ? tapi tunggu dulu bukannya kalian bukan lagi dari kalangan atas seperti para tamu undangan disini ? Apa kehadiran kalian untuk mencari mangsa ? Secara kan Ibu Elis yang terhormat ini sudah menjadi seorang janda, sedangkan anaknya-" Kalimat Mama Mita terputus saat Victoria mendaratkan tamparan diwajahnya.


Victoria menatapnya dengan punuh amarah dan kebencian. Ia sangat tidak terima saat Mama Mita menghina sang Bunda. Victoria segera memanggil baby sitter untuk membawa Baby Triplet K menjauh, karna Ia yakin berurusan dengan keluarga Arsenio akan sangat panjang.


"Apa mulut dari kalangan atas seperti Anda tidak pernah disekolahkan ?" ucap Victoria menahan amarahnya


"KAU..." tunjuk Mama Mita. Niat hati ingin mempermalukan Victoria dan Bunda Elis justru dirinya yang merasa malu karna tamparan yang berikan Victoria.


"Anda ingat baik-baik ! Anda bisa saja menghinaku tapi tidak dengan Bundaku. Sekali lagi Anda berani menghina Bundaku, Saya tidak akan segan-segan membongkar kelicikan keluarga Arsenio." Mata Victoria yang memerah menatap tajam Mama Mita tanpa rasa takut sedikitpun.


"Beraninya kau mengancam ku wanita sialan." Ucap Mama Mita yang penuh dengan amarah.


Kini para tamu sudah berkerumun, tak sedikit dari mereka berbisik-bisik tentang Victoria yang berani melawan Nyonya Arsenio.


"Kenapa Saya harus takut ? Apakah Anda akan melakukan hal licik lagi untuk menghancurkan Saya ? Jika iya, maka lakukan saja !" tantang Victoria


"Apa kamu lupa jika dirimu lah yang akan melakukan segala cara demi mencapai tujuanmu ? Bahkan dengan rela kamu menjadi wanita murahan yang merusak rumah tangga wanita lain ?" ucap Mama Mita tersenyum miring


Semua para tamu kaget mendengar penuturan Mama Mita, tak terkecuali Mami Alice, Papi Wijaya, Arga dan Audy.


'Wah apa Dia pelakor ?'

__ADS_1


'*Wah mungkin Dia yang menyebabkan putri dari keluarga Arsenio berpisah dengan suaminya.'


'Iya, baru ingat Saya. Bukannya Dia anak dari keluarga* Purnomo.'


'Wah kami semua hampir tidak ingat dan tidak menyangka jika itu istri dan anak dari Purnomo.'


Seperti itulah kata-kata yang keluar dari mulut para tamu yang tidak menyangka jika itu adalah Victoria dan Bunda Elis. Meski Ayah Purnomo dulu bukan pebisnis besar, namun beberapa pengusaha juga mengenal keluarga mereka.


Mami Alice yang mendengar itu merasa tidak percaya jika Victoria adalah pelakor. Apa jangan-jangan Ia tidak diperkaos sehingga bisa hamil Baby Triplet K ?.


Itulah pertanyaan yang muncul dibenak Mami Alice, begitu juga dengan Papi Wijaya yang berpikir jika Victoria bukan korban permerkaosan.


"Vivi-" Arga yang ingin mencoba bertanya dengan Victoria tentang permasalahannya dengan Mama Mita malah terpotong oleh Bunda Elis


"Apa kalian sengaja mengundang kami untuk kalian permalukan ?" tanya Bunda Elis pada Arga yang ternyata dekat dengan keluarga Arsenio.


"Bunda bukan begi-" lagi-lagi Bunda Elis memotong kalimat Arga.


"Bukan begitu ? Apanya yang bukan begitu bila kenyataannya kalian memang dekat dengan keluarga itu" ucap Bunda Elis kecewa.


"Semua adalah takdir" jawab Keenan


"Ckk... Takdir yang buruk maksudmu ?" tanya Victoria ketus.


"Asalkan kalian tau, tak ada Victoria sang Pelakor jika kalian tidak memulainya." ucap Victoria


"Tapi itu sudah menjadi takdir bukan ? mungkin tuhan tau kamu adalah wanita yang tidak baik. Atau jangan-jangan kamu memang wanita pembawa sial ? Buktinya setelah kepergian calon suamimu, Ayahmu juga menyusul." Hinaan itu keluar dari mulut Mama Mita.


Nafas Victoria kini memburu. Tak terasa air mata yang Ia tahan tadi akhirnya berhasil lolos.


"Bukan Saya yang pembawa sial. Tapi karena keluarga Arsenio lah membuat keluargaku ketiban sial. Dan tadi Anda bilang jika ini adalah takdir ? Ok, Saya tau ini takdir. Tapi apa karena Anda berpikir ini takdir Mas Arga meninggal dalam kecelakaan, membuat Anda menutup mata hati untuk menegakkan keadilan ?" tanya Victoria


"Kan memang itu bukan kesengajaan." ucap Mama Mita enteng.


"Memang bukan kesengajaan, tapi ini kelalaian dari menantu Anda. Dan hanya karna ingin nama baik Arsenio tidak tercemar, Anda menghilangkan bukti-bukti kecelakaan itu. Bahkan dengan tidak berhati nurani keluarga kalian datang meminta perdamaian dengan memberi Uang sebagai ganti Nyawa mas Arga." Amarah Victoria meluap dan Air matanya terus mengalir.

__ADS_1


"Jadi jangan salahkan Saya jika saya membalas dendam agar Mas Arga bisa mendapatkan keadilan." Lanjutnya lagi.


Mama Mita dibuat bungkam oleh Victoria. Keenan yang tadinya diam segera mendekat dan menarik tangan Victoria meninggalkan kerumunan itu.


"Hei lepaskan bajing*n ! Jangan menyentuhku dengan tangan kotormu ini !" Victoria berusaha melepaskan cengkraman Keenan namun hasilnya nihil, kekuatan tidak berarti apa-apa dengan kekuatan Keenan.


Arga yang ingin membantu dicegah oleh Papi Wijaya.


"Sebaiknya lanjutkan acara ! Biarkan mereka pergi." ucap Papi Wijaya.


Tapi sebelum Arga membubarkan kerumunan, Bunda Elis menyampaikan sesuatu.


"Jangan pernah mendekat dengan putriku lagi ! Keluargamu ternyata sangat licik." ucap Bunda Elis kemudian berlalu.


Begitu juga dengan Papi Wijaya yang melarang Arga berdekatan dengan Victoria lagi. Karna setelah mengetahui jika Victoria adalah pelakor, Ia merasa jika wanita itu bukan wanita baik-baik meski yang Ia tangkap jika Victoria melakukannya hanya untuk balas dendam.


Berbeda dengan Mami Alice yang memandang nanar kepergian Victoria. Harapannya begitu besar jika Victoria memang terbukti sebagai putrinya yang hilang.


...----------------...


"Lepaskan !" teriak Victoria yang terus memberontak.


"Ck... Diamlah !" pinta Keenan yang mulai kewalahan mengatakan Victoria.


Victoria yang merasa geram karna tidak bisa melepas cengkraman tangan Keenan Ia lalu menggigitnya. Dan ternyata aksinya berhasil membuat Keenan melepaskan tangannya, Ia segera melarikan diri.


"Auu... Beraninya kau menggigit tanganku." Keenan yang melihat Victoria berhasil lari segera mengejarnya. sebelum Ia kehilangan wanita itu lagi.


"Ck... kali ini takkan ku lepaskan kau." ucap Keenan yang terus mengejar Victoria.


Mulut Mama Mita pedes banget deh🥵🤬


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke 🤗 jangan lupa dukungannya ya 🙏 tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas ya😅 takut aku nggak sanggup🙈

__ADS_1


*stop menjiplak🚫**


__ADS_2