Victoria Sang Pelakor

Victoria Sang Pelakor
Bab 28


__ADS_3

Arga kemudian bergegas menuju apartemennya saat mendapatkan telpon dari sang Mami.


"Ada apa Mi ?" Tanya Arga saat sampai di dalam apartemennya.


"Tadi Dokter yang menangani pemeriksaan tes DNA Victoria datang kesini." Jawab Mami Alice


"Lalu apa hasilnya sudah kelua ?" Tanya Arga yang tidak sabar dengan hasil tes DNA itu.


"Belum." Jawab Mami Alice lirih. "Kata Dokter hasilnya akan keluar tiga sampai empat minggu untuk mengdapatkan hasil yang akurat." Lanjut Mami Alice.


Arga menjatuhkan dirinya di sofa. "Mengapa lama sekali ?" Tanya Arga tidak semangat.


"Kita harus bersabar! Mami yakin bahwa Victoria adalah Anna. Hanya saja Kita belum cukup bukti untuk mengatakan kepada Victoria." Ucap sang Mami.


"Mi... Sebenarnya semalam Arga menggeledah kamar Victoria untuk mencari tau petunjuk agar bisa tau siapa Victoria sebenarnya." Ucap Arga .


"Lalu apa yang Kamu dapat ?" Tanya Mami Alice antusias.


"Arga mendapatkan beberapa foto-foto Victoria saat berumur sekitar tiga tahunan. Dan juga-" Kalimat Arga terpotong saat Papi Wijaya tiba-tiba ikut bergabung dengan mereka.


"Dan juga apa ?" Tanya Papi Wijaya yang juga penasaran.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Ck... orang kaya tapi nggak modal. Makanan instan saja tidak tersedia." Gerutu Victoria yang tidak mendapat apa-apa.


"Kamu lapar ?" ucap seseorang yang mengagetkan Victoria.


Victoria mematung saat melihat Keenan duduk di meja makan. 'Apa pria ini mendengar ucapanku ?' batin Victoria.


"Kenapa diam ? Aku tanya apa Kamu lapar ?" Tanya Keenan sekali lagi katna tidak mendapatkan jawaban.


"Hmm... I-iya" jawab Victoria merasa gugup karena mendapatkan tatapan tajam dari Keenan.


'Ahkk... Kenapa jadi gugup seperti ini ?' batin Victoria menjerit.


"Kemarilah! Ajak Bunda dan ketiga baby sitter itu !" Perintak Keenan.


"Untuk apa ?" Tanya Victoria bingung.


"Ya untuk makan." Jawab Keenan dengan nada ketus.


Victoria mengangguk dan pergi memanggil Bunda Elis dan ketiga baby sitter itu.


"Kalian makanlah ! Biar Baby Triplet Aku yang jaga." Ucap Keenan saat mereka sudah sampai di meja makan.


Setelah Keenan pergi, mereka makan dengan lahap. Bagaimana tidak lahap jika ini sudah hampir tengah hari namun perut mereka belum terisi bahkan sedari malam tadi.


Sedangkan Keenan yang berada di kamar tempat Baby Triplet K tidur segera ikut membaringkan tubuhnya di samping ketiga putranya.


"Begini ya rasanya kalau udah punya Baby." Ucap Keenan tersenyum senang memandang wajah ketiga Baby kembarnya yang terlihat menggemaskan saat tidur.


"Kenapa wajah kalian sangat mirip wajah Daddy waktu kecil ? Bahkan dari bulu alis, bentuk mata, hidung dan bibir kalian mirip daddy semua." Ucap Keenan yang selalu tersenyum lebar. "Mommy kasihan ya ? sampai tidak kebagian gitu. Hahahha" ucapnya yang terus mengajak ketiga Baby Triplet K berbicara. Padahal sudah jelas jika mereka sedang tertidur pulas.

__ADS_1


"Sebaiknya Daddy membeli box bayi untuk kalian." Ucap Keenan segera bangkit fan menghubungi temannya untuk mencarikan box bayi.


"Bisa tolong carikan Aku box bayi ?" Tanya Keenan saat telpon tersambung.


"Tidak bisa. Aku sedang sibuk." Jawab Rangga.


Ya dirinya memang menghubungi Ragga. Karena siapa lagi yang bisa Ia repotkan selain Ragga di kota ini.


"Aku tunggu pesanku sebelum jam lima sore !" Ucap Keenan kemudian mematikan sambungan telpon.


"HEIII... BAGAIMANA BISA BEGITU ? AKU BELUM MENGATAKAN IYA." Teriak Rangga frustasi.


"Ck... Selalu saja Tuan muda Arsenio ini menyuruhku semaunya." Gerutu Rangga.


Setelah mengakhiri panggilan, Keenan kembali berbaring di sampi putra-putranya.


"Ahh... Rasanya Daddy tidak ingin jauh dari kalian." Ucap keenan kemudian mengecup ketiga bayinya bergantian dan mencoba tertidur.


*Ceklek... Pintu kamar dibuka Victoria dan melihat Keenan tertidur bersama ketiga putra mereka. Victoria mendekat dan melihat pemandangan itu dengan senyum tipis.


"Bagaimana Papa kalian mau percaya dengan Mama kalau kalian itu bukan anaknya ? Sedangkan wajah kalian saja sangat mirip." Guman Victoria yang memandang keempat laki-laki itu secara bergantian.


Victoria lalu memutuskan keluar dari kamar. Dia tidak ingin mengganggu tidur nyenyak anak-anaknya dan Keenan.


Setelah mendengar suara pintu kamar yang ditutup, Keenan segera membuka matanya lalu tersenyum cerah.


"Sudah Daddy bilang kan, kalau Mommy kalian hanya menipu Daddy." Ucap Keenan yang ternyata mendengar ucapan Victoria.


...****************...


Mama Mita yang mendengar suara ketukan pintu segera membukanya. Ia pikir itu adalah Keenan tapi ternyata...


"Kalian siapa ?" Tanya Mama Mita saat melihat tiga pria berbaju hitam berdiri depan pintu kamar hotelnya.


"Nyonya, Kami adalah orang suruhan Tuan Keenan. Tuan Keenan menyuruh Kami menjemput Nyonya Besar dan Istri Tuan." Jawab salah satu pria tersebut.


"Menjemput?" Tanya Mama Mita yang dianggauki anak buah Keenan.


"Kalian mau membawaku kemana ?" Tanya Mama Mita lagi.


"Silahkan Nyonya berkemas ! Nanti nyonya juga akan tau" ucap salah satu pria itu.


Mama Mita mengangguk patuh. Ia tau anaknya bisa berbuat nekat jika kemauannya tidak dipenuhi.


Mama Mita lalu menelpon Audy yang memang beda kamar dengannya. "Berkemaslah ! Keenan akan membawa kita pergi." Ucapa Mama Mita saat telpon tersambung.


"Ok Ma" jawab Audy antusias.


"Ma mas Keenan mana ?" Tanya Audy saat sampai di mobil yang akan mereka tumpangi.


"Bukan Keenan yang menjemput Kita tapi Keenan hanya menyuruh orang-orangnya. Mungkin Keenan sudah menunggu kita di tempat tujuan. Jelas Mama Mita.


"Mama kok percaya sih ? Bagaimana kalau mereka menculik kita ?" Tanya Audy cemas.

__ADS_1


"Kami tidak menculik Nyonya besar dan Nyonya muda. Jika tidak percaya Nyonya bisa hubungi Tuan Keenan !" Ucap salah satu pria tersebut.


"Baiklah, Aku percaya pada kalian." Jawab Audy pasrah.


Mereka meninggalkan hotel dan menuju ketempat yang diperintahkan Keenan.


...****************...


Beberapa jam setelah ditelpon oleh Keenan, Rangga kini sudah sampai dikediaman Tuan muda Arsenio itu.


"Keen... Keenan... Dimana Kamu?" Teriak Rangga saat memasuki rumah Keenan.


Victoria yang sedang duduk di sofa memangku Babby Triplet K bersama Bunda Elis dan ketiga baby sitter sontak kaget.


"Maaf, Aku pikir tidak ada orang" ucap Rangga yang sadar jika ada orang yang duduk di ruang tengah.


"Emmm... Keenan mana ?" Tanya Rangga salah tingkah karna sudah kedapatan teriak-teriak dirumah orang.


"Sedang mandi katanya." Jawab Victoria singkat.


Rangga hanya ber-o riyah lalu mendudukkan bokongnya di sofa dekat Victoria. Ia memandang lekat wajah Victoria. 'Cantik' pujiannya dalam hati.


"Mau ku buatkan minuman ?" Tanya Victoria basa-basi.


"Ehh... I-iya" jawab Rangga salah tingkah katna ditatap Victoria.


Victoria mengangguk lalu berjalan menuju dapur. Tak butuh waktu lama Victoria sudah muncul dengan segelas air dingin.


"A-air putih ?" Tanya Rangga yang dianggauki Victoria. 'Wahh sepertinya ekspektasiku terlalu ting**gi'' Batinnya


"Jika mau protes, sama pemilik rumah saja !" Ucap Victoria yang seakan tau isi pikiran Rangga.


"Wah Dia ternyata cenayang" ucap Rangga dengan suara pelan namun bisa didengar oleh Victoria.


"Aku mendengarnya." Ucap Victoria menatap tajam Rangga.


Rangga menelan salivanya dengan kasar. 'What ??? Kenapa Dia memiliki pribadi seperti Keenan ? Wah... Ini nggak benar nih... Cantik-cantik tapi judes dan dingin kayak kulkas.' batin Rangga frustasi


"Kamu sudah datang ? Mana pesananku ? Kamu membeli tiga kan ?" Pertanyaan beruntun dari Keenan.


"Woyyy satu-satu dong nanyanya ! Memang Kamu itu teman lucknuk" Gerutu Rangga melempari Keenan bantal sofa.


"Kau sudah bosan hidup ?" Tanya Keenan yang membuat Rangga nyengir kuda.


"Heheheh... Bercanda kok Tuan muda Arsenio yang terhormat." Jawab Rangga


"Kau menghinaku ?" Tanya Keenan penuh intimidasi.


'Ya... salah lagi... salah lagi... ' ucap Rangga membatin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke πŸ€— jangan lupa dukungannya ya πŸ™ tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas yaπŸ˜… takut aku nggak sanggupπŸ™ˆ

__ADS_1


*stop menjiplak🚫**


__ADS_2