Victoria Sang Pelakor

Victoria Sang Pelakor
Bab 46


__ADS_3

Papa Arsenio yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara.


"Tadi kalian mengatakan jika kalian ingin melihat keluagaku hancur ? Memang apa yang membuat kalian ingin menghancurkan keluargaku ?"


"Nanti kalian akan tau apa alasanku melakukannya. Sebaiknya kalian berpikir bagaimana agar perusahaan milik Arsenio tidak hancur !" Jawab Arga berlalu diikuti oleh Ricky.


"Semua gara-gara Mama yang terlalu bodoh dan juga wanita jal*ng ini. Sekarang kalian puas melihat perusahaan kita terkena imbasnya ? Papa sangat kecewa dengan Mama karna terlalu bodoh menilai orang ! Papa memang tidak menyukai Victoria karna telah membuat rumah tangga Keisya hancur, tapi bukan berarti Papa tidak memiliki hati nurani sama sekali. Karna keegoisan Mama, Keenan justru menikah dengan wanita murahan sepertinya" Ucap Papa Arsenio emosi.


"Mama tidak tau jika wanita itu pernah hamil dan melakukan aborsi." Jawab Mama Mita cepat.


"Tapi Mama tau jika Aku sudah tidak perawan dan memaksa Audy melakukan operasi keperawanan agar bisa menikah dengan Keenan." Balas Audy yang tidak ingin dipojokkan sendiri.


"Diam Kamu !" Bentak Mama Mita.


"Jadi Mama membantu melakukan hal gila itu untuk menipu Keenan?" Tanya Keenan sangat kecewa


"Bu-bukan seprti itu nak..." Jawab Mama Mita gugup.


"Ternyata Mama lebih memilih sampah untuk dijadikan seorang menantu ? Bahkan Mama berusaha menyingkirkan wanita yang telah mengandung cucu Mama hanya karna tidak ingin memiliki menantu dari panti asuhan. Dan saat Keenan sudah berhasil bersamanya, Mama masih menggunakan cara licik agar Victoria meninggalkan Keenan. Kenapa Mama begitu jahat ? KENAPA ?"


Keenan yang sudah tidak bisa menahan amarah dan rasa sakit dihatinya langsung meluapkan semuanya. Tak hanya rasa kecewa yang ada dihatinya, tapi rasa benci kepada sang Mama mulai tumbuh.


Tak lama kemudian Papa Arsenio mendapatkan telpon jika perusahaannya benar-benar sudah berada diujung tanduk. Seketika Pria paruh baya itu memengang dadanya yang terasa sakit dan sesak.


"Pa-pa ke-ce-wa de-ngan Ma-ma." Ucap Papa Arsenio sebelum terjatuh dilantai.


Keisya dan Mama Mita dibuat panik saat melihat Papa Arsenio terbaring dilantai.


"Segera panggilkan Dokter!" Perintah Keisya kepada asisten Papanya.


Kedua wanita yang berbeda generasi itu terisak melihat keadaan Papa Arsenio.


"Pa.... Bangung Pa ! Bangun ! Hiks... Hiks... Jangan buat kita khawatir Pa ! Hiks... Hiks..." Keisya terus merancau disamping Papa Arsenio.


Sedangkan Mama Mita tidak bisa berucap lagi, wanita paruh baya yang selalu tanpil elegan itu hanya mampu menangis. Wanita itu terus merutuki kebodohannya, batinnya terus mengumpat dirinya sendiri.


Setelah perawat membawa Papa Arsenio memindahkannya ke ruangan lain, kini hanya Audy fan Bima yang masih berada dalam kamar perawatan Keenan.

__ADS_1


Audy yang ingin mengajak Keenan berbicara segera diusir oleh Bima.


"Bawa Dia keluar dan segwra urus surat ceraiku dengan wanita itu !" Perinta Keenan


"Mas... Dengarin Audy dulu Mas ! Ini semua bukan sepenuhnya kesalahan Audy Mas !" Audy terus berteriak memcoba memberikan penjelasan tapi tidak digubris oleh Keenan. "Lepaskan Aku sialan !" Audy terus mencoba memberontak, tapi tenaganya tidak cukup kuat untuk lepas dari Bima.


Setelah Bima hilang dari pandangan, Keenan kembali merebahkan tubuhnya yang terasa lelah. Pria itu tak lagi menangis, mungkin saja air matanya sudah kering.


🌟🌟🌟🌟🌟


Sementara Victoria yang melihat berita tentang menantu dari keluarga Arsenio adalah mantan model majalah dewasa dibuat kaget.


"Bagaimana bisa keluarg terpandang sepertinya mendapatkan menantu seperti itu?" Guman Mami Alice merasa tidak percaya.


Sedangkan Bunda Elis dan Victoria hanya diam tak memberi komentar.


'Apa Keenan tau jika pekerjaan istrinya...? Astaga, kenapa Aku malah memikirkan hal itu ? Berhentilah Victoria ! Tak usah memikirkan rumah tangga orang lain !' batin Victoria.


"Mami, Bunda, Aku masuk kamar dulu ya, mau ngecek Baby Triplet K."


"Pergilah sayang" jawab Mami Alice


Saat malam tiba, Victoria tidak melihat kakaknya di meja makan. Tidak biasanya Arga pulang selarut ini, biasa pria itu sudah kembali sebelum jam enam sore.


"Papi, kak Arga kemana? Kenala belum pulang ?" Tanya Victoria


"Dia berangkat ke Jakarta pagi tadi."


"Ada urusan apa anak itu ke Jakarta ?" Tanya Mami Alice


"Ada urusan penting makanya berangkat tanpa meminta pamit" jawab Papi Wijaya.


"Oh ya, Anna apa Kamu akan ikut Mami dan Papi ke Jerman ?" Lanjut Papi Wijaya bertanya


"Jerman?" Tahya Victoria bingung


"Iya, Mami dan Papi akan kembali ke Jerman, karna perusahaan kita disana tidak ada yang mengelola" sambung Mami Alice

__ADS_1


"Tapi bagaimana dengan bunda ?" Victoria yentu enggan meninggalkan wanita yang sudah merawatnya dengan tulus.


"Kita akan berangkat bersama, bahkan jika Kamu mau membawa ketiga baby sitter itu ikut bersama kita tidak masalah. Jika mereka mau, heheheh" jawab Papi Wijaya


Victoria memandang sang Bunda yang tampak mengangguk, Victoria tersenyum setuju. Meski dalam lubuk hatinya merasa berat karna akan benar-benar pergi dari kehidupan Keenan. Tapi mungkin ini pilihan baik.


Keesokan harinya Arga sudah berada di kediaman Wijaya.


"Sebaiknya Papi membawa Anna segera pergi ! Biar semua urusan disini Arga yang bereskan, Arga tidak mau jika Keenan mendapatkan kesempatan sebelum merasakan penderitaan."


"Akan Papi usahakan berangkat secepatnya."


Dua pria berbeda generasi itu sedang duduk diruang kerja. Ya memang tujuan Papi mengajak Victoria ikut ke Jerman untuk menjauhkan putrinya dan Baby Triplet K dari keluarga Arsenio. Tidak menutup kemungkinan Victoria akan memberikan kesempatan kepada Keenan saat mengetahui jika anak remaja dimasa lalunya adalah Keenan.


Meskipun mereka sadar jika tindakan salah, tapi mereka tidak akan membiarkan Keenan dengan mudah mendapatkan maaf dari Victoria. Keenan perlu berjuang dan berkorban terlebih dahulu.


🌟🌟🌟🌟🌟


Keesokan harinya Mama Mita memasuki kamar perawatan Keenan, tujuannya untuk meminta maaf dengan sang anak serta ingin memberikan restu kepada Keenan untuk kembali dengan Victoria.


Keenan yang melihat Mama Mita masuk kamarnya hanya memutar bola matanya, Ia terlalu malas bertemu dengan sang Mama. Rasanya hanya akan menambah dosanya jika harus berdebat dengan sang Mama.


"Ada apa lagi ?" Tanya Keenan ketus


"Sayang, bagaimana keadaanmu ?"


"Seperti yang Anda lihat, sangat buruk" Keenan menjawab tanpa menatap wajah Mama Mita.


"Keenan, Mama ingin me-"


"Jika Mama ingin berdebat dengan Keenan, sebaiknya urungkan niat Mama! Keenan sangat lelah." Potong Keenan dengan cepat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


*nggak lama lagi kita berpisah dengan kisah Keenan dan Victoria 🀧*


**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke πŸ€— jangan lupa dukungannya ya πŸ™ tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas yaπŸ˜… takut aku nggak sanggupπŸ™ˆ

__ADS_1


*stop menjiplak🚫**


__ADS_2