
Keenan duduk di kursi kebesarannya menatap tajam pria dihadapannya. Tanpa bicara apa pun pria pria itu sudah tau maksud atasannya memanggilnya. Bima menelan salivanya dengan susah.
"Sebenarnya nona Victoria adalah tunangan mendiang pak Andra."
"Kenapa tidak mengatakannya dari awal ?" tanya Keenan sangat kesal.
"Karna tuan tidak bertanya " jawaban bodoh itu keluar dari mulutnya.
"Apa otakmu sudah tidak berfungsi ? Tanpa bertanya pun seharusnya kamu melaporkan berita seperti ini kepadaku !" Ucapnya terlalu kesal. "Keluar!!!" Bima mendengar perintah tuannya fan segera berpamitan.
"Ok... jadi tujuanmu mendekati David untuk membalas dendam ?" Baiklah kita ikuti alurnya" ucapnya menyeringai "Kita lihat sejauh mana permainanmu berjalan."
Ia lalu merogoh ponsel di saku celananya.
"Siapkan satu apartemen di sebelah apartemen pelakor itu ! Jika sudah terisi, suruh orang itu keluar berikan uang ganti rugi dua kali lipat ! Aku akan menginap di apartemen itu mulai malam ini" Ia lalu mematikan teleponnya dan berdiri dari kursinya. Ia berjalan menuju jendela dan mulai memandang jalanan yang padat dengan kendaraan.
Sedangkan orang yang disuruh merasa sangat kesal denga perintah atasannya. Bagaimana tidak kesal jika dirinya sedang makan siang namun diganggu oleh manusia es itu.
"Ckkk... menyusahkan sekali. Nasib-nasib,,, jadi bawahan gini amat ya 🤧 Pengen nikah aja harus nungguin si kulkas dua pintu itu melepas keperjakaannya."
...****************...
Seorang wanita tampak duduk disebuah kafe menuggu seseorang. Hari ini Ia akan meminta bantuan untuk menyelidiki suaminya yang Ia yakini telah berselingkuh. Jika dulu suaminya main dengan wanita-wanita malam kali ini berbeda. Sepertinya suaminya bermain gila bukan karna hanya nafsu, tapi juga hatinya telah dicuri seorang pelakor.
Pelakor lebih berbahaya dari pada wanita malam. Jika wanita malam menjual tubuhnya karna membutuhkan duit tanpa melibatkan hati. Jika pelakor Ia rela memberikan sesuatu yang berharga dari tubuhnya karna memang mencintai dan menginginkan suami orang. Begitulah kira-kira pikiran Keisya.
Karna sibuk dengan pikirannya, Keisya tidak menyadari jika ada seorang lelaki berdiri di depannya.
"Khm... Apa nona mengajakku bertemu hanya untuk menemani nona melamun ?" sontak saja suara laki-laki itu mengagetkannya.
" Kakak sudah sampai ? aaa... maaf-maaf kak. Silahkan duduk !" Keisya merasa canggung dan gugup.
Orang itu adalah Brian, sahabat Keenan dari SMP. Dia laki-laki yang memiliki sifat yang ramah, humoris, Ia terkenal sebagai casanova hanya karna memiliki Bar yang cukup besar di kota Jakarta.
"Nggak terlalu lama nungguin kakak kan ?" tanya Brian dan dijawab anggukan kepala oleh Keisya.
"Mungkin sebaiknya kita makan dulu deh, soalnya cacing dalam perut kakak udah pada demo nih!" lanjutnya dengan wajah memelas membuat Keisya terkekeh.
__ADS_1
Mereka pun makan sambil sesekali bercanda-riah. Sepertinya Keisya memilih orang yang tepat untuk dimintai bantuan. Karna dirinya tak hanya akan mendapatkan bantuan tapi juga akan selalu terhibur karna memang Brian memiliki sifat humoris.
"Apa yang ingin kamu katakan pada kakak ?" tanya Brian to the point. Karna tidak biasanya Keisya mengajaknya bertemu secara langsung.
"Tidak perlu pura-pura tidak tau kak ! karena pasti kakak sudah tau masalah yang Keisya alami saat ini ?" apapun masalah yang dialami Keisya pasti diketahui oleh Brian karena pada dasarnya Brian menjadi partner Keenan disaat keluarganya mendapatkan masalah.
"Tapi kali ini kakak bener-bener tidak tau !" jawab Brian
"Bohong jika kakak tidak tau masalah rumah tanggaku?" selidik Keisya
"Kakak beneran nggak tau. Lagian Keenan sudah tidak pernah bercerita tentang masalah rumah tanggamu dan meminta bantuan kepada kakak." jelasnya
"Beneran ? kakak tidak bohong kan" tanya Keisya masih tidak percaya.
Kenapa kali ini Brian tidak tau, apa karna kakaknya sudah tidak perduli dengan rumah tangganya ? Sepertinya memang kakaknya sudah tidak perduli, buktinya Brian tidak tau masalah yang dihadapinya sekarang.
Keisya menghela nafas berat. 'sepertinya kak Keenan beneran marah denganku' ucap ya membatin
"Kak sepertinya mas David selingkuh" ucap Keisya terdengar sedih.
"Karna Dia sudah berubah. Dulu ketika Ia mencari kesenangan dengan para pela*ur dirinya tidak sedingin ini, karna yang Ia butuhkan memang hanya kehangatan di ranja*g yang tidak Ia dapat dariku saat hamil. Namun kali ini berbeda, Ia hampir setiap hari pulang jam satu malam. Terkadang tidak tidur di kamar bersamaku. Dan mas David hanya bersikap manis saat Ia bercinta denganku, selesai melakukannya Ia akan kembali bersikap dingin." Keisya menjelaskan dengan suara yang sudah terdengar sedih bercampur emosi.
"Apa kamu memiliki bukti ?" tanya Brian
"Tidak. Makanya Keisya ingin meminta tolong dengan kak Brian supaya bantuin Keisya nyari bukti perselingkuhannya mas David!"
"Kenapa tidak minta tolong dengan Keenan saja ?" tanya Brian.
"Kakak tau sendiri kan, semenjak Keisya mutusin buat nerima mas David kembali, kak Keenan tidak pernah perduli dengan Keisya karna merasa kecewa." ucapnya yang kini menangis
"Baiklah, sekarang berhenti menangis ! Kakak akan bantu tapi..."
"Tapi apa kak ?" ucap Keisya segera memotong kalimat Brian karna begitu senang mendapatkan bantuannya.
"Harus ada Imbalan" ucap Brian tersenyum licik
"Katakanlah apa Imbalan yang kakak minta ! mau mobil mahal ? mau mansion ? mau..."
__ADS_1
"Aku bukan orang miskin Keisya. Kamu lupa jika Kakak juga memiliki beberapa bisnis yang tidak kalah besar dengan milik keluargamu ?" ucap Brian memotong ucapan Keisya
"te-rus kakak mau minta apa ?" ucap Keisya salah tingkah
"makanya kalau orang ngomong jangan dipotong dulu bisa nggak sih ?" ucap Brian pura-pura merajuk
"heheheh... maaf kak" ucap Keisya.
"Kakak minta imbalan kamu menceraikannya setelah semuanya terbukti jika David selingkuh ! kemudian kami nikah sama kakak" Ucap Brian menggoda Keisya.
Keisya melotot bukan karena permintaan Brian untuk menceraikan David tapi permintaan Brian untuk menikah dengannya.
Sedangkan Brian menikmati ekspresi wajah Keisya yang tampak syok.
*Ahk... gemas sekali wajahnya* batin Brian teriak, ingin rasanya mencubit wajah Keisya yang terlihat lucu.
...****************...
Malam hari di apartemen, Victoria sedang duduk di balkon kamarnya, Ia memandang langit malam tanpa bintang, sepertinya akan turun hujan.
"Mas Andra, apa Vivi menghentikan saja kegilaan ini ? Jika boleh jujur Vivi sudah lelah berpura-pura mencintai orang yang Vivi benci."
Sebenarnya dirinya sudah sangat lelah dengan dendamnya, Tapi Ia kembali bersemangat ketika mengingat kekasihnya yang tidak mendapat keadilan.
Dulu Victoria memiliki sifat yang ceria, baik dan humble. Tapi setelah kejadian dimana sang kekasih kehilangan nyawanya secara tragis dan pelaku tidak mendapat hukuman. Sifat Victoria kini berubah delapan puluh derajat. Ia memiliki sifat dingin, dan tertutup bahkan dengan orang tuanya sendiri.
Lama Victoria duduk di balkon kamarnya matanya kini mulai terasa berat. Ia kemudian menatap layar HPnya yang kini menunjukkan pukul 2 pagi. Pantas saja Ia merasa ngantuk, malam sudah terlalu larut.
Ia segera berjalan masuk ke kamarnya dan menutup pintu balkon. Tanpa Ia sadari jika disampingnya ada seorang Pria yang sedang menguping dan memandanginya sedari tadi.
"Apa sebegitu cintanya pelakor itu sampai-sampai Ia berani berbuat nekat seperti ini ?" Keenan terdiam sesaat, lalu ikut masuk ke dalam kamarnya dan segera membaringkan badannya dikasur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Haiii guys!!! salam kenal dari merauke 🤗 jangan lupa dukungannya ya 🙏 tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas ya😅 takut aku nggak sanggup🙈
*stop menjiplak🚫
__ADS_1