Victoria Sang Pelakor

Victoria Sang Pelakor
Bab 36


__ADS_3

Keenan sampai di apartemen yang pernah menjadi tempat tinggal Victoria. Setelah wanita itu menghilang, Keenan sesekali berkunjung di apartemen ini. Bahkan Ia menginap di apartemen ini. Keenan mengedarkan pandangannya, sudah lama dirinya tidak mengunjungi tempat ini. Ia masuk kedalam kamar Victoria, dimana kamar itu adalah tempat wanita itu menjebak David dan sekaligus tempat dimana dirinya mulai merasakan kehancuran.


Keenan tidak pernah berniat untuk mengintip isi lemari Victoria, Ia tidak pernah berniat untuk menyentuh semua barang Victoria. Tapi itu dulu saat rasa gengsinya masih tinggi, namun sekarang Ia sangat penasaran dengan benda-benda milik wanitanya itu. Keenan membuka laci meja kecil yang berada tepat di samping ranjang. Tak ada hal yang spesial yang Ia temui, hanya ada beberapa buku novel dan majalah. Ia kemudian berjalan menuju sebuah lemari, Keenan dapat melihat beberapa pakaian Victoria masih tersusun rapih di dalamnya. Keenan terus mengecek setiap sisi dalam lemari itu sampai Ia menemukan sebuah album kecil. Keenan lalu mengambil benda tersebut dan membawanya ke ranjang.


"Lucu sekali wajahnya" ucap Keenan saat melihat foto pertama, dimana Victoria mengenakan pakaian SMP. Keenan terus membuka lembaran demi lembaran album tersebut hingga sampai Ia di lembaran terakhir. "Ternyata seleranya Ok juga. Tapi masih ketampanan Aku sih kemana-mana" ujar Keenan yang memuji dirinya tampan daripada Andra. Yap benar sekali... Foto terakhir adalah foto Victoria dengan Arga semasa SMA. Setelah melihat isi album tersebut Keenan lalu menyimpannya di tempat semula.


Keenan kemudian membaringkan tubuhnya yang terasa lelah di atas kasur empuk milik wanitanya. "Apa Kamu sudah tidur ?" Ucap Keenan bertanya sambil menatap layar handphonenya. Dimana dalam layar tersebut Ia bisa melihat wajah Victoria yang polos saat wanita itu tidur. Tanpa terasa Keenan tertidur.


Keesokan harinya Keenan memutuskan untuk pulang ke mansion utama. Bukannya mendapat sambutan hangat, Keenan justru mendapat pertanyaan beruntun dari Mama Mita.


"Darimana saja Kamu ? Apa Kamu meniduri wanita murahan itu lagi ? Apa Kamu lupa jika Kamu sudah memiliki istri ? Bukannya ngurus istri malah ngurus ****** yang tidak tau diri itu. Kamu bahkan lupa jika istrimu sedang sakit parah, harusnya Kamu ada untuk Audy agat bisa memberikan semangat !" Pertanyaan dan sebuah omelan keluar dari mulut Mama Mita.


Keenan menghelah nafasnya "Sudah selesai ? Keenan bisa istirahat ?" Bukannya menjawab Keenan justru membalasnya dengan pertanyaan


"Keenan, tidak sopan Kamu menjawab pertanyaan Mama dengan sebuah pertanyaan. Sepertinya Kamu sudah jauh terpengaruh dengan wanita liar itu." Geram Mama Mita yang terus mengumpat Victoria.


"MA... Hentikan ! Jangan lanjutkan lagi ! Keenan butuh istirahat makanya Keenan balik ke mansion utama. Semalam Keenan harus menghadiri beberapa pertemuan. Jadi jangan buat Keenan tambah pusing " Tegas Keenan lalu meninggalkan Mama Mita.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Berbeda dengan Victoria yang pagi ini disibukkan dengan aktivitasnya menjadi seorang Mama. Setelah selesai memandikan Baby Triplet K, Victoria memutuskan untuk sarapan dulu sebelum Ia naik ke kamarnya untuk mandi.


"Vi... Apa Kamu menyukainya ?" Tanya Bunda Elis to the poin


"Menyukai siapa ?" Tanya Victoria pura-pura tidak tau


"Papa dari Baby Triplet K " jawab Mama Mita menekan kata-katanya

__ADS_1


"Bunda masih membencinya ?" Bukannya menjawab Victoria justru memberikan pertanyaan lagi untuk Bunda


"Dia dan keluarganya sudah menghancurkan kehidupan Kita Vi, Ayah sampai meninggal dunia karena mereka." Tegas Bunda Elis yang tidak bisa memungkiri jika dirinya masih membenci Keenan.


"Sekarang Vivi tanya sama Bunda. Apa bunda akan marah dan melakukan hal yang sama jika Aku yang sudah bersuami justru rumah tangganya dirusak oleh Pelakor ?" Tanya Victoria yang membuat Bunda Elis terdiam.


"Tapi tetap saja mereka sudah keterlaluan " jawab Bunda Elis dengan sinis


"Kesalahan yang membuat kita hancur bukan sepenuhnya kesalahan dari Keenan dan keluarganya. Vivi juga ikut andil Bun, jika Vivi dulu ikut kata-kata Ayah untuk menghentikan tindakan Vivi mungkin semua ini tidak akan terjadi " ucap Victoria dengan penyesalan. "Bunda percaya dengan takdir bukan ?" Lanjut Victoria bertanya.


"Jika Bunda percaya takdir, maka kita ikuti saja alur cerita yang ada. Tuhan tau sampai dimana kesanggupan hamba-Nya."


"Vivi harap Bunda bisa mengerti perasaan Vivi !" Sambung Victoria kemudian pamit ke kamarnya.


"Bunda bukannya tidak mengerti perasaan Kamu sayang, hanya saja Bunda takut jika Dia hanya mempermainkan Kamu" lirih Bunda Elis yang tentu khawatir dengan kedekatan Victoria dengan Keenan.


Victoria yang baru saja mandi berniat masuk ke ruang pakaian tiba-tiba merasakan keram di perutnya. Ia memegang perutnya dan terus meringis, sekuat tenaga Ia berjalan menuju ranjang. Setelah mendudukkan bokongnya Victoria beralih mengecek tanggal. Dan benar saja dugaannya, ini sudah waktunya Ia kedatangan tamu bulanan.


"Aduh bagaimana ini ? Apa Aku minta ijin keluar saja ? Atau meminta bantuan Nur saja ?" Victoria tampak menimbang-nimbang. Baru saja dirinya ingin berdiri tiba-tiba saja handphonenya berdering.


"Ck... Siapa sih yang telpon?" Tanya Victoria kesal. Namun saat melihat layar handphonenya Ia tersenyum lebar.


"Ada apa ?" Tanya Victoria saat mengangkat telpon.


"Kenapa ketus begitu ? Apa kamu sedang PMS ?" Tanya Keenan yang menggoda Victoria. Sontak saja Victoria membulatkan matanya karna tebakan Keenan benar.


"Kami cenayang ya ?" Tanya Victoria menyipitkan matanya. Seketika Keenan tertawa keras.

__ADS_1


"Kenapa berpikir begitu ? Apa tebakanku benar ?" Tanya Keenan yang membuat Victoria bersemu merah. "Kenapa wajahnya merah seperti itu ? Kamu malu ?" tanya Keenan yang terus menggoda Victoria.


"Apa Aku boleh keluar ?" Tanya Victoria ragu


"Tentu..." Jawab Keenan membuat senyum Victoria terbit. "Tentu saja tidak sayang..." Lanjut Keenan membuat Victoria emosi


"Ck... Aku hanya akan keluar sebentar. Kenapa Kamu malah melarang ku ? Ini sama saja dengan mengurungku dalam sangkar." Balas Victoria dengan nada kesal.


"Kamu bukan burung sayang, jadi mana mungkin Aku mengurung Kamu dalam sangkar." Ucap Keenan terkekeh "Aku hanya tidak mau kamu keluar dan mencari cela untuk kabur dariku." Lanjut Keenan serius.


"Katanya tidak ingin memaksa diriku tapi nyatanya?" Protes Victoria memanyunkan bibirnya.


"Aku memang mengatakan tidak akan memaksa dirimu untuk membalas perasaanku, hanya saja Aku memaksamu untuk tetap berada di sisiku" jelas Keenan meluruskan kata-katanya.


'Ais... Sama saja itu' ucap Victoria membatin


"Untuk kali ini saja ! Aku sedang membutuhkan sesuatu." Pinta Victoria dengan wajah memelas.


"Katakan saja ! Nanti akan Aku suruh pengawal itu membelikannya untukmu " ucap Keenan "Apa yang Kamu butuhkan ada roti jepang ?" Lanjut Keenan bertanya. Victoria mengangguk malu.


"Baiklah tunggu sebentar ya! Kalau begitu Aku telpon anak buah ku dulu. Aku matikan telpon ya, I Love You" ucap Keenan lalu mematikan telpon.


Setelah panggilan terputus Victoria membalas"I love you to" lalu Ia tersenyum geli.


Sementara seseorang telah menguping pembicaraannya. "Apa hubungan mereka menjadi lebih baik ? Kenapa bisa Dia tertawa seperti itu ?" Ucap seseorang yang heran Keenan bisa tertawa lepas fan terdengar bahagia seperti itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke 🤗 jangan lupa dukungannya ya 🙏 tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas ya😅 takut aku nggak sanggup🙈


*stop menjiplak🚫**


__ADS_2