Victoria Sang Pelakor

Victoria Sang Pelakor
Bab 9


__ADS_3

Setelah kepergian keluarga Arsenio, kamar Victoria terasa sepi namun hanya sesaat karena setelahnya sang Ayah memakinya penuh emosi.


"Ayah tidak habis pikir dengan kamu Vi. Bagaimana bisa kamu bertindak sebodoh ini ? kamu tidak memikirkan akibatnya ? setelah ini keluarga Arsenio akan membuat perhitungan dengan keluarga kita. Perusahaan yang Ayah bangun dari nol akan dibuat bangkrut olehnya. Entah bagaimana cara kerja otakmu itu ? Apa kamu pikir dengan balas dendam semuanya akan kembali ? Andra juga akan kembali hidup ?"


Ucap sang Ayah emosi. Tak lama kemudian HP Ayah Purnomo bergetar.


"Maaf tuan beberapa clien kita membatalkan kerja sama. Tak hanya itu para Investor juga menarik saham mereka Tuan." laporan dari asisten Ayah Purnomo.


"Bagaimana bisa ?" tanya Ayah Purnomo kaget. Secepat itu keluarga mereka menerima akibat dari perbuatan putrinya ?


"Semua karna campur tangan Tuan Keenan anak sulung Tuan Arsenio. Dan juga dikarenakan beredarnya berita dan foto perselingkuhan Tuan David dengan Nona Victoria."


Sontak saja penjelasan sang Asisten membuatnya merasa syok. Tiba-tiba dadanya terasa nyeri.


Victoria yang melihat Ayahnya memegang dadanya merasa khawatir karena sang Ayah memiliki riwayat penyakit jantung.


Begitu pun dengan Bunda Elis melihat sang suami menahan sakit membuat merasa khawatir.


"Yah... Ayah kenapa ?" tanya Bunda Elis. Belum sempat dijawab Ayah Purnomo sudah jatuh tergeletak.


"Ayah... bangun Yah !!! jangan buat Vivi sama bunda khawatir !!!" ucap Victoria menahan tangisannya.


...****************...


Berbeda dengan keluarga Arsenio, berita tentang perselingkuhan sang menantu mampu menguak kembali kejadian dua tahun silam.


"Apa kamu yang menyebar video kejadian dua tahun lalu ?" tanya papa Arsenio.


"Bukan Keenan, tapi Bima" ucap Keenan enteng


"Sama saja !" ucap sang Ayah.


"Sebaiknya kamu urus perceraian adikmu dengan pria bajingan itu !" titah papa Arsenio


"Tenang saja ! jauh sebelum kejadian Ini Bima sudah mengurusnya. Tinggal diserahkan ke kantor Pengadilan Agama" ucap Keenan


"Jadi kamu sudah mengetahuinya lama ?" tanya papa Arsenio


"Hmm" jawab Keenan singkat


"Tapi tentang balas dendam wanita itu, Keenan baru tahu setelah Keenan selidiki Dia adalah tunangan si korban yang dulu menentang untuk berdamai dengan keluarga kita" jelas Keenan

__ADS_1


"Jadi kamu yang membereskan semua masalah penabrakan itu ?" lagi-lagi papa Arsenio bertanya


"yaa ampun... berhentilah berpura-pura tidak tahu pah !" jawab Keenan kesal. Ayahnya bertanya seperti wartawan saja.


Sedangkan David sudah tidak dapat menginjakkan kaki ke mansion Arsenio. Mansion itu di jaga ketat oleh beberapa pengawal yang sengaja Keenan tempatkan untuk mengusir beberapa wartawan dan juga David.


"Semua gara-gara wanita sialan itu" ucap David mengumpat Victoria


...****************...


Beberapa hari setelah kejadian dimana ayah Purnomo tak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit. Kini Victoria dan bunda Elis masih setia menemani sang Ayah yang terbaring lemah.


"Yaah... sudah tiga hari ayah belum sadar, jadi ku mohon bagunlah ya !" ucap Victoria terdengar lirih


Tak berselang lama jari sang Ayah bergerak dan matanya mulai terbuka.


"Ayah sudah bagun ? Victoria panggilkan dokter ya " ucap Victoria senang


"Vi..." ucap sang Ayah lemah menggenggam tangan anaknya.


"Ti-dak perlu pang-gil dokter. Te-mani Ayah seben-tar." ucap Ayah Purnomo terbata-bata


"Ta-tapi Ayah" ucap Victoria bingung


"Ayah nggak marah lagi sama Vivi ? Ayah udah maafin Vivi ?" tanya Victoria penuh harap.


"Ayah nggak mung-kin bisa ma-rah terlalu la-ma denganmu sa-yang. Ay-yah sudah me-maaf-kan Vivi. Dan Ayah min-ta Ma-af karna telah ga-gal menjadi Ayah yang baik. Vi-vi mau kan ma-afin ayah ?" ucap Ayah Purnomo dengan mata yang mulai mengembun.


"Ayah selalu jadi yang terbaik. Ayah nggak pernah salah mendidik Vivi. Tapi Vivi yang jahat Yah... Vivi yang punya banyak salah dengan Ayah. Maka dari itu Vivi minta maaf dan Vivi mohon kembalilah menjadi Ayah yang kuat untuk Vivi dan Bunda ! Vivi akan mencari cara agar perusahaan Ayah bisa terselamatkan." ucap Victoria kini tak bisa menahan air matanya.


Menyesal... sangat menyesal telah melakukan hal bodoh seperti ini. Hanya untuk mendapatkan keadilan buat orang yang sudah meninggal Ia harus mengorbankan orang-orang yang masih terus ada untuknya.


"Vi... ja-ga bun-da ! Ay-yah sa-ngat me-nya-yangi ka-lian" ucap ayah Purnomo semakin melemah


"Nggak hanya bunda... tapi Vivi juga akan menjaga ayah" ucap Victoria


"Tak per-lu menja-ga A-yah ! kar-na seben-tar la-gi A-yah menyu-sul Andra" ucap Ayah Victoria.


"NGGAK ! AYAH NGGAK BOLEH NINGGALIN VIVI SAMA BUNDA ! AYAH AKAN SEHAT KEMBALI ! AYAH HARUS BERTAHAN"


Tangisan Victoria kembali pecah saat mendengar suara Tiiiiit menandakan bahwa jantung Ayahnya sudah tidak berdetak.

__ADS_1


Bunda Elis segera memanggil dokter namun dokter menggelengkan kepala tanda bahwa Ayah Purnomo sudah tidak bernyawa lagi.


...****************...


Beberapa bulan setelah Ayah Purnomo meninggal. Kehidupan Victoria semakin kacau. Setia Ia keluar rumah julukan *Sang Pelakor* selalu menghiasi telinganya.


Tak ada lagi Victoria yang Anggun,tak ada lagi Victoria yang cantik, tak ada lagi Victoria yang ceria, yang ada hanyalah Victoria yang pendiam, Victoria yang murung, Victoria yang kusam.


Jangankan untuk berdandan, tidur saja Ia dan Bunda Elis harus berpindah-pindah. Terkadang mereka menahan lapar hingga tiga hari hanya mengisi perut dengan air putih yang diambil langsung dari kerang air.


Semua berubah seratus delapan puluh derajat. Namun anehnya meskipun Ia makan tidak teratur tubuh bagian perutnya tetap tidak terlihat kurus, bahkan semakin terlihat membuncit.


Bahkan terkadang Ia merasakan seperti ada pergerakan di dalam perutnya. Memikirkan itu membuat Victoria mendadak kaku. Ia berlari melihat kalender.


"Sudah telat tiga bulan ?" ucap Victoria. Ia semakin takut saat terlintas dipikirannya jika ada janin di dalam perutnya.


"Bagaimana ini ?" Ia bingung. Jika benar begitu bagaimana Ia bisa menghidupi Anaknya kelak. Sedangkan hidupnya sendiri tidak tau sampai kapan bertahan.


...****************...


Di sebuah mansion mewah setiap paginya akan heboh dengan drama yang diciptakan anak sulung dari keluarga Arsenio.


Bagaimana tdiak heboh jika setiap pagi Keenan akan mual-mual. Bahkan sudah hampir sebulan dirinya tidak bisa makan nasi karna jika mencium aromanya saja membuat dirinya bertambah mual.


Beberapa dokter sudah mereka panggil untuk memeriksa keadaannya. Tapi yang dokter katakan tidak membuat Keenan merasa puas.


"Tidak ada penyakit yang serius." ucap dokter sekaligus sahabatnya.


"Kau terlalu bodoh ya memeriksa pasien ? bagaimana bisa aku mual setiap hari tapi kamu malah mengatakan tidak ada masalah serius ? harusnya kan ada penyakit yang ganas sehingga membuatku seperti ini !" ucap Keenan emosi. Entah kenapa akhir-akhir Emosi selalu tidak stabil


"Jadi kamu ingin punya penyakit ganas ?" tanya Arya mengejek


"Kau sudah bosan kerja ?" ucap Keenan geram


"hehhehe habisnya kamu aneh sih. Masa sampai segitunya Lo pengen diagnosa penyakit ganas." ucap Arya menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Kalau penyakitnya tidak serius lalu kenapa bisa Keenan setiap hari mual terkhususnya pagi ?" tanya mama Mita membuat Arya bingung menjelaskannya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke 🤗 jangan lupa dukungannya ya 🙏 tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas ya😅 takut aku nggak sanggup🙈

__ADS_1


*stop menjiplak🚫**


__ADS_2