Victoria Sang Pelakor

Victoria Sang Pelakor
Bab 25


__ADS_3

"Lalu bagaimana bisa kalian sampai disini ?" tanya Victoria.


"Kami dipaksa oleh anak buah pria kejam itu." jawab Bunda Elis.


"Siapa pria kejam yang kalian bicarakan ?" pertanyaan itu sontak membuat Victoria dan Bunda Elis mematung.


Inilah saat yang Ia takutkan, dimana Keenan melihat ketiga putranya yang sangat mirip dengan wajahnya.


Keenan terus berjalan kearah mereka dan semakin membuat jantung Victoria dan Bunda Elis berdetak kencang.


Keenan mengerutkan keningnya saat melihat ada tiga bayi didepannya. "Kenapa mambawa terlalu banyak bayi ?" tanya Keenan menyipitkan matanya


"Eee- Be-bengini... Me-mereka it-" kalimat Victoria terpotong saat Keenan mengangkat tangannya memintanya untuk berhenti berbicara.


"Apa... Anak kita kembar tiga ?" tanya Keenan membuat Victoria semakin gelisah. Ia takut jika Keenan menyakiti anak-anaknya atau mungkin bisa saja Keenan membawa mereka pergi dari hidupnya.


"Cucuku bukan anakmu. Jadi jaga mulutmu agar tidak menyebut mereka sebagai anakmu !" ucap Bunda Elis yang geram.


"Tak perlu menutupinya ! Mau sampai kapan kalian memisahkan mereka denganku yang sudah jelas sebagai Daddy-nya ?" tanya Keenan yang begitu yakin jika anak kembar tiga itu adalah anaknya.


"Kau-" ucapan Victoria terputus saat mendengar salah satu Baby-nya menangis.


Seketika membuat Victoria panik, Ia baru teringat jika Baby Triplet K suhu badannya sedang hangat.


Dengan cepat Victoria membawa Baby Kenza ke arah sofa sebelum kedua adiknya terbagun karna mendengar tangisan sang kakak.


Victoria menyusui Baby Kenza di sofa tanpa memperdulikan kehadiran Keenan. Sedangkan Baby Kenza yang memang sedari tadi kelaparan dengan rakus meminum ASI dari sang Mommy.


Beberapa menit kemudian Baby Kenzie dan Baby Kenzo juga ikut terbangun. "Kemari sayang" ucap Victoria saat ingin mengambil alih Baby Kenzo. Sedangkan Baby Kenza sudah tertidur.


"Bawa masuk ke kamarku !" ucap Keenan.


"Kenapa di ka-" Keenan tau jika Victoria ingin protes, tapi bukan Keenan namanya jika Ia terima permintaannya di tolak.


"Aku tidak menerima penolakan. Kau bawa anakku sekarang !" titahnya kepada salah satu baby sitter yang sedang memangku Baby Kenza.


"Keenan... mereka sedang demam, ku mohon jangan mempersulitkanku !" ucap Victoria dengan wajah yang memelas.


"Apa ? Mereka demam ?" tanya Keenan membuat Victoria menganggukkan kepalanya.


"Kenapa bisa mereka sampai demam begini ?" tanya Keenan khawatir


"Ini semua karna ulah Kamu, seandainya Kamu tidak menculik Mommy-nya nggak mungkin mereka bisa kelaparan." jawab Bunda Elis ketus

__ADS_1


Keenan tak menanggapi jawaban Bunda Elis. Ia kemudian menghubungkan salah satu temannya yang berprofesi sebagai dokter.


"Carikan dokter anak terbaik di kota ini !" perintah Keenan kepada temannya.


"Keenan kamu ini gila ya ? mana bisa Aku cari dokter jam segini ? ini sudah hampir jam satu." ucap teman yang Ia hubungi.


"Aku tidak mau tau, Aku menunggunya tiga puluh menit dari sekarang !" jawab Keenan segera menutup telponnya.


"Nggak perlu diperiksa sekarang, besok saja !" ucap Victoria.


"Kamu mau mereka tambah parah ?" tanya Keenan emosi


"Keenan mereka demam karna mereka terlambat makan dan menangis begitu lama." ucap Victoria yang menjelaskan kepada Keenan penyebab mereka demam.


"Lagian suhu tubuh mereka tidak terlalu panas." lanjutnya lagi.


"Lalu Kami akan menunggu mereka panas tinggi baru akan memeriksanya ?." tanya Keenan


"Bukan beg-" lagi-lagi Keenan memotong ucapan Victoria.


"Sudahlah! Kamu tenang saja ! ini jadi urusanku." ucap Keenan lalu ikut mendudukkan bokongnya di sofa. Ya sedari tadi Ia berdiri karna melihat Victoria masih menyusui.


Ia lalu duduk di dekat Victoria tampa rasa malu sama sekali. Victoria yang melihat Keenan duduk didekatnya mendadak gugup.


"Ini rumahku jadi terserah Aku mau duduk dimana." jawab Keenan


Sedangkan Victoria hanya mampu menghelah nafas. Berbicara dengan Keenan itu sama dengan mengajaknya berdebat, yang semakin didebatkan akan semakin panjang.


"Kamar tamu dimana ?" tanya Victoria


"Itu." jawabnya singkat menunjukkan ke arah kamar.


"Aku ingin istirahat." ucap Victoria segera berdiri menuju kamar tersebut.


"Mau kemana ?" tanya Keenan


"Mau istirahat, Bunda ayo kita tidur" ucapnya segera menarik tangan sang Bunda.


"Anak kita di atas, jadi kami tidur bersama mereka." ucap Keenan membuat mata Victoria melotot


"Kamu suruh Aku tidur di kamarmu ?" tanya Victoria yang dianggauki oleh Keenan.


"Nggak mau. Aku nggak mau tidur bareng Kamu." tolak Victoria yang membuat Keenan tertawa.

__ADS_1


"Hahahha... Kami pikir kita akan tidur bareng ?" tanya Keenan yang membuat wajah Victoria seketika memerah karna merasa malu.


'Ais lucu sekali' batin Keenan merasa gemas dengan wajah Victoria yang merah bak tomat matang.


"Kamu tidur dengan anak Kita, Aku akan tidur di kamar samping kamarku." ucapnya "Kalau tante tidur disana saja !" lanjutnya menunjuk kamar yan tadi.


Mau tidak mau Victoria hanya menurut, daripada Ia berdebat lagi. Tenaganya sudah terkuras terlalu banyak karna kejadian ini.


Setelah Victoria berlalu Keenan menekan layar handphonenya menghubungi seseorang.


"Nggak jadi sekarang. Besok pagi saja !" ucapnya saat telpon tersambung.


*Ck... Tuan muda Arsenio ini sangat menjengkelkan. Padahal Aku sudah setengah siap. Malah dibatalin seenaknya.* Gerutu seseorang yang menerima Telpon dari Keenan.


Sedangkan Keenan segera naik ke atas. Ia membuka kamarnya dan melihat Victoria sudah tertidur lelap dengan ketiga putranya.


"Bagaiman bisa Kamu ingin menipuku, sedangkan wajah mereka saja sangat mirip denganku." ucapnya tersenyum melihat ketiga Baby Triplet K tertidur pulas.


"Mungkin ini hadiah setelah kalian menyiksa Daddy selama kalian dalam kandungan Mommy." lanjutnya lagi kemudian mencium ketiga bayi kembar itu.


"Ahh rasa Daddy ingin tidur bersama kalian. Tapi takut Mommy kalian ngamuk. Tapi kalau minta izin kayaknya nggak apa-apa deh. Daddy coba minta ijin sama Mommy kalian ya." ucapnya seolah berbicara dengan ketiga putranya.


"Victoria, Aku bisa tidur disini?" tanya Keenan kepada Victoria yang jelas-jelas sedang tertidur pulas.


"Bisa, inikan kamar Kamu, jadi tidak masalah." ucapnya menjawab pertanyaannya sendiri.


"Baiklah kita tidur berlima" ucapnya lalu ikut berbaring di ranjang. 'Ah sepertinya Daddy sufah gila karna kalian bertiga.' batinnya yang tiba-tiba sadar jika dirinya batu saja melakukan hal konyol.


"Untuk Ranjangnya sangat besar" Ia memiringkan badannya memeluk ketiga bayinya. Mereka berlima tidur nyenyak layaknya keluarga utuh.


...****************...


Sedngkan di apartemen, Arga tidak bisa tidur karna mengkhawatirkan Victoria.


"Semoga Kamu baik-baik saja bersama dengan Bunda dan Baby Triplet K." doanya lalu berusaha memejamkan matanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf kalau banyak kata-kata yang Typo, soalnya mata Author masih bengkak sebelah😮‍💨😭


**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke 🤗 jangan lupa dukungannya ya 🙏 tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas ya😅 takut aku nggak sanggup🙈


*stop menjiplak🚫**

__ADS_1


__ADS_2