
Setelah Victoria mulai sedikit tenang, Ia menceritakan hal yang membuatnya merasa sedih. Victoria ternyata mendapatkan beberapa foto pernikahan Keenan dan Audy, serta pesan singkat dai nomor asing.
^^^"Berhentilah jadi pelakor ! Sebelum Kamu hancur untuk yang kedua kalinya !"^^^
^^^"Keenan tidak mencintai Kamu ! Dia hanya ingin mengambil anak-anak kalian dan menjauhkannya darimu. Karna istrinya tidak bisa memiliki keturunan. Jadi Saya sarankan sebaiknya Kamu segera pergi sebelum Keenan mengambil anak-anakmu"^^^
"Ternyata laki-laki kejam itu sudah beristri ?" Lirih Bunda Elis menahan amarah. Rasanya sakit ketika putri yang begitu Ia sayangi disakiti hatinya dan dibuat hancur oleh orang yang sama.
"Kita harus cari cara agar bisa lepas dari Dia Bun ! Vivi tidak mau jika Dia membawa Baby Triplet K. Vivi tidak mau berpisah dari mereka!" Timpal Victoria
"Tapi bagaimana caranya ? Kamu tau sendiri Pria itu menempatkan penjaga dirumah ini !" Balas Bunda Elis bertanya.
Mereka berdua bingung bagaimana caranya agar bisa terlepas dari genggaman Keenan sedangkan rumah ini memiliki penjaga. Untuk keluar membeli sesuatu saja tidak diijinkan.
Sementara dilain tempat Mama Mita dan Keisya tersenyum penuh kemenangan. Ya mereka yang mengirim foto dan pesan kepada Victoria.
"Semoga wanita itu segera pergi dan menjauh dari Keenan." Ujar Mama Mita penuh pengharapan.
"Menurut Mama kira-kira saat Mas Keenan tau kita melakukan ini, apa Dia akan marah ?" Tanya Keisya yang merasa khawatir. Bukan hal yang sulit untuk Keenan bisa tau semua ulah mereka.
"Tenang ! Mama akan meminta bantuan kepada Papa Kamu untuk membantu kita saat ketahuan. Yang penting sekarang wanita itu sudah pergi dari kehidupan Keenan."
Bukannya Mama Mita tidak khawatir dan ketakutan jika ketahuan dan mendapat amukan dari Keenan. Ia begitu tau jika Keenan menyukai sesuatu maka Ia akan melakukan apa saja agar bisa memilikinya.
πππππ
Audy yang telah melakukan operasi pengangkatan kanker sekakigus rahim kini merasa tubuhnya mulai membaik. Meski Ia terus merasa sedih tidak bisa memberikan Keenan keturunan, tapi Ia akan tetap berusaha membuat pria itu bahagia bersamanya meski tanpa anak sekalipun.
Keenan sendiri tidam mempermasalahkan kondisi Audy saat ini, yang paling penting menurutnya adalah wanita yang menjadi istrinya itu tidak menderita penyakit ganas lagi. Toh Dia juga sudah memiliki tiga putra yang sama tampan dengannya. Memikirkan itu membuat Keenan merasa rindu dengan anak-anaknya terutama dengan Mommy Baby Triplet K.
Keenan yang menghilang dan tidak memberikan kabar kepada Victoria selama dua minggu ini karna menjaga perasaan sang istri. Ia hanya mampu berharap bila pulang nanti wanita itu tidak merajuk.
"Tiga hari lagi kita pulang ke Indonesia. Nanti Kamu mau tinggal di rumah kita atau rumah utama ?" Tanya keenan sembari mengelus tangan Audy.
"Mungkin kita tinggal di rumah utama saja !" Jawab Audy
__ADS_1
"Baiklah jika itu maumu"
Keenan menarik selimut menutupi tubuh Audy lalu mengecup keningnya sekilas.
"Tidurlah ! Hari sudah semakin malam"
πππππ
Lain halnya dengan Arga dan kedua Orang tuanya yang saat ini tengah berbahagia. Bagaimana tidam bahagia jika mereka baru saja mendapatkan hasil tes DNA dari rumah sakit yang menyatakan Victoria memiliki DNA yang sama dengan Papi Wijaya.
Tak henti-hentinya Mereka mengucap syukur. Mami Alice dan Papi Wijaya menangis haru. Akhirnya setelah berpuluh-puluh tahun penantian, mereka bisa menemukan Putri kesayangan yang telah hilang.
"Pi Victoria anak kita ! Dia adalah Anna kita" ucap Mami Alice dengan isakan.
Papi Wijaya hanya mampu mengangguk. Ia sampai tidak bisa berkata apa-apa, terlebih lagi Ia pernah berpikiran buruk tentang Victoria saat mengetahui kenyataan bahwa Victoria adalah pelakor. Namun kali ini Dia tidak peduli lagi bagiamana masalalu Victoria. Ia hanya berharap agar bisa membawa Victoria dan ketiga cucunya kembali ke keluarga Wijaya.
Sedangkan Arga berpikir keras bagaimana cara agar bisa mengeluarkan Victoria dari rumah Keenan. Memang benar Atga tau dimana Victoria tinggal, tapi Ia tidak ingin menemui Victoria sebelum hasil tes DNA keluar.
Terlebih lagi Victoria sudah kecewa dengannya. Mungkin akan sulit untuknya membawa wanita itu dan meninggalkan Keenan. Pria yang telah menghamili adiknya itu.
"Arga apa Kamu sudah memiliki cara agar membawa adikmu kembali ?" Tanya Papi Wijaya
"Ini Arga lagi berpikir keras." Balas Arga memijit keningnya.
πππππ
Hari ini Keenan dan Audy sudah pulang ke tanah air dan disambut hangat oleh keluarga Arsenio.
"Keenan sebaiknya bawa istri Kamu masuk ke kamar ! Kasihan kalau duduk terlalu lama" ucap Mama Mita
Keenan menurut dengan sang Mama karna sebetulnya dirinya sangat lelah. Keenan menuntun Audy menaiki tangga setelah sampai dalam kamar Keenan menyuruh Audy istirahat dan pamit untuk membersihkan diri.
Saat dalam Kamar mandi, Keenan mencoba menghubungi nomor wanita yang dua minggu ini Dia abaikan. Namun tak ada jawaban, panggilannya tidak bisa masuk.
"Ada apa ini ? Kenapa nomornya tidak aktif ?" Tanya Keenan heran. Apa sebegitu marahnya Victoria karna tidak Ia hubungi sampai-sampai wanita itu tidak bisa dihubungi.
__ADS_1
Sementara di sebuah rumah terjadi perdebatan antara pengawal Keenan dengan Arga. Pria itu datang untuk menjemput Victoria dan ketiga ponakannya.
"Berikan Aku jalan masuk !" Perintah Arga dengan tegas
"Maaf Tuan, Kami tidak bisa membiarkan Tuan masuk !" Tolak pengawal itu
"Ck... Aku ini teman Bos Kamu ! Jadi tidak masalah jika kalian membiarkanku masuk ! Victoria juga mengenalku "
"Maaf Tuan, tetap tidak bisa."
Arga yang kesal karna tidak mendapatkan ijin untuk bertemu Victoria akhirnya mengubah strateginya.
"Baiklah jika itu kemauan kalian ! Sepertinya Aku harus menggunakan kekerasan agar kalian menurut " Arga tersenyum miring saat orang-orang suruhannya tiba tepat waktu.
"Habisi mereka !" Perintah Arga
Tentu saja keempat pengawal Keenan merasa takut. Bagaimana tidak takut jika Arga membawa pasukan empat kali lipat dari jumblah mereka.
"Baiklah Tuan ! Kami mengisinkan Tuan masuk, tapi sebelum suruh anak buah Tuan pergi !" Pengawal Keenan mencoba membujuk Arga agar tidak memerintahkan anak-anak buahnya menghabisi mereka.
"Terlambat!" Jawab Arga.
Dan perkelahian pun terjadi. Meski keempatnya ketakutan, namun mereka masih berusaha melawan. Tapi tetap saja pada akhirnya mereka kalah oleh orang-orang Arga.
Setelah Keempatnya tak sadarkan diri, Arga menyuruh anak buahnya mendobrak pintu. Namun belum sempat pintu itu didobrak tiba-tiba saja pintu itu terbuka.
Arga tersenyum lebar saat melihat Victoria didepan pintu dengan mata yang membulat sempurna karna merasa terkejut.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
*Maaf kalau tulisanku acak-acakan π sudah tiga hari ini Author kurang sehat π€§ nanti bisa kok direvisi supaya lebih enak bacanya π₯Ί
**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke π€ jangan lupa dukungannya ya π tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya yaπ tapi jangan pedas-pedas yaπ takut aku nggak sanggupπ
*stop menjiplakπ«**
__ADS_1