Victoria Sang Pelakor

Victoria Sang Pelakor
Bab 19


__ADS_3

Selesai sarapan Keenan dan Audy memutuskan untuk ke butik mencari pakaian untuk acara pembukaan hotel milik Arga. Sedangkan Mama Mita mengunjungi rumah salah satu temannya di kebetulan tinggal di kota Malang.


"Bagaimana mas ? bagus tidak ?" tanya Audy yang sedang mencoba beberapa dress.


"Iya bagus kok." jawab Keenan singkat


"Iss... mas ini kenapa sih ? dari tadi jawabannya itu-itu aja. Lagi mikir apa sih mas ?" Audy merasa kesal sebab Ia sudah mencoba beberapa dress namun setiap kali meminta pendapat jawaban Keenan hanya *Ok* *Bagus*. Nggak ada sedikitpun pujian yang keluar dari mulutnya


"Lalu mas haru bilang apa ? Kan memang dress-nya bagus." ucap Keenan yang tidak peka dan tidak merasa bersalah sedikitpun.


"Puji Audy kek, bilang cantik sayang atau apalah !" ucap Audy to the point


"Tak perlu diucapkan pun orang sudah tau kalau kamu cantik." Jawab Keenan.


Audy yang tak ingin memperpanjang masalah memilih untuk menahan amarahnya. Ia lalu memilih baju yang menurutnya cocok.


Setelah selesai mereka memutuskan untuk mencari makanan siang.


"Mas semalam mimpi buruk lagi ?"


"Hm" jawab Keenan singkat.


Perasaan Keenan saat ini sangat kacau, kali ini Dia benar-benar mimpi buruk. Biasanya Ia akan memimpikan tiga anak kembar yang selalu memintanya hidup bersama dengan wanita itu. Tapi kali ini berbeda, Ia bermimpi jika ketiga anak itu sudah tidak menginginkannya lagi, yang Ia ingat ketika melihat anak kembar itu tertawa bahagia bersama Mommy-nya dan pria lain.


'Kenapa aku sangat kesal melihat mereka memilih pria lain menjadi Daddy mereka ? Padahal itu hanya mimpi.' batinnya.


...****************...


"Mas Arga lihat apa ?" tanya Victoria saat melihat Arga sedang menatap mobil yang baru saja meninggalkan butik yang akan menjadi tempat mereka mecari baju.


"Ah... itu aku tadi lihat teman kuliahku dengan istrinya. Pengen manggil tapu keburu jalan mobilnya." jawab Arga yang melihat mobil Keenan melaju.


"Oh... kirain apa " ucap Victoria


"Memangnya kenapa ? kamu takut kalau aku melirik seorang wanita ? jangan cemburu begitu dong. hehehhe" ucap Arga menggoda Victoria


"Iss... mana ada begitu. Ya udah masuk yuk." ucap Victoria


Victoria dan Arga masuk memilih-milih pakaian. Victoria mulai mencari-cari dress murah. Namun harga dress butik ini semuanya di atas lima juta.


"Kenapa mahal sekali" ucapnya lirih saat melihat harga dress yang Ia pegang.


"Apa kamu suka yang itu ?" tanya Arga


"Tidak, bagaimana kalau kita cari butik lain ?" ucap Victoria yang merasa tidak enak hati jika Arga membelikannya pakaian mahal. Dia cukup tau diri hanya menumpang hidup dan merepotkan Arga.


"Loh kenapa ? Memangnya kamu tidak menemukan yang cocok ? padahal ini butik yang paling banyak orang-orang rekomendasikan." ucap Arga


"Bukan begitu, hanya saja terlalu mahal." jelas Victoria. Jika dulu Victoria tidak melihat bandrol harga saat shopping, berbeda dengan kali ini. Keadaan sudah berubah seratus delapan puluh derajat.


"Tak masalah jika kamu suka. Sekarang kamu coba yang kamu pilih tadi ! Mbak bawa pakaian yang disentuhnya tadi !" ucap Arga

__ADS_1


"Mas Arga nggak perlu ! Vivi ingat jika di apartemen Vivi masih punya dress yang baru dipakai dua kali" ucap Victoria mencari alasan.


"Coba sekarang ! atau kita akan tetap disini sampai kamu menemukan dress yang kamu sukai." ucap Arga mengancam


Mau tidak mau Victoria menurut dengan Arga. Ia mulai mencoba beberapa dress dan meminta pendapat Arga.


"Kamu cantik banget Vi" ucap Arga terpana melihat Victoria memakai dress berwarna hitam dengan panjang selutut.


Victoria yang mendengar pujian Arga tersenyum manis.


"Kamu pilih yang itu saja ! soalnya kamu terlihat elegan memaki itu." puji Arga


"Tapi harganya juga elegan, hehehhe" ucap Victoria.


"Tidak masalah Vi, untuk kamu mas akan melakukan apapun selama mas masih mampu. Karna mas sudah menganggap kamu sebagai keluargaku sendiri. Jadi jangan sungkan-sungkan jika membutuhkan sesuatu." ucap Arga jujur


Victoria melihat ketulusan dalam mata Arga, bahkan hatinya menghangat saat Arga mengatakan jika dirinya sudah dianggap sepeti keluarga sendiri.


"Kita pulang sekarang ! kasihan Baby Triplet K kalau nungguin kamu kelamaan." ucap Arga. Sebenarnya bukan karna kasihan saja dengan Baby Triplet, tapi Arga merasa sangat rindu dengan ketiga bayi kembar itu.


"Oh iya, nanti malam ada dua baby sitter yang akan membantu Nur menjaga Baby Triplet. Jadi kamu tidak kerepotan nantinya." lanjut Arga


"Kenapa haru manggil baby sitter lagi ? padahal kan dibantu Nur juga tidak akan kerepotan." jawab Victoria protes


"Nurut aja kenapa sih !" ucap Arga yang tidak menerima penolakan. Ia kemudian mengacak-acak rambut Victoria sehingga membuat wanita itu manyun. Arga terkekeh melihat wajah Victoria


'Semoga saja feeling Mami dan Papi benar. Jika kamu benar yang selama ini kami cari, maka kamu akan menjadi ratu di keluarga Wijaya.' ucapnya membatin.


Saat Mami Alice masuk ke kamar Victoria untuk membantu Bunda Elis memandikan Baby Triplet K, Ia sempat melihat foto yang terpajang di dinding.


Mami Alice mendekat kearah foto itu, foto dimana Victoria dicium oleh kedua orang tuanya.


"Cantik sekali kamu" Mami Alice menatap lekat wajah Victoria, tampa sengaja Ia melihat liontin yan dipakai Victoria.


Deg. 'Kalung itu ?' Mami Alice kaget melihat liontin itu.



'Anna' Mani Alice mematung, diam dan sibuk dengan berbagai macam pikirannya.


"Eh ternyata ada mbak Alice" ucap Bunda Elis saat melihat Mami Alice berdiri di depan foto keluarganya.


Mami Alice kaget, lalu tersenyum kaku.


"Eh... Cucu oma sudah mandi." ucapnya segera menggendong salah satu Baby K.


"Iya Oma, kami semua sudah mandi dan harum" jawab Bunda Elis menirukan suara anak-anak.


"Kenapa mereka tampan sekali ? Pasti Daddy-nya juga tampan." tanpa sadar ucapan Mami Alice membuat Bunda Elis terdiam.


Baby Triplet K sudah memakai baju, mereka lalu dibawa keluar dari kamar.

__ADS_1


Sedangkan di dapur Arga dan Papi Wijaya sudah menunggu.


"Bunda sama Mami makan duluan aja ! Biar Baby Triplet K Vivi yang jagain." ucap Victoria berjalan menuju ruang tengah.


"Ya sudah kita makan dulu ya, nanti gantian dengan kamu sayang." ucap Bunda Elis segera berlalu ke arah dapur diikuti Mami Alice.


"Mbak, kenapa makin hari mereka makin tampan sih" ucap Nur gemas melihat Baby Triplet K.


"Ya mana ku tahu. Mungkin karena mamanya cantik" jawab Victoria terkekeh


"Kasihan sekali mereka ditinggal sama papanya. Pasti papa mereka akan menyesal nanti." ucap Nur mampu membuat Victoria terdiam.


"Eh... ma-maaf mbak, bu-bukan mak-" kalimat Nur terpotong saat Victoria menjawab.


"Tidak apa-apa." ucapnya tersenyum.


'Mana mungkin Dia menyesal ?, sedangkan Dia sendiri tidak tau jika bibitnya tumbuh subur di rahimku." batin Victoria


Setelah selesai sarapan, Mami Alice, Papi Wijaya dan Arga balik ke apartemen sebelah.


Sesampainya mereka Mami Alice mulai membuka suara.


"Pi... Arga kalian tau tidak mami melihat apa di kamar Victoria ?" tanya Mami Alice


"NGGAK!" jawab Papi Wijaya dan Arga serentak.


"Ckk... kompak banget sih. Mami ini lagi serius kalian malah bercanda." ucap Mami Alice kesal.


"Lah kan Mami sendiri yang bertanya. Iya kan Pi ?" ucap Arga dianggauki oleh Papi Wijaya.


"Ok-ok kita bicara serius sekarang ! Jadi tadi pas Mami masuk kamar Victoria, Mami melihat foto Victoria bersama dengan Ayah dan Bundanya." ucap Mami Alice


"Lalu ?" tanya Papi Wijaya penasaran


"Mami melihat dalam foto itu jika Victoria memakai kalung yang berpasangan dengan kalung Mami." jawab Mami Alice dengan mata yang mulai berembun.


"Apa mama berpikir jika Dia Anna ?" tanya Arga dan Mami Alice mengangguk.


"Tapi bisa jadi kan kalung itu hanya kebetulan sama." ucap Arga yang tidak ingin Mami Alice berharap lebih, meski dirinya juga berharap jika Victoria adalah Anna sang adik yang hilang saat masih kecil.


"Benar kata Arga Mi, bisa saja kalung itu hanya mirip." ucap Papi Wijaya membenarkan perkataan Arga.


Tampak sang Mami merasa kecewa, tapi dalam hatinya masih berharap jika Victoria adalah Anna.


**Flashback Of**


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke 🤗 jangan lupa dukungannya ya 🙏 tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas ya😅 takut aku nggak sanggup🙈


*stop menjiplak🚫**

__ADS_1


__ADS_2