
Victoria menggeliat saat merasakan cahaya matahari menyengat kulit wajahnya. Ia yang masih setengah sadar membuka matanya dengan pelan dan yang Ia tangkap adalah wajah seorang laki-laki yang begitu tampan. Tangannya ter-ulur menyentuh wajah Keenan.
"Apa ini ? Kenapa seperti nyata ?" ucapnya saat kulitnya menyentuh wajah Keenan. Lama Ia terdiam menatap lekat wajah pria itu, namun semakin lama Ia semakin sadar jika dirinya sedang tidur dengan papa dari anak-anaknya. Matanya seketika membulat saat kesadarannya benar-benar sudah terkumpul. Victoria yang ingin teriak karna kaget dirinya tidur dengan Keenan langsung terbungkam saat Keenan mendaratkan kecupan.
"Cup... Morning Kiss" ucap Keenan dengan suara khas orang yang baru bangun tidur. Ia tersenyum seolah dirinya tidak melakukan kesalahan. Sedangkan Victoria semakin membulatkan matanya saat mendapatkan serangan mendadak dari Keenan.
"Apa tidurmu nyenyak ?" tanya Keenan saat melihat Victoria masih terdiam dengan mata melotot. "Heii ada apa dengan wajahmu ini?" tanya Keenan pura-pura tidak mengerti ekspresi Victoria. "Bangunlah ! Sebelum Baby Kita bangun" titah Keenan dengan lembut tanpa melepas tatapannya kepada Victoria.
"Kenapa Kau bisa ada disini ?" tanya Victoria dengan suara keras. Ia menatap tajam Keenan yang telah lancang tidur dengannya, bahkan tanpa rasa malu Ia juga mengecup bibirnya.
"Hust... pelankan suaramu sayang" pinta Keenan menaruh jari telunjuknya tepat dibibir Victoria. Dengan cepat Victoria menghempaskan tangan Keenan.
"Kutanya sekali lagi, kenapa Kamu bisa masuk dan tidur disini ?" nada bicara Victoria terdengar tegas namun dengan suara yang pelan karena Ia sadar jika Baby Triplet K sedang tertidur.
"Kamu lupa mengunci pintu sayang, jadi jangan salahkan Aku jika bisa masuk ke kamar ini !" jawab Keenan santai.
Victoria merasa jengah dengan kata-kata yang dikeluarkan Keenan. 'Sayang ? Memangnya Aku ini kekasihnya apa, seenaknya saja memanggilku Sayang ?' batin Victoria Geram.
"Kenapa bisa pintunya tidak terkunci ? sedangkan jelas-jelas semalam Aku mengunci pintu sebelum tidur ?" ucap Victoria lirih. Keenan yang mendengar guman Victoria yang bertanya pada diri sendiri hanya mampu menahan tawa.
Jelas saja pintu kamar ini terkunci, tapi jangan lupa jika ini rumah milik Keenan ! Jadi bisa dipastikan Ia memiliki kunci cadangan kamar ini.
"Kau menipuku ?" tanya Victoria menyipitkan matanya. Ia baru sadar jika pasti Keenan memiliki kunci cadangan.
Sedangkan Keenan hanya mengedikkan bahu. Ia berdiri dan masuk kamar mandi meninggalkan Victoria dalam kekesalannya.
Tak berselang lama Victoria mendengar ketukan pintu. "Masuklah !" perintah Victoria setelah membuka pintu.
"Mbak Baby Triplet K belum bangun ?" tanya Nur saat melihat ketiga bayi kembar itu masih berada dalam box bayi. Victoria hanya menggunakan kepalanya.
"Semalam begadang mereka mungkin begadang Sampai-sampai tertidur nyenyak seperti ini." tutur Lilis.
__ADS_1
"Nggak kok, mereka tidurnya nyenyak" celetuk Victoria yakin karna dirinya bisa tertidur nyenyak semalam karna tidak terdengar suara tangisan Baby Triplet K.
Namun seketika Victoria terlihat bingung saat melihat botol susu yang terletak di atas nakas. 'Apa jangan-jangan...' seketika pikiran Victoria tertuju dengan Keenan.
*Flashback On*
"Boleh Aku jujur ?" tanya Keenan dengan mata terpejam seolah berbicara dengan Victoria. "Aku jatuh hati denganmu." lanjutnya, kemudian ikut masuk ke alam mimpi.
Beberapa saat setelah Keenan masuk alam mimpi, Baby Kenza tiba-tiba menangis membuatnya terbangun. Keenan segera berjalan menuju box Baby Kenza sebelum suara tangisannya membangunkan kedua saudaranya.
"Cup...Cup... Tenang ya boy ! nanti bisa-bisa kedua adikmu terbangun." Ucap Keenan yang berusaha menenangkan Baby Kenza. Ya Dia sudah tau cara membedakan Baby Triplet K, meski masih agak sulit untuknya. Namun jika mereka menangis Keenan sudah bisa tau.
Baby Kenza ketika menangis suaranya yang paling kencang dan sulit berhenti. Sama halnya dengan Baby Kenzo, hanya saja bedanya Baby Kenzo akan terdiam saat diberi mainan. Sedangkan Baby Kenzie yang paling anteng, jarang sekali Ia menangis, bahkan Baby Kenzie jarang tertawa atau tersenyum saat diajak bicara dan bermain.
Keenan meletakkan Baby Kenza di atas ranjang. Ia menghangatkan asi yang sudah dipompa Victoria tadi. Tak lama setelah Baby Kenza selesai minum susu, Baby Kenzie dan Baby Kenzo ikut terbangun.
Keenan kemudian mengganti popok Baby Triplet K setelah diberi susu. Ia terlihat seperti seorang papa yang siap siaga dan berpengalaman, padahal inj adalah pengalaman pertamanya. Namun Ia bisa terlihat telaten.
"Heiii... apa putra-putranya Daddy ingin bermain ?" tanya Keenan mengajak ketiga putranya berbicara saat melihat nata mereka masih terbuka lebar.
Sangat lama Keenan bermain dengan putranya, dirinya yang sempat dilanda rasa kantuk hilang entah kemana.
Melihat Baby Kenza dan Kenzo menguap Keenan membawa mereka kembali ke box bayi dan memberi mereka sebotol susu lagi. Setelah melihat kedua putranya tertidur Keenan kembali ke ranjang melihat Baby Kenzie yang masih terjaga. Untung saja Baby Kenzie tidak aktif, jika tidak bisa-bisa Baby Kenzie sudah terjatuh dati ranjang.
"Astaga... Maafkan Daddy ! Daddy melupakan jika putra Daddy yang satu ini masih asik bermain di atas ranjang." Ucap Keenan yang sadar jika dirinya melupakan bayinya yang satu ini.
"Hei boy... apa Kamu tidak ingin tidur seperti Kakak dan adikmu ?" tanya Keenan mengajak Baby Kenzie bicara. Seperti biasa Baby Kenzie tidak merespon, hanya tangan dan kakinya yang selalu Ia gerakkan.
"Kenapa Kamu tidak bisa tersenyum dengan Daddy ? Tidak seperti Baby Kenza dan Baby Kenzo saat diajak bicara pasti tersenyum atau tertawa. Tapi lihatlah dirimu boy ! Kamu tidak berekspresi sama sekali" Keenan terus mengajak Baby Kenzie berbicara. Sebenarnya Ia sudah sangat kantuk, namun tidak mungkin juga Ia meninggalkan Baby Kenzie bermain sendiri.
"Boy... tidur ya ! Daddy sudah ngantuk nih. Lihat kedua saudaramu sudah tidur nyenyak. Mommy juga tertidur pulas. Jadi Kenzie tidur juga ya !" Ucap Keenan yang kemudian membawa Baby Kenzie kedalam box bayi.
__ADS_1
Baby Kenzie memang tidak rewel, tapi Ia yang paling susah diajak tidur. Baby Kenzie hanya akan tidur jika pahanya diusap-usap atau bokongnya yang ditepuk-tepuk halus.
Keenan berdiri didekat box Baby Kenzie, Ia terus menepuk-nepuk halus bokong mungil Baby Kenzie sampai Ia tertidur. Keenan menatap ketiga bayinya lalu mengecup pipi mereka bergantian. "Selamat malam anak-anak Daddy" gumamnya lalu membaringkan tubuhnya di samping Victoria.
Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Keenan memeluk tubuh Victoria dari belakang. Ia mengecup pucuk kepala Victoria begitu lama sebelum Ia ikut masuk dalam dunia mimpi.
*Flashback Of*
Victoria menunggu Keenan keluar dari kamar mandi. Baby Triplet K sudah dibawa turun oleh ketiga baby sitter-nya.
*Ceklek... Tak lama Keenan keluar dari kamar mandi, lagi-lagi Ia keluar menggunakan handuk sehingga membuat Victoria salah tingkah.
"Bi-bisa tidak kalau keluar kamar mandi jangan pakai handuk ?" ucap Victoria gugup.
"Bisa" jawab Keenan cepat "Jadi Kamu melarangku memakai handuk ?" tanya Keenan tersenyum menahan tawanya. Victoria mengganggukkan kepala sebagai tanda dirinya menjawab iya.
"Oh... maksud Kamu tidak menggunakan handuk sama dengan telanj*ng ?" tanya Keenan menggoda Victoria.
Victoria yang baru sadar jika dirinya salah berucap semakin dibuat tidak karuan. Terlebih lagi saat Keenan memeluk tubuhnya dari belakang.
"Kau ingin melihatku telanj*ng ?" bisik Keenan ditelinga Victoria yang membuat wanita itu semakin meremang. Jantung Victoria seperti berhenti saat Keenan membalikkan tubuhnya dan mengecup bibirnya. Victoria yang otaknya blank hanya mampu terpaku.
Melihat tidak ada penolakan dari Victoria, Keenan malancarkan aksinya. Yang tadinya hanya kecupan kini menjadi ciuman lembut yang lama kelamaan semakin menuntut. Victoria terbuai, Keenan benar-benar bisa membuatnya tunduk dengan sentuhan-sentuhan lembut yang pria itu berikan.
Keenan menghentikan aksinya sebelum Ia melakukan hal yang semakin jauh. Keduanya sama-sama mengatur nafas.Tangan Keenan masih memegang Pinggang ramping milik Victoria.
"Aku mencintaimu" Ungkap Keenan jelas terdengar ditelinga Victoria. Victoria melotot kemudian....
*Plakk...*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke 🤗 jangan lupa dukungannya ya 🙏 tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas ya😅 takut aku nggak sanggup🙈
*stop menjiplak🚫**