Victoria Sang Pelakor

Victoria Sang Pelakor
Bab 11


__ADS_3

"Tunggu-tunggu kamu bilang wanita yang hamil anakku ?" tanya Keenan tang diangguki Arya.


"Berarti Dia hamil ?" tanya Keenan tanpa sadar jika dirinya sudah mengakui telah menghamili seorang wanita.


"APA MAKSUDMU KEENAN ?" Teriak Mama Mita penuh intimidasi.


"Berarti kamu sudah tidur dengan seorang perempuan ? atau perempuan yang kamu hamili adalah Audy ?" tanya sang mama membuat Keenan langsung protes


"Bagaimana bisa Keenan menghamili Audy sedangkan bertemu saja tidak pernah ?" ucap Keenan


"Lalu siapa wanita itu ?" tanya mama Mita


"Bukan siapa-siapa." ucapnya enteng membuat sang mama naik pitam


Buk..buk..buk.. Mama Mita terus memberikan pukulan kepada anaknya karna tak mau jujur dan menyepelekan masalah ini.


"Berhenti ma !!! Mama bisa membunuh Keenan jika terus mama pukuli seperti ini" Keenan berusaha menghindar pukulan sang Mama


"Mama tidak akan berhenti sampai kamu jujur sama mama ! Beritahu mama siapa wanita itu ? mama akan memaksanya untuk menikah denganmu jika benar Ia mengandung cucuku." ucap mama Mita yang masih terus memukul Keenan.


"Iya...Iya... Keenan akan jujur, tapi mama berhenti dulu mukulnya ! sakit tau" ucap Keenan


"Sekarang beritahu mama siapa Wanita itu ?" ucap mama Mita dengan nafas tersenggal-senggal


"Mama akan menikahkan Keenan dengannya ?" tanya Keenan dengan keseriusan mamanya


"Iya. Mama akan menikahkan kamu dengan wanita itu, tapi harus jelas dan terbukti jika Dia memang mengandung calon cucuku." ucap sang mama


"Tak peduli wanita itu siapa ? darimana asalnya ?" tanya Keenan lagi


"Ck... berhentilah bertanya anak nakal ! katakan saja siapa wanita itu ! mama akan menerimanya tanpa melihat statusnya. Yang penting bukan wanita jadi-jadian" ucap sang mama dengan tegas.


"Kendra memang pernah bercinta dengan gadis itu. Tapi hanya semalam, dan masa iya langsung jadi ? berarti bibit Keenan sangat tokcer dong. Hahahah" ucapnya sambil tertawa


Plak... lagi-lagi Keenan mendapatkan pukulan di kepalanya. Melihat sang mama melotot membuatnya ciut.


"Jadi maksud Keenan itu kita memang ngelakuinnya, namun hanya semalam. Nggak pakai pengaman terus keluar di dalam sampai tiga kali." ucapnya tanpa rasa malu sedikitpun.

__ADS_1


"Siapa gadis malang itu ?" ucap sang mama tang merasa kasihan dengan wanita itu. Setelah dipakai oleh anaknya malah ditinggal begitu saja.


"Si pelakor" ucapnya singkat


"Ma-maksudmu ? ja-jangan bilang..." ucapan mama Mita terpotong. Ia tidak bisa membayangkan jika gadis yang Ia tiduri adalah gadis yang sama dengan yang ditiduri mantan menantunya yang kini menjadi narapidana.


"Hmm.. Wanita itu Ma" lagi-lagi ucapan Keenan membuat mamanya Emosi.


"Bagaimana bisa kamu tergoda dengan Wanita murahan itu ?" tanya mama Mita penuh emosi.


"Ceritanya panjang" jawab Keenan singkat dan memiliki niat sedikitpun untuk menjelaskan kebenarannya


"Mama tidak akan menerima cucu dari rahim wanita murahan itu. Tidak akan pernah" tolak sang mama kemudian meninggalkan kamar Keenan.


"Ck... Keenan juga tidak akan mau bertanggung jawab dengan wanita itu" ucapnya lalu menutup matanya yang terasa berat.


Baru beberapa menit Ia memejamkan mata, Keenan kembali terbangun karna merasakan gejolak di perutnya.


"Sial... Kenapa lagi ini ?" Ia segera bangkit dari tidurnya dan masuk ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.


"Jika terus begini bisa-bisa Aku meninggal gara-gara kekurangan gizi" ucapnya bergidik ngeri melihat wajahnya yang sangat kurus.


...****************...


Bunda Elis sekarang memilih untuk berjualan kue keliling. Dan beberapa kue buatannya dititipkan ke warung-warung kecil.


Bunda Elis selalu melarang Victoria membantunya karna kandungannya baru memasuki bulan kelima namun terlihat seperti umur tujuh bulan.


Victoria tidak pernah melakukan USG. Jadi Dia tidak bisa tau penyebab perutnya sangat besar.


"Bunda biar Vivi bantuin jualan ya hari ini ?" ucap Victoria yang merasa kasihan dengan sang Bunda.


"Jangan ! Bunda nggak mau kamu dan calon cuci oma kenapa-napa. Jangankan Jualan duduk manis di rumah aja kamu masih sering merasa cepat lelah apalagi jika keluar jualan kue keliling." ucap Bunda Elis mengusap sayang kepala putrinya.


"Tapi Bunda jangan terlalu memaksakan, jika sudah lelah Bunda lebih baik singgah istirahat !" ucap Victoria memeluk sang Bunda.


Disini lah Kota Malang yang menjadi pilihan mereka untuk melanjutkan hidup. Menjauh dari kota kejamnya Ibu kota Jakarta. Setelah dua bulan yang lalu dirinya tau jika Ia hamil anak Keenan, Ia akan berusaha menghindari pertemuan dan berharap tidak akan berjumpa dengan pria itu.

__ADS_1


...****************...


Beberapa bulan Victoria dan Bunda Elis menjalani hidup dengan berbagai macam kesulitan. Kandungan Victoria kini memasuki bulan Ke tujuh. Tapi perutnya sudah sangat besar. Jika menghitung dari hari terakhir Ia haid memang benar kandungannya baru memasuki Tujuh bulan.


Dimalam Hari Victoria merasakan sakit perut namun hanya sebentar dan akan hilang lagi, begitu seterusnya sampai Ia tidak dapat menahannya lagi.


"Bu-bunda... perut Vi-vi Sangat sa-kit" teriak Victoria memanggil Bunda Elis yang sedang menyiapkan bahan-bahan kue untuk membuat adonan nanti subuh.


"Ada apa sayang ? Ya Allah... Nak ketubannya sudah pecah" teriak Bunda Elis histeris.


Beruntung malam belum terlalu larut sehingga Bunda Elis dapat meninta bantuan dengan salah satu tetangganya.


Bunda Elis hanya memanggil Bidan untuk membantu anaknya melahirkan.


"Bun-da sa-kit" ucap Victoria saat merasakan perutnya semakin mules.


"Sabar sayang... Vivi harus kuat supaya dedenya cepat keluar." ucap Bunda Elis tang berusaha memberikan ketenangan dan kekuatan.


"Bu sepertinya bayinya tidak hanya satu. Ini baru pembukaan tiga tapi air ketubannya sudah mulai pecah. Jia menunggu pembukaan sempurna air ketuban akan habis. Sebaiknya kita bawa ke rumah sakit saja !" ucap sang bidan


Bunda Elis bingung, bagaiman Dia bisa membawa Victoria ke rumah sakit sementara mereka tidak mempunya biaya.


"Bu jangan banyak pikir, ini bisa bahaya untuk janinnya. Sebaiknya kita berangkat sekarang agar bisa dilakukan tindakan operasi." ucap sang Bidan


Mau tidak mau Victoria harus dilarikan ke rumah sakit. Masalah biaya akan Bunda Elis usahakan, yang paling penting calon cucu dan putrinya harus selamat.


...****************...


Di kota yang sama Keenan sedang mengurus proyek pembangunan hotel miliknya di kota Malang. Tapi Ia datang bersama sang Istri.


Yaa setelah keluar dari rumah sakit bertepatan dengan pulangnya sang kekasih dari luar negeri. Mama Mita memutuskan mempercepat pernikahan mereka tampa adanya acra tunangan.


Mama Mita sengaja menghindari kemungkinan besar Victoria datang meminta pertanggungjawaban Keenan. Ia tidak akan sudi menerima keturunan dari pelakor itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke 🤗 jangan lupa dukungannya ya 🙏 tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas ya😅 takut aku nggak sanggup🙈

__ADS_1


*stop menjiplak🚫**


__ADS_2