
...~HAPPY READING~...
"Kalian tetanggaan ?" tanya Mami Alice saat sudah berada di depan pintu apartemen Victoria.
"Iya Mi, sebenarnya Victoria hanya menumpang disini." ucap Victoria merasa tidak enak hati
"Menumpang ?" tanya Mami Alice
"Iya Mi, jadi ini tuh apartemen mas Arga." ucap Victoria.
"Arga kamu punya dua apartemen ?" tanya Mami Alice yang dianggauki Arga
"Tapi untuk apa beli dua ?' tanya Mami Alice lagi, anaknya ini ternyata terlalu boros. Bukannya beli rumah eh malah beli apartemen dua.
"Mi... Arga beli lagi apartemen karna apartemen Arga yang ini ditempati Victoria." jawab Arga
"Tapi kenapa nggak sekalian beli rumah aja sih ?" tanya Mami Alice lagi-lagi mempermasalahkan apartemen dan rumah.
"Iss... Mami ini mulai deh cerewetnya. Arg beli apartemen karna Arga pengen dekat-dekat sama Baby Triplet K, soalnya setiap kali Arga capek habis kerja, obatnya tuh ada di mereka." jawab Arga
"Maaf Mami, ini semua gara-gara Victoria yang membuat mas Arga repot dan kesusahan." ucap Victoria merasa tidak enak hati.
"Eh... nggak-nggak kok sayang, bukan begitu maksud Mami. Mami hanya..." ucapan Mami Alice terpotong saat Papi Wijaya angkat suara.
"Sudahlah Mi, Mami ini selalu saja mempermasalahkan sesuatu yang tidak penting, hal kecil jadi hal yang dibesar-besarkan. Sebaiknya kita segera masuk ! Papi juga nggak sabar pengen lihat Cucu Papi." ucap Papi Wijaya.
Saat masuk ketiga bayi kembar itu menangis, suara tangisannya saling bersautan. Victoria segera masuk ke kamarnya melihat Baby Triplet K.
"Bunda... Baby Triplet K kenapa ?" ucap Victoria khawatir
"Sepertinya mereka lapar. Asi yang kamu sediain tadi sudah habis." ucap Bunda Elis.
Victoria segera memberi kode kepada Arga agar keluar dari kamarnya. Yaa gara-gara mendengar suara tangis Baby Triplet K membuat Arga dan juga Mami, Papi ikut berlari ke kamar Victoria.
"Maaf apa Mami bisa tetap disini ?" tanya Mami Alice
"Silahkan Mami." jawab Victoria yang saat ini menyusui Baby Kenza.
Diantara ketiga Baby K, Kenza lah yang paling keras suaranya jika menangis, itu juga yang menjadi penyebab kedua adiknya ikut menangis.
Mereka bertiga sangat kuat menyusu pada sang Ibu. Victoria sampai kewalahan jika ketiganya lapar secara bersamaan.
Namun Ia menikmati masa-masa ini, menurutnya masa-masa seperti sangatlah berharga.
Victoria terus menyusui ketiga putranya secara bergantian.
"Wahh wajah mereka mirip sekali, tak ada yang berbeda sedikitpun." ucap Mami Alice.
"Kami sangat hebat bisa mengandung dan melahirkan tiga malaikat kecil sekaligus." lanjut Mami Alice.
"*Ah Mami terlalu memuji. Oh ya sampai lupa, kenakalan ini Bunda Victoria."
"Alice" "Elis*" Mami dan Bunda saling berkenalan.
__ADS_1
Sedangkan Arga dan Papi Wijaya duduk di ruang tamu.
"Arga apa kamu sudah menyelidiki latar kehidupan Victoria ?" tanya Papi Wijaya
"Untuk apa ? Arga tau kalau Vivi itu anak semata wayang dari keluarga Purnomo." ucap Arga merasa heran dengan permintaan sang Papi.
"Tidak kah kamu merasakan ? Papi merasa seperti telah mengenal Victoria sudah lama. Bahkan melihat mata Victoria Papi jadi ingat dengan Anna" ucap Papi Wijaya mulai sedih.
Anna adalah anak kedua Papi Wijaya dan Mami Alice. Tapi Anna hilang diculik oleh baby sitter yang mereka percayakan untuk menjaga Anna. Mereka sudah berusaha mencari namun tidak mendapatkan hasil. Hingga saat ini mereka menunggu suatu keajaiban mereka dipertemukan dengan Anna.
Mendengar kata-kata Papi Wijaya membuat Arga terdiam. Ia berpikir apa yang Papinya rasakan sama dengannya saat pertma bertemu dengan Victoria.
...****************...
Keenan, Audy dan Mama Mita sudah sampai di salah satu hotel di kota Malang. Mereka memutuskan istirahat lalu turun mencari makan malam.
Keenan dan Audy tidur bersama, sedangkan Mama Mita tentu saja tidur terpisah.
Keenan membaringkan tubuhnya yang terasa lelah, sedangkan Audy membersihkan tubuhnya.
...----------------...
"Haiii Daddy... Kami memunggu mu !"
"*Dadd... Kami merindukanmu"
"Daddy... bersatulah dengan Mommy"
"Daddy kita inging bahagia bersama Mommy dan Daddy"
Keenan terbangun dari tidurnya, nafasnya tersengal-sengal.
'Mimpi mereka lagi ?'
'*Kenapa mereka selalu hadir didalam mimpiku ?'
'Apa wanita itu hamil kembar tiga ?'
'Bagaimana keadaannya sekarang ?"
"Dia tinggal dimana ?'
'Apa Ia juga mengalami gejala yang sama denganku'
'Apa kehamilannya membuatnya sulit*'
pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benaknya membuatnya merasa tercubit.
'Heiii ada apa dengan perasaan aneh ini ? kenapa aku mengkhawatirkannya ?'
Keenan terus berperan dengan batinnya sendiri. Mungkin perasaan ini bawaan Baby-nya, itulah isi pikirannya.
Tanpa sadar dirinya mulai mengakui anak yang dikandung Victoria.
__ADS_1
"Mas ada apa ? Mimpi buruk lagi ?" tanya Audy melihat suaminya berkeringat dingin.
Keenan menganggukkan kepalanya.
"Mimpi apa emang ?" tanya Audy
"Ah lupakanlah mimpiku itu ! terlalu bruk untuk dibicarakan. Mas mau mandi dulu, habis itu kita turun cari makan malam."
Keenan segera berlalu dan masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Audy yang ditinggalkan merasa penasaran dengan mimpi yang hampir setiap malam membuat suaminya terbangun tengah malam.
'Kamu mimpi apa sih mas ? apa kamu pernah melakukan sesuatu atau mas pernah mengalami sebuah kejadian ?' tanya Audy dalam hati.
Audy mulai menyiapkan pakaian untuk Keenan. Setelah Keenan selesai bersiap-siap, mereka keluar dari kamar hotel bertepatan dengan Mama Mita keluar.
"Kita makam dimana ?" tanya Mama Mita
"Kita keliling aja dulu cari tempat ! Atau masu sudah ada rekomendasi tempat ?" ucap Audy.
"Hm... Kita makan di cafe xxx aja" jawab Keenan segera meluncur ke tempat yang Ia sebut.
Setelah selesai makan malam, mereka hendak pulang menuju arah parkir. Tanpa sengaja Keenan menabrak seorang wanita paru baya.
Deg. keduanya sama-sama kaget, begitu juga dengan Mama Mita saat melihat siapa yang di tabrak Anaknya.
"Tante nggak apa-apa ?" tanya Audy
Namun yang ditanya hanya Diam, Audy melirik suami dan mama mertuanya juga sama-sama terdiam.
'Aneh' batin Audy.
Bunda Elis segera mengambil barang bawaannya yang terjatuh, Keenan bisa melihat barang belanjaan Bunda Elis.
'Popok bayi dan beberapa perlengkapan bayi ?' tanya Keenan membatin
Bunda Elis segera berjalan menuju sebuah mobil yang didalamnya sudah ada Arga menunggu.
'Kenapa bisa nyonya Elis menaiki mobil mewah ? Aahh... mungkin Dia menjadi pembantu atau mungkin saja baby sitter ? karena tadi aku melihatnya membawa perlengkapan bayi.' batin Keenan
'Kenapa banyak perlengkapan bayi yang dibawa ibu pelakor itu ? apa pelakor itu sudah melahirkan cucuku ? isss... ada apa denganku ini ? anak yang keluar dari rahim pelakor itu bukanlah cucuku, meski Ia bagian dari Keenan sekalipun." batin Mama Mita.
"Mas,, Mama,,, Ayo balik ke hotel." ajak Audy
Keenan dan Mama Mita segera tersadar, Mereka lalu masuk mobil dan segera pulang beristirahat di hotel.
"Mas kenal dengan ibu yang mas tabrak tadi ?" tanya Audy saat sudah sampai di hotel.
"Tidak" jawab Keenan cepat dan tegas.
Mereka lalu mencoba untuk tidur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke 🤗 jangan lupa dukungannya ya 🙏 tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas ya😅 takut aku nggak sanggup🙈
__ADS_1
*stop menjiplak🚫**