
Sebulan kemudian, tampak seorang wanita memakai gaun putih dengan makeup natural terlihat sangat elegan. Wanita itu begitu gugup karena hari ini Ia akan mengikrarkan janji suci bersama dengan kekasih hatinya.
"Wah... Anak Mami cantik sekali..." Puji Mami Alice saat melihat Victoria.
"Mami bisa aja."
"Akhirnya anak Bunda akan menjadi seorang istri. Berbahagialah nak ! Bunda akan selalu mendoakan kamu."
Tanpa terasa mata ketiga wanita itu berkaca-kaca. Victoria memegang tangan Mami Alice dan Bunda Elis dengan erat.
"Terima kasih Bunda, telah merawat Vivi sepenuh hati, terima kasih Mami karena telah melahirkan Anna. Kalian adalah ibu-ibu yang hebat dalam hidupku"
Ketiganya berpelukan menyalurkan kehangatan dari kasih sayang seorang ibu dan anak. Betapa beruntungnya Victoria bisa memiliki dua wanita hebat yang selalu mendukung dan mendoakannya di setiap langkah hidupnya.
"Eh... Kenapa malah nangis ? Acara udah mau mulai." Ucap Arga yang kesal karna mempelai wanitanya belum muncul padahal udah ditungguin dari tadi.
"Ya ampun, Mami sama Bunda Elis niatnya mau jemput putri cantik ini, eh malah tinggal mewek. Hehehe "
Victoria berjalan begitu anggun diatas karpet merah, didampingi oleh kedua ibunya dan Triplet K berjalan didepannya.
Keenan yang melihat calon istrinya dari kejauhan tanpa terasa menjatuhkan air matanya. Ia merasa sangat bahagia akhirnya bisa menikahi gadis kecilnya, ibu dari anak-anaknya, wanita yang Ia cintai.
Keenan mengucapkan janji suci dengan lantang, terdengar begitu sakral di telinga para saksi dan tamu undangan, dan akhirnya keduanya resmi menjadi pasangan suami istri setelah para saksi mengatakan sah.
Air mata kebahagiaan keluar membasahi pipi wanita cantik itu. Akhirnya setelah melewati berbagai macam kesulitan kini mereka bisa bersatu.
Victoria mencium tangan suaminya yang kemudian dibalas kecupan di keningnya. Keenan menatap Victoria begitu dalam hingga membuat wanita itu merasa malu. Keenan tersenyum saat melihat wajah istrinya memerah.
"Kamu begitu cantik. Aku mencintaimu Victoria sang Pelakor." Bisik Keenan membuat wanita itu terkekeh.
"Bukan Victoria sang Pelakor tapi, Victoria sang mantan Pelakor. Hahaha" keduanya pun terkekeh.
"Ck... Pak penghulunya belum pulang jadi, jangan macam-macam dulu !" Teriak Arga saat melihat Keenan ingin nyosor.
"Iri bilang bos !" Balas Keenan dan Victoria bersamaan.
__ADS_1
Semua orang tertawa bahagia melihat kebahagian yang terpancar dari wajah kedua mempelai. Tak ketinggalan Triplet K juga merasa sangat senang karena, mereka sudah bisa tinggal bersama dengan papa kandung mereka.
"Yeayyy akhirnya Papa dan Mama menikah." Sorak dari Kenza dan Kenzo. Sementara Kenzie yang memiliki sifat yang dingin hanya tersenyum dan memandang kedua orang tuanya.
"Selamat ya sayang ! Semoga kalian senantiasa diberikan kebahagian." Mama Mita memeluk tubuh menantunya dengan erat yang dibalas pelukan juga dari Victoria.
"Terima kasih Ma, telah memberikan restu untuk kami."
"Sudah seharusnya Mama merestui hubungan kalian. Meskipun cukup terlambat " suara Mama Mita terdengar lirih.
Victoria yang mengerti perasaan sang Mama mertua menyenggol tangan suaminya. Wanita itu memberikan kode-kode dari gerakan mata. Keenan tak tahan melihat ekspresi wajah istrinya segera mencubit pipi wanita itu.
Keenan lalu menatap Mama Mita, wanita yang sudah melahirkannya, wanita yang telah membesarkannya dengan kasih sayang yang tak terhingga. Meskipun, pernah dibuat kecewa tapi itu sudah menjadi masa lalu.
"Mama tidak ingin memeluk Keenan ?"
Mama Mita yang mendengar ucapan Keenan semakin menangis. Setelah lima tahun Keenan mendiaminya akhirnya putranya mau berbicara lagi dengannya.
Keenan yang melihat Mama Mita masih terdiam segera menarik pelan sang Mama masuk kedalam pelukannya.
"Maafkan Keenan Ma ! Keenan sudah membuat Mama bersedih dan berusaha menjauhi Mama selama ini." Ucap Keenan dengan tulus.
Keduanya menangis dan saling melepas rindu. Meskipun mereka hampir setiap hari bertemu namun, Keenan selalu menciptakan jarak dengan sang Mama.
Waktu terus berjalan hingga tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul empat sore. Kedua pengantin baru itu masuk kedalam kamar hotel untuk istirahat karena, sebentar malam masih ada acara lagi.
Victoria tampak canggung saat berduaan dengan Keenan didalam kamar meskipun, ini bukan kali pertamanya tapi, tetap saja wanita itu merasa gugup.
"Kenapa belum buka gaunmu sayang ?"
"Ee... Itu... Bi-sakah Mas keluar sebentar ?" Jujur saja jantung Victoria saat ini berdegup sangat kencang.
"Sayang... Kamu mengusir Mas ?"
"Bu-bukan begitu Mas, aku hanya me-"
"Merasa malu ?" potong Keenan, "aku ini suami kamu sayang, jadi kamu jangan pernah merasa malu lagi dengan Mas !" Lanjut Keenan.
__ADS_1
Keena berjalan memeluk tubuh Victoria sehingga membuat wanita itu tidak bisa bernafas sangking gugupnya.
"Mas bantu buka ya, habis itu kita mandi bareng !" Pria itu mulai menurunkan resleting gaung Victoria.
"Ma-mandi ba-bareng ?" Tanya Victoria semakin tidak karuan.
"Iya" jawab Keenan lalu menarik gaun istrinya hingga gaun itu terjatuh ke lantai.
"Akh.... Mas ngapain ?" Seketika Victoria berteriak saat merasakan tubuhnya diangkat ala-ala karung beras oleh Keenan.
Mereka masuk dan mandi bareng serta melakukan ritual suami istri di dalam kamar mandi. Tentu saja Keenan harus berusaha keras membujuk sang istri agar mau menemaninya olahraga sebelum membersihkan tubuh mereka.
Victoria keluar kamar mandi dengan wajah ditekuk, wanita itu sangat kesal karena sang suami yang tadinya berjanji akan melakukannya sekali tapi nyatanya ? Keenan justru melakukan pelepasan hingga tiga kali.
"Jangan cemberut seperti itu sayang ! Nanti cantiknya hilang loh."
Victoria tidak menanggapi ucapan Suaminya lagi. Wanita itu memilih tidur mumpung masih memiliki waktu satu jam setengah sebelum bangun bersiap-siap untuk acara resepsi nanti malam.
Keenan yang melihat istrinya sudah tidur ikut membaringkan tubuhnya dan memeluk erat sang istri.
🌟🌟🌟🌟🌟
Sementara Arga dan Disty saat ini sedang bertengkar karna membahas soal pernikahan. Arga memang sudah melamar tapi, mereka sepakat untuk tunangan dulu, lebih tepatnya Disty yang belum siap sehingga memaksa Arga agar mereka tunggangan saja dulu.
Wanita itu masih memiliki trauma untuk membina rumah tangga. Terlebih lagi pertemuannya kembali dengan Arga baru satu bulan. Wanita itu masih meragukan keseriusan Arga.
"Kanapa kamu selalu nolak jika diajak untuk segera menikah ?" Tanya Arga dengan suara yang sedikit tinggi, "Apa kamu masih meragukan keseriusanku ? Atau kamu memang tidak ingin menikah denganku ?"
"Cukup Arga ! Kenapa kamu bisa berpikiran begitu ? Aku belum siap menikah karna sedang mempertimbangkan jalan apa yang akan aku ambil. Aku tidak mau salah langka lagi, bukan karna aku tidak mencintaimu." Balas Disty.
"Pernikahan itu tak hanya tentang saling mencintai, saling menerima kekurangan, saling melengkapi. Tapi pernikahan juga butuh planning yang mateng agar suatu saat pernikahan kita tidak bermasalah." Lanjutnya lagi.
"Rumah tangga itu pasti ada pasang surutnya. Tidak ada rumah tangga yang terbebas dari masalah. Jika kamu selalu berpikiran seperti ini dan selalu egois maka aku jamin pernikahan kita takkan pernah terjadi. Hubungan kita hanya akan jalan ditempat terus tanpa adanya kemajuan. Mas tau kamu trauma dengan pernikahanmu yang dulu tapi, bukan berarti kamu bisat terus-menerus menjadikan itu kendala dalam hubungan kita." Disty terdiam saat mendengar perkataan Arga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke 🤗 jangan lupa dukungannya ya 🙏 tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas ya😅 takut aku nggak sanggup🙈
__ADS_1
*stop menjiplak🚫**