Victoria Sang Pelakor

Victoria Sang Pelakor
Bab 31


__ADS_3

Ciuman Keenan dan Victoria berlangsung lama, keduanya sama-sama merasakan getaran berbeda di hati mereka. Hingga tak sadar jika bahaya sedang mengintai mereka.


*PLAK... Seketika Keenan mengelus kepalanya yang sakit.


"Auuu... siapa yang berani memukul kepala-" seketika Keenan terdiam saat melihat kebelakang.


"Beraninya Kalian berbuat mesum didepan Cucu-cucuku" Geram Bunda Elis.


Ya... yang memukul kepala Keenan adalah Bunda Elis.


Keenan yang mendapat pukulan hanya bisa menggaruk kepalanya yang terasa sakit dan juga gatal.


Sedangkan Victoria jangan ditanya lagi! Wajahnya sudah merah seperti kepiting rebus. Keduanya mendadak salah tingkah.


'Akhhh... Malu sekali🙈' Batin Victoria menjerit


'Dasar Keenan bod*h! bisa-bisanya Kamu nggak bisa tahan diri. Kan jadi malu' Gerutu Keenan mengumpat dirinya sendiri.


"Kamu!" tunjuk Bunda Elis dan menatap tajam Keenan "Jangan coba sekali-kali menggoda anakku ! Jika Kamu sampai berani menggoda anakku dan menciumnya disembarang tempat, maka Aki akan memukul kepalamu menggunakan balok kayu." Ancam Bunda Elis


'Tadi katanya nggak boleh cium anaknya disembarang tempat ? Itu artinya bisa ditempat-tempat yang tersembunyi dong ? heheheh' Keenan terkekeh geli dengan pikirannya.


"Dan untuk Kamu Vi! Jangan sekali-kali tergoda dengan buaya ini! jadikan masa lalu itu sebagai pelajaran !" nasihat Bunda Elis kepada Victoria.


Victoria hanya mengangguk paham. Ia mencoba untuk tegas dengan hatinya agar tak mengalami kejadian serupa.


'Benar kata Bunda, Aku tidak boleh jatuh hati dengan sikat pria ini ! Bisa saja Dia hanya berpura-pura untuk mengambil Baby Triplet K' Batin Victoria yang berusaha menekan perasaannya. Karna jika boleh jujur, dirinya mulai tergoda oleh sikap Keenan semenjak Ia melihat sisi baik laki-laki itu pagi tadi.


Setelah Bunda Elis memberikan mereka wejangan, Ia kemudian kembali ke dapur untuk menyediakan makan malam.


Victoria dan Keenan kemudian saling terdiam. Mereka larut dalam pikiran masing-masing.


...****************...


Arga berusaha untuk menghubungi Victoria, namun hasilnya nihil. Ternya Victoria telah memblokir nomornya.


"Apa sebegitu kecewanya Kamu sampai memutuskan untuk tidak berkomunikasi denganku ?" ucap Arga putus asa.

__ADS_1


Lalu tiba-tiba saja terlintas dipikirannya untuk mencari tau hubungan Victoria dengan Keenan. Meskipun itu bukan hal yang mudah untuk diselidiki, namun Arga akan mencobanya.


"Halo!" sapa Arga saat panggilan terhubung. "Aku bisa minta bantuan ?" Tanyanya kepada si penerima telpon.


"*******"


"Ok, Baiklah! Besok kita bertemu!" Ucap Keenan sebelum mengakhiri panggilan.


"Aku akan melakukan segala cara agar Vivi bisa kembali bersamaku." Tekat Arga "Karna Aku yakin Kamu adalah Anna, adik yang selama ini kucari" lanjutnya dengan nada yang penuh keyakinan.


"Arga" Teriak Mami Alice memanggil namanya


"Ada apa Mi?" sahutnya bertanya


"Makan malam dulu ! Jangan kerja mulu !" perintah Mami Alice


"Iya, nih dikit lagi selesai." Jawab Arga yang kembali melanjutkan pekerjaannya yang hampir selesai.


Sebelum keluar Arga menatap buku diary milik Victoria. "Aku akan mencoba membacanya lagi setelah makan malam. Mungkin saja masih ada petunjuk disana." ucapnya lalu memasukkan buku diary itu kedalam laci meja kerjanya.


"Masih dalam kamar, bentar lagi keluar." jawab Mami Alice menyiapkan makanan untuknya.


"Kapan nikah ?" sontak saja pernyataan Mami Alice membuat Arga tersedak. "Mami udah tua loh. Mami udah nggak kuat ngurus Kamu." lanjut sang Mami dengan suara yang dibuat sedih.


"Nanti Arga pikirkan jika Anna sudah ketemu." jawab Arga membuat sang Mami mengerucutkan bibirnya. Arga hanya tertawa melihat ekspresi Mami Alice.


'Mungkin Aku tidak akan menikah seperti permintaan Mami. Aku akan memilih hidup sendiri saja.' batin Arga. Ia memiliki trauma untuk menjalin hubungan dengan wanita, setelah cinta pertanyaan kandas.


...****************...


Setelah makan malam, semua penghuni rumah memasuki kamar. Bunda Elis yang memang tidak ingin melihat keberadaan Keenan karna masih sakit hati dengan perlakuan Keenan terhadap Victoria beberapa bulan yang lalu. Yang hanya menghamili tapi tidak bertanggung jawab.


Sedangkan Victoria yang memang kelelahan setelah berkeliling siang tadi, akhirnya memilih mengistirahatkan tubuhnya.


Kebetulan Baby Triplet K juga sudah tidur. Sebelum berbaring dirinya menyempatkan untuk memompa ASI terlebih dahulu. Kemudian memasukkannya dalam kulkas mini yang sudah disediakan oleh Keenan.


Ya... Kamar ini sudah diberi fasilitas yang memudahkan Victoria mengurus Baby Triplet K. Selain kulkas mini, dikamar ini juga sudah disediakan alat penghangat Asi. Baby Triplet K juga sudah tidak tidur di kasur bersamanya. Melainkan tidur dalam box yang tadi siang dipesan Keenan. Keenan benar-benar memanjakan Baby Triplet K.

__ADS_1


Sementara Keenan berada dikamar sebelah. Ia menunggu waktu agar bisa masuk mengecek ketiga bayinya. Jika Victoria belum tidur, maka akan sulit untuk dirinya bertemu dengan putra-putranya.


Setelah jam menunjukkan pukul sebelas malam, Keenan bergegas pindah ke kamar yang ditempati Victoria dan Baby Triplet K.


"Selamat malam putra-putranya Daddy. Cup... Cup... Cup..." Keenan mengecup Baby Triplet K bergantian, alu menuju ranjang.


"Kamu itu ternyata sangat cantik" ucapnya memuji Victoria sambil tersenyum. "Sepertinya Aku mulai gila karna mengagumi Kamu." lanjutnya dengan tangan yang berusaha menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik Victoria. "Kenapa dulu Aku tidak sadar jika diriku sudah tertarik denganmu ? Jika Aku cepat sadar, mungkin Aku tidak akan melepaskan Kamu setelah menidurimu." tutur Keenan lalu mengecup kening Victoria.


Dirinya seakan-akan lupa jika sudah memiliki istri. Keenan merebahkan tubuhnya dan memeluk tubuh Victoria.


"Boleh Aku jujur ?" tanya Keenan dengan mata terpejam seolah berbicara dengan Victoria. "Aku jatuh hati denganmu." lanjutnya, kemudian ikut masuk ke alam mimpi.


...****************...


"Kenapa Keenan belum kembali ?" Tanya Mama Mita saat dijemput oleh Bima asisten Keenan.


"Tuan masih memiliki urusan Nyonya." jawab Bima singkat.


"Lalu kenapa menyuruh Kami pulang jika dirinya saja belum kembali." Gerutu Audy.


"Ck... ini pasti berhubungan dengan pelakor itu. Setelah Ia menghancurkan Keisya, Dia justru beralih menghancurkan rumah tanggamu dengan Keenan." Ucap Mama Mita kesal.


"Lalu kita harus bagaimana Ma ? Aku nggak mau kehilangan Mas Keenan" ungkap Audy frustasi.


"Aku takkan membiarkan hal itu terjadi. Tenang saja ! dan serahkan semu dengan Mama!" jawab Mama Mita berusaha menenangkan Audy.


"Bagaimana bisa Audy tenang jika rumah tanggaku terancam oleh Pelakor itu ?" tanya Audy kesal


"Keenan tidak mungkin jatuh hati dengannya. Keenan hanya milikmu dan hatinya hanya untukmu. Percaya dengan Mama !" lanjut Mama Mita berusaha meyakinkan Audy


Audy hanya mengangguk pasrah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke 🤗 jangan lupa dukungannya ya 🙏 tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas ya😅 takut aku nggak sanggup🙈


*stop menjiplak🚫**

__ADS_1


__ADS_2