Victoria Sang Pelakor

Victoria Sang Pelakor
Bab 50


__ADS_3

"Kenapa wajahmu memerah ? Apa Kamu masih mencintaiku ?" Bisik Arga membuat jantung Disty seolah berhenti berdetak.


Disty terdiam sejenak lalu kemudian membuang wajah ke samping seolah tak menyembunyikan rasa malunya. Wanita itu terus memainkan jarinya karna merasa gugup.


Arga yang melihat mantan kekasihnya gugup tidak bisa menahan senyumnya namun dengan cepat pria itu merubah ekspresi wajahnya.


"Dimana suamimu ?" Seketika Disty kembali menatap pria yang melontarkan pertanyaan itu.


"Apa kalian sudah cerai ?"


"Tebakanku pasti kamu dicampakkan ? Pasti dia mendapatkan daun muda baru ? Atau lebih memilih bertahan dengan istrinya dan membuangmu ?" Disty tidak menjawab sama sekali pertanyaan Arga.


"Mungkin itu balsannya karna kamu tega membuangku demi harta."


Kali ini Disty dibuat sakit hati dengan kata-kata dari Arga. Wanita itu menatap tajam wajah Pria disampingnya.


"Tau apa kamu tentang hal itu ?"


"Tentu saja aku tau. Bukannya kamu meninggalkan aku dan menerima lamaran tua bangka karna menginginkan uang ? Dan itu juga alasannya kamu tidak ingin bertemu orang tuaku ataupun mengenalkanku dengan orang tuamu karna tidak ingin menikah denganku ? Saat itu kamu hanya mempermainkan aku yang tulus mencintai kamu."


Disty menggeleng-gelengkan kepalanya seolah tidak menyangka jika Arga akan berpikir seperti itu tentangnya.


"Jadi seperti itu penilaianmu tentangku ?" Tanya Disty kecewa.


Arga tidak menjawab namun, Ia malah keluar dari mobil dan menarik Disty masuk kembali ke tempat acara.


🌟🌟🌟🌟🌟


Seorang wanita paruh baya menghampiri sebuah meja dimana anak dan cucunya sedang duduk. Wanita itu menatap Victoria dengan tatapan penuh penyesalan.


"Apa mama boleh duduk ?"


Victoria mendongak dan menatap Mama Mita yang berdiri didepannya, Ia tersenyum tulus lalu mengajak Mama Mita bergabung. Sementara Keenan tidak mempedulikan sang mama.


"Iya, silahkan duduk !"


Namun bukannya duduk Mama Mita justru berlutut dihadapan Victoria dan menangis. Victoria yang melihat hal itu tentu saja merasa tidak enak hati.


"Vi... Maafin tante...hiks...hiks... Tante sudah jahat dengan kamu...hiks...hiks... Tante sangat berdosa karena memisahkan mu dengan Keenan...hiks...hiks... Tante...hiks...hiks... Tante sangat menyesal...hiks...hiks..."


Victoria yang melihat Mama Mita yang berjongkok didepannya merasa tidak enak hati, terlebih lagi hampir semua tamu menatap kearah mereka.

__ADS_1


"Tante jangan seperti ini ! Vivi mohon Tante duduk ya ! Kita bisa bicara baik-baik."


Victoria mengajak Mama Mita duduk di kursi namun Mama Mita menolak. Ia tidak ingin berdiri sebelum mendengar jawaban Victoria.


"Tante... Vivi mohon agar Tante berdiri dan duduk di kursi !"


Victoria memeluk tubuh Mama Mita dan mecoba membujuk Mama Mita kembali dan akhirnya Mama Mita menurut.


"Dengarkan Victoria Tante !," Victoria menatap Mama Mita dengan mata yang sudah mengembun, "Victoria sudah memafkan Tante, semua yang terjadi dimasa lalu bukan sepenuhnya kesalah Tante, Vivi juga ikut andil dalam masalah ini. Jadi, Victoria mohon agar Tante melupakan semuanya ! Kita jadikan itu sebagai pelajaran saja !"


Mama Mita yang mendengar pernyataan Victoria segera memeluk wanita cantik itu. Tangisannya semakin tumpah saat mendengar Victoria menangis.


Tak lama muncul Mami Alice dan Bunda Elis iku bergabung dengan mereka. Keduanya tersenyum melihat Mama Mita telah menyadari kesalahannya.


"Maafkan saya jeng !" Mama Mita segera memeluk Bunda Elis dan Mami Alice bergantian.


"Victoria sudah memaafkanmu jadi, kami juga sudah memaafkanmu mbak." Jawab Bunda Elis tersenyum.


Saat sedang suasana sedih dan haru tiba-tiba Arga masuk membuat semua orang terkejut.


"Mami.... Arga mau nikah !" Teriaknya sambil menarik tangan Disty.


"Arga, kamu sehat ?"


"Tentu saja PI. Arga ingin menikah secepatnya dengan Disty !" Lagi-lagi semuanya dibuat kaget oleh Arga.


"Arga kamu ini apa-apaan sih ?" Disty merasa dipermainkan karena baru saja pria itu menyakiti perasaannya dengan kata-kata sekarang malah membuat lelucon.


"Aku ingin menikah denganmu ! Sekarang aku perkenalkan kamu dengan orang tuaku. Mami, Papi, kenalkan ini calon istri Arga namanya Disty !"


"Arga !" Disty dibuat malu dengan kekonyolan Arga.


"Sekarang giliran kamu mengenalkan aku sebagai calon suamimu denga keluargamu !"


"Kamu menyukai anakku ?"


"Disty anak Tuan Santoso ?" Tanya Arga sekali lagi, Ia takut salah dengar.


"Iya, memangnya ada apa jika Disty adalah putriku ? Apa kamu ingin melamarnya malam ini ?" Tanya Papa Santoso menggoda Arga.


"Tentu saja Tuan, Arga ingin melamar Disty malam ini ! Jika Tuan mengijinkan maka, kita akan menikah minggu depan !"

__ADS_1


*Bugh... Disty memberikan pukulan tepat di lengan Arga. Wanita itu sangat kesal karena Arga melamarnya dengan cara yang tidak romantis.


"Mana ada orang melamar seperti itu ?"


Arga menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Dia baru sadar jika caranya melamar terbilang konyol.


"Tunggu-tunggu! Kenapa tiba-tiba kamu mau menikah dengan Disty ?" Tanya Mami Alice penasaran karena selama ini Arga tidak pernah dekat dengan seorang wanita kecuali wanita yang telah membuatnya patah hati dan enggan untuk menikah.


"Karna kami saling cinta." Jawab Arga enteng


"Siapa bilang kita saling cinta ? Mungkin hanya kamu saja, kalau aku sih tidak !" Disty berusaha menyangkal.


"Kamu itu masih cinta sama aku. Buktinya, tadi pas aku cium wajahmu memerah."


Semua orang menatap tidak percaya dengan Arga yang begitu ceplas-ceplos, kemana Arga yang berwibawa ? Kanpa pria yang hampir berkepala empat ini bersikap seolah dirinya dalam masa pubertas.


Disty sudah sangat malu dengan kelakuan Arga yang menurutnya sudah gila. Namun jika boleh jujur Disty juga merasa bahagia saat mendengarkan ucapan Arga jika pria itu masih mencintainya.


"Bagaimana mau kan kamu menikah denganku ?" Tanya Arga serius. Tatapan matanya begitu tulus menatap Disty.


"Ee... Ta-nya Papa saja! Kalau Papa terima ya... udah..." Jawab Disty gugup. Wanita itu tampak menunduk malu namun, sebuah senyum manis terukir diwajah cantiknya.


"Apa kamu serius ? Anakku itu seorang janda, apa kamu bisa menerimanya ?" Tanya Papa Santoso yang mendapat anggukan oleh Arga.


"Tentu saja Arga serius. Jika Arga tidak serius tidak mungkin setiap malam Arga berdoa agar wanitaku segera bercerai dengan suaminya lalu kembali ke pelukanku." Jawab Arga membuat orang tercengang.


"Jadi dia wanita yang membuat kakak betah menjomblo hingga tua begini ?" Tanya Victoria meledek.


"Kakakmu ini memang bucin dari jaman kuliah. Dulu sempat dikira gay karna selalu menolak wanita yang datang padanya. Tapi berkat pesona seorang Disty akhirnya Arga bisa bertekuk lutut."


"Kalau begitu bawa keluarga kamu melamar besok !" Perintah Papa Santoso.


"Kenapa tidak malam ini saja ? Mumpung kita semua sudah kumpul." Protes Arga.


"Arga... Melamar putri orang juga punya adab, jangan kekanak-kanakan begini dong !" Ucap Mami Alice.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke 🤗 jangan lupa dukungannya ya 🙏 tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas ya😅 takut aku nggak sanggup🙈


*stop menjiplak🚫**

__ADS_1


__ADS_2