Victoria Sang Pelakor

Victoria Sang Pelakor
Bab 14


__ADS_3

"Kamu Mas Arga ya ? temennya Mas Andra ?" tanya Victoria


"Iya. Ternyata ingatanmu kuat juga. hahahah padahal kita baru ketemu sekali loh." ucap Arga


"Mas Arga kok bisa disini?" tanya Victoria heran, setau dirinya Arga tinggal di Jerman.


"Lagi ngembangin usaha disini." jawab Arga


Victoria hanya mengangguk tanda Ia mengerti. Tak lama pintu kamar terbuka. Terlihat tiga orang perawat mendorong box bayi.


Victoria yang melihat ketiga putranya sangat terharu. Sejenak Ia melupakan masalah biaya rumah sakit. Ia terlalu bahagia bisa melahirkan tiga malaikat kecil yang sangat tampan.


'Kenapa wajah kalian semua mirip dengannya ? padahal mama yang mengandung kamu. Tapi tidak apalah yang penting kalian sehat-sehat.'


Victoria harus menerima kenyataan bahwa ketiga bayi kembarnya tak ada yang mirip wajahnya.



(Anggap aja sepeti itu lah kira-kira baby Triplet nya Mommy Victoria)


"Sebaiknya Ibu belajar memberikan asi kepada putra-putra Ibu !" ucap Dokter yang baru saja selesai memeriksa jahitan di perut Victoria.


"Baik dok." ucap Victoria.


Melihat dokter dan perawat keluar membuat Victoria berdekhem. Ia bingung bicara kepada Arga supaya laki-laki itu keluar.


'Pengen ngomong taku dikiranya diusir. Nggak bicara pasti nggak peka, Aduuh bagaimana cara menyusui baby Triplet kalau begini.' jerit batin Victoria


"Emm... sebaiknya saya keluar dulu, pengen cari udara seger." ucap Arga salah tingkah, karna melihat tatapan Victoria.


Setelah Arga sudah tak terlihat lagi. Victoria segera mengambil bayinya. Ia belajar car memangku bayi, dan mencoba memberikan mereka Asi.


Victoria memandang ketiga putranya bergantian. Setelah Ia menyusui bayi pertamanya, Ia Kemudian menyusui bayi Keduanya, lalu beralih ke bayi ketiga.


Selesai ritual menyusui, Victoria kini tak bisa menahan Air matanya. Perasaanya campur aduk, ada rasa Bahagia, Sedih, Takut yang menyelimuti hatinya.


"Bunda... Apa kita bisa membesarkan baby Triplet ? Sedangkan menghidupi diri kita sendiri masih belum sanggup." ucap Victoria menangis


"Allah tahu kamu Mama yang hebat, makanya Allah titipkan mereka dalam rahimmu. Maka jangan lalai dari amanah yang diberikan Allah. Kita pasti bisa menjadikan mereka anak-anak yang sholeh, anak-anak yang kuat dan pemberani." ucap sang Bunda Elis mencoba memberikan ketenangan.


"Iya Bun... Vivi akan menjaga mereka dan membuat mereka tumbuh menjadi pribadi yang hebat."


"Lalu siapa nama mereka ?"


"Bunda tunggu dulu ! lalu siapa yang mengadzani baby Triplet ?" tanya Victoria yang mengingat jika tak ada seorang suami yang menemaninya bersalin.


"Tadi nak Arga sudah melakukannya saat dimintai oleh dokter." ucap Bunda Elis


"Oh... syukurlah. Tapi bagaimana bisa Bunda bertemu dengan Mas Arga ?" tanya Victoria penasaran.


Bunda Elis kemudian menceritakan kejadian saat dirinya bertemu dengan Arga sampai Arga terus menemaninya menjaga Victoria.

__ADS_1


Ada perasaan menghangat ketika Mengetahui Arga bersikap baik dengannya.


"Jadi siapa nama mereka ?" Tanya Bunda Elis


"Vivi masih bingung Bunda." ucap Victoria yang merasa bingung.


"Yasudah nanti saja kita pikirkan." ucap Bunda Elis


...****************...


Ditempat Administrasi, Arga sedang menembus biaya rumah sakit Victoria dan Baby Triplet. Entah dorongan darimana rasanya Dia ingin membantu Victoria terbebas dari kesulitan.


Setelah membayar, Ia lalu berjalan menuju kamar pasien tempat Victoria. Namun lagi-lagi Dia bertemu pasangan sejoli itu.


"Hai bertemu lagi" ucapnya menyapa Audy dan Keenan.


"Hahaha sepertinya pertemanan kita memang kuat" Ucap Audy.


Yaa... Mereka memang berteman saat kuliah di Jerman. Saat itu Keenan dan Audy sudah menjalin hubungan berpacaran.


"Ya... bisa dibilang seperti itu. Hahahha" jawab Arga juga ikut tertawa.


"Masih nungguin temanmu yang bersalin ?" tanya Keenan


"Hemm... Mungkin Aku bakalan nungguin mereka sampai keluar." ucap Arga


"Kenapa? apa dia seorang janda ?" tebak Keenan.


"Hahaha sepertinya kamu berharap wanita itu janda." ejek Audy


"Heii... yang benar saja !" ucap Arga.


Dirinya memang merasakan ketertarikan kepada Victoria, namun bukan ketertarikan untuk memiliki tapi lebih ke ketertarikan untuk melindungi.


"Yaa.. sudah kalau begitu Aku kembali dulu ya. Cepat sembuh bro." ucapnya mendoakan Kendra.


"Ya... terima kasih" ucap Keenan yang mulai di dorong oleh Audy masuk ke kamar pasien tempatnya.


Ceklek... Arga masuk kedalam tapi tidak melihat adanya Baby Triplet dan Bunda Elis. Hanya Victoria yang tampak berbaring.


"Mas Arga udah balik ?" ucap Victoria


"*Hmm... Dimana Baby Triplet ?"


"Sudah dibawa ke ruangan khusus bayi"


"ohh... ngomong-ngomong nama mereka siapa* ?" tanya Arga penasaran.


"Belum tau, belum sempet nyari nama apalagi nyiapin. Mana tau jika Vivi ternyata akan melahirkan secara prematur. Terus tiga lagi" ucap Victoria.


"Melahirkan Prematur ?" tanya Arga kaget.

__ADS_1


"Iya mas. Tapi Vivi heran kenapa bisa ketiga bayi Vivi sehat, padahal Vivi termasuk Ibu hamil yang kekurangan makanan bergizi. Tapi justru bayiku kuat, meski berat mereka hanya 2,3. Apa mungkin sengaja Allah berikan Vivi anak yang sehat-sehat." penjelasan Victoria sontak membuat Arga kaget.


'Kekurangan makanan Bergizi ? bukannya Victoria memiliki keluarga yang berada ?' tanyanya dalam hati.


"Jadi kamu jarang makan makanan bergizi ?" tanya Arga.


Victoria yang sadar terlah berbicara terlalu jauh dengan Arga di buat terdiam. Lagi-lagi Ia merasa heran mengapa dengan mudahnya Dia membagi cerita dengan Arga yang notabenenya baru bertemu beberapa kali.


"Ahh... lupakan saja pertanyaannya ! apa kamu mau meminta saran kepadaku untuk nama Baby Triplet ?" tanya Arga bertanya sekaligus menawarkan diri.


"Hmmm... apa mas punya saran nama yang bagus ?" tanya Victoria.


"Ada. tapi apa kamu tidak keberatan ?" tanya Arga yang dianggauki Victoria


" Kenza, Kenzi, Kenzo. Apa kamu menyukainya ?"


"Nama yang bagus. Vivi suka namanya." jawab Victoria tersenyum.


...****************...


"Jadi besok anak saya sudah bisa pulang ?" tanya mama Mita yang baru sampai dari Jakarta.


"Iya nyoya, jika keadaannya sudah lebih baik, tuan bisa pulang besok." ucap sang dokter.


"Kalau begitu saya permisi nyonya" lanjut sang dokter pamit dengan sopan dan penuh hormat.


Tentu saja keluarga Arsenio di hormati di rumah sakit ini, karna di rumah sakit ini milik mereka.


"Bagaimana sayang ? apa kamu sudah tidak merasakan mual ?" tanya mama Mita


"Sepertinya tidak lagi ma." jawab Keenan.


"Semoga saja begitu." harapan mama Mita.


"Lalu istrimu kemana ?" lanjut mama Mita bertanya


"Lagi keluar, nggak tau kemana." jawa Keenan


"Bagaimana sih, suami sakit begini istri malah keluyuran." ucap mama Mita kesal


"Udahlah ma, lagian mungkin Audy suntuk makanya cari angin di luar. Sekarang mama kembali ke hotel istirahat !"


"Mama disini saja nemenin kamu."


"Yaudah terserah mama saja. Keenan mau istirahat." ucapnya lalau memejamkan mata


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke 🤗 jangan lupa dukungannya ya 🙏 tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas ya😅 takut aku nggak sanggup🙈


*stop menjiplak🚫**

__ADS_1


__ADS_2