
Victoria mulai menggeliatkan tubuhnya saat merasakan cahaya yang menyengat kulitnya. Ia mengucek kedua matanya.
"Huwaa... jam berapa ini ?" ucapnya melirik jam yang ada di atas nakas sambil menguap. "Haa jam Delapan ?" ucap Victoria kaget, teryata dirinya kesiangan. Ia kemudian melirik ke sampingnya, ternyata Baby Triplet K sudah tidak ada.
"Apa mungkin Bunda masuk mengambil mereka ?" gumamnya bertanya.
"Sudah bangun ?" tanya seseorang yang muncul dari arah kamar mandi.
"Akhhhhhh.... Apa yang Kamu lakukan ?" ucap Victoria yang melihat Keenan keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk.
"Mandi" jawabnya singkat lalu masuk ke dalam wardrobe.
Victoria yang masih menutup mata menggunakan kedua tangannya mengintip di sela-sela jari tangannya. Ia menghembuskan nafas lega saat melihat Keenan sudah tidak ada di depannya.
"Kenapa Dia bisa masuk ? Ahhh Aku lupa ini kan kamarnya." Ia baru ingat jika dirinya sedang disandera oleh Keenan.
Victoria segera berdiri dari tempat tidur dan berjalan keluar dari kamar Keenan. Ia ingin melihat ketiga bayi kembarnya.
Victoria berjalan menuruni tangga, melihat Bunda Elis dan ketiga baby sitter sedang duduk di ruang tengah.
"Bunda Baby Triplet K dimana ?" tanya Victoria saat melihat ketiga bayi kembarnya tidak ada.
"Sayang Kamu sudah bangun ? Baby Triplet K baru saja tidur, Mereka tidur dikamar itu" ucap Bunda Elis menunjuk ke kamar yang Ia tempati semalam.
Tampa banyak bicara lagi Victoria masuk ke dalam kamar tersebut, dan benar saja ketiga putranya sedang tertidur pulas. Victoria mengecek suhu tubuh mereka yang ternyata sudah tidak hangat lagi.
Ia lalu keluar dari kamar tersebut dan ikut bergabung dengan Bunda.
"Bunda kenapa bisa Baby Triplet K tertidur pulas seperti itu sedangkan mereka belum Vivi beri Asi ?" tanyanya merasa heran. Biasanya mereka tidak bisa tenang jika belum menyusu.
"Karna tadi Tuan ganteng itu yang menenangkan Baby Triplet K saat sedang menangis." jawab Nur membuat Victoria mengerutkan keningnya.
"Siapa Tuan ganteng ?" tanya Victoria bingung.
"Pria kejam itu." jawab Bunda Elis.
*Flashback On*
__ADS_1
Keenan terbangun saat merasakan ada tendangan-tendangan kecil di perutnya. Ternyata salah satu putranya terbangun. Dan betapa terkejutnya Keenan saat melihat posisi ketiga bayinya yang tidak beraturan.
"Kenapa posisi kalian seperti ini ? Sepertinya Daddy harus membeli box bayi untuk kalian." ucapnya. Lalu Ia segera menggendong Baby Kenzie. Yaa yang anteng saat bangun hanya Baby Kenzie, berbeda dengan Baby Kenza dan Baby Kenzo yang selalu menangis saat bangun.
"Sama Daddy ya sayang, oh ya Boy... nama Kamu siapa ? Daddy tidak bisa membedakan kalian bertiga." ucap Keenan yang menggendong Baby Kenzie. Entah bagaimana bisa seorang Keenan yang notabenenya tidak pernah menggendong bayi terlihat begitu profesional dan tidak kaku sedikitpun.
Ia kemudian turun memanggil baby sitter menyuruh mereka mengganti popok Baby Kenzie. Lalu naik lagi ke kamarnya melihat kedua bayinya.
Ia memandang kedua bayi kembarnya yang masih tertidur pulas seperti Mommy-nya. Tak lama Baby Kenzo menggeliat dan menendang kepala Baby Kenza yang posisi kepalanya berada tepat dibawah kaki Baby Kenzo.
Baby Kenza yang kepalanya ditendang akhirnya terbangun dan menangis kencang membuat Baby Kenzo ikut menangis.
Keenan yang melihat kedua Baby-nya menangis bersamaan dibuat panik.
"Ya ampun... Kenapa kamu menendang kepala saudaramu Boy." Ia segera menggendong Baby Kenza yang suaranya tangisannya sangat nyaring.
"Cup...cup...cup... Berhentilah sayang, Kamu bisa membangun Mommy jika Kamu menangis. Dan lihat saudaramu juga ikut menangis" ucapnya memenangkan Baby Kenza. Dan ajaibnya Baby Kenza bisa menurut dengannya.
"Nahh anak pintar." ucapnya saat Baby Kenza mulai anteng. Baby Kenzo juga terdiam.
*Tok..Tok.. Keenan yang mendengar suara ketukan pintu segera membuka pintu tersebut. "Ada apa Tante ?" ucapnya sopan saat melihat Bunda Elis.
Keenan menurut, namun beberapa detik kemudian Baby Kenza kembali menangis tak lupa Baby Kenzo yang selalu ikut-ikutan.
"Husstt sayang... Jangan menangis ! Baby Kenzo ikutan nangis juga tuh." ucap Bunda Elis yang mencoba membuat Baby Kenza tenang. Namun bukannya diam, Baby Kenza malah semakin menangis.
"Sebaiknya Keenan saja yang menggendongnya" ucap Keenan yang ingin mengambil alih Baby Kenza, sedangkan Bunda Elis hanya menurut. Dan berlalu mengambil Baby Kenzo.
Bunda Elis yang melihat Victoria masih pulas ingin segera membangunkannya. Tapi dicegah Keenan.
"Biarkan saja Dia tidur !" ucap Keenan.
Dan lagi-lagi Bunda Elis hanya menurut. Ia lalu lalu menatap Baby Kenza yang anteng saat digendong Keenan.
'Mungkin ini yang dibilang kekuatan batin' ucap Bunda Elis dalam hati.
Kemudian mereka meninggalkan Victoria dan turun kebawah, tenyata sudah ada temannya dan Dokter anak yang ingin memeriksa keadaan Baby Triplet K.
__ADS_1
"Bayi-bayi siapa itu Ken ?" tanya Rangga sahabat Keenan saat sekolah SMA dulu.
"Ck... kenapa kau kepo sekali ? periksa saja keadaan mereka !" ucap Keenan ketus
"Aiis Kamu itu selalu begitu. Dingin kayak kulkas " ucap Rangga kesal.
"Sebaiknya periksa didalam kamar saja !" ucap Keenan meninggalkan mereka.
"Turuti saja perintah Tuan muda Arsenio yang semaunya itu ! Daripada pekerjaan Kamu yang jadi taruhan." ucap Rangga menakut-nakuti Dokter yang Ia bawa.
Lalu mereka ikut masuk ke kamar yang ditempati Baby Triplet K. Betapa Kagetnya Rangga saat melihat ternyata tidak hanya ada dua bayi tapi ada tiga.
Keenan yang sadar jika Rangga terkejut langsung memberikannya pertanyaan. "Kenapa ? Kamu nggak pernah lihat Bayi kembar tiga ?" ucap Keenan mengejek.
"Heeii yang benar saja ! Mana mungkin ini pertama kali bagiku ? jelas Aku sering melihat bayi kembar tiga, bahkan ada yang empat." ucap Rangga protes
"Sudahlah ! cepat suruh temanmu itu memeriksa keadaan mereka !" perintah Keenan.
Kemudian sang Dokter anak segera memeriksa Baby Triplet K. Setelah diperiksa semua orang disuruh keluar oleh Keenan termasuk Bunda Elis.
Sempat terjadi perdebatan antara Bunda Elis dan Keenan, karna tak ingin meninggalkan Baby Triplet K, tapi lagi-lagi Keenan menang.
Keenan baru keluar saat Baby Triplet K sudah tertidur. Ia segera naik dan masuk kedalam kamarnya. Tujuannya ingin mandi dan pergi sebentar menemui istrinya dan Mama Mita.
Sesampai di kamar Keenan melihat Victoria masib tidur pulas "Apa sebegitu melelahkannya kejadian semalam sehingga membuat wanita ini tidur nyenyak sepeti kebo ?" tanya Keenan yang saat ini berdiri memandang wajah teduh Victoria.
'Cantik juga' batinnya memuji wajah Victoria, tampa sadar tangannya ter-ulur menyingkirkan anak tambut yang menghalangi wajah cantik Victoria. Ia tersenyum tipis saat mengingat dirinyalah yang pertama menyentuh wanita ini.
'Pantas saja David jatuh cinta denganmu, ternyata pesonamu memang kuat. Aiiis... Ada apa dengan jantungku ?' ucap Keenan yang merasakan detak jantungnya begitu cepat. 'Jika jantung bekerja seperti ini bisa meledak nanti. Sebaiknya Aku mandi saja, nanti ketahuan sama Wanita ini terus jadi kegeeran.'
Ia lalu meninggalkan Victoria dan masuk kedalam kamar mandi.
*Flashback of*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf kalau banyak kata-kata yang Typo, soalnya mata Author masih bengkak sebelah😮💨😭
__ADS_1
**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke 🤗 jangan lupa dukungannya ya 🙏 tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas ya😅 takut aku nggak sanggup🙈
*stop menjiplak🚫**