Victoria Sang Pelakor

Victoria Sang Pelakor
Bab 35


__ADS_3

Pukul delapan pagi, Keenan sudah rapih dengan pakaian formal. Hari ini Dia memiliki pertemuan dengan clien dari kota Makassar yang kebetulan berada di Kota Malang. Sebelum Ia pergi, Keenan terus mengajak Baby Triplet K untuk bermain.


"Daddy akan merindukan kalian." ungkap Keenam yang terasa berat meninggalkan putranya. "Terutama dengan Mommy kalian" lanjutnya setengah berbisik, Victoria mendengus saat mendengar kata-kata Keenan.


"Ok Daddy berangkat Ya..." Ucap Keenan mengecup pipi Baby Triplet K bergantian. "Aku pergi dulu. Jangan rindu ya !" goda Keenan. Tangannya mengacak rambut Victoria dengan sayang. Sedangkan Victoria hanya diam saja.


Belum jauh Keenan meninggalkan Victoria, pria itu berbalik dan memeluk tubuh Victoria. "Tunggu Aku kembali!" ucapnya yang diangguki Victoria.


"Oh ya... jangan lupa dengan pesanku ! Jangan pernah coba-coba kabur dari rumah ini !" pesan Keenan.


"Bagaimana bisa Aku melarikan diri, jika rumah ini dijaga oleh pengawal." balas Victoria ketus.


"Aku pergi ya... Nanti setelah sampai di Jakarta Aku akan menghubungkan Kamu." ucap Keenan lalu berjalan keluar kamar.


"Hati-hati" lirih Victoria yang membuat Keenan tersenyum.


'Masih saja gengsi. hahhaha' batin Keenan saat mendengar kata-kata Victoria.


"Kalian jaga rumah ini agar wanitaku tidak pergi ! jika Mereka memerlukan sesuatu Kalian harus segera memenuhinya. Satu lagi jangan menatap wanitaku terlalu lama, jika tidak maka Aku akan menghukum Kalian ! Mengerti ?" Pesan Keenan dengan keempat pengawal yang Ia suruh berjaga di rumah ini.


...****************...


Malam harinya Victoria audah berbaring dalam Kamar, Baby Triplet K sudah tidur. Ia terus mencoba memejamkan matanya namun tidak bisa. Seperti ada sesuatu yang mengganjal perasaannya.


"Ada apa denganku ini ?" gumamnya bertanya pada diri sendiri. Entah mengapa hatinya terasa kosong.


"Ini sudah malam mengapa pria itu belum menelpon juga ?" kesal Victoria melempar handphonenya ke ranjang. "Aiiss... kenapa aku menunggu telpon darinya " kesalnya pada diri sendiri.


Akhirnya Ia memaksa matanya terpejam, baru lima menit handphonenya sudah sudah berdering. Dengan cepat Victoria mengangkat panggilan masuk itu.


"Apa Kamu sedang kesal karna Aku telat menghubungimu sayang ?" tanya si penelpon.


"Ma-mana ada ?" jawab Victoria gugup. 'Kenapa Dia bisa tau ?' batin Victoria


"Hahah... pasti wajah Kamu sudah memerah ?" tebak Keenan lagi menggoda Victoria.

__ADS_1


Dan benar saja wajahnya sangat merah. "Ada apa menelpon selarut ini ?" tanya Victoria dengan nada menyindir.


"Karna Aku merindukan Kamu sayang." Jawab Keenan yang membuat Victoria menggigit bibi bawahnya menahan senyum.


"Tidak" jawabnya berbohong. Tentu saja Ia merasa rindu, hanya saja Ia belum mau mengakui karna masih ingin tau kemana arah hatinya menuju.


"Benarkah ?" tanya Keenan yang dibalas deheman oleh Victoria. "Kalau begitu Aku matikan saja telponnya " Ucap Keenan membuatkan hati Victoria menjerit 'JANGAN!!!'


*tut..tut.. sambung telpon terputus. Victoria dibuat melongo. "Yang benar saja ?" kesal Victoria saat melihat layar handphonenya.


"Ck... hanya seperti ini perjuangannya ? harusnya Ia mengatakan jika diri-" Victoria yang mendumel seketika diam saat handphonenya berkedip-kedip.


"A-apa Dia melakukan Video Call ?" ucap Victoria merasa tidak percaya. Baru ingin menekan ikon warna hijau panggilan sudah terhenti. Tapi tak berselang lama handphone itu kembali berdering dengan sigap Victoria mengangkatnya.


"Maaf Aku melakukan Video Call karna sangat rindu wajahmu." ungkap Keenan. Victoria segera menjauhkan ponsel itu dari wajahnya. Jika tidak bisa-bisa Ia terus diledek karna ketahuan salah tingkah.


"Vi... Kamu dimana? Kenapa wajahmu tidak muncul ? Apa kamu marah jika aku menelponmu dengan Video Call ?" pertanyaan beruntun dari Keenan membuat Victoria dilanda kebingungan.


'Aduh bagaimana ini ? pasti Ia akan menertawakan Aku jika melihat wajahku yang memerah' teriaknya dalam hati


"Vi... ?" Keenan terus memanggilnya.


"Kenapa lama sek- Aaakh..." seketika Keenan dibuat kaget saat Victoria muncul dilayar Handphonenya dengan wajah yang sudah putih. "Kau mengagetkanku sayang." ungkap Keenan mengatur nafasnya, sedangkan tangannya terus mengelus dadanya.


"Maaf!" jawab Victoria merasa bersalah.


"Kenapa tiba-tiba memakai masker wajah ?" tanya Keenan yang merasa heran wanitanya memakai masker.


"Pengen aja." jawab Victoria berusaha menyembunyikan kegugupannya.


"Jangan sering-sering! nanti wajahmu semakin cantik." ucap Keenan merayu Victoria.


"Ck... bisa saja buaya" balas Victoria ketus. Namun dalam hati terus bersorak gembira.


"Apa Baby kita rewel ?" tanya Keenan yang penasaran dengan keadaan ketiga putranya.

__ADS_1


"Tidak" jawab Victoria singkat.


"Kalau begitu Aku matikan dulu ya. Soalnya masih ada pertemuan dengan clien " ucap Keenan yang memang masih berada di luar rumah. Dirinya belum pernah sampai di kediaman Arsenio karena ada beberapa pertemuan penting yang sempat Ia tunda kemarin.


"Selarut ini masih melakukan pertemuan ?" tanya Victoria.


"Iya sayang... kemarin banyak pertemuan dengan clien yang Aku tunda." Jelas Keenan "Sebaiknya Kamu tidur ! Jika mau ajak saja Bunda tidur sekamar denganmu agar ada yang membantu Kamu saat Baby Triplet K terbangun tengah malam." pinta Keenan.


Victoria mengangguk "Ya sudah... se-lamat malam..." ucap Victoria gugup dan merasa malu.


"Sayangnya mana ?" goda Keenan


"Selamat malam sa-sayang" ucap Victoria segera mematikan teleponnya. Ia seperti ABG sedang sedang kasmaran. "Ah... Aku malu sekali" ucapnya menggeleng lalu menyembunyikan wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Ya... hancur" ucapnya saat melihat maskernya retak.


Sementara Keenan tak hentinya memamerkan senyumnya. "Kenapa kamu begitu menggemaskan ? Aku rasanya ingin segera kembali bertemu denganmu." ucap Keenan yang terus bicara sendiri.


*Khmmm... Keenan tersadar jika asistennya sedang berada disampingnya.


"Maaf lancang Tuan. Saya hanya menyarankan jika jangan terlalu jauh berhubungan dengan Nona Victoria, karena itu akan membahayakannya" pesan asisten Bima.


"Kamu tidak perlu mengajariku !" jawab Keenan dingin.


"Saya hanya memberikan saran saja. Apalagi Tuan sudah memiliki putra, tidak menutup kemungkinan mereka juga ikut terkena imbasnya" lanjut Bima membuat Keenan terdiam.


Ia membenarkan ucapan asisten Bima. Tentu Ia sadar jika dirinya bukan seorang pria lajang. Tapi Ia juga tidak bisa melepaskan Victoria dan Baby Triplet K, Ia tidak sanggup jika harus berpisah dengan mereka. Membayangkan saja Keenan tidak sanggup, apalagi itu benar terjadi dalam hidupnya.


"Setelah pertemuan ini, apa Tuan akan pulang ke apartemen ?" tanya Bima yang tau jika atasannya ini butuh waktu sendiri.


"Iya, Aku akan pulang ke apartemen. Besok batu kembali ke mansion utama" Jawab Keenan.


Ia rindu tidur di apartemen Victoria. Ya.. apartemen yang pernah menjadi tempat di mana Ia menghancurkan wanita itu.Mengingat kejadian itu membuat hatinya terasa perih.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke 🤗 jangan lupa dukungannya ya 🙏 tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas ya😅 takut aku nggak sanggup🙈


*stop menjiplak🚫**


__ADS_2