Victoria Sang Pelakor

Victoria Sang Pelakor
Bab 41


__ADS_3

Sesampainya Keenan di Malang Ia langsung menghajar anak buahnya yang bertugas menjaga rumahnya agar Victoria tidak kabur.


"Kenapa Kalian terlalu bodoh dan tidak becus ?" Teriak Keenan emosi.


"Ma-maafkan Kami Tuan !"


"Maaf katamu ? Kamu pikir maaf kalian bisa mengembalikan wanitaku HAH ?"


Keenan benar-benar menyesal telah mengabaikan Victoria selama pergi Singapura, jika tau seperti ini Ia akan terus memantau wanitanya.


"Cek CCTV !" Titah Keenan kepada Bima


"Baik Tuan !" Jawab Bima. Kini Pria itu tau mengapa atasana marah besar.


'Ternyata Tuan marah karna Nona Victoria pergi ? Secinta itu Tuan denganya ? Bagaimana jika Tuan tau Angel-nya adalah Nona Victoria ? Pasti semakin hancur.' batin Bima yang merasa kasihan dengan atasannya.


"Kenapa kerjamu sangan Lamban ?" Tanya Keenan kesal saat melihat Bima mengacak-acak laptop namun belum memutar rekaman CCTV.


'Ini juga lagi dicari Tuan Muda Arsenio' jawab Bima tentunya dalam hati. Mana berani Bima menjawab saat tuannya seperti kesetanan begini ? Yang ada pekerjaannya jadi taruhan.


Bima menyerahkan laptop itu dan memutar Video CCTV saat kejadian dimana Victoria berhasil melarikan diri.


"Sial !!! Kau ingin bermain-main denganku Arga ?" Umpat Keenan saat tau ternyata yang membawa pergi wanitanya adalah mantan temannya "Baiklah jika itu maumu ! Aku akan menyertmu masuk neraka karena berani membawa wanita dan anak-anakku kabur ! Aku takkan membiarkan Kamu memilikinya, Victoria hanya milikku !" Keenan terus meluapkan emosinya.


"Cari tau tempat tinggal bajingan itu !" Titah Keenan kepada asistennya.


"Maaf Tuan ! Mungkin sebaiknya kita ke apartemen Tuan Arga!" Saran Bima


"Kau tau dimana ?" Tanya Keenan mendapat anggukan oleh Bima. "Lalu kenapa masih bertanya jika tau tempat tinggalnya ?" Tanya Keenan kesal karna merasa Bima sangat lelet.


'Ya ampu.... Salah lagi... Salah lagi...' batin Bima menggerutu.


Akhirnya mereka melajukan mobil ke Apartemen Arga.


🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


Sementara di kediaman Wijaya tampak ketiga wanita cantik itu bersenda gurau di dapur. Victoria dan Bunda Elis mengajari Mami Alice membuat kue.


"Dari dulu tuh Mami pengen banget pintar masak, tapi Papimu selalu melarang. Papi hanya mengijinkan Mami mengurus bayi. Bahkan Mami baru bisa mandiin bayi setelah Kamu lahir, karna Kakakmu Arga yang ngerawat dulu itu Nenek Kalian. Itupun Mami belajar ngerawat Kamu sendiri hanya beberapa bulan." Jelas Mami Alice


"Sampai terpaksa Mami mempekerjakan baby sitter karna merasa kasihan dengan Papi Kamu yang bolak balik Indonesia-Jerman mengurus dua perusahaan sekaligus. Semenjak Nenek Kamu meninggal, Kakek selalu sakit-sakitan. Akhirnya Mami menawarkan diri untuk membantu Papi mengurus perusahaan di Indonesia dan Papi fokus dengan perusahaan Kakek." Lanjut Mami Alice menahan air matanya agar tidam keluar


Setiap kali mengingat kecerobohannya yang membiarkan orang lain merawat putrinya sampai Ia harus kehilangan Anna. Selama ini Mami Alice selalu dihantui rasa bersalah kepada Anna yang Ia biarkan diasuh oleh baby sitter.


"Maafkan Mami ! Mami terlalu ceroboh." Ucap Mami Alice lirih namun masih dapat didengar oleh Victoria dan Bunda Elis.


"Sudalah Mi ! Yang penting kita sudah bisa bersama lagi" jawab Victoria memeluk Mami Alice.


"Sekali lagi terima kasih ya mbak karna telah merawat Anna dengan penuh kasih sayang" ucap Mami Alice tulus.


Bunda Elis mengangguk dan ikut memeluk Mami Alice. "Vivi adalah anak yang baik dan penurut waktu kecil sampai besarnya jadi wanita hebat dan tangguh" balas Bunda Elis.


Tiba-tiba mereka dikagetkan oleh Arga dan Papi Wijaya yang masuk dapur.


"Kenapa bau gosong ?" Tanya Arga saat hidungnya mencium bauh gosong


Seketika ketiga wanita itu berteriak dan dibuat panik Victoria segera membuka oven dan benar saja kue yang mereka buat sudah gosong.


"Kematangan ? Bilang aja gosong ! Pasti ulah Mami makanya kue itu bisa gosong. hahahah" ledek Arga mencairkan suasana, Ia sempat melihat dan mendengar sedikit pembicaraan ketiga wanita itu.


"Yang benar saja anak nakal ? Ini bukan kesalahan Mami " balas Mami Alice protes.


"Tentu saja Mami yang salah. Kan hanya Mami yang tidak pintar masak" ledek Arga yang mendapat pukulan dari Papi Wijaya.


"Berhenti meledek istriku !" Papi Wijaya menatap Arga kesal. Papi Wijaya tidak suka jika istri tercintanya diledek.


"Papi terlalu bucin" cibir Arga.


"Jadi bagaimana ? Kita bikin kue lagi ?" Tanya Mami Alice.


"Ini masih bisa diamankan kok Mi" jawab Victoria yang merasa tidak tega membuang makanan. Ia sudah nerasakan bagaimana susahnya menjadi orang yang tidak punya apa-apa. Untuk makan saja sangat susah.

__ADS_1


"Tapi apa nggak apa-apa ? Nggak bikin sakit perut ?" Tanya Mami Alice yang enggan memakan kue itu


"Nggak akan Mi. Cobain deh !"


Victoria segera memotong kue yang sudah berwarna coklat itu itu lalu membagikannya. Semua orang tampak mencicipi kue itu.


"Enak, seperti ada pahit-pahitnya gitu" ucar Arga yang membuat semua orang tertawa.


"Lain kali Mami nggak usah belajar masak ya ! Kasihan kue yang awalnya rasa pandang berubah seperti rasa kopi item" Lagi-lagi ucapan Arga membuat Papi Wijaya memukul bahunya.


"Aiss... Susah ya kalau orang bucin istrinya diajak becanda" gumam Arga membuat orang-orang kembali tertawa.


"Makanya nikah ! Supaya tau bagaimana rasanya kalau wanita yang kita cinta diejek !" Balas Papi Wijaya


"Nggak asik nih Papi, bahsanya nikahan mulu" Arga segera menghabiskan potongan kue di piringnya dan meninggalkan Meja makan. Bukan karna tersinggung dengan omongan Papi Wijaya, tapu Ia menghindar kue rasa pandang pahit itu.


🌟🌟🌟🌟🌟


Keenan dan Bima sampai di apartemen Arga nanun tempat itu audah kosong.


"Sial ternyata Dia lebih licik dari yang Aku kira." Keenan menendang pintu apartemen itu dengan emosi.


"Dimana Kamu Vi ? Jangan menyiksaku lagi ! Ku mohon!" Tanpa sadar Keenan terisak. Ia begitu mencintai Victoria, wanita yang dulu pernah Ia buat menderita, wanita yang dulu sempat Ia abaikan saat hamil, padahal Ia tau jika Victoria mengandung anaknya tapi Ia tidak memiliki niat untuk bertanggung jawab sedikitpun. Dan sekarang disaat Ia ingin menebus semuanya, justru wanita itu memilih pergi meninggalkannya.


Bima yang melihat Atasannya menangis hanya terdiam. Ia merasa prihatin dengan keadaan Keenan yang menyedihkan, tapi Ia tidak bisa berbuat apa-apa.


......................


Selamat untuk Keenan yang akhirnya merasakan sakit hati yang sesungguhnya 😁 tapi.... tapi.... ini belum seberapa ya🀭 ini masih pembukaan 🀣 penderitaanmu masih panjang sayang😏


Author : Mau lanjut satu bab lagi nggak nih πŸ€” kalau kalian mau jangan lupa berikan komen dan likenya supaya Author tetao semangat 😁🀭


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


*Maaf kalau tulisanku acak-acakan πŸ™ sudah tiga hari ini Author kurang sehat 🀧 nanti bisa kok direvisi supaya lebih enak bacanya πŸ₯Ί

__ADS_1


**Haiii guys!!! salam kenal dari merauke πŸ€— jangan lupa dukungannya ya πŸ™ tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jika ada kesalahan dari novel yang ku buat mohon beri sarannya ya😊 tapi jangan pedas-pedas yaπŸ˜… takut aku nggak sanggupπŸ™ˆ


*stop menjiplak🚫**


__ADS_2