Victoria Sang Pelakor

Victoria Sang Pelakor
TAMAT


__ADS_3

Satu tahun kemudian...


Victoria tampak berlari menuju kamar mandi untuk memuntahkan semua isi perutnya. Baru saja wanita itu sarapan roti tawar dirinya sudah mual lagi.


Keenan yang melihat sang istri berlari segera mengikutinya, Ia paham betul dengan keadaan yang dialami istrinya karena, Ia juga pernah mengalaminya. Keenan ikut masuk dan memijit lembut tengkuk istrinya.


"Kita ke rumah sakit ya sayang !" Bujuk Keenan terus memijit tengkuk istrinya. Laki-laki itu tidak tega melihat sang istri tersiksa karna morning sickness.


"Mas, ini kan hal yang biasa bagi ibu hamil jadi, tak perlu periksa ke rumah sakit lagi !" jawab Victoria dengan lemah.


"Tapi sayang-" Victoria segera memeluk suaminya membuat Keenan berhenti bicara.


"Mas peluk Vivi saja ! Nanti mualnya juga hilang sendiri." jawab Victoria dengan cepat.


Akhirnya Keenan memapah sang istri berjalan ke ranjang lalu mereka berbaring sambil berpelukan. Seperti inilah keseharian Keenan semenjak sang istri hamil. Bahkan terkadang Keenan terpaksa tidak masuk bekerja karena sang istri memonopoli waktunya.


Victoria menghirup aroma tubuh suaminya yang selalu mampu membuat rasa mualnya menghilang. Sementara Keenan mengelus pundaknya dengan lembut sambil sesekali mengecup pucuk kepala istrinya.


"Mas hari ini nggak usah masuk kerja lagi ya !" Pinta Victoria yang memainkan jari lentiknya di dada suaminya membuat tubuh suaminya meremang.


"Sayang jangan seperti itu !" Ucap Keenan dengan suara serak. Ia berusaha sekuat tenaga menahan gairahnya, terlebih lagi semenjak mengetahui sang istri hamil, Ia sudah tidak pernah bercinta dengan Istrinya karna takut kandungan Victoria kenapa-napa.


"Mas, Vivi mau itu..."


Keenan yang mendengar sang istri menginginkan sesuatu segera melonggarkan pelukannya lalu menatap istrinya.


"Kamu mau apa sayang ?" tanya Keenan penasaran. Ia akan menuruti semua permintaan sang istri agar ketika anaknya lahir tidak ileran.


"Mau... Nganu..." jawab Victoria menggantung, tangannya semakin nakal membuat Keenan mengerti arah pembicaraan sang istri.


"Tapi-"


"Huaaaa... Mas nggak mau ya ? Mas udah nggak tertarik dengan Vivi ya ? Mas sudah tidak mencintai Vivi, Mas Kenken sangan jahat. Huaaa..." Victoria menangis kencang.


"Cup...cup... Bukan seperti sayang... Mas hanya nggak mau bayi kita kenapa-napa. Pasti dia kesakitan jika kita melakukannya sekarang, kita tunggu sampai bayi kita berumur empat bulan ya !" Ucap Keenan yang berusaha membujuk sang istri.


"Memangnya Mas bisa tahan ? Kan kehamilan Vivi baru sebulan jadi, masih ada waktu dua bulan lebih loh Mas, memangnya Mas tidak rindu permainan Vivi ?" Goda Victoria yang membuat Keenan frustasi.


"Kalau begitu kita konsultasi dulu sama dokter ya !" ucap Keenan memberikan saran.


"Sekarang ?" tanya Victoria yang dijawab anggukan oleh Keenan.

__ADS_1


Akhirnya mereka berangkat ke rumah sakit untuk konsultasi. Keenan terus menggenggam tangan istrinya sampai ke ruangan dokter kandungan.


"Selamat datang Tuang Keenan dan Nyonya Anna, silahkan duduk !" sapa Dokter dengan ramah.


Ya memang Victoria sudah mengganti nama menjadi Anna Bella Wijaya tapi, beberapa orang terdekat masih sering memanggilnya Victoria atau Vivi.


Victoria dan Keenan duduk di hadapan sang Dokter.


"Ada keluhan apa dengan kandungan Nyonya ?" Tanya sang Dokter penasaran karna hati ini belum waktunya Victoria mengecek kandungan.


"Jadi begini Dokter, kami ingin konsultasi mengenai hubungan badan saat hamil, apa itu tidak masalah dan membahayakan janinku ?" Tanya Victoria tanpa rasa malu. Sementara Keenan hanya tersenyum kaku saat melihat sang Dokter tersenyum geli.


"Jadi begini, berhubungan badan atau bercinta dengan pasangan tidak akan membahayakan janin jika dilakukan dengan pelan dan tidak terlalu sering. Tapi perlu diingat ! Jika sedang berhubungan jangan menggunakan posisi-posisi yang bisa membahayakan janin Nyonya."


Penjelasan sang Dokter membuat Victoria mengangguk paham.


"Apa Nyonya ingin melihat janin Nyonya lagi ?" tawar sang Dokter.


"Apa boleh ?" Sang Dokter mengangguk saat mendengar pertanyaan Victoria.


Victoria akhirnya berbaring dan Dokter mulai melakukan USG. Tampak sang dokter begitu serius menatap layar monitor yang memperlihatkan kantung janin di dalam perut Victoria.


"Selamat Tuan Keenan, Nyonya Anna hamil bayi kembar."


"Iya Nyonya, lihatlah! Ada dua kantong janin disini."


Victoria dan Keenan saling pandang setelah melihat layar monitor. Mereka tidak menyangka jika mereka akan mendapatkan bayi kembar lagi.


🌟🌟🌟🌟🌟


Delapan bulan kemudian...


Victoria saat ini berada dalam ruangan operasi ditemani oleh sang suami yang terus memberikan semangat.


"Sayang, sebentar lagi kita akan bertemu dengan kedua bayi kita, pasti kali ini wajah mereka mirip wajah cantikmu."


Keenan terus mengajak istrinya berbicara. Victoria hanya tersenyum tipis saat mendengar ucapan Keenan. Wanita itu memang hanya dibius setengah badan.


Tak lama terdengar tangisan bayi pertama membuat Keenan dan Victoria ikut menangis bahagia.


"Sayang itu anak pertama kita." Ucap Keenan sangat bahagia.

__ADS_1


Beberapa detik kemudian tangisan bayi kedua mereka terdengar.


"Selamat Nyonya Anna dan Tuan Keenan, Baby Twins-nya berjenis kelamin perempuan semua."


"Terima kasih sayang, hiks...hiks... terima kasih... hiks...hiks... Mas sangat mencintaimu... Kamu wanita hebat, kamu wanita kuat..." Keenan terus mengecup kening Victoria sebagai tanda terima kasih.


Keluarga Arsenio dan Keluarga Wijaya berbahagia atas kelahiran cucu keempat dan kelima mereka. Mereka terus mengucap syukur karena Victoria melahirkan dengan selamat.


"Apa mereka sudah memiliki nama ?" Tanya Mami Alice


Saat ini Victoria sudah berada di salah satu kamar inap VIP yang luas bersama dengan keluarganya.


"Namanya Valda Putri Keenan dan Valeda Putri Keenan" jawab Victoria dan Keenan bersamaan.


"Nama yang bagus" puji Bunda Elis.


"Setelah aqiqah-an Baby Twins, Arga dan Disty akan menikah." Ucap Arga memeluk pinggang calong istrinya


"Disty, kamu sudah siap menikah dengan Arga sayang ?" Tanya Mami Alice semakin bahagia. Akhirnya, perjuangan putranya tidak sia-sia.


"Iya Mami, maaf terlalu lama mengulur waktu."


Mami Alice segera memeluk tubuh calon menantunya.


"Terima kasih sayang sudah mau menerima pinangan putra Mami." Ucap Mami Alice berterima kasih.


"Oh ya satu lagi, Papa Santoso juga akan mempersunting Bunda Elis."


Semua orang terkejut dengan ucapan Arga. Sementara Papa Santoso dan Bunda Elis tampak malu karena semua pandangan tertuju kepada mereka.


"Sepertinya kami membutuhkan penjelasan." Ucap Mama Mita menggoda Bunda Elis yang wajahnya tampak memerah karna merasa malu.


...~TAMAT~...


info : nanti akan ada season dua tapi, lebih membahas hubungan Arga dan Disty. Tentang bagaimana perjuangan Arga memperjuangkan mantannya yang penuh rintangan. Akan terselip juga kisah manis hubungan Daddy Keenan dan Mommy Victoria.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terima kasih untuk para Readers yang selalu setia mendukung Author🙏🙏🙏 Semoga kalian tidak bosan dengan Karya Author amatiran ini😁


Jangan lupa untuk baca Novel terbaru Author yang akan terbit besok🤗🤗🤗

__ADS_1



***Salam Bahagia dari Author❤️❤️❤️***


__ADS_2