Wanita Lain Itu, Mamaku

Wanita Lain Itu, Mamaku
WLIM 19


__ADS_3

Leo tak bisa berkutik saat Nayra setuju menikah dengannya, pada pagi keesokan harinya. Bahkan ketika dia harus mengurus beberapa hal untuk keperluan menikah dalam waktu satu minggu, Nayra setuju. Bukankah dia masih sakit hati dengan mantan pacarnya?


"Nay ...." Leo telah memakai pakaian kerja saat menemui Nayra di kamar yang semalam mereka berdua tempati. Ada sekelip rasa canggung sehingga Leo grogi saat menatap Nayra yang duduk di tepi tempat tidur. "Bukankah kita harus bicara sekarang?"


Wanita itu tersenyum, mengatasi semua perasaan resah bercampur malu, tapi perang sudah dimulai. Meski Nayra ragu obat itu ditujukan untuknya. "Maaf aku membuatmu kaget, Leo ... tapi aku memang butuh bantuan untuk menghadapi parasit yang terus menggerogoti hidupku."


"Kekasihmu?!" tebak Leo yang langsung diangguki Nayra.


"Bukan cuma itu, tapi juga ibu tiriku yang telah membuat aku rugi banyak sekali." Nayra berdiri. "Wanita yang bersama kekasihku malam itu adalah Ibu tiriku, yang sudah membuat aku pontang-panting selama ini, padahal tanpa itu aku memiliki harta peninggalan Papa dalam jumlah yang banyak. Dia terlalu banyak mengambil untung dari ku, jadi aku mohon tolong bantu aku, ya!"


Leo tentu tidak percaya, tapi Nayra tidak mungkin bohong, kan? Jika Nayra mau mengambil untung darinya, bukankah harusnya dilakukan sejak dulu? Mereka kenal dan saling tau dengan pasti.


"Aku akan membayar kompensasi atas kerugianmu nanti. Apa saja asal kamu ijinkan aku tinggal di sini." Nayra sedikit memohon dengan raut wajah memelas. "Aku ingin membalas ibu tiriku yang sudah tega membohongi aku dan menghabiskan uang warisan milikku. Mama Ana terlalu jahat padaku."


Leo mengerutkan kening. "Bukan soal kompensasi. Aku pikir, nikah itu untuk satu kali, Nay ... nggak bisa main-main. Apalagi hanya untuk balas dendam, aku nggak mau yang kaya begitu."


"Obat semalam adalah ulah Mama Ana ... Apa kau tidak melihatnya? Semalam yang menuang wine adalah Mama Ana, Leo. Dia ada di rumah ini, apa kamu nggak sadar itu? Dia memang pakai make up yang tebal dengan penyamaran yang sempurna sampai kamu nggak ngenalin dia." Nayra meyakinkan.

__ADS_1


Leo membeliak tak percaya. "Kalau gitu, aku mesti usir dia! Aku nggak pernah hafal sama pelayan Papa. Mereka rasanya ganti-ganti orang tiap hari."


"Nggak, Leo! Aku akan atasi dia, sebab aku tahu apa tujuan dia bekerja di sini." Nayra kemudian mendekati Leo. "Dia ingin menghancurkan hidup aku dengan merebut pacar-pacarku, dan jika aku gagal menikah, maka dia yang terus berkuasa atas kekayaan Papa, bahkan termasuk bagianku! Dia akan mengambil sedikit demi sedikit uang milikku, dengan alasan untuk biaya hidupku. Itu sudah terjadi dan aku baru tahu. Mama Ana terlalu baik menutupi kejahatannya sehingga semua orang percaya, termasuk aku."


Leo ternganga, sampai tak bisa berkata-kata lagi mendengar itu. "Tega sekali dia, ya ... serius kamu, Nay?!"


"Untuk apa aku bohong, kan?" Nayra membuka kedua tangannya pasrah. "Nggak ada untungnya buat aku kalau bohong sama kamu. Yang jelas, dia ingin kamu atau Papa kamu jatuh ketangan dia sebelum aku. Lagian mungkin dia masih berpikir kalau pengacara belum membuka rahasia terbesarnya padaku."


"Oke ...." Leo menghela napas, "tapi aku tidak mau ada perceraian walau kamu nggak ada perasaan apapun sama aku. Aku nikah bukan untuk bercerai dan aku nggak mau ada yang namanya perjanjian atau apa saja yang terkesan membuat pernikahan ini main-main."


Nayra kaget sepersekian detik, tapi dia segera menguasai diri. Dia yakin, kalaupun Leo bukan pria yang bisa mencintainya, pasti dia lelaki yang baik. Tak masalah kalau harus berdampingan dengan pria sebagai partner daripada harus memuja cinta yang akhirnya hanya menyakitkan saja. Nayra segera bisa menerima.


Nayra mengangguk paham. "Ok, aku akan urus beberapa hal untuk persiapan pernikahan. Seminggu lebih dari cukup jika hanya acara sederhana saja."


Dia tersenyum. "dan aku akan tinggal di sini mulai hari ini. Tidak masalah, kan?"


Leo mengangguk. Dia sudah tau modus sang Papa, jadi ya, dia bisa apa. Ini memang bagian rencana dia yang matang di dukung sepenuhnya oleh kesalahpahaman. Mungkin dalam sebuah musibah ada hikmah kebaikan yang tersembunyi.

__ADS_1


Di dapur, Ana gelisah saat ditugaskan menyiapkan keperluan untuk jamuan makan malam nanti. Bibirnya menggerutu. Dia memotong daging dengan kasar.


"Jangan sampai semua itu benar, dan Nayra akan semakin besar kepala!"


"Sayangnya, semua itu benar, Mama Ana!" Nayra bersedekap di belakang Ana. "Saya calon istri Leo, putra dari majikan anda, mulai hari ini secara resmi."


Ana terkejut seraya menoleh, menyenggol beberapa bahan masakan hingga berhamburan kemana-mana.


"Nayra—kau?!"


"Ya, ini aku ... yang sekarang malah mencari kamu setelah kamu sakit sampai hancur lebur. Kita bisa perang mulai sekarang, Ana! Hidupmu tidak akan tenang."


*


*


*

__ADS_1


Maaf baru up🙏


__ADS_2