
Akad terlaksana dengan baik, seluruh keluarga besar Eduardo terlihat berbahagia melihat Leo bersanding dengan Nayra. Bisa dibilang, keluarga Edo cukup akur, pun dengan keluarga mendiang Mama Leo. Mereka kebanyakan mendukung Leo sepenuh hati, sehingga Leo dan keluarga besar cukup dekat.
Ada keluarga Kristal di sana. Papa Edo adalah adik angkat Tuan Darmawan. Tak heran kalau Kristal menghormati Edo seperti kakeknya sendiri. Bagaimana pun, Edo adalah penggerak usaha DermaCorp, yang begitu banyak berjasa untuk kelangsungan seluruh usaha tersebut. Tuan Darmawan mewasiatkan Papa Edo sebagai pengganti dirinya dan wajib dihormati layaknya Darmawan sendiri. Disebutkan juga, Leo mewarisi beberapa aset dari Tuan Darmawan. Jika masuk ke perusahaan, Leo sama dihormati dan berpengaruhnya dengan Papa Edo maupun Kristal.
Sayangnya, Leo terlanjur terjun ke dunia medis, satu-satunya usaha yang tak disentuh oleh Darmawan.
Saat acara ramah tamah berlangsung, kedua mempelai yang kini memakai pakaian bertema modern, menyapa tamu yang memenuhi aula rumah yang disulap seperto ballroom hotel mewah.
Leo menunjuk Kristal saat Nayra merasa lelah sebab harus meladeni beberapa kerabat Leo yang antusias sekali pada pernikahan Leo. Menghindari banyak pertanyaan yang menanyakan kerabat Nayra, Leo menyuruh Nayra mendatangi Kristal.
Baby B memakai bando blink, tertidur digendongan Kristal. Mereka menyapa Nayra yang langsung cepat akrab dengan Kristal. Obrolan mereka nyambung, sebab Nayra memang pandai menempatkan diri.
"Om Leo sepertinya ketiban bintang jatuh, pas akhirnya menikah sama kamu, Nay." Kristal berkata sedikit keras agar Leo yang sedang berjalan menuju mereka mendengar.
"Pria baik selalu bagian yang berkualitas." Leo mengusap kepala Baby B, lalu mencubit pipi Kristal keras-keras. "Lama nggak chatting, udah nggak bermasalah lagi, kah?"
__ADS_1
Leo menggoda. Jelas Leo akan jadi orang pertama yang dihubungi Kristal saat dia ingin sesuatu, atau butuh bantuan. Vonis Rega misalnya, menyelamatkan Rega, membawa Rega menemuinya, dan terakhir agak extreme, yaitu membantu Dion mengurus surat cerai palsu.
Kristal tertawa kecil. "Hari baik, jangan bicarakan sesuatu yang mengerikan, Om! Pamali!"
Nayra hanya diam menyaksikan interaksi akrab kedua orang ini. Sesekali dia ikut tersenyum.
"Oh, ya ... aku numpang rebahan boleh, nggak sih?" Kristal tampak kepayahan menggendong Baby B yang begitu gemuk dan chubby.
"Ah, mungkin ke kamar tamu, yang paling dekat di situ." Leo menunjuk ke kamar yang dulu ditempati Nayra. "Tapi mungkin masih ada barang Nayra yang berada di sana. Nggak masalah kan?"
Kristal menggeleng. "Perempuan yang bekerja di rumah sakit swasta biasa kalau kamarnya tidak serapi kamar tukang dekor."
"Butuh bantuan?" Leo mengulurkan tangan. Dengan tambahan gaun yang begitu mengembang dan panjang di bagian pinggang ke bawah, Nayra pasti kesusahan. Harusnya, nggak perlu pakai tambahan gaun itu kan? Tampak merepotkan dan berat.
"Ada mbak dari butik yang akan bantu aku nanti." Nayra pamit pada Kristal yang juga siap menuju kamar yang dimaksud Leo.
__ADS_1
Nayra gelisah sepanjang jalan menuju kamar. Dia melihat ada pakaian yang keringatnya belum keluar dari koper, tetapi sudah bertengger cantik di lemari kamar Leo. Seseorang pasti memindahkannya.
Firasat Nayra benar. Ana sejak setengah jam lalu berniat menjarah harta benda Nayra. Kini dia sedang menatap dokumen yang Nayra simpan bersama dengan data dirinya yang tampak sepele.
Diperiksa satu per satu sampai matanya dibuat membeliak ketika surat rumah dan bengkel berada di sini. Jelas rumah dan bengkel milik Nayra, tapi Aldo juga ikut andil. Jadi wajar kalau Aldo berhak memiliki bengkel tersebut.
"Astaga ... Nayra! Kamu jadi wanita jahat banget! Serakah dan tamak! Bisa-bisanya semua diatas namakan dia setelah berpisah." Ana bergumam. Tangan wanita itu mengambil sertifikat resmi bengkel dan rumah. Ini lebih dari lumayan untuk bertahan selama bosnya bersembunyi.
Ana tersenyum sinis. "Nay-Nay ... kamu ini bodoh apa bagaimana, meletakkan barang seperti ini di koper."
Diambilnya sertifikat itu ke dalam sebuah keranjang berisi pakaian kotor, lalu merapikan lagi bekas kejahatannya.
"Ana?!"
*
__ADS_1
*
*