Wen Yunzi (Kisah Menuju Puncak Kekuatan Tertinggi)

Wen Yunzi (Kisah Menuju Puncak Kekuatan Tertinggi)
10 - Perubahan


__ADS_3

Dua hari kemudian ...


Sejak kejadian dua hari yang lalu, Wen Yunzi tetap beristirahat di paviliun Xiuhuan meski cederanya telah sembuh.


Sementara disisi lainnya, banyak sekali perubahan yang terjadi di Klan Wen.


Mulai dari Wen Zuting dan keluarganya diusir dari Klan, seluruh pelayan lama telah diganti dengan pelayan baru. Perubahan yang utama adalah: Wen Yunzi ditetapkan sebagai pemimpin Klan yang baru.


Apakah Wen Yunzi akan membiarkan musuhnya pergi dengan mudah?


Tentu saja tidak!


Saat menginjak punggung Wen Jiali, ia mengedarkan elemen bumi untuk merusak beberapa titik akupuntur yang berhubungan dengan garis meridian-nya.


Jika tidak ditangani dengan cepat, Wen Jiali akan segera lumpuh atau lebih tepatnya menjadi sampah kultivasi.


Sementara disisi Wen Zuting, ia sudah menebak kalau kemungkinan besar cedera internal Wen Zuting tidak akan sembuh dalam kurun waktu tiga sampai empat tahun.


Ia sangat berterima kasih kepada cincin Raja Iblis yang telah membantunya memperparah cedera internal Wen Zuting.


Menghargai keputusan Kakeknya, ia terpaksa memberi kesempatan kepada keduanya untuk tetap hidup. Tapi jika dimasa depan keduanya berani menyakitinya lagi, ia tidak akan melepaskan mereka dengan mudah.


...


Semenjak Tuan besar menetapkan cucunya sebagai pemimpin baru Klan, semua orang kecuali Tuan besar memanggil atau menyebut Wen Yunzi sebagai 'Nona pemimpin'


Semenjak semua orang yang menyakitinya telah menghilang dari pandangannya, Wen Yunzi mengira dirinya akan menjalani kehidupan yang damai bersama Kakeknya.


Tapi ternyata tak berjalan seperti yang dipikirkannya.


Tepat dua hari yang lalu empat orang pria paruh baya memasuki dan tinggal di Kediaman.


Tidak bisa menahan rasa penasarannya, ia bertanya kepada Kakeknya siapakah empat pria paruh baya tersebut.


Dengan senyumnya yang lembut, Tuan besar memberitahu cucunya bahwa empat pria paruh baya tersebut adalah tetua Klan yang selama ini telah mengurus bisnis Klan diluar sana.


"Jadi setelah Kakek keluar dari kultivasi tertutup, para tetua memutuskan untuk kembali?" tanyanya.


Tuan besar mengangguk sebagai tanggapan.


"Meskipun para tetua tidak menentang keputusan Kakek untuk menjadikanmu sebagai pemimpin Klan, Kakek tetap merasa bahwa mereka tidak menyukaimu. Xiao Zi, Kakek berharap kau akan bertahan dan tidak mudah menyerah." Ucapnya dengan khawatir.


"Kakek tidak perlu khawatir! Aku tidak akan menyerah." Wen Yunzi tersenyum penuh makna.


"Hahaha! Kau memang pantas menjadi cucuku!" Tuan besar menepuk lembut kepala cucunya.

__ADS_1


Meskipun sangat bangga melihat cucunya yang sekarang, ia tetap merasa bersalah setiap kali mengingat hasil penyelidikan tentang bagaimana cucunya menjalani kehidupannya selama lima belas tahun.


Keesokan paginya, paviliun teratai.


Tok! Tok! Tok!


"Nona pemimpin, Tuan besar ada disini untuk sarapan bersama anda." Seorang gadis pelayan mengetuk pintu kamar utama.


Wen Yunzi membuka pintu kamarnya lalu bertanya. "Dimana Kakek sekarang?"


"Tuan besar sedang menunggu Nona diruang makan," gadis pelayan menjawab dengan kepala tertunduk.


Setelah mendapatkan jawaban, Wen Yunzi bergegas menuju ruang makan. Sesampainya di sana, ia melihat senyuman hangat di wajah Kakeknya.


"Xiao Zi ..." Tuan besar memanggil.


Wen Yunzi tersenyum manis sembari memegang tangan Kakeknya. "Awalnya aku yang akan pergi menemui Kakek untuk sarapan bersama, tidak ku-sangka Kakek akan datang ke paviliun teratai-ku lebih dulu."


"Tidak masalah siapa yang datang lebih dulu." Tuan besar mengelus rambut cucunya.


Wen Yunzi menanggapi dengan senyuman manisnya.


"Duduklah! Kakek secara khusus meminta koki untuk menyiapkan bubur biji teratai untukmu." Ucap Tuan besar.


Wen Yunzi mengangguk lalu duduk di kursi yang berada disebelah Kakeknya. "Sepertinya bubur biji teratai ini sangat lezat. Kakek, ayo sarapan. Aku akan pergi keruang apotek setelah selesai sarapan."


Sebelum menjawab, Wen Yunzi meminta keempat gadis pelayan disekitarnya untuk pergi.


"Kakek tidak perlu menyembunyikannya lagi. Aku sudah tahu bahwa Kakek telah diracuni. Jika tebakanku tidak salah, Kakek diracuni tepat dua puluh tahun yang lalu." Ucapnya dengan wajah serius.


Sebenarnya Tuan besar sudah menduga cepat atau lambat cucunya akan mengetahui mengenai racun ditubuhnya. Tapi ia tidak menyangka cucunya akan tahu secepat ini.


"Sejak kapan kau mengetahuinya?" karena sudah diketahui, ia tidak menyembunyikannya lagi.


"Aku tahu saat Kakek menemaniku makan siang kemarin." Jawab Wen Yunzi yang terlihat khawatir.


"Kakek sudah menduga cepat atau lambat kau pasti akan tahu. Jangan khawatir Xiao Zi, racun ini tidak akan membunuh Kakek." Tuan besar mencoba menghibur cucunya.


Membuat ekspresi khawatir di wajah Wen Yunzi berubah. "Apa Kakek pikir aku akan percaya?"


"Hais! Otak pintar-mu telah menyakiti hati Kakek." Tuan besar tidak tahu harus bahagia atau sedih memiliki cucu yang sangat pintar.


Setelah menghela nafas, Wen Yunzi bertanya. "Kenapa Kakek tidak bertanya bagaimana aku mengetahui tentang racun Kakek? kenapa Kakek tidak mencurigai mengenai penyebab perubahan-ku? kenapa Kakek selalu mempercayai semua ucapan-ku?"


Setelah berpikir berulang kali, ia memutuskan untuk tidak menyembunyikan apapun dari Kakeknya. Lagipula dengan kepintaran kakeknya, tidak mungkin Kakeknya tidak menyadari mengenai perubahan dirinya.

__ADS_1


"Kakek tidak ingin tahu. Kau adalah satu-satunya cucu yang paling Kakek sayangi dan satu-satunya keluarga yang Kakek miliki di dunia ini. Yang lebih penting, sampai kapanpun Kakek akan selalu mempercayaimu." Ucap Tuan besar dengan tenang.


Wen Yunzi menyadari bahwa kakeknya pasti mengetahui fakta yang sebenarnya. Dari ucapan Kakeknya, ia yakin Kakeknya telah menerimanya terlepas dari apa yang terjadi.


Membuatnya sekali lagi meneteskan air matanya. "Kakek, Xiao Zi sangat menyayangimu."


Mendengar ungkapan kasih sayang cucunya yang disertai isak tangis, Tuan besar merasakan kehangatan dihatinya. Ia tersenyum sembari menghibur cucunya yang menangis di pelukannya. "Jangan menangis cucuku. Ayo kita sarapan dulu. Bukankah kau akan pergi keruang apotek setelah sarapan?"


Wen Yunzi mengangguk lalu keluar dari pelukan Kakeknya.


"Kakek, aku pasti akan menghilangkan racun ditubuh Kakek." Ucapnya dengan serius.


Tidak ingin membuat cucunya sedih, Tuan besar hanya bisa mengangguk.


Beberapa saat kemudian, sepasang Kakek dan cucu telah menyelesaikan sarapan sederhana mereka.


"Bisakah Kakek memberitahuku siapakah yang telah meracuni Kakek?" Wen Yunzi bertanya setelah mengelap bibirnya dengan sapu tangan.


Ekspresi Tuan besar langsung berubah. "Tidak! Kakek tidak akan memberitahumu."


"Kenapa tidak?"


"Karena berbahaya untukmu!"


"Tapi ..."


"Xiao Zi, berjanjilah pada Kakek. Kau tidak akan menanyakannya lagi ataupun mencaritahu." Ucap Tuan besar.


Melihat Kakeknya ketakutan, Wen Yunzi berjanji secara terpaksa.


"Siapa yang telah meracuni Kakek? siapapun itu, suatu saat nanti aku pasti akan mengetahuinya." Sepertinya ia harus mulai menyusun sebuah rencana.


Tuan besar menghela nafas lega setelah cucunya berjanji.


"Xiao Zi, bukankah kau akan pergi keruang apotek?" Tuan besar mengalihkan topik.


"Ah benar! Aku pergi sekarang. Aku akan menemui Kakek lagi di waktu makan siang." Ucap Wen Yunzi sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Baiklah. Kakek akan menunggumu di paviliun kedamaian." Tuan besar tersenyum hangat.


Wen Yunzi mengangguk lalu pergi dengan seorang gadis pelayan yang bernama Liu Mei.


Tuan besar memandang kepergian cucunya dengan ekspresi bahagia bercampur khawatir.


.

__ADS_1


.


______Happy Reading______


__ADS_2