
Bersamaan dengan suara gong yang terdengar sangat keras. Semua orang lalu mulai memusatkan perhatian mereka di lantai pertama, dimana pelelangan yang paling di tunggu-tunggu akhirnya telah dimulai.
Ternyata, prosedur pelelangan di Dunia kuno ini sama persis seperti di Dunia modern. Dimana pelelangan dimulai dari harga yang paling rendah.
Harga paling rendah di Paviliun pelelangan Shi Ting telah ditetapkan pada angka 10.000 koin perak. Meskipun di mulai dari harga rendah, barang-barang yang di lelang di Paviliun pelelangan Shi Ting semuanya di anggap yang paling langka di pasaran.
Selama pelelangan berlangsung, Yun Zi telah menyaksikan bahwa rata-rata ramuan herbal telah di dapatkan oleh Nona Xin Annchi. Hal ini dikarenakan tidak ada yang menawar karena takut menyinggung Nona Xin Annchi.
Menyaksikan pelelangan berlangsung seperti ini, Yun Zi mengerutkan alisnya karena merasa bosan. Sedangkan Jian Heeng hanya tetap duduk diam sejak dimulainya pelelangan. Lagipula, Jian Heeng hanya akan mulai menawar jika Tuannya memberinya instruksi.
Setelah lelang ramuan herbal berumur 10 tahun telah didapatkan oleh Nona Xin Annchi lagi. Pelelangan herbal selanjutnya akhirnya membuat Yun Zi tidak bosan lagi.
Ya! Pelelangan ramuan herbal selanjutnya adalah Ilusi Gulma berusia 10 tahun. Seperti ramuan herbal lainnya, Ilusi Gulma juga ditempatkan di sebuah kotak giok berkualitas tinggi. Sebuah kotak giok yang diukir dengan indah telah memperlihatkan Ilusi Gulma meski samar-samar.
Karena ramuan herbal berjenis Ilusi Gulma berusia 10 tahun termasuk langka. Maka harga awalnya di mulai dari 50.000 koin perak.
Sesungguhnya, Yun Zi tidak akan tertarik pada ramuan herbal berusia 10 tahunan tapi setelah Chu'er memberitahunya usia asli Ilusi Gulma tersebut. Yun Zi langsung bersemangat lalu meminta Jian Heeng untuk melakukan penawaran hingga mendapatkannya terlepas dari berapapun harganya.
Tapi Yun Zi memberi instruksi pada Jian Heeng untuk melakukan penawaran di akhir saja.
Kali ini yang melakukan penawaran untuk ramuan herbal Ilusi Gulma bukan hanya Xin Annchi saja, tapi ada beberapa orang lain juga yang sepertinya berasal dari kekuatan lainnya.
Penawaran yang sangat sengit saat ini telah membuat harga Ilusi Gulma beralih ke koin emas.
"10.000 koin emas", Xin Annchi menaikkan harganya sebanyak 2.000 koin emas. Xin Annchi saat ini sangat kesal karena pihak lain tidak mau mengalah darinya.
"15.000 koin emas", pihak lain pun menaikkan harga yang lebih tinggi dari Xin Annchi.
"25.000 koin emas", karena pihak lain menaikkan harga yang lebih tinggi dari Xin Annchi. Xin Annchi pun semakin kesal karena hal ini sama saja menganggap dirinya tidak mampu menaikkan harga yang jauh lebih tinggi.
Semua orang yang hadir dalam pelelangan hanya bisa terdiam melihat penawaran sengit antara Nona Xin Annchi dan pihak lain yang masih belum di ketahui identitasnya.
Karena pihak lain tidak lagi menawar setelah Nona Xin Annchi melakukan penawaran di angka 25.000 koin emas. Semua orang berpikir kalau Ilusi Gulma akan di dapatkan oleh Nona Xin Annchi.
Tapi yang terjadi selanjutnya, membuat semua orang salah berpikir.
"35.000 koin emas", sebuah suara seorang Wanita yang sangat dingin, telah memecahkan keheningan yang berlangsung sesaat.
Ya! Saat ini yang mengajukan penawaran adalah Yun Zi yang telah berkata pada Jian Heeng bahwa dirinya yang akan mengajukan penawaran.
______
__ADS_1
Hanya dalam sekejap mata. Penawaran Ilusi Gulma kini telah mencapai angka 80.000 koin emas.
"Harga yang sangat gila", batin semua orang yang menyaksikan penawaran sengit dalam diam.
Meskipun para tamu yang menghadiri pelelangan adalah orang-orang kaya dan berpengetahuan. Menyaksikan penawaran sengit seperti ini adalah yang pertama kalinya bagi mereka. Oleh karena itu, semua tamu yang hadir dalam pelelangan menjadi diam membisu dan hanya mendengar suara dua Wanita yang sama-sama yang masih berkelahi dalam penawaran.
Merasa cukup lelah karena terus-menerus mengajukan penawaran, Yun Zi pun mengajukannya sekali lagi dengan harga yang membuat Nona Xin Annchi berada dalam kekalahan total serta membuat para tamu lainnya seperti hampir memuntahkan seteguk darah karena terlalu terkejut.
"100.000 koin emas", Yun Zi mengajukan penawaran sekali lagi dengan nada dinginnya.
Karena Nona Xin Annchi tidak lagi mengajukan penawaran. Juru lelang pun mengetuk palu tiga kali dan mengumumkan kalau ramuan herbal berjenis Ilusi Gulma berusia 10 tahun telah di dapatkan oleh tamu di ruangan nomor 7 yang terletak di lantai tiga.
Sedangkan yang terjadi di ruangan nomor 1. Terlihat tiga Gadis muda dan tiga Pemuda berusaha menenangkan Nona Xin Annchi yang terlihat sangat marah.
Pelelangan pun terus berlanjut. Banyak orang yang telah mendapatkan barang-barang yang mereka inginkan dengan harga tertentu.
Tapi ketika Gadis pelayan membawa barang selanjutnya yang berbentuk kotak dan meletakkannya di atas meja pelelangan. Semua para tamu pelelangan sekali lagi membisu bahkan Yun Zi yang sebelumnya terlihat malas, juga diam membisu saat ini.
Juru lelang lalu membuka tutup kotak tersebut untuk memperlihatkan barang di dalamnya. Kali ini, juru lelang terlihat bingung karena tidak bisa menetapkan harganya awalnya.
Juru lelang mengambil barang dalam kotak tersebut dan mengangkatnya tinggi-tinggi agar semua orang dapat melihatnya dengan jelas.
"Apakah ada dari para tamu sekalian yang bersedia membantu kami mengindentifikasi item ini? ",
Semua orang menatap item itu dengan hati-hati. Tapi semua orang hanya bisa menggelengkan kepala karena tidak bisa mengenali item apakah yang di pegang juru lelang tersebut.
Semua orang tidak bisa mengenalinya tapi bukan berarti Yun Zi tidak bisa mengenalinya juga.
Ya! Yun Zi saat ini diam membisu dan sangat terkejut melihat item yang di pegang juru lelang tersebut.
Item yang di pegang juru lelang terlihat sangat mirip dengan Arloji zaman modern yang telah dirangkai dengan batu permata berwarna-warni dan bersinar dalam berbagai warna.
Ketika juru lelang memegangnya di tangannya. Cahaya berwarna-warni terpantul ke tubuh juru lelang tersebut dan membuat sosoknya seolah-olah di kelilingi oleh cahaya suci seperti sang Buddha yang tampak luar biasa.
Yun Zi tiba-tiba menjadi lebih terkejut ketika Chu'er memberitahunya untuk mendapatkan item yang di pegang juru lelang tersebut.
Untuk meyakinkan Tuannya, Chu'er berkata kalau item tersebut yang terlihat seperti gelang akan berubah menjadi suatu harta yang tidak ternilai harganya jika di satukan dengan liontin giok milik Tuannya..
"Tuan, item itu sebenarnya memiliki roh. Hanya saja, saat ini roh item itu telah tertidur", ucap Chu'er lalu mulai menjelaskannya lebih detai pada Tuannya.
Setelah mendengarkan penjelasan Chu'er, Yun Zi pun bertekad untuk mendapatkan item yang berbentuk Arloji tersebut.
__ADS_1
Tidak ada yang bisa mengidentifikasi item apakah yang di pegang nya, juru lelang akhirnya berkata, "Sepertinya, item ini adalah gelang permata yang memiliki desain yang cukup unik".
Karena Arloji hanya ada di zaman modern, maka juru lelang dan semua orang di Dunia kuno ini menyebutnya sebagai gelang.
Karena item tersebut memang terlihat sangat mirip dengan gelang permata, maka tidak ada yang keberatan jika juru lelang menyebutnya sebagai gelang permata.
Karena desain dan pantulan cahayanya yang terlihat sangat indah, banyak Wanita yang berniat untuk mendapatkan gelang tersebut berapapun harganya.
Saat ini, penawaran gelang tersebut sudah mencapai angka 150.000 koin emas.
_____
Meskipun mempunyai harta yang berlimpah, Yun Zi tidak berencana menghabiskan uangnya begitu saja.
Yun Zi lalu mengintruksikan Jian Heeng untuk meminta kertas putih dan tinta pada pelayan.
Setelah menulis beberapa kalimat pada kertas putih, Yun Zi melipat kertas tersebut menjadi segi empat lalu meminta seorang Gadis pelayan untuk mengirimkannya pada tamu di ruangan nomor 13. Yun Zi membisikkan sesuatu pada Gadis pelayan tersebut sebelum membiarkannya pergi.
Lantai tiga, ruangan nomor 13 ...
Putra Mahkota Nangong Hao Cun mengerutkan alisnya melihat seorang Gadis pelayan yang berlutut di sampingnya memberikan sebuah surat padanya.
Penjaga yang berdiri di belakang Putra Mahkota berniat mengambil surat tersebut untuk memastikan apakah ada masalah atau tidak pada surat tersebut sebelum menyerahkannya pada Putra Mahkota.
Melihat penjaga ingin mengambil surat yang di pegang nya, Gadis pelayan buru-buru berkata, "Yang Mulia, tamu misterius itu berkata kalau hanya Yang Mulia yang bisa menyentuh surat ini dan juga, tamu misterius itu menyebutkan tiga kata yakni 'Racun paling mematikan' ",
Putra Mahkota tertegun sesaat lalu segera mengambil surat yang di serahkan Gadis pelayan dan membukanya.
Setelah membaca isinya, Putra Mahkota mengepalkan tinjunya. Hanya ada beberapa kalimat dalam kertas tersebut tapi beberapa kalimat ini membuat Putra Mahkota seperti telah disambar petir pada siang hari, "Yang Mulia, penyakit misterius Anda disebabkan oleh racun yang paling mematikan. Tawar gelang itu untuk saya dan sebagai gantinya, saya akan menyembuhkan racun dalam tubuh Anda".
Sebenarnya, Yun Zi tidak ingin merepotkan dirinya sendiri dalam masalah orang lain apalagi menyangkut masalah Kerajaan. Tapi saat ini Yun Zi tidak keberatan merepotkan dirinya dalam urusan orang lain.
Alasannya adalah; Yun Zi ingat bahwa dimasa lalu, Putra Mahkota pernah membantu dirinya dan Adiknya. Bisa dikatakan, Yun Zi bersedia menyembuhkan racun di tubuh Putra Mahkota sebagai balas budi atas bantuan Putra Mahkota dimasa lalu.
Alasan lainnya yakni, Putra Mahkota adalah cucu yang paling disayangi oleh Ibu Suri. Dan karena Ibu Suri menyayangi Yun Zi seperti menyayangi cucunya sendiri maka Yun Zi telah menganggap Ibu Suri sebagai Neneknya sendiri. Selain Adiknya, Yun Zi juga menganggap Ibu Suri sebagai orang yang paling ingin dilindungi nya.
_____Goddess Of Yun Zi______
Maafkan atas typo-typo yang masih banyak bertebaran ya ..
_____Happy Reading_____
__ADS_1