
Duduk dalam posisi meditasi di atas ranjangnya. Yun Zi berkultivasi dengan tujuan meredakan kekesalannya.
Ketika sore hari tiba, Yun Zi memanggil Liu Mei dan meminta pendapat darinya mengenai rencananya malam ini. Meskipun sangat terkejut dengan rencana mendadak Nona nya, Liu Mei tidak punya pendapat lain dan berkata kalau dirinya bersedia mengikuti kemanapun Nona nya pergi.
Meminta Liu Mei untuk menyiapkan barang-barang yang ingin dibawanya. Yun Zi lalu berbaring santai di ranjangnya setelah menulis dua surat yang akan diberikannya kepada Ibu Suri dan Adiknya.
_____
Meskipun berada dalam kegelapan malam. Kecantikan Yun Zi tidak berkurang sedikitpun dan malah membuat sosoknya yang memakai gaun serba hitam, semakin indah dan mempesona, bahkan rembulan malam pun tidak bisa di bandingkan dengan keindahan Yun Zi.
Benar! Saat ini, Yun Zi dan Liu Mei telah meninggalkan kediaman Jendral Wen dan kini keduanya berada di jalan terpencil. Liu Mei memimpin jalan sembari membawa mutiara malam ditangannya sebagai penerangan.
Keesokan harinya .....
Di Aula utama, Tuan besar duduk di kursi utama dengan wajahnya yang memerah akibar menahan kemarahannya.
Pagi ini, Tuan besar menerima berita yang membuatnya meledak dalam kemarahan. Berita tersebut tak lain adalah berita mengenai Yun Zi dan Liu Mei yang telah diam-diam meninggalkan kediaman.
Meskipun berada dalam kemarahan saat ini, Tuan besar tetap mengirim beberapa bawahannya untuk mencari keberadaan Yun Zi secara diam-diam. Tuan Besar juga mengatakan kepada semua orang di kediamannya untuk tidak memberitahu siapapun mengenai kepergian Yun Zi sampai waktu kunjungan keluarga Yong tiba.
Tiga hari kemudian, keluarga Yong datang mengunjungi kediaman Jendral Wen. Tuan besar berkata kalau pesta pertunangan yang akan di adakan seminggu kemudian terpaksa harus dibatalkan.
Agar tidak membuat keluarga Yong marah, Tuan besar memberitahu keluarga Yong bahwa cucunya yakni Wen Yun Zi, telah mengenali seorang ahli sebagai Gurunya dan kini sedang bepergian bersama Gurunya untuk memperluas pengalamannya.
Tuan pertama dari keluarga Yong pun bertanya kapan calon menantu mereka kembali.
Tuan besar hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawabannya. Tuan besar lalu berkata, kalau cucunya hanya akan kembali setelah level kultivasinya mencapai keinginan Gurunya. Tuan besar juga terpaksa berkata, kalau kediaman Jendral Wen nya tidak akan mempermasalahkan jika keluarga Yong membatalkan pertunangan ini.
Karena tidak tahu kapan Wen Yun Zi kembali. Keluarga Yong dengan terpaksa membatalkan pertunangan ini. Jika memaksa Wen Yun Zi untuk kembali akan menyinggung Gurunya yang seorang ahli, maka Tuan pertama lebih memilih membatalkan pertunangan ini.
Bersamaan dengan berita bahwa pertunangan Wen Yun Zi dengan salah satu Tuan muda dari keluarga Yong telah dibatalkan. Berita lain mengenai Wen Yun Zi bepergian dengan Gurunya yang seorang ahli juga telah menyebar luas ke seluruh Ibukota.
Dua berita ini membuat banyak orang bereaksi berbeda. Ada yang senang karena pertunangan Wen Yun Zi telah dibatalkan, ada juga yang cemburu karena Wen Yun Zi telah mengenali seorang ahli sebagai Gurunya.
Tentu saja! Hanya Ibu Suri, Wen Yun Yi, Kaisar dan Permaisuri Lian Sa Shuang yang mengetahui alasan sebenarnya mengenai pembatalan pertunangan ini dan alasan yang sebenarnya mengenai kepergian Yun Zi.
Sehari setelah Yun Zi pergi. Ibu Suri dan Wen Yun Yi yang berada di Akademi telah menerima surat dari Yun Zi.
Surat yang di berikan Yun Zi kepada Ibu Suri berisi alasan mengenai kepergiannya. Dalam surat tersebut, Yun Zi juga memberitahu Ibu Suri bahwa yang menyetujui proposal pernikahan keluarga Yong bukanlah dirinya melainkan Kakeknya yang telah menyetujuinya tanpa sepengetahuannya. Yun Zi juga meminta Ibu Suri untuk berpura-pura tidak tahu mengenai kepergiannya dan tak lupa, Yun Zi juga meminta bantuan Ibu Suri untuk menjaga Adiknya selama dirinya pergi.
Mendengar kabar bahwa Yun Zi telah menyetujui proposal pernikahan keluarga Yong, Kaisar serta Permaisuri Lian Sa Shuang telah salah paham dan sedikit kecewa pada Yun Zi. Tapi membaca surat yang di serahkan Ibu Suri, keduanya saat ini tidak lagi kecewa dan sepenuhnya percaya serta mendukung apapun yang Yun Zi lakukan selama hal yang di lakukan nya benar.
Sedangkan Wen Yun Yi yang telah membaca surat dari saudarinya. Kini wajah tampannya memiliki ekspresi bahagia bercampur kecewa.
__ADS_1
Bahagia karena saudarinya telah memilih mencari pengalaman kultivasi diluar daripada tinggal di tempat bobroknya. Dan sangat kecewa karena Kakeknya bahkan tega menjual cucunya sendiri demi meningkatkan popularitas kediaman Jendral Wen nya sendiri.
Sikap Kakeknya ini telah membuat Wen Yun Yi sangat kecewa dan frustasi. Wen Yun Yi absen dari kelasnya dan mengunci dirinya sendiri di dalam kamar. Setelah hampir satu minggu mengunci diri di dalam kamar, Wen Yun Yi akhirnya keluar dengan sifat yang jauh berbeda dari sebelumnya.
Remaja laki-laki yang sebelumnya memiliki sifat periang, kini digantikan dengan sifat tenang, dewasa dan tidak ada sedikit pun jejak emosi di matanya.
Sifatnya yang saat ini hanya bisa digambarkan dengan dua kata; Sangat Dingin.
Hari-hari pun tak terasa telah berlalu dengan begitu cepat .....
______
Saat ini, di kedai teh yang tak jauh dari Paviliun pelelangan Shi Ting. Ada dua orang misterius yang telah menarik perhatian para pelanggan kedai teh.
Dua orang misterius ini tidak lain adalah Yun Zi dan Jian Heeng yang kini sedang berada di kedai teh.
Yun Zi saat ini mengenakan gaun berwarna merah terang, dipadukan dengan topeng bulu berwarna-warni yang menutupi wajah cantiknya. Penampilan misterius dan auranya yang cukup menakutkan, membuat banyak orang tidak berani menatapnya terlalu lama karena takut akan menyinggungnya.
Sedangkan Jian Heeng yang duduk di seberang Yun Zi. Mengenakan jubah hitam polos di padukan dengan topeng perak yang memiliki pola lotus hitam di sebelah kanan topengnya.
Penampilannya yang begitu misterius dan menakutkan, membuat banyak orang tidak berani menyinggungnya juga.
Meskipun penampilan Jian Heeng saat ini terlihat sangat menakutkan. Banyak orang yang entah kenapa, justru menganggap Yun Zi yang lebih menakutkan.
Melihat orang-orang yang mengantri di depan Paviliun pelelangan sudah tidak ramai lagi, Jian Heeng pun berkata dengan hormat pada Tuannya, "Tuan, mari kita pergi".
Sesampainya di depan Paviliun pelelangan Shi Ting yang terlihat sangat megah. Jian Heeng lalu menyerahkan kartu undangan kepada salah satu penjaga yang menjaga pintu masuk Paviliun.
Melihat Pria bertopeng menyerahkan kartu undangan pelelangan peringkat VIP. Penjaga tersebut menyambutnya dengan hormat lalu memanggil salah satu Gadis pelayan untuk mengantarkan kedua tamu misterius ini ke keruangan VIP sesuai peringkat kartu undangan.
Yun Zi dan Jian Heeng di pimpin oleh Gadis pelayan ke ruangan VIP yang terletak di lantai tiga.
Ruangan VIP ini tampak elegan, perabotan mewah dengan desain sederhana serta tata letaknya yang diatur dengan anggun membuat ruangan ini sangat sesuai dengan selera Yun Zi.
Berbagai macam buah-buahan spiritual dan kue-kue pun telah di sediakan di ruangan VIP. bertujuan agar para tamu dapat menikmati pelelangan dengan santai.
Dari sudut pandang Yun Zi yang saat ini duduk di kursi menghadap ke jendela transparan. Ada total lima belas ruangan VIP di lantai tiga membentuk lingkaran mengelilingi pelelangan di tengah-tengah, desainnya juga terlihat sama persis.
Meskipun di dengan jendela transparan. Orang dari luar tidak bisa melihat ke dalam ruangan sama sekali. Tujuan Paviliun pelelangan Shi Ting mendesainnya seperti ini agar dapat melindungi privasi tamunya yang ingin menyembunyikan identitasnya.
"Di lantai tiga ini, hanya satu ruangan kosong yang bisa dilihat. Sepertinya, bisnis Paviliun Shi Ting berjalan sangat lancar! ", Yun Zi mengatakannya sembari bermain-main dengan kipas lipatnya.
"Tuan benar! Meskipun banyak saingannya, bisnis Paviliun Shi Ting tetap berjalan lancar selama dua tahun ini", ucap Jian Heeng yang duduk di kursi lain.
__ADS_1
Yun Zi pun mengangguk lalu mengalihkan pandangannya ke lantai pertama. Yang mana tidak ada kursi kosong yang bisa dilihat lagi dan juga, menilai dari pakaian berkualitas terbaik yang dikenakan orang-orang ini, bisa dilihat kalau yang berpartisipasi dalam pelelangan hari ini tampaknya berasal dari kalangan orang-orang kaya.
Pandangan Yun Zi tiba-tiba berubah tajam melihat tiga orang yang baru saya memasuki salah satu ruangan di lantai dua. Salah satu dari tiga orang ini adalah mantan tunangannya yakni Pangeran keempat.
Pangeran keempat datang bersama Wen Li Mei dan adiknya yakni Putri ketiga Nangong Zhang Jiao.
"Dunia yang begitu sempit", ucap Yun Zi dengan nada dinginnya lalu mengalihkan pandangannya pada tempat lain..
Pangeran keempat hanya bisa menghela nafas karena tidak bisa menemukan siapa pemilik tatapan tajam yang di tujukan padanya tersebut.
Dua menit kemudian.....
Yun Zi merasa mulai bosan karena pelelangan belum juga di mulai. Dari informasi yang di sampaikan oleh Jian Heeng, Yun Zi tahu kalau alasan pelelangan belum dimulai adalah, menunggu tamu yang cukup penting.
"Wah... Apakah itu Nona Xin Annchi? ",
Di lantai pertama, seseorang berteriak kaget melihat sosok Gadis muda berjalan memasuki Aula lantai pertama, diikuti oleh beberapa Pemuda dan Gadis muda yang memakai pakaian seragam serba putih.
"Aku tidak menyangka kalau Dewi ku akan menghadiri elelangan juga",
"Nona Xin Annchi benar-benar sangat cantik",
Berbagai pujian dilontarkan oleh semua orang di lantai pertama pada seorang Gadis muda yang disebut Nona Xin Annchi. Dari ingatan mantan pemilik tubuh ini, Yun Zi tahu kalau Nona Xin Annchi adalah murid langsung dari wakil Pemimpin Sekte Tian Ling serta Nona sulung dari kediaman Xin.
Wakil Pemimpin Sekte Tian Ling yang bernama Hong Li memiliki gelar sebagai 'Dewa Medis' karena ia bisa menyembuhkan penyakit apapun terlepas dari tingkat keparahannya. Dari desas-desus yang tersebar luas, dikatakan kalau Tuan Hong Li bisa menyembuhkan penyakit yang dianggap mustahil untuk disembuhkan. Sejauh ini, tidak ada yang bisa menggeser gelar Dewa Medisnya.
Xin Annchi adalah satu-satunya murid yang paling disayanginya. Xin Annchi juga dikenal sebagai jenius Medis muda karena di sepanjang karirnya, Xin Annchi telah menyembuhkan banyak penyakit yang tidak bisa disembuhkan oleh bakat Medis muda lainnya. Selain di kenal sebagai jenius Medis muda, Xin Annchi juga di kenal sebagai seorang Dewi karena wajah cantiknya serta sifatnya yang ramah dan anggun.
Xin Annchi saat ini mengenakan gaun biru muda yang membuatnya seperti sedang mengambang di awan yang cerah. Gerakannya yang anggun dan elegan membuat sosoknya semakin indah.
Tidak akan salah jika menyebut Xin Annchi sebagai seorang Dewi.
Di belakang Xin Annchi, ada tiga Pemuda dan tiga Gadis muda yang sama-sama mengenakan pakaian putih bersulam pohon bambu. Diikat pinggang nya, masing-masing tergantung Liontin Giok dengan ukiran yang sama persis.
Semua orang yang melihatnya tahu bahwa Liontin Giok yang tergantung di pinggang tiga Gadis dan Pemuda ini adalah token identitas mereka sebagai murid Sekte Tian Ling.
Seorang Gadis pelayan memberi hormat kepada Xin Annchi dan kelompoknya lalu memimpinnya ke ruangan VIP yang kosong di lantai tiga.
Ternyata, ruangan itu memang sengaja di kosongkan untuk Xin Annchi dan kelompoknya.
Sepuluh menit kemudian, suara Gong yang sangat keras bergema di seluruh Paviliun pelelangan. Menandakan bahwa pelelangan telah dimulai.
______Goddess Of Yun Zi_______
__ADS_1
Lanjut? ...
_____Happy Reading______