
Melihat orang-orang yang mengantri di depan pintu masuk paviliun Wuxi sudah tidak ramai lagi, Mo Yu dengan sikap hormatnya berkata pada Tuannya. "Tuan, mari kita pergi."
Wen Yun Zi mengangguk kemudian beranjak pergi dari kedai teh tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Sesampainya di depan paviliun Wuxi, penjaga yang pernah melihat Wen Yun Zi kemarin langsung mempersilahkannya masuk dengan sikap yang hormat.
Ternyata penjaga itu memang sudah di instruksikan oleh Tuan Lin untuk membiarkan nona Zi langsung masuk begitu melihatnya.
"Silahkan masuk nona Zi." Ucap Penjaga dengan sikap yang begitu hormat.
Begitu tiba di lantai pertama paviliun Wuxi, Wen Yun Zi mendengar suara seorang gadis yang sedang berbicara tentangnya.
"Nona, kabarnya Wen Yun Zi sudah berubah dari seorang gadis sampah buruk rupa menjadi seorang gadis cantik yang jenius. Menurut nona, apakah dia akan datang ke pelelangan ini?" ucap seorang gadis yang berpakaian seperti seorang pelayan pada gadis di sampingnya yang terlihat menawan mengenakan hanfu berwana merah muda bercorak pohon bunga sakura.
"Aku tidak peduli apakah dia sudah berubah atau tidak! Tapi jika dia berani datang ke pelelangan ini, aku bersumpah akan membuatnya menderita." Suara yang membawa nada kebencian menjawab pertanyaan gadis pelayan itu.
Sudut bibir Wen Yun Zi melengkung penuh misteri begitu mendengar suara penuh kebencian itu, sementara Mo Yu akan bertindak tapi segera dihentikan oleh Wen Yun Zi.
Wen Yun Zi melirik gadis yang terlihat menawan itu dan berkata dengan seringai samar yang terangkat di sudut bibirnya. "Jiang Ying Xue, mari kita lihat siapa yang pada akhirnya akan menderita."
Wen Yun Zi mengingat dengan jelas bahwa selain Wen Jia Li, gadis bernama Jiang Ying Xue inilah yang juga paling membencinya. Setiap kali bertemu dengannya, Jiang Ying Xue selalu menindas nya sampai membuatnya terlihat seperti orang gila yang menyedihkan.
Melihat Jiang Ying Xue lagi, Wen Yun Zi tentu saja tidak akan diam saja. Dirinya sudah berencana untuk membalas satu persatu semua penghinaan dan penindasan yang di terimanya selama ini. Bahkan Little Spirit dan Xing Jun sudah sangat geram melihat Jiang Ying Xue hingga ingin rasanya mereka membalasnya sekarang juga.
Jika bukan karena menghormati keputusan Tuannya, keduanya pasti sudah bertindak sekarang. Membuat Jiang Ying Xue jauh lebih menderita dibandingkan kata menderita yang diucapkannya.
Berbeda dari keinginan kedua kontraktor dan bawahannya. Daripada membalasnya sekaligus, Wen Yun Zi lebih menyukai membalasnya satu persatu hingga semuanya tuntas.
Pelayan lain datang menghampiri Wen Yun Zi dan berkata dengan sopan. "Nona Zi, mari saya antar anda ke ruangan VIP sesuai dengan token yang anda miliki."
Wen Yun Zi menganggukkan kepalanya kemudian mengikuti pelayan pria yang sangat sopan itu.
Pelayan pria membawa Wen Yun Zi dan Mo Yu ke salah satu ruangan yang ada di lantai empat.
"Nona, ini pertama kalinya Nubi melihat orang-orang dari paviliun Wuxi bersikap sopan dan hormat pada orang lain selain Yang Mulia Pangeran Xiu. Bahkan jika Putera Mahkota datang, orang-orang dari paviliun Wuxi hanya menyambutnya biasa saja." Ucap pelayan pribadi Jiang Ying Xue.
Jiang Ying Xue mengerutkan keningnya begitu tatapannya tertuju pada gadis bertopeng bulu warna-warni. "Mungkin nona bertopeng itu adalah salah satu tamu terhormat dari paviliun Wuxi."
Hanya satu pandangan saja membuat Jiang Ying Xue merasakan perasaan buruk yang seolah-olah telah bertemu dengan musuh bebuyutannya.
Paviliun Wuxi terdiri dari delapan lantai. Lantai pertama digunakan sebagai tempat penjualan. Lantai kedua di gunakan sebagai tempat pelelangan di selenggarakan serta tempat duduk untuk para tamu dari kalangan biasa. Di lantai ketiga terdapat lima belas ruangan VIP yang hanya di siapkan untuk para tamu terhormat yang memiliki token berwarna merah.
Lantai keempat adalah adalah ruangan VIP khusus yang hanya di tempati oleh para tamu terhormat yang memiliki token berwarna hitam, dan dilantai empat hanya terdapat delapan ruangan. Lantai kelima digunakan sebagai gudang penyimpanan dan dijaga ketat oleh beberapa penjaga elit. Sedangkan lantai keenam terakhir adalah tempat yang khusus di tempati oleh sang pemilik paviliun Wuxi yang sampai saat ini masih belum diketahui identitasnya.
Pada saat ini pelayan pria tadi membawa Wen Yun Zi dan Mo Yu ke ruangan VIP nomor 3 yang terletak di lantai empat. Sementara di ruangan yang lainnya terlihat beberapa pelayan juga sedang mengantar tamu.
__ADS_1
Kejadian berikutnya membuat banyak tamu yang berada di lantai dua membelalakkan matanya.
Di lantai keempat terdapat ruangan VIP nomor 2, 3, 4, 6, 7 dan 8 memancarkan cahaya berwarna putih secara bersamaan. Munculnya cahaya berwarna putih ini menandakan bahwa sang pemilik ruangan sudah hadir. Hal inilah yang membuat kegemparan di lantai kedua.
Para tamu di lantai kedua bertanya-tanya siapa saja para tamu terhormat yang sudah hadir itu.
Perlu diketahui. Di setiap pelelangan yang di selenggarakan oleh paviliun Wuxi, tidak semua pemilik token berwarna hitam hadir. Bahkan jika ada yang hadir, itupun tidak lebih dari dua orang saja.
Para tamu lainnya langsung heboh karena pada pelelangan kali ini yang hadir sudah melebihi lima orang.
Sedangkan di lantai ketiga, hanya sepuluh ruangan saja yang memancarkan cahaya berwarna putih. Hal ini juga menandakan kalau sepuluh pemilik ruangan sudah hadir.
"Aku tidak pernah menyangka pelelangan kali ini akan di hadiri oleh tokoh-tokoh terhormat." Ucap seorang pria yang berada di lantai dua dan tengah menatap ke arah ruangan VIP di lantai empat.
"Kau benar! Aku merasa terberkati berada di bawah atap yang sama dengan para tamu terhormat itu." Sahut yang lain.
"Aku sangat bahagia walaupun nantinya aku mungkin tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan harta di pelelangan kali ini."
"Aku hanya berharap dapat mengetahui identitas asli salah satu tamu terhormat itu."
"Jangan berharap terlalu tinggi agar nantinya kau tidak patah hati terlalu buruk."
Berbagai obrolan dan diskusi terjadi di lantai kedua. Ada yang memuja, ada juga yang ingin bertemu secara langsung. Tapi kebanyakan orang berharap untuk mengetahui identitas para tamu terhormat itu.
Ruangan VIP nomor 3 terlihat tampak elegan. Perabotan mewah yang di desain sederhana serta tata letaknya yang bisa dibilang sempurna membuat keseluruhan ruangan ini sangat sesuai dengan selera Wen Yun Zi.
Berbagai macam buah-buahan spiritual serta kue-kue lezat juga telah di sediakan. Bertujuan agar para tamu tidak merasa bosan selama pelelangan berlangsung.
Wen Yun Zi cukup puas dengan ruangan yang di atur untuknya.
Tepat saat jarum jam menunjukkan pukul 07:00 pas, suara gong terdengar dari lantai dua dan bergema di seluruh paviliun Wuxi.
Bersamaan dengan suara gong yang terdengar sangat keras, semua tamu yang menghadiri pelelangan memusatkan perhatian mereka di lantai dua, dimana pelelangan yang paling ditunggu-tunggu akhirnya di mulai.
Seorang wanita cantik mengenakan hanfu berwarna merah terang muncul di panggung pelelangan. Sosoknya yang seksi membuat banyak tamu pria hampir tidak berkedip memandanginya.
Wanita cantik bertubuh seksi itu adalah pemimpin juru pelelangan paviliun Wuxi yang dikenal dengan nama Bing Yu.
Sebelum memulai, Bing Yu tersenyum dan berkata dengan suara yang jelas. "Semua tamu pastinya bertanya-tanya mengapa paviliun Wuxi memulai pelelangan secara mendadak?! Sebenarnya hal ini karena paviliun Wuxi memiliki banyak harta langka untuk di lelang, dan yang pastinya tidak sabar untuk membagikannya kepada para tamu sekalian."
Bing Yu kemudian bertepuk tangan sebanyak tiga kali, lalu seorang gadis cantik mengenakan hanfu berwarna merah muda naik ke atas panggung pelelangan membawa nampan kecil yang di atasnya terdapat sebotol porselen kecil.
"Botol obat?!" Dua kata inilah yang ada di benak semua tamu pelelangan.
Seseorang bertanya. "Nona Bing Yu, apakah anda akan melelang ramuan obat?"
__ADS_1
"Apakah botol porselen itu berisi ramuan obat?"
"Jika memang ramuan obat, seharusnya itu level empat kan?"
"Benar! Jika bukan ramuan obat level empat, paviliun Wuxi tidak mungkin akan memulai pelelangan secara mendadak."
"Setengah tahun yang lalu adalah terakhir kalinya paviliun Wuxi melelang ramuan obat level empat. Tidak ku sangka hari ini paviliun Wuxi akan kembali melelangnya." Seseorang berseru dan tampak sangat bersemangat.
Banyak tamu pelelangan yang merasa senang mengira paviliun Wuxi akan melelang ramuan obat level empat yang langka. Perlu diketahui, setiap ramuan obat yang muncul di pelelangan manapun akan menyebabkan banyak pihak bersaing sengit untuk mendapatkannya.
Bagi seorang kultivator, mendapatkan ramuan obat level empat sama seperti mendapatkan harta yang paling langka di seluruh dunia. Dari anggapan ini saja jelas terlihat kalau popularitas ramuan obat jauh lebih berharga dibandingkan popularitas pil obat.
Setelah tertawa mendengar komentar orang-orang, Bing Yu kemudian mengoreksinya agar jelas. "Aku rasa para tamu salah mengira. Isi botol ini bukanlah ramuan obat level empat, melainkan pil obat level dua."
Seketika semua tamu pelelangan kaget begitu mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Bing Yu.
"Apa? pil obat?"
"Apa-apaan ini? bagaimana mungkin berubah menjadi pil obat?"
"Nona Bing Yu, apakah kau sedang bercanda?"
"Ini tidak mungkin benar! Bahkan ramuan obat level dua tidak memenuhi syarat untuk di lelang di paviliun Wuxi, bagaimana mungkin pil obat level dua memenuhi syarat?"
"Nona Bing Yu, apakah anda yakin paviliun Wuxi tidak mempermainkan kami?"
Wajah semua tamu pelelangan menunjukkan ekspresi ketidakpercayaan. Mereka menatap wajah cantik Bing Yu dan hanya ekspresi kepercayaan mutlak yang mereka lihat di wajahnya.
Bibir merah Bing Yu menunjukkan senyuman menggoda dan berkata dengan nada suara yang manis. "Dengan reputasi sebagai situs pelelangan terbesar di Negara Bulan Ungu, paviliun Wuxi tentu tidak memiliki waktu untuk berbohong ataupun mempermainkan para tamu sekalian. Alasan mengapa paviliun Wuxi melelang pil obat level dua ini, itu karena pil obat ini setara dengan ramuan obat level tiga. Bahkan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan ramuan obat level tiga yang sesungguhnya."
"Mustahil! Ini benar-benar mustahil! Bagaimana mungkin pil obat level dua dapat mengalahkan ramuan obat level tiga yang sesungguhnya?"
"Benar!"
"Nona Bing Yu, kami benar-benar tidak mempercayai perkataan anda."
Munculnya pil obat sungguh mendapatkan reaksi yang sangat buruk.
Melihat sorot mata ketidakpercayaan di mata banyak orang, Wen Yun Zi menggelengkan kepalanya tak berdaya. Sedangkan Little Spirit dan Xing Jun hanya mendengus kan satu kata ... "Idiot!"
.
.
______Happy Reading______
__ADS_1