
Ruangan VIP nomor 2 ..
Yun Zi bermain dengan kipas lipat ditangannya sembari melihat ke tengah-tengah arena pertempuran.
Di tengah arena pertempuran. Yun Zi melihat Li Wang Yong dan Binatang Harimau bergigi pedang sama-sama di lepaskan dari sangkar besi.
Li Wang Yong saat ini berdiri di depan Harimau bergigi pedang yang memiliki tubuh setinggi empat meter. Sosok kecilnya bagaikan semut yang sepertinya bisa diinjak-injak kapan saja.
Melihat perbedaan yang sangat jauh berbeda ini. Semua orang menyimpulkan bahwa yang memenangkan pertarungan ini pastilah Harimau bergigi pedang.
Pertarungan antara Harimau bergigi pedang dengan budak nomor 5 pada akhirnya dimulai.
Yun Zi tiba-tiba menoleh kesamping pada ketiga bawahannya yang tengah serius menyaksikan pertarungan di arena. "Menurut kalian, siapakah yang akan memenangkan pertarungan ini?"
"Budak nomor 5!," jawab serempak ketiganya.
"Alasannya?" ucap Yun Zi yang pandangannya tertuju pada pertarungan yang berlangsung di arena.
"Meskipun kekuatan budak nomor 5 jauh lebih rendah dibandingkan kekuatan milik Harimau bergigi pedang. Energi dan niat bertarung dimata budak nomor 5 jauh lebih kuat. Alasan inilah kenapa kami sangat yakin bahwa budak nomor 5 pasti akan memenangkan pertarungan ini!" Ucap Jian Heeng dengan sangat yakin disertai anggukan Liu Mei dan Shu Wan.
Yun Zi hanya mengangguk ringan sebagai tanggapan.
Hasil pertarungan memang seperti yang Jian Heeng katakan. Bisa dibilang, kemenangan yang sangat mudah!.
Setelah memenangkan pertarungan, Li Wang Yong kembali di masukkan kedalam sangkar besi.
Nona Bao Yu kemudian muncul lagi di atas arena. "Sebelum pertarungan dimulai. Ada dua tamu yang sudah membayar deposit untuk membeli budak nomor 5!. Kami sudah memutuskan untuk melelang budak nomor 5 ini. Harga awal dimulai dari 100.000 koin emas, silahkan tamu di ruangan VIP nomor 2 dan 6 untuk memulai penawaran."
Begitu kata-kata Nona Bao Yu keluar. Suasana di tribun penonton tiba-tiba langsung pecah dengan berbagai reaksi.
"Surga! 100.000 koin emas untuk membeli seorang budak?"
"Siapa yang akan membuang-buang uang begitu banyak hanya untuk membeli seorang budak?"
"Jangan berkata seperti itu! Budak nomor 5 ini benar-benar sangat kuat. Akan sangat beruntung jika bisa menjadikan budak nomor 5 ini sebagai bawahan atau tangan kanan!"
"Kurasa kau ada benarnya!"
Di ruangan VIP nomor 6. Wen Jia Li menggertak kan giginya setelah mendengar ada orang lain yang juga ingin membeli budak nomor 5.
Yan Qing melirik Wen Jia Li sekilas lalu mengatakan beberapa kata pada penjaga pribadinya yang berdiri di belakangnya.
"200.000 koin emas ... " Penjaga pribadi Yan Qing menawar sebagai perwakilan dari ruangan VIP nomor 6.
"Menambahkan 100.000 koin emas sekaligus! Sepertinya tamu yang berada di ruangan VIP nomor 6 sangat kaya," teriak salah satu orang yang ada di tribun penonton.
Di ruangan VIP nomor 2, Yun Zi mengangguk ke arah Jian Heeng.
"700.000 koin emas," Jian Heeng menawar sebagai perwakilan dari ruangan VIP nomor 2.
Setelah tawaran Jian Heeng keluar, orang-orang yang ada di tribun penonton meledak heboh.
"Wah.... Sepertinya tamu yang berada di ruangan VIP nomor 2 jauh lebih kaya!"
"Bukankah terlalu boros menambahkan 500.000 koin emas sekaligus hanya untuk seorang budak?"
"Sepertinya, tamu di ruangan VIP nomor 2 berniat mendapatkan budak nomor 5 ini terlepas dari berapapun harganya."
Mendengar pihak lain menambahkan 500.000 koin emas sekaligus, Wen Jia Li kini tidak bisa mempertahankan senyum manisnya lagi.
"Siapa yang begitu berani bersaing denganku?" batin Wen Jia Li disertai ekspresi kesalnya.
Meskipun 700.000 koin emas tidak berarti apapun bagi seorang Nona kedua kediaman Jendral Wen. Tentu Wen Jia Li tidak akan begitu rela jika uangnya dihabiskan hanya untuk membeli seorang budak saja.
Tapi memikirkan bakat luar biasa Li Wang Yong, Wen Jia Li masih membiarkan penjaga pribadi Yan Qing melanjutkan penawaran,
"1.000.000 koin emas ... " teriak penjaga pribadi Yan Qing.
__ADS_1
Yun Zi tersenyum sinis lalu membiarkan Jian Heeng menawar dengan harga yang dianggap tidak masuk akal oleh Wen Jia Li, Yan Qing dan semua orang.
"2.000.000 koin emas.... " tawaran kedua Jian Heeng.
"Dua juta? bukankah harga ini sangat tidak masuk akal hanya untuk membeli seorang budak?"
"Dewa! Apa aku tidak salah dengar?. Apakah tamu di ruangan VIP nomor 2 benar-benar menawar dua juta koin emas?"
"Bahkan membuang dua juta koin emas dengan mudah! Kurasa tamu di ruangan VIP nomor 2 bukan hanya sekedar kaya saja,"
"Hahaha...... Sepertinya tamu di ruangan VIP nomor 6 berada dalam kesulitan sekarang,"
"Kau benar! Sepertinya tamu di ruangan VIP nomor 6 tidak sekaya tamu di ruangan VIP nomor 2,"
Meskipun berada di dalam ruangan VIP lantai dua, reaksi serta argumen semua orang masih didengar jelas oleh Wen Jia Li dan Yan Qing.
Wen Jia Li saat ini benar-benar tidak bisa mempertahankan sikap tenang dan senyum manisnya lagi. Wen Jia Li sangat marah hingga ingin rasanya mencabik-cabik pihak lain yang berani bersaing dengannya itu.
Pada akhirnya, Wen Jia Li masih tidak bersedia untuk menyerah.
"3.000.000 koin emas...." Kali ini Wen Jia Li sendiri yang mengajukan penawaran dengan harga yang sangat tinggi.
Mendengar harga tinggi yang di serukan oleh tamu di ruangan VIP nomor 6, semua orang yang ada di tribun penonton kini hanya tertegun diam karena tidak tahu harus bereaksi seperti apa lagi.
Mendengar harga penawaran yang kini melambung tinggi. Nona Bao Yu yang berdiri di atas arena pertempuran, kini wajahnya sangat merah karena terlalu bersemangat. "Tiga juta koin emas?! Ini adalah harga budak tertinggi yang pernah di lelang dalam sejarah Kota Hantu!"
"Apakah tamu di ruangan VIP nomor 2 masih ingin melanjutkan penawaran?" sambung Nona Bao Yu dengan nada bersemangat.
"4.000.000 koin emas ..... " Kali ini, Yun Zi yang mengajukan penawaran.
"Peningkatan satu juta koin emas! Tamu di ruangan VIP nomor 2 memang luar biasa,"
"Sangat kaya ...."
Di tribun penonton, berbagai diskusi sekali lagi meledak heboh.
Yang membuat Wen Jia Li marah bukan hanya karena pihak lain tidak mau menyerah. Tapi juga marah karena uang yang saat ini dibawanya tidaklah banyak. Digabungkan dengan uang milik Yan Qing, uang yang terkumpul hanya sampai batas tiga juta koin emas.
Bagi Wen Jia Li, empat juta koin emas termasuk jumlah yang sangat tinggi. Bagi seorang budak yang bakatnya tinggi seperti Li Wang Yong, tiga juga adalah harga tertinggi yang dapat Wen Jia Li keluarkan.
"Tamu di ruangan VIP nomor 2, apakah Anda sungguh ingin membeli budak nomor 5? atau Anda hanya sedang bermain-main dengan kami?!" Yan Qing berkata disertai aura spiritualnya agar suaranya bisa di dengar dengan jelas oleh semua orang.
"Bertanya pada kami seperti ini, apakah Tamu di ruangan VIP nomor 6 sudah kehabisan uang?..." ucap Yun Zi dengan nada mengejek.
Bersamaan dengan jatuhnya pernyataan Yun Zi, semua orang langsung meledak dalam tawa.
"Wah.... Apakah tamu di ruangan VIP nomor 2 sedang mengejek pihak lain?"
"Hahaha..... Aku tidak bisa menahan tawaku lagi!"
"Tamu di ruangan VIP nomor 6 sepertinya kalah telak kali ini,"
"Tamu di ruangan VIP nomor 2 benar-benar sangat kaya! Dimana tempat tinggalnya?, aku ingin melamar pekerjaan di kediamannya walaupun hanya sebagai tukang bersih-bersih,"
"Kau sangat konyol! Siapa yang akan memperkejakan mu?"
"Huh.... Aku pasti akan mencari tahu dimana tempat tinggal tamu ruangan VIP nomor 2 itu,"
Mendengar ejekan banyak orang, Yan Qing langsung meledak dalam kemarahan. "Huh... Nyali yang sungguh besar! Apa Anda tidak tahu dengan siapa Anda berbicara?"
"Hanya seorang Pemimpin resimen tentara bayaran belaka! Beraninya Anda berteriak kepada saya?" ucap Yun Zi dengan nada dinginnya sembari mengeluarkan sedikit auranya untuk menekan Yan Qing.
"Kamu..... " Belum menyelesaikan ucapannya, Yan Qing memegang dadanya yang tiba-tiba sangat kesakitan.
"*Au**ra yang sangat kuat ini pasti bukan milik seorang kultivator biasa. Siapa sebenarnya mereka*?" batin Yan Qing sembari bertahan melawan tekanan kuat yang menimpanya.
Karena pihak lain bahkan mengetahui bahwa dirinya adalah seorang Pemimpin resimen tentara bayaran. Yan Qing semakin yakin kalau pihak lain pasti bukan seorang kultivator biasa.
__ADS_1
"Kakak Yan, kenapa wajahmu sangat pucat? apakah kau baik-baik saja?" khawatir, Wen Jia Li bertanya setelah melihat wajah Yan Qing sangat pucat saat ini.
"Kakak Yan baik-baik saja! Jangan khawatir," ucap Yan Qing yang kini bernafas lega karena tekanan yang menimpanya sudah menghilang.
Yakin bahwa pihak lain sepertinya bukan seorang kultivator biasa, Yan Qing berkata kepada Wen Jia Li untuk melepaskan Li Wang Yong. Untuk meyakinkannya, Yan Qing berkata bahwa keadaannya saat ini disebabkan oleh tekanan aura yang sangat kuat milik pihak lain.
Mengerutkan wajah cantiknya, Wen Jia Li lalu bertanya pada Yan Qing, "Kakak Yan, kita sudah melakukan banyak hal untuk mendapatkan Li Wang Yong, apakah kita sungguh akan menyerah begitu saja?"
"Tentu kita tidak akan menyerah begitu saja! Hanya saja saat ini kita harus mundur. Ketika pihak lain sudah keluar dari Kota Hantu, tidak akan ada yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya," dengan seringai kejamnya, Yan Qing berkata pada Wen Jia Li.
"Xiao Li, kamu dapat yakin! Apa yang menjadi milikmu, Kakak Yan pasti akan mengambilnya kembali untukmu," sambung Yan Qing sembari menepuk kepala Wen Jia Li dengan lembut.
Wen Jia Li menanggapi kata-kata Yan Qing dengan senyum manisnya.
_____
"Sepertinya, tamu di ruangan VIP nomor 2 sudah mengetahui identitas pihak lain,"
"Mm...Sepertinya memang begitu,"
"Pemimpin resimen tentara bayaran?, aku jadi penasaran pihak lain berasal dari resimen tentara bayaran mana?"
"Sebaiknya kita diam! Kedua belah pihak sepertinya bukanlah seseorang yang bisa kita singgung,"
Melihat tamu di ruangan VIP nomor 6 tidak mengajukan penawaran lagi, Bao Yu bertanya, "Apakah tamu di ruangan VIP nomor 6 masih akan melanjutkan penawaran?"
"Kami menyerah!" menggertak kan giginya, Wen Jia Li terpaksa menyerah.
Semua orang yang ada di tribun penonton sekali lagi meledak heboh dengan berbagai diskusi dan argumen.
"Kenapa mereka cepat sekali menyerah?" tanya Shu Wan dengan nada ringannya pada Liu Mei yang duduk di sebelahnya.
Liu Mei hanya mengangkat pundaknya sedikit, menandakan dirinya tidak tahu.
"Bukan Pemimpin resimen tentara 'One Black Wolf' jika menyerah begitu saja!" ucap Yun Zi yang tatapannya melayang ke arah lain.
"Maksud Tuan adalah... " Jian Heeng sepertinya mengerti makna dibalik kata-kata Tuannya.
"Sepertinya ada kejutan yang sedang menunggu kita di luar Kota Hantu!" ucap Shu Wan yang sepertinya mengantisipasi apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Pas sekali! Aku sedang memerlukan seseorang untuk mencoba keterampilan pedang yang baru ku kuasai beberapa hari yang lalu," ucap Liu Mei yang saat ini sikapnya tidak lagi polos seperti sebelumnya.
"Jangan meremehkan musuh yang belum kita temui, bisa saja mereka jauh lebih kuat dari kita," ucap Jian Heeng sembari melirik kearah dua Wanita yang terlihat sangat bersemangat.
"Apa yang Jian Heeng katakan benar! Kalian tidak boleh meremehkan musuh apalagi musuh yang belum kalian temui. Jangan ceroboh dan tetaplah waspada, apakah kalian mengerti?" ucap Yun Zi memperingati ketiga bawahannya.
"Ya Tuan! Bawahan mengerti!" ucap ketiganya dengan serempak.
"Selamat kepada tamu di ruangan VIP nomor 2, yang telah memenangkan lelang budak nomor 5 dengan harga empat juta koin emas! Sekali lagi, aku ucapkan selamat kepada tamu yang menang," Nona Bao Yu berkata dengan hormat sembari mengarahkan pandangannya kearah ruangan VIP nomor 2.
Bersamaan dengan jatuhnya pernyataan Nona Bao Yu. Li Wang Yong yang sejak tadi sangat tegang, pada akhirnya bisa bernafas dengan lega. Tapi Li Wang Yong masih tidak yakin apakah dirinya sungguh bisa keluar dari tempat yang sangat mengerikan ini.
_____
Dua jam kemudian ..
Setelah puas berkeliling serta membeli beberapa harta dan ramuan herbal langka di Kota Hantu. Yun Zi dan ketiga bawahannya serta Li Wang Yong yang sudah bergabung dalam kelompok, kini telah keluar dari Kota Hantu dan tengah menuju ke suatu arah.
Saat melewati daerah terpencil. Kelompok Yun Zi tiba-tiba dihadang oleh sekelompok orang misterius yang terdiri dari lima belas orang, jubah hitam polos yang sama persis serta pedang panjang yang masing-masing mengarah pada kelompok Yun Zi.
Di hadapkan dengan keadaan menegangkan seperti ini. Kelompok Yun Zi tidak sekalipun merasa gugup ataupun ketakutan. Dengan sikap malasnya, Yun Zi saat ini hanya bersandar pada salah satu pohon di belakangnya sembari memainkan kipas lipat yang di pegang nya. Tatapan dinginnya yang menyapu ke arah kelompok berjubah hitam seakan menyiratkan satu kata yakni; IDIOT!.
______Goddess Of Yun Zi______
Setelah membaca, jangan lupa tinggalkan jejak ya...
____Happy Reading____
__ADS_1