
Melihat bahwa Harimau itu telah menghilang sepenuhnya, Yun Zi mengalihkan pandangannya pada sepasang saudara yang berdiri tidak jauh darinya.
"Apakah kalian baik-baik saja?", tanya Yun Zi dengan nada datarnya.
"Ahh......Ka...Kami hanya mengalami luka ringan saja. Selebihnya, kami baik-baik saja", Gadis muda itu menjawabnya dengan gugup.
Merasakan kegugupan saudarinya, Pemuda itu lalu menepuk tangan saudarinya dengan lembut.
"Terima kasih banyak atas rahmat kebaikan Nona, jika bukan karena penyelamatan Nona, kami sepasang saudara mungkin sudah tiada", ucap Pemuda itu sambil membungkuk hormat, diikuti oleh saudarinya yang juga membungkuk.
"Tidak perlu berterima kasih! Aku hanya sedang lewat saja dan kebetulan melihat kalian berdua dalam kesulitan", Yun Zi mengatakannya dan tak luput senyum seringai di sudut bibirnya.
Chu'er yang menyaksikan semuanya dari dalam ruang dimensi, hanya mendesah ringan melihat Tuannya yang sudah memulai menangkap mangsa.
"Meskipun begitu! Nona tetap penyelamat kami tapi kami tidak tahu harus membalas kebaikan Nona dengan cara apa, kami hanya memiliki dua seni keterampilan kultivasi kelas tinggi dan 150.000 koin emas, selain ini kami tidak memiliki apapun lagi untuk membalas kebaikan Nona", Pemuda itu tetap membungkuk hormat sembari menyerahkan sebuah cincin penyimpanan.
Yun Zi tidak pernah berpikir kalau sepasang saudara ini akan memberikan semua yang dimilikinya hanya untuk membalas sebuah kebaikan tapi Yun Zi cukup puas dengan kepribadian sepasang saudara ini.
Tidak menerima cincin penyimpanan yang di serahkan Pemuda itu, Yun Zi malah meminta keduanya untuk bangun.
"Aku tidak akan mengambil kembali apa yang sudah ku berikan!", ucap Yun Zi tetap dengan nada datarnya.
"Ahh..... ", keduanya bingung dan tidak mengerti maksud perkataan Nona misterius ini.
Mendesah ringan, Yun Zi lalu berkata, "Shen Yun Hall! Meridian rusak!".
Seakan mengingat sesuatu yang penting, sepasang saudara ini buru-buru berkata.
"Apakah anda adalah Pemuda bertopeng yang telah menyelamatkan hidupku?", Gadis muda mengatakannya dengan nada bersemangat, saking terlalu bersemangat, Gadis muda tersebut tidak sadar bahwa tangannya memegang tangan Nona misterius dengan sangat erat.
"Meimei, jangan lancang!", Pemuda itu buru-buru menarik saudarinya kembali.
"Maafkan atas kelancangan saudariku Nona, dia terlalu bersemangat bertemu dengan penyelamatnya lagi!", ucap Pemuda itu penuh nada permintaan maaf.
Tiba-tiba sepasang saudara ini berlutut di tanah menghadap Yun Zi.
"Kalian!.... Cepat bangun sekarang!", Yun Zi tidak bisa tahu harus berkata apa atas perubahan mendadak ini.
"Tolong jangan hentikan kami Nona dan biarkan kami menyelesaikan apa yang ingin kami katakan", sepasang saudara ini tetap bersujud meskipun Yun Zi memintanya berdiri.
Sebagai yang tertua, Pemuda itu yang berbicara, "Waktu itu, setelah kami keluar dari Shen Yun Hall, kami berusaha mencari keberadaan Pemuda bertopeng yang telah menyelamatkan kami berdua tapi sayangnya, kami tidak pernah menemukan keberadaannya dan sekarang kami lebih tidak menyangka kalau kami akan bertemu dengan penyelamat kami lagi dalam keadaan seperti ini dan yang membuat kami lebih malu adalah anda telah menyelamatkan hidup kami lagi. Kami sungguh tidak tahu harus membalasnya dengan cara apa".
"Nona tidak hanya menyelamatkan hidup kami tapi juga memberi kami banyak koin emas serta banyak barang yang berharga. Meskipun kami mengabdi kepada Nona sebagai budak seumur hidup kami, kami tetap tidak akan bisa membalas kebaikan Nona", sambung Pemuda itu disertai anggukan oleh saudarinya.
Yun Zi yang mendengarkan kata-kata Pemuda yang bersujud di depannya ini benar-benar tidak bisa bereaksi sesaat.
"Hanya dari kata-kata yang ku ucapkan, bagaimana kalian bisa percaya dengan mudah bahwa aku adalah Pemuda bertopeng itu?", ucap Yun Zi sembari mengelus dagunya.
"Karena kami hanya percaya pada hati nurani kami! Hati nurani kami berkata bahwa Nona adalah Pemuda bertopeng itu", ucap Pemuda itu dengan sangat yakin.
"Hmm,....Sepertinya hati nurani kalian sangat bersih! Dan ya. Akulah Pemuda bertopeng itu!", ucap Yun Zi tetap dengan nada datarnya, seakan-akan di Dunia ini tidak ada yang mampu mengubah ekspresi atau nada bicaranya.
"Apakah kalian sungguh tidak memiliki sebuah keluarga?", tanya Yun Zi.
"Di Dunia ini kami benar-benar tidak memiliki keluarga lagi, aku dan Gege hidup saling bergantung satu sama lain", ucap Gadis muda itu diiringi tetesan air matanya yang jatuh ketanah.
"Baiklah! Sekarang bangunlah terlebih dahulu", ucap Yun Zi sambil melangkahkan kakinya kearah batu besar lalu duduk di atasnya.
__ADS_1
Keduanya pun akhirnya berdiri lalu mengikuti Yun Zi dan berdiri di depannya.
Yun Zi meminta keduanya untuk duduk tapi keduanya bersikeras menolak dan memilih untuk tetap berdiri.
Yun Zi hanya menggelengkan kepalanya sembari melemparkan botol porselen kecil pada Pemuda itu.
"Sembuhkan luka kalian terlebih dahulu!", ucap Yun Zi tanpa ekspresi.
Awalnya keduanya menolak menerima botol porselen tersebut tapi di bawah tatapan sinis Yun Zi, keduanya tidak lagi berani menolak lalu masing-masing meminum satu butir pil.
"Sungguh pil yang ajaib", batin keduanya.
Keduanya bisa merasakan dengan jelas bahwa begitu pil tertelan, rasa sakit dari luka-luka mereka menghilang dan digantikan dengan rasa yang sedikit gatal di area dimana mereka terluka sebelumnya.
Merasakan sepasang saudara didepannya tidak lagi kesakitan, Yun Zi berkata;
"Bagaimana jika kalian berdua bekerja padaku selama lima tahun? setelah lima tahun berakhir, aku akan menganggap semua hutang budi kalian lunas. Bagaimana menurut kalian?", ucap Yun Zi yang sambil memainkan kipas kertas di tangannya.
Mendengar apa yang dikatakan penyelamat mereka, keduanya saling memandang sebentar lalu buru-buru bersujud lagi dan berkata dengan serempak, "Jangankan lima tahun, kami bersedia bekerja pada Nona selama sisa hidup kami!".
Yun Zi tahu kalau sepasang saudara ini pasti setuju tapi Yun Zi tidak berharap setelah memberikan waktu lima tahun untuk membalas budi, keduanya tetap memilih untuk membalasnya seumur hidup.
Tapi Yun Zi tidak menolaknya dan malah tersenyum penuh kemenangan.
Yun Zi sadar bahwa dirinya bukan orang yang baik, Yun Zi hanya akan menyelamatkan seseorang berdasarkan suasana hatinya, munculnya sepasang saudara ini bertepatan dengan kebutuhan Yun Zi yakni mencari orang-orang yang tulus untuk bekerja padanya.
"Jangan terburu-buru memutuskan! Bekerja padaku tidak semudah yang kalian pikirkan dan terlebih lagi, aku sangat membenci pengkhianatan! Siapapun yang berani mengkhianati ku, aku akan membuatnya merasakan hidup yang lebih buruk daripada hidup di kedalaman Neraka. Jadi pikirkanlah baik-baik karena hal ini juga menyangkut hidup dan masa depan kalian", meskipun puas pada kepribadian yang dimiliki sepasang saudara ini, Yun Zi masih memperingatinya untuk berpikir terlebih dahulu sebelum memutuskan.
"Nona, kami sudah memikirkannya baik-baik", ucap Gadis muda itu lalu memandang penuh makna pada saudaranya.
Lalu keduanya pun mengangkat tangan kanan mereka keatas langit secara bersamaan dan berkata dengan serempak, "Kami sepasang saudara kandung bersumpah pada Langit dan Bumi, jika kami mengkhianati Tuan kami maka Langit dan Bumi akan menghukum kami dengan sangat tragis bahkan jiwa kami pun tidak akan memiliki kesempatan untuk bereinkarnasi".
"Kalian......", Yun Zi tidak bisa mencegah berlangsungnya sumpah ini dan hanya bisa memandang sepasang saudara ini dengan penuh makna.
Setelah keduanya selesai mengucapkan sumpah, tiga cahaya putih yang bersinar terang jatuh dari langit dan langsung masuk ke alis ketiganya yakni Yun Zi dan sepasang saudara kandung itu.
Bersamaan masuknya sinar cahaya ke alisnya, Yun Zi merasakan aura Suci nan Mulia di kedalaman jiwanya meskipun hanya sesaat.
"Jujur saja, aku tidak pernah berpikir kalian akan membuat sumpah mengerikan pada Langit dan Bumi", ucap Yun Zi.
"Aku akan mengatakan ini dengan yakin!Dimasa depan, kalian berdua tidak akan pernah menyesali keputusan yang kalian buat hari ini", sambung Yun Zi dengan nada penuh keyakinan.
"Ya, kami pasti tidak akan menyesalinya dan juga, kami membuat sumpah karena kami takut Nona akan berubah pikiran", ucap Gadis muda itu.
Yun Zi hanya tersenyum ringan lalu menyuruh keduanya untuk bangun.
Setelah mengakui keduanya secara resmi sebagai bawahannya, Yun Zi lalu menyerahkan dua item topeng perak dan meminta keduanya untuk memakainya mulai saat ini.
Yun Zi juga meminta keduanya untuk keluar dari hutan kematian dan menyuruhnya menunggu di penginapan yang lokasinya tidak jauh dari hutan kematian. Yun Zi lalu melanjutkan perjalanannya menuju pedalaman hutan setelah memberi beberapa sumber daya kultivasi pada sepasang saudara itu.
Tak luput, Yun Zi juga memberikan batu giok seukuran telapak tangan anak berusia tujuh tahun yang keseluruhannya berwarna ungu pada sepasang saudara itu sebagai batu komunikasi.
Berbeda dengan kedamaian di pinggiran hutan kematian tempat Yun Zi berada, di pedalaman hutan justru terjadi kericuhan.
Di pedalaman hutan mengerikan ini, ada empat Pemuda yang di kelilingi oleh sekumpulan Pria misterius berjubah hitam bahkan wajahnya pun ditutupi oleh kain hitam yang senada dengan jubahnya.
"Apa yang kalian inginkan?", ucap seorang Pemuda berjubah putih yang berusia sekitar tujuh belas tahun.
__ADS_1
"Pangeran ketiga, kami hanya ingin Pangeran menyerahkan Bunga Semanggi Merah pada kami!", ucap salah satu Pria berjubah hitam itu yang sepertinya adalah Pemimpin dari sekumpulan orang-orang ini.
"Kalian berani merampok seorang Pangeran!", ucap Pangeran ketiga dengan marah.
"Jangankan hanya seorang Pangeran! Bahkan jika Kaisar ada disini, kami juga akan merampoknya", ucap sang Pemimpin sambil tersenyum menghina mendengar kata-kata Pangeran ketiga.
"Kalian.... ", belum selesai berbicara, kata-kata Pangeran ketiga di cegat oleh Pemuda lain yang berada di sampingnya.
"Saudara Jian Ying, tidak perlu membuang waktumu pada para bandit ini", ucap Pemuda itu sambil menatap ke arah para bandit ini.
"Pangeran pertama, tidak ada gunanya menatap kami dengan tatapan mematikan seperti itu", ucap Pria lain yang terkekeh di samping Pemimpin bandit itu.
Tidak ingin membuang terlalu banyak waktu, para bandit ini yang terdiri dari sepuluh orang langsung mengepung keempat Pemuda di tengah-tengah.
Pertarungan sengit pun terjadi setelah Pemimpin bandit memberi aba-aba pada anak buahnya.
Meskipun kalah jumlah, kekuatan keempat Pemuda sejajar rata dengan kesepuluh bandit ini.
Tapi sayangnya, pertarungan berhenti dengan cepat lantaran ada banyak Binatang berbentuk aneh menghampiri kerumunan yang sedang bertarung, Binatang aneh yang memiliki tubuh sebesar seekor sapi dengan taring yang setajam pedang.
"Benar-benar Binatang aneh yang sangat mengerikan", batin semua orang.
"Apakah kalian masih akan tetap merampok kami?", tatapan dingin Pangeran pertama menyapu para bandit itu.
"Pangeran pertama, sepertinya kita semua harus bekerja sama untuk menangani kawanan Binatang aneh ini", tidak menanggapi kata-kata Pangeran pertama, sang Pemimpin bandit justru meminta keempat Pemuda untuk bekerja sama.
Tidak seperti yang lainnya, Pemuda yang jauh lebih dewasa justru memikirkan dari mana Binatang aneh ini berasal, Pemuda tersebut yang tak lain adalah Putra Mahkota Nangong Hao Cun tiba-tiba merasakan tatapan tajam yang diarahkan padanya.
Putra Mahkota melirik sekilas kearah semak-semak yang tidak jauh dari lokasinya, tatapan tajam yang diarahkan padanya tadi sepertinya berasal dari arah semak-semak itu.
Putra mahkota membisikkan sesuatu pada Pemuda di sampingnya yang jauh lebih muda dari Pemuda lainnya.
Pemuda paling muda yang sejak tadi diam tersebut adalah Pangeran keenam Nangong Shi Lin yang berusia empat belas tahun, Pangeran keenam bersikeras ikut saudaranya dengan alasan untuk pengalaman kultivasi.
Pangeran keenam mengangguk sedikit setelah mendengar bisikan saudara Kekaisarannya.
"Saudara Shi Lin, naiklah keatas pohon sekarang!", ucap Pangeran pertama pada Pangeran keenam.
Pangeran keenam pun mengangguk lalu naik keatas pohon setelah melirik semak-semak sekilas.
"Saudara, kalian semua harap berhati-hati, Binatang aneh itu terlihat sangat menakutkan", ucap Pangeran keenam dari atas pohon menggunakan nada polosnya.
"Persiapkan diri kalian untuk pertempuran", Putra Mahkota memberi tahu saudara Kekaisarannya sembari mengeluarkan pedang panjangnya.
Bersamaan dengan jatuhnya kata-kata Putra Mahkota, kawanan Binatang aneh tersebut tiba-tiba menerkam kerumunan dengan rahangnya yang terbuka lebar mengeluarkan air liur yang berbau busuk serta taring panjang yang berkilauan haus darah.
Sungguh pemandangan yang membuat tubuh orang-orang bergidik ngeri.
///////////..............,............... ////////////
Author harap semoga para readers tidak bosan sama jalan ceritanya.
Mohon dukungan para readers untuk author dengan cara Komen, Like dan Rate 5 nya ya dan jangan lupa masukin list favorit juga.
untuk Vote, seikhlas para readers saja.
____Happy Reading____
__ADS_1