
"Resimen tentara bayaran 'One Black Wolf'?!Apa tujuan kalian menghadang jalan kami?" ucap Jian Heeng yang sudah mengetahui identitas kelompok orang misterius yang menghadang jalannya.
"Menebak identitas kami dalam waktu yang singkat! Kalian memang bukan seorang kultivator biasa!" Menutupi wajahnya dengan kain hitam, Yan Qing berkata dengan nada mencibir. Pandangannya sejak tadi terpaku pada sosok Gadis bertopeng bulu warna-warni yang sedang bersandar malas pada sebuah pohon.
Gaun merahnya yang berkibar dan bibirnya yang sedikit terangkat, membuat Yan Qing semakin yakin bahwa aura tekanan kuat yang menimpanya waktu di Kota Hantu pasti milik Gadis ini yang terlihat tidak berbahaya.
"Serahkan budak itu pada kami! Jika tidak, kalian tanggung sendiri konsekuensinya!" ucap Yan Qing dengan nada ancaman.
"Cih... Seharusnya aku yang berkata seperti itu padamu! Cepat menyingkir dari jalan kami! Jika tidak, kalian tanggung sendiri akibatnya!" Ucap Liu Mei membalas perkataan Yan Qing.
"Nona, tidak baik menjadi begitu sombong! Lebih baik serahkan budak itu sekarang juga!" ucap Yan Qing yang mulai kehilangan kesabarannya.
"Bagaimana jika kami tidak ingin menyerahkannya?" Yun Zi berkata dengan nada menantang.
Mendengar nada tantangannya, Yan Qing mengerutkan keningnya lalu mencibir, "Maka jangan berharap untuk meninggalkan tempat ini hidup-hidup!"
"Oh!... Pas sekali, kami juga tidak berencana untuk membiarkan kalian meninggalkan tempat ini hidup-hidup!" Ucap Yun Zi dengan nada sinis nya.
Bersamaan dengan jatuhnya kata terakhir Yun Zi. Para bawahan Yun Zi dan juga Li Wang Yong bergabung dan langsung meluncurkan serangan ke arah sekelompok orang misterius berpakaian hitam, sementara Yun Zi bertarung duel dengan Yan Qing di suatu tempat.
Daerah terpencil yang awalnya berada dalam suasana tenang. Sekarang digantikan dengan suasana mencekam. Beragam jenis energi spiritual yang berbaur di udara serta suara dentingan pedang, menjadi saksi bahwa pertarungan di daerah terpencil ini berlangsung intens.
Meskipun kalah jumlah. Kekuatan gabungan para bawahan Yun Zi tidak sedikitpun lemah jika dibandingkan dengan pihak lain yang berjumlah empat belas orang.
Di tempat lain yang berjarak tidak jauh dari tempat kedua belah pihak sedang bertarung. Yun Zi duduk santai di dahan pohon dengan sebuah Guqin di pangkuannya. Tak luput, pandangannya mengarah pada Yan Qing yang berdiri tidak jauh di bawah.
Wajah Yan Qing yang tidak lagi ditutupi kain hitam terlihat begitu kesal dan marah saat ini.
Benar! Yan Qing saat ini sangat kesal dan marah karena dirinya baru saja kalah dari Gadis bertopeng ini.
Hanya satu serangan bilah suara yang menyerangnya tadi, Yan Qing tahu bahwa kultivasi Gadis ini pasti lebih tinggi dari kultivasi keponakannya.
Yang paling mengerikan adalah, dengan melihat sosok ramping dan struktur tulangnya. Yan Qing menduga kalau usia Gadis ini sedikit lebih tua dari usia keponakan tersayangnya yakni Wen Jia Li.
"*Hari ini a**ku harus menghabisi Gadis ini dengan cara apapun. Jika tidak, dimasa depan Gadis ini pasti akan menjadi bencana besar bagiku dan Xiao Li*." Batin Yan Qing yang sudah membuat keputusan.
"Nona. Jika kau berani, turun dan bertarung lah secara langsung denganku! Jangan hanya mengandalkan serangan suara saja," ucap Yan Qing pada Gadis yang sedang duduk santai di atas pohon.
Melihatnya tidak menanggapi kata-katanya. Yan Qing berkata dengan nada provokasi, "Apakah Nona tidak berani bertarung secara langsung denganku?! Oh... Jangan-jangan, Nona dari awal memanglah seorang pengecut!"
Mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Yan Qing, sorot mata Yun Zi menjadi lebih dingin.
Di kehidupan sebelumnya dan kehidupannya yang saat ini. Apa yang paling dibenci Yun Zi adalah; Seseorang yang menyebutnya pengecut!.
Memegang Lian Mo Qin ditangannya. Yun Zi melompat dengan gerakan anggunnya dari atas pohon dan mendarat dengan sempurna di tanah.
Berhadapan dengan Yan Qing yang berdiri berjarak sepuluh langkah di depannya. Sikap Yun Zi yang sebelumnya sangat santai, telah digantikan dengan sikap dingin bagaikan balok es saat ini.
__ADS_1
Yun Zi berkata dengan nada dinginnya disertai sorot matanya yang juga semakin dingin, "Yan Qing, saya harap anda tidak akan menyesal karena telah memprovokasi saya!"
Mendengar kata-kata dinginnya, ekspresi di wajah Yan Qing tiba-tiba berubah ganas. "Dengan mengalahkan saya satu kali, jangan berpikir bahwa anda sudah menjadi seseorang yang tak terkalahkan!. Hari ini, saya akan membiarkan anda merasakan akibat kesombongan anda sendiri!"
Bersamaan dengan jatuhnya kalimat terakhirnya. Yan Qing meluncurkan serangan ganas yang disertai aura pembunuhan terhadap Yun Zi.
Melihat Yan Qing meluncurkan serangan ganas. Yun Zi tidak bereaksi dan hanya tetap berdiri diam ditempatnya.
Barulah saat serangan Yan Qing berjarak satu langkah darinya. Jemari ramping Yun Zi dengan lembut memetik senar Guqin yang di pegang di tangan satunya.
Bilah serangan suara berbentuk pedang transparan menghancurkan serangan ganas milik Yan Qing. Setelah menghancurkan, bilah serangan suara milik Yun Zi langsung bergegas menuju Yan Qing.
Melihat bilah serangan suara berbentuk pedang transparan bergegas kearahnya, Yan Qing mencibir. "Trik yang sama! Apakah anda pikir saya akan tertipu?!"
"Sepertinya, selain serangan bilah suara, anda tidak memiliki trik lain. Oh!... Anda sungguh penge......"
Belum sempat deklarasi sombongnya selesai. Yan Qing tiba-tiba merasakan sakit di punggungnya seperti ditusuk oleh ribuan pedang.
Yan Qing terhuyung-huyung dan hampir saja jatuh ketanah.
Yun Zi tersenyum penuh makna setelah melihat kesombongan di wajah Yan Qing menghilang. Memetik senar Guqin dengan jemari rampingnya, Yun Zi lalu berkata. "Oh!... Saya lupa memberitahu anda! Serangan suara milik saya, selalu berubah-ubah!"
"Kamu!...... " Menahan rasa sakitnya. Yan Qing menatap Gadis bertopeng bulu warna-warni dengan tatapan seperti ingin menghancurkannya menjadi ribuan keping.
Tidak memberikan kesempatan kedua pada Yan Qing untuk menyerangnya. Yun Zi meluncurkan serangan suara kedua.
Ya! Serangan suara yang sangat kuat!.
Bersamaan dengan suara Guqin yang cukup menyeramkan terpancar dari jemari ramping Yun Zi, Yan Qing saat ini terkepung di dalam badai menyeramkan yang seakan-akan menelannya kapan saja.
Bisa dibilang. Yan Qing yang saat ini sudah berada di tingkat kultivasi Kaisar level 3, sudah termasuk dalam jajaran kultivator terkuat di Kota Hantu. Tapi pada saat ini, satu serangan suara yang diluncurkan Yun Zi. Yan Qing bahkan tidak memiliki kekuatan untuk melawan dan hanya bisa bertahan.
Yan Qing menggertak kan giginya, "Sial!...."
Semakin lama alunan lagu Guqin yang dimainkan, semakin bertambah kuat badai menyeramkan yang hampir menelan Yan Qing.
Terkurung di dalam badai menyeramkan, Yan Qing benar tidak bisa melawan dan hanya bisa bertahan menggunakan energi spiritualnya.
Seiring berjalannya waktu, ada semakin banyak luka yang beragam di tubuh Yan Qing. Bahkan energi fisik dan energi spiritualnya hampir terkuras habis.
Yang paling menakutkan bukanlah serangan suara ini, melainkan dampak mental yang terkandung dalam serangan suara ini.
Selain bertahan di dalam badai yang menyeramkan. Yan Qing juga terhanyut dalam sebuah mimpi. Di dalam mimpi, Yan Qing sepertinya tengah menyaksikan banyak adegan yang beragam. Mulai dari adegan pengkhianatan, kemarahan, kebencian, keputusasaan, rasa sakit hingga kematian.
Yan Qing menyaksikan semua adegan ini seakan dirinyalah yang menjadi pemeran utama dalam berbagai jenis adegan negatif yang disaksikannya.
"Ahh.............."
__ADS_1
Mungkin tidak tahan lagi. Yan Qing yang terkurung di dalam badai menyeramkan, menjerit dalam posisi berjongkok sembari memegang kepalanya dengan kedua tangannya.
Menghentikan serangan suaranya. Yun Zi tersenyum penuh misteri sembari berkata pada Yan Qing yang saat ini kondisinya sangat menyedihkan. "Yan Qing. Saya tidak memiliki permusuhan dengan anda! Mengapa anda ingin membunuh saya?"
Putus asa, Yan Qing menjawab kata-kata Yun Zi tanpa berpikir panjang. "Karena anda telah merebut barang yang seharusnya menjadi milik Xiao Li!"
"Merebut barang yang seharusnya menjadi milik Xiao Li?. Oh!....Siapa itu Xiao Li?" Yun Zi bertanya dengan alisnya yang sedikit terangkat di balik topengnya.
"Xiao Li adalah keponakanku! Namanya Wen Jia Li, Nona kedua kediaman Jendral Wen!" meskipun keadaannya menyedihkan, Yan Qing masih terlihat sangat bangga jika berbicara tentang keponakannya.
Melihat Li Wang Yong datang kearahnya. Yun Zi mengangkat sedikit ujung bibirnya. "Saya tidak menyangka bahwa hanya untuk seorang keponakan. Anda bahkan rela pergi membunuh, menghancurkan dan membakar seluruh keluarga Li Wang Yong?!"
"Hahaha..... Tidak hanya menghancurkan seluruh keluarga Li Wang Yong! Saya bahkan rela jika harus mengorbankan nyawa saya untuk Xiao Li." Ucap Yan Qing yang masih menundukkan kepalanya dan tidak menyadari keberadaan Li Wang Yong yang berdiri di samping Yun Zi.
Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Yan Qing. Li Wang Yong langsung terbakar amarah lalu berjalan kearah Yan Qing tapi segera di hentikan oleh Yun Zi.
"Tahan!" Ucap Yun Zi menahan Li Wang Yong yang saat ini dalam suasana terbakar amarah.
"Membunuh seluruh keluarga Li Wang Yong! Apa sebenarnya tujuan anda?" tanya Yun Zi yang disertai nada dinginnya.
"Tidak ada tujuan! Jika ada, itu karena bakat Li Wang Yong!. Pada saat itu, Xiao Li menginginkan seseorang yang memiliki bakat tinggi sebagai tangan kanannya. Untuk itu, saya merekrut Li Wang Yong sebagai tangan kanan Xiao Li tapi Li Wang Yong malah menolak dengan sikap sombongnya. Sebagai akibat dari sikap sombongnya, saya membunuh seluruh keluarganya, memberinya racun bisu tingkat tinggi lalu menjualnya ke Kota Hantu!. Tunggu sampai Li Wang Yong dalam keadaan putus asa, pada saat itu Xiao Li akan datang menyelamatkannya seperti Dewi yang turun dari langit. Sebagai balasannya, Li Wang Yong pasti akan berterima kasih pada Xiao Li. Pada saat itu juga, Xiao Li bisa menariknya dan menjadikannya sebagai tangan kanannya. Hahaha....."
Berdiri di samping Yun Zi. Li Wang Yong mengepalkan kedua tangannya yang berlumuran darah.
Sorot matanya berubah menjadi gila, marah, benci dan segala jenis emosi telah bercampur menjadi satu.
Melihatnya dalam keadaan seperti ini. Yun Zi merasa sangat kasihan pada Li Wang Yong. Sebagai akibat dari bakatnya yang tinggi, Li Wang Yong harus kehilangan seluruh anggota keluarganya.
Setelah mengetahui semua yang ingin diketahuinya. Li Wang Yong membalas dendam sekaligus melampiaskan seluruh amarahnya pada Yan Qing dengan cara menyiksa Yan Qing mengunakan berbagai metode. Tidak sampai disini saja, Li Wang Yong juga memasukkan pil beracun kedalam mulut Yan Qing. Pil beracun ini, Li Wang Yong memintanya pada Yun Zi.
Pil beracun milik Yun Zi tentu tidak bisa disamakan dengan pil beracun milik orang lain. Satu pil beracun milik Yun Zi akan membuat siapapun yang meminumnya, merasakan bagaimana rasanya 'Mati lebih baik daripada hidup'.
Satu jam kemudian, hidup Yan Qing akhirnya berakhir di tangan Li Wang Yong.
Bisa dibilang, Yan Qing meninggal dalam keadaan yang sangat tragis. Sampai akhir hidupnya, Yan Qing hanya memohon kepada Li Wang Yong untuk tidak menyakiti keponakannya. Kalimat terakhir Yan Qing sebelum meninggal adalah; Xiao Li tidak bersalah, saya mohon tolong jangan sakiti dia.
Sedangkan disisi lain. Ketiga bawahan Yun Zi sudah membunuh semua anak buah Yan Qing. Saat ini, ketiganya sedang mengumpulkan cincin penyimpanan milik anak buah Yan Qing.
Menghampiri ketiga bawahannya yang sedang membersihkan banyak cincin penyimpanan, Yun Zi lalu memerintahkan Jian Heeng untuk membakar seluruh mayat dan jangan sampai meninggalkan jejak.
Tanpa beristirahat, Yun Zi dan ketiga bawahannya serta Li Wang Yong, kembali melanjutkan perjalanan karena hari sudah semakin gelap.
_______Goddess Of Yun Zi_______
Hai para readers sekalian. Author mohon agar kalian memberi kritik dan saran kalian, karena kritik dan saran kalian sangat membantu author dalam mengembangkan cerita ini menjadi lebih baik.
_____Happy Reading_____
__ADS_1