
Dengan penampilan misteriusnya, Wen Yun Zi melangkahkan kakinya menuju paviliun pelelangan yang paling terkenal di Negara Bulan Ungu.
Paviliun pelelangan inilah yang menjadi tujuan utama Wen Yun Zi datang ke Imperial City.
Paviliun pelelangan atau lebih akrabnya dikenal sebagai 'Paviliun Wuxi', adalah satu-satunya situs pelelangan terbesar di Negara Bulan Ungu. Satu-satunya situs pelelangan yang akan membuat heboh banyak orang setiap kali lelang akan di selenggarakan. Menurut rumor yang beredar, hingga saat ini belum ada yang tahu siapa pemilik paviliun Wuxi.
Saat ini Wen Yun Zi berdiri didepan bangunan megah bertingkat enam. Tatapannya tertuju pada bangunan tinggi yang terlihat megah walau hanya dari bagian luarnya saja.
Wen Yun Zi berjalan ke arah pintu masuk dan seorang penjaga bertubuh kekar menyambutnya dengan sopan.
"Selamat datang di paviliun Wuxi nona. Adakah yang bisa saya bantu?" Penjaga menyambut sekaligus bertanya dengan hormat.
Wen Yun Zi mengangguk lalu berkata. "Aku disini untuk melelang sesuatu."
"Silahkan masuk ke dalam nona." Ucap Penjaga seraya membukakan pintu dengan sopan.
Suasana hati Wen Yun Zi jauh lebih baik melihat penjaga yang begitu hormat dan sopan padanya.
Di sebuah ruangan yang terletak di lantai pertama paviliun Wuxi, dua orang duduk berhadapan dan saling memandang satu sama lain. Dua orang ini adalah seorang pria paruh paya dan seorang nona misterius berpakaian hanfu serba merah dengan sebuah topeng bulu warna-warni yang menutupi wajahnya.
Pria paruh baya menatap nona bertopeng bulu warna-warni yang tengah duduk dengan posisi malasnya. Penampilan pria paruh baya itu biasa saja, tetapi sepasang matanya yang tajam memperlihatkan bahwa sosoknya tidak seperti yang terlihat. Sedangkan nona bertopeng bulu warna-warni tidak lain adalah Wen Yun Zi.
Pria paruh baya menatap Wen Yun Zi karena ingin mengetahui sampai sejauh mana level kultivasinya. Tetapi sayangnya, bagaimanapun caranya pria paruh baya tetap tidak bisa mengetahuinya sama sekali.
Xing Jun dan Little Spirit tertawa di ruang dimensinya masing-masing begitu melihat ekspresi berkerut di wajah pria paruh baya.
Wen Yun Zi juga mengangkat sudut bibirnya. Tentu saja pria paruh baya tidak akan bisa mengetahui level kultivasinya. Alasannya karena kultivasinya sudah di sembunyikan oleh Artefak Liontin Giok Dewa.
Menyerah, Pria paruh baya bertanya dengan senyumnya yang lebar layaknya seorang pria paruh baya yang ramah. "Apa yang akan nona lelang di paviliun Wuxi kami?"
Wen Yun Zi membalik punggung tangan kanannya dan satu botol porselen muncul tiba-tiba di telapak tangannya. "Aku ingin melelang pil obat ini." Ucapnya dengan nada santai.
Pria paruh baya mengerutkan alisnya dan berkata. "Pil obat? sepertinya nona berada di tempat yang salah. Paviliun Wuxi hanya akan melelang ramuan obat, bukan pil obat."
"Jika pil obat yang akan ku lelang ini setara dengan ramuan obat pil level tiga, apakah anda akan tetap menolak?" Tanya Wen Yun Zi yang tidak peduli dengan penolakan pria paruh baya itu.
"Nona, saya sudah dua puluh tahun menjadi Kepala penilaian di paviliun Wuxi. Selama dua puluh tahun ini, saya tidak pernah mendengar ada pil obat yang bisa dibandingkan dengan ramuan obat. Anda seharusnya sudah tau, popularitas pil obat selalu lebih rendah dibandingkan ramuan obat dalam segi apapun kan?." Pria paruh baya kesal dan menganggap apa yang Wen Yun Zi katakan hanyalah sebuah alasan.
Kali ini giliran Wen Yun Zi yang terlihat kesal. Sangat kesal karena merasa dianggap bodoh oleh pria paruh baya itu. Di samping rasa kesalnya, Wen Yun Zi juga tidak menyangka jika ternyata popularitas pil obat begitu menurun hingga sampai pada titik dimana tidak ada orang yang menginginkannya lagi.
"Alasanku datang paviliun Wuxi tidak lebih karena paviliun Wuxi adalah satu-satunya situs pelelangan terbesar di Negara Bulan Ungu. Jika anda sebagai Tuan penilaian bahkan tidak percaya padaku, apa gunanya aku tetap berada disini?" ucap Wen Yun Zi yang sedikit kesal. Beranjak dari kursinya dan berjalan ke arah pintu keluar.
Saat tangannya hendak menyentuh gagang pintu, Wen Yun Zi berbalik kebelakang lagi dan berkata. "Aku akan pergi ke situs pelelangan lainnya! Pak tua, anda akan tahu apa yang hilang di situs pelelangan anda ketika waktunya tiba."
__ADS_1
Pria paruh baya merenung begitu mendengar kata-kata Wen Yun Zi yang penuh percaya diri; Ucapan nona ini sangat percaya diri. Mungkin paviliun Wuxi akan benar-benar kehilangan sesuatu jika hari ini aku membiarkannya pergi.
Bekerja sebagai Tuan penilaian di paviliun Wuxi selama dua puluh tahun, pria paruh baya yang akrab di sapa Tuan Lin, tentu bukan tipe orang yang berpikiran sempit.
Tuan Lin percaya pada intuisinya sendiri dan segera menghentikan Wen Yun Zi yang hendak membuka pintu. "Jangan pergi dulu nona!"
Wen Yun Zi sengaja tidak pergi karena tahu Tuan Lin pasti akan berubah pikiran.
Tuan Lin yang awalnya bersikap acuh dan tidak percaya pada Wen Yun Zi, secara tak terduga kini bersikap hormat dan berbicara dengan nada yang sopan. "Nona, bisakah saya menyusahkan anda untuk menunggu disini sebentar? saya akan pergi memanggil Tuan Jiang untuk memeriksa pil obat anda."
Wen Yun Zi mengangguk dengan seringai samar disudut bibirnya.
Tuan Lin keluar dari ruangan setelah meminta Wen Yun Zi untuk duduk dan menunggu. Tak lupa, Tuan Lin menutup pintunya lagi kemudian pergi menuju tangga tangga yang mengarah ke lantai dua.
Begitu sampai di lantai dua, Tuan Lin menanyakan keberadaan Tuan Jiang pada seorang pelayan yang sedang bertugas membersihkan aula tempat pelelangan di selenggarakan.
Tuan Jiang adalah satu-satunya apoteker yang ada di paviliun Wuxi. Berita yang beredar luas diluar sana menyebutkan jika Tuan Jiang adalah satu-satunya orang yang mengetahui siapa pemilik paviliun Wuxi.
Di luar sana, status Tuan Jiang sendiri bukan hanya seorang apoteker dari paviliun Wuxi, tapi juga berstatus sebagai salah satu apoteker yang paling disegani di Negara Bulan Ungu. Statusnya ini bukan di dapatkannya karena popularitas paviliun Wuxi, melainkan di dapatkan dari keterampilan pemurniannya yang terbilang luar biasa serta dari gelarnya sebagai apoteker level Raja kuali lima.
Beberapa waktu kemudian, pintu kembali terbuka. Tuan Lin masuk ke dalam ruangan dan di belakangnya diikuti oleh pria paruh baya lain berpakaian hanfu berwarna coklat.
Pria paruh baya di belakang Tuan Lin tidak lain adalah apoteker Jiang yang akan memeriksa pil obat milik Wen Yun Zi.
"Apa? melelang pil obat di paviliun Wuxi kami? apa kau bercanda Lao Lin?" Tuan Jiang terkejut begitu mendengar ucapan Tuan Lin.
Ternyata Tuan Jiang tidak tahu bahwa yang akan di periksa nya adalah pil obat. Tuan Lin memang sengaja tidak memberitahu Tuan Jiang karena takut Tuan Jiang akan menolak langsung tanpa memeriksanya terlebih dahulu.
"Lao Jiang, nona ini mengatakan pil obat miliknya setara dengan ramuan obat level tiga." Tuan Lin mencoba meyakinkan Tuan Jiang.
"Tidak mungkin!" Tuan Jiang tidak mempercayainya.
Tuan Jiang sama sekali tidak percaya ada pil obat yang setara dengan ramuan obat level tiga. Menjadi seorang apoteker level tinggi, Tuan Jiang tentu tau dengan jelas seperti apa perbedaan antara ramuan obat dan pil obat.
Wen Yun Zi tetap tenang walaupun Tuan Jiang tidak mempercayainya. "Tuan Jiang, dunia ini begitu besar. Bahkan jika anda telah hidup selama ratusan tahun, itu tidak berarti anda tahu segalanya. Ada beberapa hal yang tidak anda ketahui sebenarnya ada di dunia ini. Sama halnya dengan pil obat. Selama ini popularitas pil obat memang sudah menurun, tapi tidak ada yang tahu apakah di masa depan akan tetap sama." Ucapnya dengan nada seperti seorang guru yang sedang mengajari muridnya.
Meski apa yang dikatakannya memang benar, Tuan Jiang tetap tidak terima diceramahi oleh orang asing yang bahkan dirinya tidak tahu asal-usulnya. Tuan Jiang mengangkat kedua alisnya dan dengan marah berkata. "Beraninya kau mengajari saya!"
Wen Yun Zi tetap duduk tenang seolah-olah bukanlah dirinya yang Tuan Jiang bentak.
Tapi bagaimana dengan Xing Jun dan Little Spirit? ...
Apakah mereka berdua akan tetap tenang melihat Tuan mereka di bentak? ...
__ADS_1
Tentu saja tidak! Keduanya langsung emosi begitu melihat Tuan Jiang membentak Wen Yun Zi. Saking emosinya, keduanya bahkan akan menyerang Tuan Jiang dari dalam ruang dimensi. Tapi Wen Yun Zi menghentikannya dan mengatakan bahwa dirinya tidak sekalipun terpengaruh akan bentakan Tuan Jiang.
Tuan Jiang kagum melihat sikap tenang Wen Yun Zi dan berkata seolah-olah masih sedang marah. "Karena kau mengatakan pil obatmu setara dengan ramuan obat level tiga, maka keluarkan dan tunjukkan pada saya."
"Baiklah!" Wen Yun Zi tersenyum penuh makna sambil menyerahkan satu botol porselen kepada Tuan Jiang.
Tuan Jiang menerimanya, membuka tutupnya dan mendekatkan botolnya pada hidungnya. Begitu aromanya tercium, wajah Tuan Jiang seketika langsung membeku.
Tuan Jiang bertanya dengan ekspresinya yang kaget. "Dari aromanya saja, pil obat ini memang setara dengan ramuan obat level tiga. Tapi ini jelas merupakan pil obat, bagaimana bisa aromanya jauh lebih kuat dibandingkan ramuan obat level tiga yang sesungguhnya?"
Tuan Jiang kaget sekaligus bersemangat seolah-olah telah menemukan dunia baru.
Duduk di samping Tuan Jiang, ekspresi di wajah Tuan Lin terlihat terkejut yang sekaligus bercampur bahagia. Tuan Lin terkejut karena Tuan Jiang berkata aroma pil obat milik Wen Yun Zi jauh lebih kuat di bandingkan ramuan obat level tiga, dan bahagia karena ternyata intuisinya tidak salah.
Wen Yun Zi tidak menjawab pertanyaan Tuan Jiang, melainkan berkata akan lebih baik jika Tuan Jiang memeriksanya sendiri.
Tuan Jiang mengangguk. Mengeluarkan satu butir pil dari dalam botol porselen, dan memeriksanya dengan teliti.
Setelah setengah jam berlalu, Tuan Jiang dengan rasa bersalahnya berkata. "Nona, saya minta maaf atas kata-kata kasar yang saya ucapkan tadi. Saya benar-benar tidak menyangka ternyata di dunia ini ada seorang apoteker yang mampu memurnikan pil obat ke tingkat yang sangat sempurna. Sekali lagi saya minta maaf."
Lagi-lagi Tuan Lin kaget mendengar kata-kata permintaan maaf keluar dari mulut Tuan Jiang.
Selama dua puluh tahun lamanya bekerja di paviliun Wuxi, Tuan Lin tidak pernah melihat ataupun mendengar Tuan Jiang meminta maaf pada seseorang. Tapi sekarang dengan mata kepalanya sendiri, Tuan Lin melihat Tuan Jiang meminta maaf pada seorang nona misterius yang tidak diketahui asalnya.
Wen Yun Zi tersenyum menerima permintaan maaf Tuan Jiang, lalu bertanya. "Jadi, apakah pil obat milikku ini memenuhi syarat atau tidak untuk di lelang di paviliun Wuxi?"
"Tentu saja memenuhi syarat! Hanya situs pelelangan bodoh yang tidak bersedia melelang pil obat yang setara dengan ramuan obat level tiga ini. Nona, saya pastikan pil obat ini akan terjual dengan harga yang tinggi." Ucap Tuan Jiang penuh semangat.
"Uhuk ... Uhuk ..." Tuan Lin terbatuk dua kali setelah mendengar ucapan Tuan Jiang.
"Lao Lin, apa kau baik-baik saja?" Tuan Jiang bertanya setelah melihat ekspresi aneh di wajah Tuan Lin.
"Baik! Aku baik-baik saja!" Tuan Lin buru-buru melambaikan tangannya menandakan dirinya baik-baik saja.
"Untunglah aku tidak membiarkan nona ini pergi! Jika saja aku tadi membiarkannya pergi, bukankah itu akan menjadi paviliun Wuxi yang bodoh?" Tuan Lin berkeringat dingin memikirkan apa yang akan terjadi jika tadi dirinya membiarkan Wen Yun Zi pergi.
Wen Yun Zi tersenyum samar melihat ekspresi aneh di wajah Tuan Lin. Bahkan Xing Jun dan Little Spirit pun juga ikut tersenyum.
.
.
______Happy Reading______
__ADS_1