Wen Yunzi (Kisah Menuju Puncak Kekuatan Tertinggi)

Wen Yunzi (Kisah Menuju Puncak Kekuatan Tertinggi)
051.Perubahan


__ADS_3

Setelah tiga hari menempuh perjalanan. Yun Zi beserta anak buahnya akhirnya tiba di Ibukota.


Kembali ke kediaman sementara miliknya. Yun Zi awalnya menyuruh Li Wang Yong untuk pergi menjalani kehidupannya dengan bebas. Yun Zi bahkan memberinya koin emas serta dua seni keterampilan kultivasi, tapi Li Wang Yong menolak semuanya. Sebagai gantinya, Li Wang Yong bersikeras bekerja sebagai bawahan Yun Zi untuk seumur hidupnya.


Tidak segera menerimanya, Yun Zi memberi tahu Li Wang Yong semua prinsip-prinsip yang harus dipatuhi sebagai bawahannya.


Li Wang Yong tidak keberatan dan berjanji bahwa dirinya akan mematuhi semua prinsip-prinsip tersebut.


Setelah memikirkannya berulang kali, Yun Zi akhirnya menerima Li Wang Yong sebagai bawahannya.


Sebelum bergabung pelatihan bersama bawahannya yang lain, Yun Zi lebih dulu menyembuhkan racun bisu Li Wang Yong.


Sedangkan disisi lain. Wen Jia Li sangat sedih sekaligus marah setelah mengetahui bahwa pamannya yakni Yan Qing telah meninggal dengan cara yang begitu tragis.


Wen Jia Li menjadi semakin marah karena setelah melakukan penyelidikan selama tiga hari. Dirinya masih belum mengetahui siapa pembunuh pamannya.


Sebenarnya, Wen Jia Li sudah menebak siapa pembunuh pamannya. Hanya saja, Wen Jia Li tidak memiliki bukti sama sekali. Yang paling penting adalah! Hingga saat ini, Wen Jia Li masih belum mengetahui identitas asli pihak lain yang dicurigainya itu.


Berita mendadak tentang kematian Yan Qing tidak hanya membuat Wen Jia Li dan Ibunya dirundung duka. Tapi juga membuat seluruh penghuni Kota Hantu heboh atas berita kematian mendadak sang Pemimpin tentara bayaran 'One Black Wolf' tersebut.


Semua penyelidikan akhirnya berhenti karena tidak ada sedikitpun jejak yang bisa ditemukan.


Sementara Liu Xing Sheng dan Puteri Yue Xuesi yang sudah tinggal selama beberapa hari di Negara Tian Zing utara, terpaksa kembali lagi ke Negara Qing timur setelah menerima surat darurat yang tertulis. 'Penyakit Yang Mulia Kaisar telah kambuh lagi. Keadaannya jauh lebih parah dari kambuhnya yang sebelumnya. Harap Puteri Yue Xuesi dan Tuan Liu segera kembali ke Negara Qing timur'.


Setelah menerima surat darurat tersebut, Liu Xing Sheng dan Puteri Yue Xuesi segera kembali ke Negara Qing utara.


Datang dalam penyamaran ke Negara Tian Zing utara. Liu Xing Sheng dan Puteri Yue Xuesi serta pengawal pribadi keduanya, juga pergi dalam penyamaran.


.


.


.


.


Empat tahun kemudian ....


Banyak hal yang terjadi dalam empat tahun terakhir ini.


Berada dalam perawatan Yun Zi selama satu tahun penuh. kutukan darah yang bersemayam di dalam tubuh Putera Mahkota selama bertahun-tahun, pada akhirnya berhasil diangkat tanpa meninggalkan efek samping.


Tidak hanya berhasil mengangkat kutukan darah ditubuhnya. Yun Zi juga menemukan pelaku yang telah dengan kejam menaruh kutukan darah tersebut pada Putera Mahkota. Dan ternyata, pelaku inilah yang selama ini berulang kali berusaha membunuh Putera Mahkota.


Setelah mengumpulkan bukti yang cukup kuat. Putera Mahkota akhirnya memberitahu Ayahanda dan Ibundanya yakni Permaisuri Lian Sa Shuang. Bahwa yang selama ini dideritanya bukanlah sebuah penyakit, melainkan di sebabkan oleh kutukan darah.


Kaisar dan Permaisuri Lian Sa Shuang sangat murka setelah mengetahui semua kebenarannya.

__ADS_1


Berdasarkan bukti-bukti yang diserahkan oleh Putera Mahkota, Kaisar akhirnya menjatuhkan sebuah hukuman pada pelaku tersebut.


Ya! Pelaku ini tidak lain adalah Permaisuri He Feng Ying yang juga merupakan Ibunda dari Pangeran keempat Nangong Zang Wei dan Puteri ketiga Nangong Zhang Jiao.


Dirundung berbagai pertanyaan yang tiada habisnya. Permaisuri He Feng Ying tidak tahan dan akhirnya mengaku bahwa semua perbuatan jahat yang dilakukannya terhadap Putera Mahkota, semua dilakukan atas kehendaknya sendiri dan tidak ada campur tangan kedua anaknya.


Pengakuan Permaisuri He Feng Ying semuanya benar karena dari semua bukti yang dikumpulkan oleh Putera Mahkota, semua perbuatan jahat memang dilakukan oleh Permaisuri He Feng Ying seorang dan memang tidak ada campur tangan Pangeran keempat ataupun Puteri ketiga.


Permaisuri He Feng Ying memberitahu Kaisar kalau tujuannya melakukan semua ini adalah; Menyingkirkan Putera Mahkota Nangong Hao Cun dan membiarkan Puteranya Nangong Zhang Wei menggantikan posisinya sebagai Putera Mahkota. Bukan hanya ini saja, Permaisuri He Feng Ying bahkan berniat untuk merebut posisi Permaisuri Lian Sa Shuang yang statusnya tidak hanya Permaisuri tercinta Kaisar tapi juga pemimpin Istana dalam(Harem).


Pengakuan Permaisuri He Feng Ying membuat Kaisar, Ibu Suri serta Permaisuri Lian Sa Shuang semakin marah.


Sebagai hukuman atas perbuatan jahatnya. Kaisar awalnya menghukum Permaisuri He Feng Ying dengan hukuman pancung. Tapi karena belas kasih Ibu Suri dan belas kasih Putera Mahkota yang tidak tega jika Pangeran keempat dan Puteri ketiga kehilangan Ibunya.


Kaisar akhirnya menghukum Permaisuri He Feng Ying dengan mengurungnya di Istana dingin.


Sebelum dikurung di Istana dingin, Kaisar secara pribadi telah melumpuhkan kultivasi Permaisuri He Feng Ying. Tidak sampai disini saja, Kaisar juga memberi titah bahwa selain pelayan yang mengantarkan makanan, tidak ada yang diperbolehkan untuk mengunjunginya. Kaisar juga menerapkan hukuman pancung bagi siapapun yang tidak mematuhi titahnya.


Melihat Ibundanya masih diberikan kesempatan hidup walaupun di kurung di Istana dingin. Pangeran keempat bernafas lega dan akhirnya membuat keputusan yakni, menyerah dalam mengejar kekuasaan.


Pangeran keempat lalu memohon kepada Ayahandanya untuk membatalkan pertunangannya dengan Nona Wen Li Mei. Awalnya Kaisar tidak setuju dengan keputusan Pangeran keempat. Tapi setelah mendengar alasannya, Kaisar akhirnya setuju dan sepenuhnya mendukung keputusan Pangeran keempat.


Alasan Pangeran keempat membatalkan pertunangannya adalah; Pangeran keempat ingin pergi menjelajahi Dunia luar dan sepenuhnya memfokuskan diri pada kultivasi.


Pangeran keempat sangat berterima kasih kepada Ayahandanya yang masih tetap mendukungnya walaupun Ibundanya telah melakukan perbuatan jahat.


Putera Mahkota tidak menyalahkan Pangeran keempat dan malah membujuk Pangeran keempat untuk tetap tinggal di Kekaisaran. Pangeran keempat sangat berterima kasih atas belas kasih dan perhatian Putera Mahkota. Tapi sayangnya, Pangeran keempat tetap bersikeras pada keputusannya.


Melihat saudara Kekaisarannya yakni Pangeran keempat tetap bersikeras pada keputusannya, Putera Mahkota tidak lagi membujuknya dan sepenuhnya mendukung keputusannya.


Pangeran keempat juga berpamitan kepada saudara Kekaisarannya yang lain.


Setelah menghabiskan waktu selama tiga hari dengan saudarinya. Pangeran keempat akhirnya pergi meninggalkan Kekaisaran Tian Zing. Tak lupa, Pangeran keempat berpesan kepada saudarinya untuk mengubah sikap sombongnya dan meminta saudarinya untuk menjalani hidupnya dengan baik.


Kecuali keluarga Kekaisaran dan beberapa orang-orang tertentu. Tidak ada yang mengetahui perbuatan jahat yang dilakukan oleh Permaisuri He Feng Ying.


Alasannya adalah; Kaisar dan Ibu Suri menganggap kalau perbuatan jahat yang dilakukan oleh Permaisuri He Feng Ying adalah aib bagi keluarga Kekaisaran. Karena itulah, Kaisar menggunakan segala cara untuk menutupi aib ini.


Berita tentang pembatalan pertunangan antara Pangeran keempat dengan Nona Wen Li Mei telah menyebar dengan cepat dan menjadi topik hangat di seluruh Ibukota.


Awalnya Wen Li Mei sangat marah karena pertunangannya dengan Pangeran keempat dibatalkan. Tapi setelah diberitahu oleh Kakeknya mengenai kebenaran dibaliknya, Wen Li Mei akhirnya tidak marah lagi dan sepenuhnya bahagia dengan keputusan pembatalan pertunangannya ini.


______


Semenjak kutukan darah ditubuhnya telah terangkat. Putera Mahkota Nangong Hao Cun bekerja keras untuk membantu Ayahanda nya dalam menangani berbagai urusan di Kekaisaran Tian Zing.


Bangga pada kerja keras Putera Mahkota dan bangga melihat para Pangeran bersatu dengan Putera Mahkota untuk mengelola urusan Kekaisarannya. Kaisar akhirnya memutuskan untuk menyerahkan posisinya kepada Putera Mahkota.

__ADS_1


Menyerahkan posisinya pada Putera pertamanya. Kaisar pensiun dan pergi untuk menjalani pelatihan kultivasi tertutup bersama sang Permaisuri tercinta yakni Permaisuri Lian Sa Shuang.


Pergi dengan Kaisar dalam menjalani pelatihan tertutup, Permaisuri Lian Sa Shuang menyerahkan pemerintahan Istana dalam(Harem) pada Selir pertama Kaisar.


Selir pertama Kaisar merupakan Ibunda Pangeran ketiga yang dikenal sebagai Selir Kaisar yang paling jujur dan tidak serakah akan kekuasan. Karena sebelumnya Selir pertama tidak pernah campur tangan dalam urusan Istana dalam. Sebelum pergi, Permaisuri Lian Sa Shuang meminta bantuan kepada Ibu Suri untuk mengajari Selir pertama bagaimana caranya mengelola Istana dalam.


Satu tahun setelah Kaisar baru naik tahta. Kekaisaran Tian Zing menjadi lebih berjaya, damai, sejahtera dan juga tentram di bawah pemerintahan Kaisar Nangong Hao Cun.


Sedangkan disisi lainnya. Liu Xing Sheng tetap tinggal di Negara Qing timur untuk membantu menstabilkan posisi Yue Xuesi sebagai Ratu Kekaisaran Qing Yuan.


Ya! Setelah saudaranya yakni Kaisar Yue Zeming meninggal muda akibat sebuah penyakit, Yue Xuesi menggantikan saudaranya untuk memerintah Kekaisaran Qing Yuan.


Gadis cantik yang sebelumnya memiliki sifat periang dan suka bermain-main, kini telah berubah menjadi sosok Gadis yang dewasa dan tegas.


Berkat dukungan Liu Xing Sheng, posisi Yue Xuesi sebagai Ratu Kekaisaran Qing Yuan akhirnya sangat stabil. Setelah membantu Yue Xuesi menstabilkan posisinya, Liu Xing Sheng lalu berpamitan pada Yue Xuesi untuk pergi.


Liu Xing Sheng pergi karena dirinya sudah memenuhi permintaan terakhir Yue Zeming sebelum meninggal. Permintaan terakhirnya pada Liu Xing Sheng adalah; Membantu Yue Xuesi naik tahta serta membantu menstabilkan posisi Yue Xuesi sebagai Ratu Kekaisaran Qing Yuan.


Mengetahui alasan kepergiannya. Ratu Yue Xuesi akhirnya merelakan kepergian Liu Xing Sheng yang sudah dirinya anggap sebagai saudaranya.


Setelah memberikan beberapa saran kepada Yue Xuesi. Liu Xing Sheng akhirnya pergi ke Negara Tian Zing utara untuk melanjutkan mencari keberadaan Gadis tersebut yang menjadi tujuan utamanya datang ke Benua Da Xia.


Disisi lain, Yun Zi terlihat bersantai di dalam ruang dimensinya sembari memperhatikan dua Gadis kecil yang sedang bermain dengan Binatang Rubah.


Seekor Binatang Rubah yang dari ujung kepala sampai ujung kakinya, semuanya berwarna ungu. Satu kata untuk menggambarkan penampilannya yakni; Imut!.


Dalam empat tahun terakhir ini, banyak sekali perubahan yang terjadi pada Yun Zi. Mulai dari kekuatannya serta orang-orang yang ada di sekitarnya.


Ya! Semua perubahannya dalam empat tahun terakhir membuat Yun Zi bahagia dan puas menjalani kehidupannya. Tapi enam bulan yang lalu, jalan kehidupannya telah berubah secara drastis. Perubahan yang membuat Yun Zi bahagia sekaligus membuatnya sakit kepala untuk waktu yang lama.


Bahagia karena mengetahui penyebab reinkarnasinya ke Dunia kuno ini dan sakit kepala karena ternyata identitas aslinya tidak sesederhana seperti yang dipikirkannya.


Flashback setengah tahun yang lalu ..


.


.


Nb; Author sengaja mempercepat waktunya..


________Goddess Of Yun Zi______


Wkwkwk....


Maaf gantung, author Lanjutkan di episode selanjutnya ya ...


Dan maafkan juga kalau jalan ceritanya melenceng...

__ADS_1


______Happy Reading______


__ADS_2