
-Aula pertemuan-
"Gadis sialan! Beraninya dia membiarkan kita semua menunggu sangat lama!" Tetua kedua sangat marah setelah mendengar laporan dari utusan yang dikirimkannya.
Tetua ketiga juga terlihat sangat marah. "Gadis sialan itu ..."
Belum sempat tetua ketiga menyelesaikan ucapannya, sosok gadis yang begitu cantik berjalan masuk kedalam aula dengan sikap elegannya.
Ketika Wen Yun Zi perlahan melangkah dan duduk di kursi utama, suasana di aula pertemuan langsung berubah menjadi total.
Melihat gadis cantik yang sedang duduk dengan posisi elegan di kursi utama, raut wajah ketiga tetua seketika langsung suram. Hanya tetua keempat yang duduk di samping tetua ketiga, tetap tenang sembari menyesap tehnya.
Aula pertemuan yang sudah berada dalam suasana yang dingin dan hening, kini terpecahkan oleh sebuah suara dingin nan acuh tak acuh.
"Jika aku membiarkan kalian menunggu, maka sudah seharusnya kalian menunggu. Jangan lupa! Sekarang akulah pemilik Klan ini." Wen Yun Zi berkata dengan nada acuh tak acuh.
Gadis yang begitu cantik mengenakan gaun ungu dengan sulaman burung Phoenix, duduk di kursi utama dengan anggun seolah-olah dirinya adalah seorang Ratu.
Wajahnya yang secantik Dewi tidak bisa digambarkan hanya dengan kata-kata saja.
Mengamati penampilannya berulang kali, para tetua duduk membeku hingga tidak mendengar ucapan Wen Yun Zi dengan jelas.
"Siapa gadis cantik ini?"
"Apakah gadis cantik ini saudari kembar Wen Yun Zi?"
"Pasti bukan! Gadis cantik ini pasti bukan Wen Yun Zi."
Para tetua dan semua orang lainnya tidak bisa mempercayai mata mereka. Rumor yang mereka dengar mengatakan Wen Yun Zi memiliki wajah buruk rupa. Tidak hanya itu, kepribadiannya juga terkenal sangat vulgar. Meskipun rumor lainnya mengatakan Wen Yun Zi telah berubah sangat cantik dan elegan, mereka masih tidak mempercayainya dan hanya menganggapnya sebagai rumor yang dibuat-buat.
Berbagai pertanyaaan berputar di otak semua orang, tapi mereka semua entah mengapa merasa sangat takut untuk menanyakannya secara langsung.
Tidak bisa menahan rasa penasarannya lagi, tetua kedua langsung bertanya. "Siapa kau? ..."
Wen Yun Zi mencibir. "Apakah kau sudah buta? kau bahkan tidak mengenali wajah pemilik Klan?! Jika begitu, apa gunanya kau disini?"
Karena para tetua ini membencinya dan berencana untuk menyakitinya, Wen Yun Zi tidak perlu bersikap sopan sama sekali.
Wen Yun Zi memegang prinsip 'Kebaikan hanya pantas diberikan kepada mereka yang tulus, tidak untuk mereka yang bermuka dua'.
Mendengar jawaban yang begitu tajam, tetua kedua menundukkan kepalanya dan tidak berani untuk bertanya lagi.
Semua orang kini benar-benar percaya bahwa Wen Yun Zi ini telah berubah.
Melihat sifatnya yang sekarang, semua orang merasa bahwa mereka akan bernasib sial jika menyinggung perasaannya.
Wen Yun Zi menatap semua orang yang hadir di aula pertemuan, tatapan terakhirnya jatuh pada sosok pria berusia sekitar dua puluh lima tahun yang duduk di samping tetua ketiga.
Pria berusia dua puluh lima tahun yang sedang duduk di samping tetua ketiga tidak lain adalah tetua keempat, usianya memang yang paling muda di antara tetua lainnya.
Suasana di aula pertemuan menjadi hening selama beberapa waktu.
"Karena nona pemilik sudah ada disini, maka pertemuan Klan akan dimulai." Tetua keempat memecah keheningan dengan nada yang hormat.
Wen Yun Zi menanggapi ucapan tetua keempat dengan anggukan malasnya.
__ADS_1
Tetua pertama memberi sinyal kepada tetua ketiga.
Tetua ketiga berkata setelah menerima sinyal dari tetua pertama. "Nona pemilik, anda telah melakukan kesalahan dengan mengusir Tuan Liu Chang dari Klan. Di Klan kita, Tuan Liu Chang adalah satu-satunya apoteker, tapi sekarang anda telah mengusirnya dengan cara yang begitu kejam."
"Jika tidak ada seorang apoteker, para talenta muda Klan tidak akan memiliki ramuan obat untuk meningkatkan kultivasi mereka." Tuan kedua menambahkan dengan ekspresi yang terlihat khawatir.
"Meskipun popularitas Klan Wen kita sudah menjadi nomor satu di seluruh Negara Bulan Ungu, suatu saat akan tetap menurun jika Klan tidak memiliki seorang apoteker." Ucap tetua ketiga.
Tetua kedua dan tetua ketiga komplain panjang lebar tentang pengusiran Tuan Liu Chang, dua tetua sama-sama menyiratkan seberapa parah dampaknya pada seluruh Klan.
Wen Yun Zi sangat menyesal menghadiri pertemuan Klan, yang hanya berisi komplain tentang pengusiran apoteker tidak berguna itu. "Oh! Aku tidak tahu mengusir seorang apoteker akan membawa dampak yang begitu besar pada seluruh Klan. Di seluruh Negara Bulan Ungu ini, apakah ada popularitas Klan yang merosot hanya karena mengusir seorang apoteker? atau tidak memiliki seorang apoteker?"
"Sama seperti si sampah Liu Chang, kalian para tetua lebih sampah darinya dan lebih tidak berguna!" Tambah Wen Yun Zi dengan ekspresi menghina.
Dihina seperti itu, ekspresi semua tetua seketika langsung berubah suram. Meskipun sangat marah dan kesal, para tetua tertunduk diam dan tidak berani membantah perkataan Wen Yun Zi.
Penatua pertama yang sejak tadi hanya diam saja, tiba-tiba berkata. "Nona pemilik, tetua kedua dan tetua ketiga berkata seperti itu demi kepentingan Klan. Meskipun kehilangan seorang apoteker tidak menyebabkan kehancuran Klan, tetapi seorang apoteker masih memiliki peran yang begitu penting bagi Klan. Karena nona pemilik adalah orang yang mengusir Tuan Liu Chang, bolehkah saya menyusahkan nona pemilik untuk menyiapkan upacara yang layak dan menunjuk Tuan Liu Chang sebagai apoteker Klan lagi?"
Wen Yun Zi mencibir dengan ekspresi kemarahan terpampang di wajah cantiknya. "Kau ingin aku menunjuk si sampah itu sebagai apoteker Klan lagi?! Tetua pertama, apakah otakmu sedang bermasalah?"
"Kau ..." Tetua pertama tidak terima dikatai otaknya bermasalah.
Tetua kedua berkata setelah menenangkan tetua pertama yang terlihat sangat marah. "Nona pemilik, Klan akan segera menghadapi kesulitan jika masalah apoteker tidak segera di selesaikan. Pada saat waktunya tiba, kami semua hanya bisa menyalahkan semuanya pada nona pemilik."
"Benar!" Tetua ketiga menyetujui ucapan tetua kedua.
Wen Yun Zi sangat marah; Sekelompok orang tua munafik! Jelas-jelas memiliki tujuan lain, tapi masih berpura-pura demi kebaikan Klan.
Wen Yun Zi berkata dengan senyum puas sembari melihat kearah para tetua. "Apakah aku mengatakan kalau aku yang mengusir si sampah itu?! Sampah itu keluar dari Klan karena berpikir dirinya tidak berguna dan tidak pantas menjadi apoteker di Klan ku."
"Ya! Itu mustahil." Ucap tetua ketiga yang juga tidak percaya.
Tetua kedua mencibir. "Nona pemilik, kami tahu anda hanya mencoba menutupi kesalahan anda. Tapi tolong jangan katakan kebohongan yang tidak masuk akal seperti itu."
Wen Yun Zi mengerutkan dahinya tidak senang. "Kalian semua tidak percaya padaku?"
"Penjaga bayangan, bawa si sampah itu kesini." Perintah Wen Yun Zi tiba-tiba.
Setelah dua menit kemudian.
"Gedebuk!!!"
Seseorang terlempar ke tengah-tengah aula pertemuan. Penampilan orang itu sangat menjijikkan hingga membuat beberapa orang langsung muntah ketika melihatnya.
Selain tetua keempat, tetua lainnya memang sudah tua, tapi mata masih baik-baik saja. Mereka masih bisa mengenali dengan jelas fitur wajah orang itu.
Ya, orang itu tidak lain adalah Tuan Liu Chang yang menjadi topik utama pada pertemuan Klan hari ini.
"Huhuhu ... Nona pemilik, saya salah. Tolong beri saya penawarnya, saya sungguh tidak tahan lagi." Tuan Liu Chang memohon ampun dan menangis seperti anak kecil.
"Ini adalah cincin penyimpanan milik saya yang berisi semua harta saya. Saya benar-benar tidak dapat mengumpulkan jumlah seperti yang anda inginkan, tapi tolong berbelas kasihan dan biarkan saya hidup sedikit lebih lama." Tuan Liu Chang melepas cincin penyimpanannya.
Takut Wen Yun Zi tidak mempercayainya, Tuan Liu Chang mengeluarkan semua isi di dalam cincin penyimpanannya.
Para tetua dan semua orang langsung syok melihat semua harta yang dikeluarkannya. Ada banyak botol ramuan obat kelas satu dan dua, berbagai perhiasan emas dan perak, koin emas yang tak terhitung jumlahnya, serta berbagai harta karun lainnya.
__ADS_1
Sebagai seorang apoteker, Tuan Liu Chang tentu sangat kaya. Tapi melihatnya sendiri sekarang, kekayaannya ada pada tingkat yang sama sekali baru.
"Nona pemilik, saya sudah mengeluarkan semua harta yang saya miliki. Tolong segera beri saya penawarnya." Ucap Tuan Liu Chang yang terlihat putus asa.
Bersandar malas di kursinya, Wen Yun Zi tersenyum melihat perilaku Tuan Liu Chang. "Tentu akan ku berikan penawarnya. Tapi sebelum itu, kau harus memberitahu semua orang yang ada di aula ini, bahwa kau adalah seorang apoteker sampah yang tidak pantas bekerja di Klan Wen."
Tuan Liu Chang segera menanggapi ucapan Wen Yun Zi. "Ya! Saya seorang apoteker sampah yang tidak pantas bekerja di Klan Wen. Selama saya bekerja disini, saya hanya tau bagaimana makan minum."
Wen Yun Zi tersenyum puas. "Mm ... Lalu katakan bahwa kau bersedia meninggalkan Klan Wen dan bersumpah bahwa kau tidak akan pernah kembali lagi."
"Apoteker sampah sepertiku tidak pantas bekerja di Klan nomor satu ini. Karena itu, saya bersedia keluar dari sini dan saya bersumpah tidak akan pernah kembali lagi." Tuan Liu Chang berkata dengan bahagia seolah tidak bicara tentang dirinya, melainkan tentang orang lain.
Wen Yun Zi tersenyum puas lalu mengarahkan pandangannya pada para tetua. "Bagaimana dengan sekarang? apakah kalian masih akan mengatakan bahwa aku mencoba untuk menutupi kesalahanku?"
Tetua kedua berkata dengan tergesa-gesa. "Tapi nona pemilik, anda sungguh berdosa menggunakan cara kejam seperti ini untuk menyiksa Tuan Liu Chang. Jika hal ini menyebar keluar, Klan Wen kita pasti akan menjadi sasaran cemoohan banyak orang."
"Omong kosong apa yang kau semburkan?! Semua ini tidak ada hubungannya denganku. Jika kau terus menyemburkan omong kosong, aku pastikan kau akan berakhir lebih buruk darinya." Wen Yun Zi berkata dengan dingin.
Ancaman dan penyangkalan Wen Yun Zi sungguh tidak tahu malu. Para tetua dan banyak orang mulai mengutuk Wen Yun Zi di dalam hati mereka.
Mereka tidak terima, tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
Wen Yun Zi menggunakan trik kejam seperti ini, para tetua tidak bisa menyangkalnya dan hanya bisa menggelengkan kepalanya tak berdaya.
Tuan Liu Chang tidak peduli dengan semua orang dan memohon kepada Wen Yun Zi lagi. "Nona pemilik, tolong beri saya penawarnya."
"Ramuan obat beracun ini tidak ada penawarnya, kau hanya perlu berendam di dalam air garam selama sehari." Wen Yun Zi tersenyum bangga.
Mendengar penawarnya ternyata sangat sederhana, Tuan Liu Chang segera pingsan lagi.
Dua penjaga bayangan muncul kembali dan langsung menyeret Tuan Liu Chang keluar.
Setelah Tuan Liu Chang menghilang dari aula pertemuan, para tetua dan semua orang merasa bahwa yang terjadi sebelumnya hanyalah ilusi.
Wen Yun Zi menguap lalu bertanya. "Apakah kalian para tetua memiliki hal lain untuk dikatakan kepadaku? jika tidak, aku akan kembali ke paviliun ku untuk tidur siang."
Pergi? bagaimana mungkin para tetua membiarkan Wen Yun Zi pergi dengan mudah.
Gadis kecil ini sangat kuat dan sikapnya begitu mendominasi. Jika tidak diurus mulai saat ini, pasti akan kesulitan berurusan dengannya dimasa depan.
Tidak seperti pikiran para tetua, sepuluh orang yang hadir di aula sangat takjub melihat ekspresi mengantuk di wajah cantik Wen Yun Zi. Pada saat yang bersamaan, sepuluh orang ini entah mengapa tiba-tiba merasa kalau Wen Yun Zi seperti seorang Dewi yang pada saat bersamaan seperti seorang Iblis wanita.
Tetua pertama lagi-lagi memberi sinyal kepada tetua kedua, tetua kedua lalu berkata. "Nona pemilik, kami para tetua masih memiliki hal penting yang harus dibahas dengan anda."
"Maka katakan segera! Jangan banyak omong-kosong." Wen Yun Zi bersandar pada kursinya dengan malas.
.
.
______Happy Reading______
Hai ... Hai ... Hai para readers setia Goddess Of Yun Zi. Akhirnya author kembali activ nih setelah beberapa hari disibukkan dengan acara keluarga.
So ... Mohon dukungannya ya biar author lebih semangat untuk melanjutkan novel ini.
__ADS_1