Wen Yunzi (Kisah Menuju Puncak Kekuatan Tertinggi)

Wen Yunzi (Kisah Menuju Puncak Kekuatan Tertinggi)
018 _ Imperial City (Sudah Direvisi)


__ADS_3

Setelah menghilang dari kamarnya, Wen Yun Zi muncul kembali di sebuah gang kecil yang tak jauh dari Mansion Klan Wen. Dengan penampilannya yang begitu misterius, Wen Yun Zi berjalan santai menuju pusat Imperial City.


Letak pusat Imperial City tak jauh dari Mansion Klan Wen, dan Wen Yun Zi hanya membutuhkan waktu dua menit saja untuk sampai. Sesampainya di Imperial City, Wen Yun Zi dibuat terkejut melihat banyaknya orang yang beraktivitas meski hari masih begitu pagi. Wen Yun Zi menghela nafas kemudian memasuki pusat Imperial City dengan langkah santainya.


Begitu Wen Yun Zi memasuki kawasan pusat Imperial City, banyak orang yang menatapnya dengan tatapan penasaran yang juga bercampur rasa takut. Wen Yun Zi tahu bahwa penampilannya pasti akan menarik perhatian banyak orang, tetapi dirinya tidak peduli dan terus melangkahkan kakinya menyusuri jalan yang terkenal paling makmur di Negara Bulan Ungu.


Wen Yun Zi berjalan-jalan santai layaknya berjalan di tamannya sendiri. Pada akhirnya Wen Yun Zi menghentikan langkah kakinya di depan sebuah paviliun bertingkat tiga, yang di atas pintu masuknya memiliki plakat besar bertuliskan 'Paviliun Juan'.


Seperti namanya yang memiliki arti 'Paviliun Keanggunan', paviliun Juan adalah satu-satunya paviliun yang mengkhususkan berbisnis di bidang pakaian wanita.


Nama paviliun Juan sangat terkenal di Negara Bulan Ungu. Kebanyakan pakaian puteri Kekaisaran serta pakaian nona-nona besar berasal dari paviliun Juan. Mengingat harganya yang begitu mahal, rata-rata pelanggan paviliun Juan berasal dari kalangan keluarga Bangsawan serta dari kalangan kekuatan-kekuatan tertentu.


Berpikir bahwa dirinya tidak memiliki pakaian yang cukup, Wen Yun Zi melangkahkan kakinya menuju pintu masuk paviliun Juan.


Dua penjaga yang menjaga pintu masuk paviliun Juan tidak berani meremehkan ataupun menghalangi jalan Wen Yun Zi. Tidak hanya penampilan misteriusnya yang membuat penjaga takut, tapi juga seluruh tubuhnya yang memancarkan aura sedingin es.


Biasanya paviliun Juan tidak akan menerima pelanggan selain para Bangsawan dan orang-orang yang berasal dari keluarga kaya. Tetapi begitu melihat penampilan misterius Wen Yun Zi, penjaga entah mengapa tidak berani menghalanginya. Penjaga tiba-tiba merasa akan mengalami sesuatu yang buruk jika sampai menghalangi langkahnya.


Wen Yun Zi memasuki paviliun Juan dengan langkah santainya dan disambut oleh seorang gadis pelayan begitu tiba di dalam.


"Selamat datang di paviliun Juan kami nona." Sambutan hangat dari gadis pelayan.


Wen Yun Zi hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanggapan.


"Nona, pakaian jenis apa yang anda inginkan? pelayan ini akan membantu anda merekomendasikannya." Tanya gadis pelayan dengan hormat dan sopan.


"Kau kembalilah bekerja, aku akan melihat-lihat terlebih dahulu." Wen Yun Zi memilih melihat-lihat sebelum memutuskan jenis pakaian seperti apa yang ingin dibelinya.


Gadis pelayan mengangguk kemudian pergi setelah meminta Wen Yun Zi untuk memanggil pelayan lainnya jika membutuhkan bantuan.


Begitu gadis pelayan pergi, Wen Yun Zi mulai berjalan-jalan melihat berbagai jenis model pakaian yang terpajang rapi di lantai pertama.


Tak lama kemudian, Wen Yun Zi menaiki anak tangga yang menuju ke lantai dua karena dilantai pertama tidak ada pakaian yang sesuai dengan seleranya.


Setibanya di lantai dua, Wen Yun Zi melihat dua gadis muda seusianya sedang bertengkar memperebutkan satu pakaian jenis hanfu.


Wen Yun Zi berjalan ke arah lainnya daripada mencaritahu apa yang terjadi. Dirinya bukanlah tipe orang yang akan mencampuri ataupun mengurusi urusan orang lain.


"Pelayan ..." Wen Yun Zi memanggil seorang gadis pelayan.


Gadis pelayan menghampiri Wen Yun Zi dan bertanya apakah ada bisa dibantu.


Wen Yun Zi mengangguk dan meminta gadis pelayan itu untuk merekomendasikan pakaian jenis hanfu padanya. Wen Yun Zi juga mendeskripsikan model, desain serta warnanya.


Setelah mendengarkan deskripsinya, gadis pelayan membawa Wen Yun Zi ke arah lainnya dimana ada banyak hanfu yang sesuai dengan deskripsinya.


"Ini adalah koleksi semua hanfu yang sesuai dengan deskripsi nona. Kebetulan juga paviliun kami baru saja kedatangan hanfu dengan model dan desain yang baru. Silahkan nona lihat-lihat dulu, barangkali ada yang sesuai dengan selera nona." Ucap gadis pelayan dengan nada hormatnya.


Wen Yun Zi menganggukkan kepalanya dan mulai melihat-lihat hanfu yang gadis pelayan rekomendasikan padanya.


Berselang lima menit kemudian, Wen Yun Zi sudah memilih beberapa hanfu dan bertanya pada gadis pelayan tadi dimana dirinya akan membayar. Wen Yun Zi bertanya karena sejak berada dilantai pertama dan lantai kedua, dirinya sama sekali tidak melihat dimana tempat kasirnya.


Gadis pelayan sangat terkejut melihat Wen Yun Zi memilih lima belas hanfu sekaligus dan kini memegangnya seolah-olah memegang hanfu murahan.


Sebenarnya pemikiran gadis pelayan tidak salah. Wen Yun Zi memang memperlakukannya sebagai gaun murahan. Bahkan Wen Yun Zi mulai berpikir bahwa dimasa mendatang, dirinya akan mendesain pakaiannya sendiri. Pemikiran ini muncul di benak Wen Yun Zi hanya karena desain pakaian di paviliun Juan tidak ada yang sesuai dengan seleranya.


"Nona, mari ikut dengan pelayan ini untuk melakukan pembayaran. Ah benar, biarkan pelayan ini yang membawa pakaiannya." Ucap gadis pelayan sambil merentangkan kedua tangannya.

__ADS_1


Wen Yun Zi mengangguk kemudian menyerahkan pakaian yang dipegangnya pada gadis pelayan.


Gadis pelayan dengan antusiasnya membawa Wen Yun Zi menuju arah kasir yang ternyata berada di ujung kanan lantai kedua.


Sesampainya di kasir, gadis pelayan meletakkan pakaian yang dipegangnya di atas meja, kemudian meminta gadis yang bertugas di kasir untuk menghitung jumlah yang harus dibayar.


Tiga gadis muda yang bertugas sebagai kasir sangat terkejut dengan jumlah pakaian yang kira-kira kurang lebih berjumlah lima belas potong pakaian. Terkejut sesaat, salah satu gadis pelayan segera bereaksi dan dengan cepat menghitung jumlah yang harus dibayar.


"Nona, harga setiap potong hanfu ini 350.000 koin emas. Jadi jumlah yang harus dibayar dari keseluruhan lima belas hanfu ini adalah 5.250.000 koin emas." Ucap salah satu gadis kasir yang benar-benar terkejut dengan jumlahnya yang mencapai angka 5.250.000 koin emas.


Semua orang yang ada di area kasir juga sangat terkejut begitu mendengar jumlahnya. Mereka terkejut karena orang paling kaya sekalipun tidak akan menghabiskan uangnya dengan cara yang dianggap sebagai pemborosan ini.


Setelah mengatur kembali nafasnya yang berantakan, gadis kasir berkata. "Pembayaran seperti apa yang akan nona gunakan? dengan kartu atau ..."


"Tunai!" Wen Yun Zi menyelanya sebelum gadis kasir menyelesaikan ucapannya.


Wen Yun Zi sama sekali tidak peduli dengan reaksi orang disekitarnya. Dirinya hanga ingin membayar dan segera pergi ke tempat lainnya.


Lagi-lagi semua orang terkejut. Gadis kasir segera menghentikan Wen Yun Zi yang hendak membayar. "Tunai? ... Ahh tidak! Jangan membayar disini nona. Mari ikut dengan saya sekarang."


Gadis kasir menyerahkan tugasnya pada kasir lainnya dan hendak memegang tangan Wen Yun Zi. Tapi sebelum tangannya menyentuh tangan Wen Yun Zi, gadis kasir dibuat menggigil begitu mendengar suara yang membawa nada sedingin es.


"Aku akan ikut denganmu, tapi jangan menyentuhku!" Ucap Wen Yun Zi dengan nada dinginnya. Selain orang terdekatnya, Wen Yun Zi tidak akan membiarkan siapapun menyentuhnya.


"Saya terlalu terburu-buru. Tolong maafkan tindakan saya nona." Gadis kasir dengan tulus meminta maaf atas tindakan tidak sopan nya.


"Tidak masalah!" Sahut Wen Yun Zi sekilas.


Gadis kasir mengangguk dan meminta Wen Yun Zi untuk mengikutinya ke bangunan yang terletak tepat di sebelah paviliun Juan.


_____


- Koin Tembaga


- Koin Perak


- Koin Emas


- Uang Kertas (Jarang digunakan sebagai pembayaran)


\= Koin tembaga adalah mata uang tingkat terendah yang hanya digunakan oleh masyarakat kelas bawah.


\= Koin perak adalah mata uang tingkat menengah. 1 koin perak setara dengan 1000 koin tembaga.


\= Koin emas adalah mata uang tingkat tinggi. 1 koin emas setara dengan 1000 koin perak.


-Level kartu bank dibagi menjadi 5 warna-


- Biru


- Ungu


- Perak


- Emas


- Hitam

__ADS_1


Biru adalah level terendah dan hitam adalah level tertinggi.


Di seluruh Benua Da Xia, kartu bank level hitam adalah level tertinggi yang keberadaannya paling langka. Orang yang memiliki kartu bank level hitam sudah berada dalam jajaran orang-orang terkaya di Benua Da Xia.


(Note; Zaman kuno versi author akan menggunakan kartu Bank sebagai transaksi pembayaran.)


_____


Saat ini gadis kasir dan Wen Yun Zi berdiri di depan sebuah bangunan tinggi nan megah, dan di atas pintu masuknya tergantung plakat besar mendominasi bertuliskan 'Bank Wushi'.


Rupanya penjaga yang menjaga pintu masuk mengenal gadis kasir dari paviliun Juan. Hal ini terbukti ketika penjaga langsung mempersilahkannya untuk masuk kedalam. Gadis kasir tersenyum dan mengajak Wen Yun Zi untuk masuk.


Sesampainya di dalam lantai pertama Bank Wushi, Wen Yun Zi dibuat takjub melihat dekorasi serta tata letak yang menurutnya sederhana tapi bernuansa elegan. Disisi lain, gadis kasir menghampiri gadis resepsionis dan mengatakan bahwa dirinya mengantarkan seseorang untuk membuat kartu Bank.


Wen Yun Zi hanya diam saja semenjak gadis kasir membawanya keluar dari paviliun Juan hingga memasuki Bank Wushi. Alasannya karena dirinya sudah tau apa tujuan gadis kasir membawanya ke Bank.


Gadis resepsionis membawa Wen Yun Zi serta gadis kasir ke tempat pembuatan kartu Bank yang terletak di lantai dua. Sesampainya di lantai dua, gadis resepsionis meminta keduanya untuk duduk di kursi yang sudah disediakan.


"Nona, duduklah disini. Biarkan saya yang mengambil nomor antrian untuk anda." Ucap gadis resepsionis yang pergi setelah memberi anggukan pada gadis kasir.


Gadis resepsionis melangkahkan kakinya menghampiri dua orang pria yang bertugas menangani pembuatan kartu Bank.


Setelah membisikkan sesuatu pada dua pria yang bertugas, gadis resepsionis segera kembali ke tempat duduk Wen Yun Zi.


"Nona, ini nomor antrian anda." Gadis resepsionis menyodorkan sebuah kartu.


Wen Yun Zi pun menerimanya dan menanggapinya dengan anggukan.


"Baiklah! Saya akan kembali bertugas." Ucap gadis resepsionis sambil berjalan pergi dengan senyum yang merekah di wajahnya.


Beberapa orang yang sedang duduk menunggu antrian, merasa penasaran siapakah wanita bertopeng yang diperlakukan secara khusus oleh resepsionis serta gadis kasir dari paviliun Juan.


Sementara Wen Yun Zi yang menjadi pusat perhatian banyak orang, tetap duduk dengan posisi elegannya. Tatapan dibalik topengnya sangat datar seolah-olah apa yang terjadi tidak berkaitan dengannya. Sama sekali tidak memperdulikan berbagai tatapan yang ditujukan padanya.


Tak terasa waktu sudah berlalu satu jam. Kini hanya ada empat orang saja di lantai dua yakni dua petugas, gadis kasir serta Wen Yun Zi.


Begitu nomor antriannya di panggil, Wen Yun Zi beranjak dari kursinya dan melangkahkan kakinya menuju dua petugas. Tetapi sebelum itu, Wen Yun Zi meminta gadis kasir untuk menunggunya di lantai satu.


Gadis kasir mengangguk kemudian turun ke lantai pertama sesuai dengan permintaan Wen Yun Zi.


Wen Yun Zi duduk di kursi depan meja petugas yang telah disediakan, dan salah satu petugas mulai menanyainya.


"Nona, level kartu Bank berapa yang ingin anda buat?" tanya salah satu petugas.


"Hitam! Level terakhir." Sahut Wen Yun Zi sekilas.


Dua petugas sama-sama terkejut begitu mendengar nona bertopeng dihadapan mereka ini ingin membuat kartu Bank level hitam. Meski sebelumnya gadis resepsionis memberitahu kalau nona bertopeng ini adalah harta karun berjalan, kedua petugas tidak pernah menyangka kalau yang ingin dibuatnya adalah kartu Bank level hitam.


Kedua petugas terkejut karena level kartu hitam adalah level kartu Bank tertinggi di Benua Da Xia. Tujuh tahun yang lalu adalah terakhir kalinya Bank Wushi membuat kartu Bank level hitam. Pemilik kartu Bank itupun adalah Tuan muda dari Sekte Gerbang janji, sekaligus yang menjadi pemilik restoran Yelu. Restoran yang paling terkenal di Negara Bulan Ungu.


Note; Mata uang di atas adalah versi author sendiri ya. Disini author juga akan menggunakan versi pengucapan rupiah agar para readers tidak kebingungan dalam membedakannya.


.


.


Hai author up lagi nih ...

__ADS_1


Dukung author dengan cara Like, Komen, Vote dan Rate 5 nya ya ... Terima kasih.


____Happy Reading____


__ADS_2