
Tiga hari kemudian, Penginapan Luoyang.
Pada pertengahan malam, Wen Yunzi yang awalnya tertidur nyenyak, tiba-tiba terbangun karena mimpi buruk.
"Bahkan setelah pemilik tubuh meninggal, pelacur itu masih tetap saja mengutuknya." Ucapnya sangat kesal.
Tidak bisa tidur lagi, ia beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah jendela. Membuka jendela dan memandang langit berbintang sambil merenungkan kehidupan pemilik tubuh.
Ia menghela nafas panjang lalu berkata pada dirinya sendiri. "Beristirahatlah dengan tenang. Aku berjanji akan membalaskan dendam mu."
Keesokan paginya...
Ia keluar dari penginapan Luoyang setelah mengisi perutnya dengan semangkuk bubur biji teratai.
"Klan Wen. Tunggu aku kembali!" Ucapnya sambil memandang kearah tertentu.
Setelah hampir setengah hari berjalan, ia akhirnya tiba di Ibukota. Namun tidak menyadari bahwa dirinya kini berjalan di jalan yang paling makmur.
Selama periode ini, ia selalu menjadi pusat perhatian banyak orang. Penampilannya yang misterius serta auranya yang cukup mengerikan membuat banyak orang tidak berani menyinggungnya meskipun dilanda rasa penasaran.
Berjalan selama beberapa menit lagi, ia menghentikan langkah kakinya di depan sebuah toko besar yang terdiri dari tiga lantai, dan di atas pintu masuknya tergantung plakat bertuliskan 'Toko Tingzhi'
Kemudian ia masuk kedalam.
Melihat seorang tamu misterius, penjaga toko bertanya dengan nada yang ramah. "Selamat datang Nona. Apa ada yang bisa ku-bantu?"
"Cincin penyimpanan berkualitas tinggi. Apakah toko Tingzhi menjualnya?" ucapnya.
"Tentu saja toko kami menjualnya. Mohon Nona tunggu sebentar." Ucap penjaga toko lalu mengintruksikan seorang pelayan untuk mengambil sesuatu.
Semenit kemudian, penjaga toko berkata sambil menyerahkan kotak kayu kecil pada pelanggannya. "Nona, ini barang yang kau inginkan."
"Berapa harga cincin penyimpanan ini?" Wen Yunzi bertanya setelah memastikan bahwa barang yang ada didalam kotak memang cincin penyimpanan berkualitas tinggi.
Dengan senyum yang ramah, penjaga toko menjawab. "Tidak mahal, hanya sepuluh ribu koin emas."
Tidak tawar menawar, Wen Yunzi langsung menyerahkan sekantong koin emas pada penjaga toko.
"Terima kasih Nona. Jika kau membutuhkan sesuatu lagi, datanglah ke toko Tingzhi kami." Ucap penjaga toko setelah menerima pembayaran yang tepat.
Wen Yunzi pergi tanpa menanggapi.
__ADS_1
Jika bukan karena Raja Iblis Ye Mei yang memintanya untuk tidak mengekspos keberadaan ruang dimensi, ia tidak akan pernah membeli cincin penyimpanan yang menurutnya harganya sangat mahal.
Merasakan cacing diperutnya sudah mulai berdemo, ia melanjutkan langkah kakinya menuju kedai kecil yang ada dipinggir jalan, kemudian duduk disalah satu kursi yang kosong.
"Nona, apa yang ingin kau pesan?" tanya pemilik kedai.
"Bibi, aku ingin memesan semangkuk mie kuah daging sapi pedas." Ucapnya dengan sopan kepada wanita paruh baya yang menghampirinya.
"Baik. Tunggulah sebentar nona, pesanan-mu akan segera siap." Ucap pemilik kedai.
Wen Yunzi menganggukkan kepalanya sebagai tanggapan.
Berselang lima menit kemudian, ia menyelesaikan makanannya lalu pergi setelah membayar.
-Klan Wen, Paviliun Melati-
Suara benda yang pecah terus bergema di salah satu kamar yang terletak di paviliun melati.
"Sial! Bahkan setelah mengetahui Wen Yunzi sudah pergi dan tidak tahu kapan akan kembali, pria tua itu masih tidak mau membiarkanku menjadi Nona sulung."
Wen Jiali penuh amarah, sepasang matanya yang ganas mengkhianati penampilannya yang terlihat murni dan polos.
Mengamuk didalam kamarnya, dia tidak tahu bahwa saat ini dirinya semakin dekat dengan kehancurannya yang tragis.
Tidak bisa menahan amarahnya lagi, ia melangkah masuk ke dalam.
Dua penjaga yang sedang berjaga menghalanginya. "Nona, disini adalah Kediaman Klan Wen. Nona tidak bisa masuk begitu saja."
Wen Yunzi dengan dingin berkata. "Kenapa aku tidak bisa masuk? apa kalian hanya mengenali Wen Jiali sebagai Nona muda kalian? apa kalian bahkan tidak mengenaliku?
Merasakan aura menakutkan dibalik suara ucapan seorang gadis cantik, kedua penjaga tiba-tiba berkeringat dingin.
Benar! Sekarang Wen Yunzi tidak memakai topengnya lagi.
Baru setelah berulang kali mengamati wajah gadis cantik ini, ekspresi kedua penjaga seketika langsung berubah dari ketakutan hingga keterkejutan.
"Nona sulung?!" Ucap mereka secara bersamaan
Meskipun Wen Yunzi dikenal memiliki wajah buruk rupa, kedua penjaga masih bisa mengenali fitur-fitur wajahnya.
"Akhirnya kalian mengenaliku. Cepat menyingkir sekarang!" Ucap Wen Yunzi masih dengan nada dinginnya.
__ADS_1
Membuat kedua penjaga tanpa sadar melangkah kesamping.
Mengikuti ingatan pemilik tubuh, Wen Yunzi yang sejak tadi berjalan entah kemana, pada akhirnya menghentikan langkah kakinya didepan sebuah rumah kayu.
Melihat kondisi rumah kayu yang sepertinya akan runtuh kapan saja, auranya berkali-kali lipat lebih dingin dari sebelumnya.
Bahkan Meng Meng yang berada di didalam ruang dimensi, mengetahui saat ini Tuannya benar-benar sangat marah.
Saat Wen Yunzi memasuki Kediaman, banyak pelayan dan penjaga yang telah melihatnya. Salah satunya adalah pelayan pribadi Wen Jiali.
"Nona ..." Dengan ekspresi wajahnya yang terlihat pucat, gadis pelayan memasuki kamar Nona-nya sambil berteriak.
"Berteriak dan masuk tanpa mengetuk pintu. Xiao Lan, apa aku terlalu baik padamu?" Wen Jiali menatap tajam pada pelayannya.
"Nona, tolong maafkan Nubi. Nubi terlalu panik sehingga melupakan sopan santun." Xiao Lan berlutut sambil meminta maaf.
"Bangunlah! Tunggu, kenapa wajahmu sangat pucat?" tanya Wen Jiali yang tiba-tiba merasakan firasat buruk.
"Aku, aku, a-aku melihat ..." Rasa takutnya membuat Xiao Lan tidak bisa berkata dengan benar.
"Atur nafas-mu dulu lalu katakan secara perlahan." Wen Jiali menenangkan pelayannya yang terlihat... Ketakutan?
Tiba-tiba ia merasa punggungnya berkeringat dingin. "Xiao Lan, cepat katakan apa yang sebenarnya terjadi?" desaknya.
Setelah mengatur kembali nafasnya, Xiao Lan berkata. "Nona, Nubi baru saja melihat Nona sulung. Selain itu Nona sulung terlihat sangat cantik."
PLAKK!
"Dihadapan-ku, jangan menyebut pelacur itu sebagai Nona sulung! Di Kediaman ini hanya aku yang pantas menyandang status Nona sulung!" Ekspresi lembut di wajah Wen Jiali berubah seperti seorang Iblis wanita.
Merasakan sakit yang amat menyengat di pipi kirinya, Xiao Lan hanya bisa menahannya. "Nona, Nubi benar-benar melihat Wen Yunzi sudah kembali. Bukan hanya Nubi saja, pelayan yang lain juga melihatnya."
"Aku akan melihatnya sendiri apakah pelacur itu benar-benar kembali atau tidak. Bahkan jika benar kembali, aku masih mempunyai ribuan cara untuk mengirimnya kembali menemui Raja Neraka!" Wen Jiali berkata sambil berjalan keluar dari kamarnya.
Memegang pipinya yang terasa sakit, Xiao Lan tidak berkata apa-apa dan hanya mengikuti di belakang Nona-nya dengan patuh.
Bagi orang luar, Nona kedua Wen Jiali adalah sosok gadis yang polos dan murni. Tapi bagi Xiao Lan, Nona-nya hanya seorang gadis kejam yang haus akan kekuasaan.
.
.
__ADS_1
_______Happy Reading_______