Wen Yunzi (Kisah Menuju Puncak Kekuatan Tertinggi)

Wen Yunzi (Kisah Menuju Puncak Kekuatan Tertinggi)
029.Menyelamatkannya Lagi


__ADS_3

Melanjutkan perjalanannya menuju kedalaman hutan, Yun Zi sangat puas karena bertemu banyak sekali Binatang Buas untuk menemaninya berlatih.


Dari arah yang tidak jauh, Yun Zi tiba-tiba mendengar suara keras seperti ada yang sedang berkelahi.


"Aku akan mengakhiri latihan hari ini, pergilah sekarang!", ucap Yun Zi dengan nada datarnya pada Binatang Buas yang sudah meringkuk di tanah.


Meskipun tidak mengerti apa yang di katakan Manusia di depannya, Binatang Buas samar-samar merasakan kalau Manusia di depannya menyuruhnya pergi.


Kawanan Binatang Buas melarikan diri dengan cepat karena takut jika Manusia itu mengejarnya.


Melihat kawanan Binatang Buas yang lari terbirit-birit, Yun Zi hanya menggelengkan kepalanya lalu pergi kearah dimana suara keras tersebut berasal menggunakan ilmu peringan tubuhnya.


Di tempat dimana suara keras tersebut berasal, ada seorang Pemuda dan seorang Gadis muda yang sepertinya sangat putus asa, tubuh Pemuda dan Gadis muda itu memiliki luka besar dan kecil, bisa dilihat dengan jelas bahwa luka Pemuda tersebut jauh lebih parah dari Gadis muda di sebelahnya.


"Gege, apa yang harus kita lakukan sekarang?", ucap Gadis muda pada Pemuda di sebelahnya.


"Meimei jangan khawatir! Gege akan melindungi mu", sahut Pemuda tersebut sambil memegang tangan Gadis muda disampingnya dengan sangat erat.


"Meimei, Gege akan mengalihkan perhatian Binatang Roh ini! Jika Gege berhasil, kau berusahalah untuk kabur sejauh mungkin!", sambung Pemuda itu dengan nada ringannya yang hanya bisa didengar oleh Gadis muda tersebut.


"Tidak! Aku tidak akan pernah membiarkan Gege melakukan hal itu", menggelengkan kepalanya, Gadis muda memegang tangan Pemuda itu dengan sangat erat.


"Meimei, dengarkan apa yang Gege ..... ", belum selesai mengatakannya, kata-kata Pemuda itu dicegat oleh Gadis muda di sampingnya.


"Tidak! Gege sekarang terluka parah. Aku tidak akan pernah membiarkan Gege mempertaruhkan nyawa Gege untukku!",


"Meimei....",


"Percuma Gege! Meskipun aku selamat, aku tidak akan hidup lagi jika Gege meninggalkanku!", ucap Gadis muda tersebut dengan nada yang tidak bisa di bantah lagi.


Pemuda tersebut tidak bisa berkata-kata lagi setelah mendengar apa yang dikatakan Gadis muda di sampingnya, menepuk kepalanya dengan lembut, Pemuda tersebut berjanji.


"Baiklah! Gege tidak akan melakukannya, mari kita hadapi bersama Binatang Roh ini!",


"Ya! Hidup atau mati, kita bersaudara harus tetap bersama", Gadis muda tersebut tersenyum sangat tulus.


Bersamaan jatuhnya kata-kata Gadis muda tersebut, sekarang di depan keduanya yang berjarak sekitar enam langkah, berdiri seekor Binatang Roh Harimau yang sepertinya sangat marah dan juga, Harimau ini sepertinya tidak seperti Binatang Roh Harimau lain pada umumnya.


Melainkan Binatang Roh Harimau yang sudah mencapai level lima, Harimau tersebut juga di selimuti aura Elemen Api yang sangat ganas, siapapun bisa melihatnya dengan jelas bahwa Binatang Roh Harimau level lima yang sangat ganas ini tidak akan mungkin bisa ditangani oleh dua orang yang sedang terluka parah ini.


"Manusia, aku akan memberikan satu kesempatan lagi! Cepat serahkan buah spiritual Jade Flame ku, jika tidak! Jangan salahkan aku karena bersikap kejam", Binatang Roh Harimau mengatakannya dengan nada peringatan dan tak luput mengeluarkan aura penindasan nya.


"Kami sudah mengatakannya berulang kali bahwa bukan kami yang mengambil buah mu! Para ******** itulah yang telah mengambilnya dan kami hanya dijadikan sebagai kambing hitam oleh para ******** itu!", ucap Pemuda tersebut sembari melindungi saudarinya dari aura penindasan yang di keluarkan Harimau itu.


"Masih saja berdalih! Apa kau pikir aku bodoh? Manusia yang serakah, sekarang cepat serahkan buah spiritual ku!", Harimau tersebut benar-benar sangat marah.


"Apa yang dikatakan saudaraku benar, kami benar-benar tidak mengambil buah mu", sekarang giliran Gadis muda itu yang mengatakannya dengan harapan agar Harimau itu mempercayainya.


Yun Zi yang sedang duduk di dahan pohon yang tidak jauh dari lokasi keributan tersebut hanya duduk santai dengan sebuah kipas kertas ditangannya, sangat santai seperti sedang menonton sebuah pertunjukan wayang kulit.


"Chu'er, apakah ini sebuah kebetulan atau takdir?", Yun Zi membuka komunikasi jiwanya dengan Chu'er.


"Ahhh...... ", Chu'er yang sedang memanen buah spiritual di ruangnya benar-benar bingung mendengar pertanyaan mendadak Tuannya.

__ADS_1


"Maksudku, Pemuda dan Gadis muda di sana!", Yun Zi mengarahkan dagunya pada lokasi dua orang yang tidak jauh di depannya itu.


"Tunggu! Bukankah dua orang itu adalah sepasang saudara yang pernah Tuan selamatkan sebelumnya? ", ucap Chu'er dari dalam ruang dimensinya setelah melihat kearah yang di tunjukkan Tuannya.


"Benar!", Yun Zi mengangguk dengan ringan.


"Sepertinya ini bukan sebuah kebetulan! Melainkan, sepasang saudara itu memang memiliki takdir dengan Tuan", sahut Chu'er.


"Mungkin saja! Apakah menurutmu sepasang saudara itu bisa menangani Binatang Roh itu?", Yun Zi mengatakannya dengan santai sambil mengipasi dirinya sendiri.


"Kenapa Tuan masih bertanya padaku!...Pemuda itu hanya memiliki kultivasi Raja level empat sementara Gadis muda itu kultivasinya hanya Raja level dua, hanya dengan tingkat kultivasi yang sangat rendah, keduanya tidak akan mampu menangani Binatang Roh level lima itu, apalagi Binatang Roh itu adalah spesies Harimau yang memiliki Elemen Api! Meski keduanya dalam kondisi puncaknya sekarang, tetap tidak akan bisa mengalahkan Harimau itu", ucap Chu'er yang tidak mengerti kenapa Tuannya masih bertanya padanya.


"Kau memang benar! Aku hanya bertanya saja", ucap Yun Zi dengan nada santainya.


"Apakah Tuan tidak akan menyelamatkan sepasang saudara itu?", tanya Chu'er.


"Masih belum waktunya!", ucap Yun Zi dengan singkat.


Chu'er hanya diam saja dan merasa kalau kata-kata Tuannya penuh dengan misteri yang tidak bisa dirinya tebak.


Sementara di sisi lain, sepasang saudara itu mengerahkan seluruh energi spiritual maupun energi fisik mereka untuk melawan Harimau ganas itu.


Sebelumnya keduanya mengatakan kebenaran tentang buah spiritual milik Harimau itu karena tidak ingin Harimau itu terus mengejarnya karena hanya salah paham saja tapi sayangnya, Harimau tersebut tidak mempercayainya dan malah menyerang keduanya.


Pertarungan terus berlanjut sampai energi spiritual keduanya hampir terkuras habis, sedangkan Harimau tersebut tidak memiliki satu pun goresan dan tetap dalam kondisi terbaiknya.


Merasa muak melawan Manusia yang kultivasinya tak selevel dengannya, Harimau tersebut mengarahkan cakarnya pada Gadis muda yang terlihat jauh lebih lemah dibandingkan dengan Pemuda itu.


Pemuda yang melihat Harimau itu mengarahkan cakarnya pada saudarinya merasa sangat ketakutan dan karena jarak yang agak jauh, Pemuda tersebut lari untuk menyelamatkan saudarinya sembari berteriak,


Tepat pada saat Harimau ganas itu hampir mencabik-cabik Gadis muda itu, sebuah kipas kertas melesat dengan kecepatan yang tak terlihat menuju tenggorokan Harimau itu.


Semua orang di Dunia ini tahu bahwa kulit Harimau sangat keras seperti baja dan juga, Harimau tersebut bukan Harimau biasa melainkan Binatang Roh spesies Harimau yang memiliki aura Elemen Api yang sangat kuat, apalagi tingkatannya sekarang sudah mencapai Binatang Roh tingkat lima.


Tidak ada yang bisa mengalahkan Binatang Roh level lima dengan mudah, bahkan seorang kultivator tingkat Kaisar petarung paling banyak hanya bisa meninggalkan sedikit goresan pada tubuh Harimau itu tapi sekarang, hanya sebuah kipas kertas bisa menghentikan aksi Harimau tersebut yang hampir mencabik-cabik Gadis muda itu.


Tidak hanya menghentikan aksi Harimau itu, Bahkan sekarang bisa dilihat dengan jelas kalau kipas kertas tersebut juga membasahi tenggorokan Harimau tersebut dengan darah segar.


Terhuyung-huyung akibat serangan mendadak yang menimpanya, akhirnya Harimau tersebut tidak bisa menahannya lagi dan ...


BANG!!!


Suara yang sangat keras bergema di seluruh pinggiran hutan kematian akibat jatuhnya Harimau itu.


Untunglah luka di tenggorokan Harimau itu hanya luka ringan, Harimau itu berusaha bangkit lagi hanya karena ingin tahu siapa yang sudah menyerangnya. Harimau itu bangkit dengan kemarahan yang meluap-luap meninggalkan sebuah lubang yang sangat besar di tanah.


"Manusia yang licik! Keluar sekarang juga! Beraninya kau melukaiku!", ucap Harimau yang sangat marah itu disertai nada yang penuh penekanan.


"Jangankan melukaimu! Jika aku mau, aku bisa membunuhmu sekarang juga!", Yun Zi mengatakannya dengan nada yang sangat menyeramkan seperti datang dari kedalaman Neraka.


"Manusia yang sangat sombong! Jika kau berani, keluar sekarang juga!", Harimau itu semakin marah mendengar kata-kata sombong yang entah berasal dari mana.


"Sepertinya kau sudah bosan untuk hidup lagi!", Yun Zi turun dari atas pohon menggunakan ilmu peringan tubuhnya untuk menghampiri Harimau itu.

__ADS_1


Sepasang saudara yang tidak bisa bereaksi melihat keadaan yang tiba-tiba berubah justru sangat terkejut sekarang dengan kemunculan seorang Wanita misterius.


Wanita itu memiliki tinggi badan sekitar 155 cm dan wajahnya ditutupi sebuah topeng berwarna hitam yang hanya memperlihatkan bibir dan dagunya saja, tangan kanannya berada di belakang punggungnya dan juga, aura di sekitar Wanita itu benar-benar sangat menakutkan.


"Berani-beraninya Binatang Roh level lima sepertimu berbicara denganku menggunakan nada seperti itu!", ucap Yun Zi dengan nada dinginnya.


"Bagaimana kau tahu bahwa aku Binatang Roh level lima?", tidak lagi menggunakan nada yang ceroboh, Harimau itu bertanya.


"Aku akan memberimu dua pilihan. Pertama, pergilah! Kedua, mati!", tidak menjawab pertanyaan yang di ajukan Harimau itu, Yun Zi malah memberinya dua pilihan.


"Pilihan ada ditangan mu sekarang! Tapi jika kau tidak ingin pergi maka aku tidak keberatan menjadikan bulu mu sebagai mantelku!", sambung Yun Zi dengan nada dingin penuh penekanannya.


Mendengarkan kata-kata dingin Wanita bertopeng itu, Harimau itu tiba-tiba bergidik ngeri. Siapapun bisa merasakan kalau Wanita bertopeng sedang mengancam Harimau itu.


Harimau tidak bisa menyerang Wanita bertopeng karena instingnya mengatakan kalau Wanita bertopeng di depannya bukanlah manusia yang bisa dia singgung.


"Aku akan pergi sekarang!", Harimau tersebut tidak ingin memiliki konflik dengan Wanita menakutkan didepannya dan memilih untuk pergi.


Harimau itu berbalik pergi karena tidak ingin mengorbankan nyawanya hanya untuk sebuah buah spiritual.


"TUNGGU!", Yun Zi menghentikan Harimau yang berbalik pergi itu.


"Nona Abadi, aku sudah mengalah! Apa lagi yang kau inginkan?", Harimau tersebut menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuh besarnya menghadap Wanita menakutkan itu.


"Jangan memanggilku secara acak", Yun Zi memperingatinya.


"Ohh .... ", Harimau itu hanya menganggukkan kepalanya sedikit.


Yun Zi menggelengkan kepalanya lalu mengambil dua buah spiritual berwarna merah dari ruang dimensinya dan melemparkannya pada Harimau itu.


"Dua buah ini untukmu! Kau seharusnya membutuhkan buah spiritual Jade Flame untuk terobosan mu kan?, meskipun dua buah ini berbeda dari buah Jade Flame tapi manfaatnya sama. Sekarang pergilah dan jangan lupa untuk mencari tempat yang aman terlebih dahulu sebelum mencerna buah ini", Yun Zi mengatakannya tetap dengan nada dinginnya.


Menerima dua buah yang lebih berharga dari miliknya, Harimau itu langsung menelannya tanpa berpikir panjang,


"Kamu .... Terlalu serakah!", Yun Zi mendengus dingin melihat Harimau itu langsung menelan dua buah tanpa berpikir terlebih dahulu.


"Nona, aku bukan serakah! Hanya saja, dua buah ini terlalu berharga. Dengan aroma keabadian yang keluar dari dua buah ini, jika aku tidak menelannya sesegera mungkin, kemungkinan besar aku akan diburu oleh Binatang lain untuk merebut dua buah ini dariku", Harimau itu mengatakannya menggunakan nada polosnya.


"Apa yang kau katakan memang benar! Sekarang pergilah, cerna buah itu sesegera mungkin dan juga, jika hal seperti ini terjadi lagi. Cari tahu kebenarannya terlebih dahulu sebelum bertindak", ucap Yun Zi.


"Baiklah Nona, aku akan pergi sekarang! Terima kasih banyak atas bantuan dan saran Nona. Seumur hidupku, aku tidak akan pernah melupakan kebaikan Nona", Harimau perkasa itu tiba-tiba berlutut hormat pada Yun Zi sebelum berbalik pergi.


Yun Zi tidak menyangka kalau Binatang Roh perkasa itu akan berlutut padanya.


Nb; Meskipun berada di dalam ruang dimensi, Chu'er bisa melihat semua keadaan di luar dengan jelas.


///////////.............,............. /////////////


Author mohon pada para readers dan pada penulis lain yang membaca cerita author ini untuk memberikan kritik dan saran.


Author hanyalah seorang pemula yang masih banyak belajar, author sangat membutuhkan bantuan dari para readers dan penulis-penulis lain.


Dan juga, author orangnya pendiam dan tidak pandai mengapresiasikan sesuatu jadi tolong jangan menyebut author sombong ya..

__ADS_1


Semoga kalian suka sama jalan ceritanya dan sekali lagi, author mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh, alur cerita DLL.


____Happy Reading____


__ADS_2