Wen Yunzi (Kisah Menuju Puncak Kekuatan Tertinggi)

Wen Yunzi (Kisah Menuju Puncak Kekuatan Tertinggi)
033. Dewi Keberuntungan


__ADS_3

Para kultivator yang ada di seluruh hutan kematian berbondong-bondong menuju pedalaman hutan tempat munculnya cahaya keemasan tersebut.


Yun Zi yang juga pergi dengan kecepatan tercepatnya, saat ini tengah berdiri di lereng yang sangat curam, Yun Zi berada di lereng curam ini karena panduan dari Chu'er.


Chu'er mengatakan aura penindasan yang sangat kuat berasal dari lereng curam ini.


"Chu'er, kenapa auranya tiba-tiba meng......? ", belum sempat Yun Zi menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba ada sebuah telur berukuran sedang memancarkan cahaya keemasan menggelinding ke arahnya dan berhenti tepat di kakinya.


"Ini......? ", Yun Zi benar-benar terkejut melihat benda yang menggelinding kearahnya ini.


"Apakah Tuan benar-benar reinkarnasi Dewi keberuntungan? ", tanya Chu'er yang sepertinya ingin menangis atas keberuntungan Tuannya.


Tentu saja Chu'er ingin menangis karena telur yang menggelinding ke arah Tuannya dan berhenti tepat di kaki Tuannya adalah telur Binatang Suci Fire Phoenix yang sedang di incar oleh semua kultivator di seluruh hutan kematian.


"Chu'er, apakah ini benar-benar telur Binatang Suci Fire Phoenix? ", Yun Zi bertanya lagi pada Chu'er karena masih tidak mempercayai atas apa yang dilihatnya.


Chu'er mengangguk berulang kali sebagai tanggapan atas pertanyaan Tuannya.


Yun Zi menatap telur keemasan yang berada dikakinya tersebut dengan tatapan herannya,


Meskipun tahu kalau telur Fire Phoenix pasti berada di sekitar lereng curam yang sangat besar ini, Yun Zi berpikir pasti akan membutuhkan lebih banyak usaha untuk menemukan lokasi tepatnya tapi Yun Zi tidak pernah berpikir dalam pikiran terliar nya sekalipun, telur Fire Phoenix akan menggelinding dan berhenti tepat dikakinya.


Tersenyum penuh misteri, Yun Zi berkata sembari memandang telur keemasan yang ada di kakinya, "Karena kau memilih menggelinding ke arahku, maka akan sangat memalukan jika aku tidak mengambil mu. Yah, mulai sekarang kau adalah milikku! ".


Bersamaan dengan jatuhnya kata-kata terakhirnya, Yun Zi membungkuk lalu mengambil telur Fire Phoenix tersebut dan menyimpannya di ruang dimensinya.


"Chu'er, karena kau bersikeras untuk mendapatkan telur Fire Phoenix maka sekarang aku serahkan telur ini dalam perawatan mu", ucap Yun Zi sembari memasukkan telur Fire Phoenix ke dalam ruang dimensinya.


"Sepertinya aku harus segera pergi dari tempat ini! ", batin Yun Zi lalu segera melesat dengan kecepatan tercepatnya untuk pergi dari lereng curam ini.


Sekitar 40 menit setelah Yun Zi pergi dari lereng curam, beberapa tim serta banyak kultivator individu tiba setelahnya.


"40 menit yang lalu masih sangat jelas kalau aura penindasan yang sangat kuat berasal dari lereng curam ini tapi kenapa sekarang aura penindasan telah hilang sepenuhnya bahkan tidak ada sedikit pun jejak-jejak telur Fire Phoenix", salah satu pemimpin tim berkata dengan nada serius sembari mengelap keringat di wajahnya.


"Apakah sudah ada yang mendapatkan telur Fire Phoenix? ",


"Melihat keadaan sekarang ini, sepertinya benar, sudah ada yang mendahului kita",


"Siapa yang lebih cepat dari kita? ",


"Apakah kerja keras kita selama berhari-hari berakhir dengan sia-sia? ",


Berbagai komentar panas di lontarkan para tim dan kultivator individu disertai ekspresi marah bercampur kekecewaan. Sedangkan tim Pangeran keempat hanya diam saja mendengar berbagai kericuhan di sekitarnya, meskipun Wen Li Mei juga hanya diam saja tapi sorot matanya yang di penuhi kebencian tidak lepas dari pandangan Pangeran keempat.


Sementara objek dari kemarahan orang-orang ini, saat ini sedang berbaring di dahan pohon dengan santai sembari memakan buah Apel.


"Siapa yang sudah mendapatkan telur Fire Phoenix? ", ucap Pangeran ketiga yang berdiri tidak jauh dari lokasi tim Pangeran keempat.


"Fire Phoenix lahir dan terwujud di Kekaisaran Tian Zing kita sudah merupakan suatu kemuliaan! Kita tidak perlu terlalu terpaku pada siapa yang sudah mendapatkannya karena semuanya sudah ditentukan oleh takdir", ucap Putra Mahkota dengan nada santainya.

__ADS_1


"Apa yang di katakan saudara Hao Cun benar! Tapi aku masih sangat penasaran siapa orang yang ditakdirkan itu? ", Pangeran pertama menanggapi ucapan Putra Mahkota.


"Karena sudah ada yang mendapatkan telur Fire Phoenix, kenapa kita tidak kembali saja! Aku sungguh muak melihat orang itu", ucap Pangeran keenam dengan tatapan sinis nya tertuju pada Pangeran keempat.


"Tidak boleh seperti itu! Semuanya masih belum pasti", ucap Putra Mahkota sembari menepuk kepala Pangeran keenam.


"Tapi saudara....",


"Tidak perlu dibahas lagi! Aku akan menyelidikinya setelah kita kembali nanti", Putra Mahkota menyela kata-kata Pangeran keenam.


Pangeran keenam mengangguk dengan terpaksa tapi tatapan sinis nya masih tertuju pada Pangeran keempat.


Melihat banyak tim yang sudah pergi dari tempat ini, Putra mahkota berkata.


"Mari pergi! ",


Karena Yun Zi menyembunyikan auranya, tidak ada orang maupun Binatang yang mengetahui keberadaannya. Yun Zi juga melihat banyak tim yang mulai meninggalkan hutan kematian.


"Hmm.... Sepertinya aku juga harus pergi! ", batin Yun Zi yang sepertinya sambil memikirkan sebuah rencana selanjutnya.


Tidak ingin terlalu lama tinggal di hutan kematian, Yun Zi lalu melesat pergi dengan kecepatan tercepatnya untuk keluar dari hutan kematian.


_____


Setelah keluar dari hutan kematian, Yun Zi melihat matahari sudah mulai terbenam kemudian pergi menuju penginapan yang telah di sepakati dengan sepasang saudara kandung itu.


Sepasang saudara yang baru saja akan keluar dari penginapan menghentikan langkahnya melihat Tuan mereka berjalan ke arah penginapan.


"Raja level enam dan Raja level empat! Kalian benar-benar bekerja keras selama tiga hari ini", ucap Yun Zi mengangguk sangat puas atas pencapaian kultivasi keduanya.


"Semuanya berkat Tuan! ", sepasang saudara tersebut lagi-lagi berkata dengan serempak.


"Tuan mari masuk dulu, kami sudah memesankan ruangan untuk Tuan", ucap Gadis muda.


Yun Zi mengangguk sedikit lalu mengikuti Gadis muda itu dengan Pemuda yang menyusul dibelakangnya.


Sesampainya di depan ruangannya, Yun Zi meminta keduanya untuk masuk kedalam karena ada sesuatu yang ingin dikatakannya.


Duduk di kursi yang sederhana, Yun Zi memulai percakapan setelah memasang array pengedap suara.


"Aku tidak peduli dari mana kalian berasal dan apa yang menyebabkan kalian terluka parah waktu itu. Aku juga tidak melarang kalian berdua untuk membalas dendam hanya saja satu pesanku yakni, sebelum kalian menjadi sangat kuat, lupakanlah soal balas dendam dan juga, jadikanlah apa yang terjadi dimasa lalu sebagai motivasi kalian untuk menjadi lebih kuat! ", ucap Yun Zi dengan nada tegasnya.


"Kami berdua akan selalu mengingat pesan-pesan Tuan", ucap keduanya sembari berlutut dengan hormat.


"Di masa depan, jangan pernah berlutut padaku lagi! Di Dunia ini hanya kedua orang tua kalian yang pantas kalian hormati. Apakah kalian paham? ", Yun Zi mengatakannya dengan nada peringatan lalu meminum secangkir kecil air putih.


"Ya. kami paham! ",


"Oh benar! Siapa nama kalian berdua? ", tanya Yun Zi yang sepertinya mengingat sesuatu yang penting.

__ADS_1


"Semenjak menjadi bawahan Tuan, kami ingin menjalani kehidupan yang baru jadi, mohon Tuan untuk memberikan kami berdua nama", jawab Pemuda tersebut disertai anggukan oleh Gadis di sampingnya.


Mendengar jawaban Pemuda di depannya ini, Yun Zi memahami makna-makna tersembunyi di balik kata-katanya, Yun Zi pun mengangguk setuju lalu mulai memikirkan nama yang cocok untuk sepasang saudara kandung ini.


Mengarahkan pandangannya pada Gadis muda yang tersenyum ceria di depannya, Yun Zi berkata, "Melihat sikap ceriamu, bagaimana jika aku memberimu nama Shu Wan?".


Terkejut sesaat mendengar kata-kata Tuannya, Gadis muda tersebut langsung tersenyum senang mendengar nama barunya.


"Nama yang bagus! Aku sangat menyukainya, terima kasih Tuan", ucap Shu Wan dengan ekspresi bahagia terpampang di wajah cantiknya.


Jika bukan karena aura di sekitar Tuannya yang sangat menakutkan, Shu Wan pasti akan memeluk Tuannya dengan erat akibat terlalu bahagia.


Menyunggingkan sudut bibirnya, Yun Zi lalu mengalihkan pandangannya pada Pemuda di samping Shu Wan.


"Aku tidak pandai dalam memberi nama untuk orang lain tapi aku mempunyai satu nama yang cocok dengan karaktermu! Bagaimana dengan, Jian Heeng? ", Yun Zi berkata dengan nada ringannya sembari bermain-main dengan kipas lipat ditangannya.


"Memang nama yang cocok dengan karakterku! Terima kasih Tuan", ucap Jian Heeng sembari menunduk sedikit sebagai tanda terima kasihnya.


"Senang jika kalian berdua menyukainya. Pergilah untuk beristirahat! Kita akan pergi dari penginapan besok pagi", ucap Yun Zi.


"Ya! ", jawab keduanya dengan serempak lalu berjalan keluar setelah mendapat anggukan dari Tuannya.


" Oh benar! Apakah kami harus mengirim makan malam ke ruangan Tuan? ", tanya Shu Wan yang hampir menutup pintu ruangan.


"Aku masih kenyang jadi tidak perlu mengirim makan malam dan juga, jangan menggangguku jika tidak ada sesuatu yang penting! ", ucap Yun Zi kembali menggunakan nada datarnya.


"Ya. Kami mengerti! ", ucap keduanya lalu pergi ke ruangan masing-masing setelah menutup pintu ruangan Tuannya dengan rapat.


Mengunci pintu ruangannya, Yun Zi lalu berjalan ke ruangan di sebelah yang mana air hangat untuk mandi telah disiapkan untuknya.


Setelah berendam selama hampir satu jam, Yun Zi kini merebahkan tubuh lelahnya ke ranjang yang cukup besar dan langsung tertidur hanya dalam waktu yang singkat.


Keesokan paginya .....


Yun Zi bangun pada pukul 06:00 pagi lalu langsung check out dari penginapan setelah sarapan semangkuk bubur sederhana.


Meskipun masih sangat pagi, banyak orang-orang yang sudah mulai beraktivitas, tentu saja penampilan misterius Yun Zi dan kedua bawahannya yang baru saja keluar dari penginapan menarik perhatian banyak orang.


Berbagai jenis tatapan tertuju pada ketiganya, Jian Heeng dan Shu Wan merasa sangat risih dengan segala jenis tatapan yang ditujukan padanya sementara Yun Zi hanya berjalan santai dengan tangan kanan yang berada di belakang punggungnya seolah-olah sudah terbiasa.


Berikut arti nama Jian Heeng dan Shu Wan;


_ Jian Heeng artinya; Seseorang yang memiliki kepribadian gigih dan tabah.


_ Shu Wan artinya; Seseorang yang memiliki kepribadian periang dan berhati mulia.


__________Goddess Of Yun Zi___________


Setelah membaca, jangan lupakan Like dan Komennya ya.

__ADS_1


____Happy Reading____


__ADS_2