
Begitu keluar dari paviliun Juan, Wen Yun Zi melangkahkan kakinya menuju toko pakaian kecil dengan tujuan membeli beberapa pakaian biasa yang akan dikenakannya untuk sehari-hari.
Sesampainya di toko pakaian yang bisa dibilang kelas menengah, Wen Yun Zi dengan santainya memilih sekitar sepuluh potong pakaian jenis hanfu dalam waktu yang cukup singkat.
Kali ini Wen Yun Zi tidak membayar menggunakan kartu Bank level emasnya, melainkan membayar dengan uang tunai. Alasannya karena pembayaran menggunakan kartu Bank hanya dapat di gunakan di toko-toko besar berkelas tinggi.
Selesai membeli pakaian, Wen Yun Zi melanjutkan langkah santainya menyusuri jalan paling makmur di Imperial City. Meskipun banyak orang yang menatapnya dengan segala jenis tatapan, Wen Yun Zi tidak sekalipun merasa risih dan tetap berjalan-jalan santai sambil sesekali mencicipi makanan ringan yang di jual di kedai pinggir jalan.
Baru setelah merasa kenyang dan puas, Wen Yun Zi kembali melanjutkan langkah kalinya, tapi kali ini tujuannya adalah toko obat yang juga dikenal dengan nama 'Baishan Hall'. Wen Yun Zi menuju Baishan Hall karena ingin membeli beberapa bibit herbal umum yang akan ditanamnya di ruang dimensi milik Xing Jun.
Meskipun ada banyak herbal di gelang ruang dimensinya, Wen Yun Zi tidak bisa menggunakannya begitu saja karena semuanya adalah herbal langka yang sudah berusia ratusan hingga ribuan tahun. Karena alasan inilah, Wen Yun Zi berencana untuk membeli herbal biasa sekaligus membeli bibitnya juga.
Beberapa saat kemudian Wen Yun Zi menghentikan langkah kakinya di depan sebuah bangunan megah nan tinggi, yang di atas pintu masuknya tergantung plakat besar berwarna putih bertuliskan 'Baishan Hall'. Wen Yun Zi mengerutkan alisnya melihat begitu banyak orang berkerumunan tepat di depan Baishan Hall.
Awalnya Wen Yun Zi mengira jika orang yang berkerumunan di depan Baishan Hall adalah pengunjung yang sedang menunggu antrian untuk masuk. Tetapi begitu telinganya mendengar keributan dari arah kerumunan, Wen Yun Zi tau jika perkiraannya salah.
Tidak banyak berpikir, Wen Yun Zi melangkahkan kakinya mendekati Baishan Hall.
Karena penampilannya yang misterius serta auranya yang menakutkan, banyak orang yang membuka jalan untuk Wen Yun Zi. Tidak ada satu orang pun yang berani menghalangi langkahnya.
Ternyata perkiraan Wen Yun Zi memang salah. Kerumunan orang di depan Baishan Hall bukanlah pengunjung yang sedang mengantri, melainkan kerumunan orang yang tengah mengerumuni dua orang menyedihkan yang tak jauh dari depan pintu masuk Baishan Hall.
Dua orang yang terlihat menyedihkan ini adalah pemuda berusia sekitar enam belas tahun, serta gadis muda berusia sekitar lima belas tahun.
Kerumunan orang membuat keributan untuk membantu pemuda dan gadis muda menyedihkan ini yang ternyata keduanya merupakan sepasang saudara kandung.
Pemuda yang merupakan kakak dari gadis muda itu tampak memangku kepala sang adik di pahanya. Air mata pemuda itu membasahi kedua pipinya dan membuat luka berdarah di pipi kanannya terlihat semakin menakutkan.
Sedangkan gadis muda yang kepalanya berada di paha sang kakak, kondisinya terlihat sangat menyedihkan dan memprihatinkan. Matanya yang terpejam, serta hanfu putihnya yang berlumuran darah, membuat banyak orang yang melihatnya merasakan sakit yang tak tertahankan.
Kondisi dan penampilan pemuda itu tak jauh berbeda dengan sang adik. Wajahnya sangat pucat serta penampilannya juga menyedihkan. Luka berdarah di pipi kanan pemuda itu adalah satu-satunya perbedaannya dengan kondisi sang adik.
__ADS_1
Dari perbedaan penampilannya saja, jelas terlihat jika gadis muda itu terluka jauh lebih parah dibandingkan dengan sang kakak.
Dari ucapan orang-orang di sekitarnya, Wen Yun Zi tahu jika awalnya pemuda itu membawa saudarinya yang terluka parah untuk berobat ke Baishan Hall. Tetapi karena tidak memiliki uang yang cukup, penjaga Baishan Hall tidak membiarkannya masuk.
Orang-orang yang lewat merasa kasihan pada sepasang saudara itu, hingga akhirnya bersama-sama memaki pria bertubuh kekar yang merupakan penjaga pintu masuk Baishan Hall.
Penjaga itu tidak memperdulikan makian kerumunan orang dan dengan sombongnya mengatakan jika Baishan Hall bukanlah tempat amal yang akan membiarkan siapapun berobat secara gratis.
Penjaga juga mengatakan jika apa yang dikatakannya adalah peraturan valid dari Baishan Hall.
Semua orang tidak pernah menduga jika Baishan Hall yang selama ini dikenal memiliki reputasi mulia, ternyata sangat haus akan uang. Bahkan meski nyawa gadis itu hanya tersisa seutas benang tipis, Baishan Hall masih tidak bersedia membiarkan Dokter mengobatinya.
Jangankan mengobatinya, Baishan Hall bahkan tidak bersedia membiarkan Dokter keluar untuk memeriksa gadis muda itu.
Wen Yun Zi memeriksa kondisi gadis muda itu dengan Qi spiritualnya, dan menghela nafas lega karena luka gadis itu tidak separah yang terlihat.
Tak ingin membuang waktunya karena masih banyak hal yang harus di lakukan, Wen Yun Zi melangkah maju ke depan lalu menyerahkan sekantong koin emas pada pemuda menyedihkan itu.
Orang lainnya yang masih tidak menyadari keberadaan Wen Yun Zi merasa terkejut dengan kemunculannya yang tiba-tiba. Tapi begitu melihat Wen Yun Zi menyerahkan kantong berukuran sedang pada pemuda itu, semua orang sekali lagi terkejut tapi juga merasa terharu.
Semua orang tau kantong itu berisi koin emas. Tetapi yang membuat semua orang terharu bukan karena Wen Yun Zi yang berbaik hati memberi pemuda itu koin emas, melainkan terharu karena jumlahnya yang tidak sedikit.
Jumlah koin emas yang ada di dalam kantong itu bisa membuat orang biasa tanpa kultivasi bertahan hidup selama tujuh tahun. Sedangkan bagi seorang kultivator, jumlah koin emas itu mampu membeli sumber daya kultivasi selama setahun.
"Nona misterius yang murah hati." Kalimat inilah yang ada di benak semua orang.
Karena memang sangat membutuhkan uang untuk pengobatan saudarinya, pemuda itu tidak menolak kebaikan Wen Yun Zi. Menerimanya sambil berulang kali berterima kasih atas kebaikan hatinya.
Pemuda itupun berjanji mulai hari ini hingga seterusnya, dirinya serta saudarinya tidak akan datang ataupun berobat di Baishan Hall lagi.
Wen Yun Zi pun mengangguk, kemudian menghilang dalam sekejap mata dari hadapan semua orang.
__ADS_1
Pemuda itu menghela nafas berat melihat penyelamatnya tiba-tiba menghilang. Awalnya dirinya ingin mengatakan akan membalas kebaikan hatinya dimasa depan. Tapi sebelum mengatakannya, penyelamatnya sudah menghilang bahkan sebelum dirinya mengedipkan mata.
Tetapi pemuda itu sudah bertekad dan berjanji dalam hatinya, kelak suatu saat nanti pasti akan membalas kebaikan yang di terimanya hari ini.
Tidak menunda lagi, pemuda itu segera bangkit kemudian menggendong saudarinya dan pergi ke arah lainnya tanpa memperdulikan penjaga Baishan Hall yang memanggilnya.
Hanya dalam sekejap mata, semua orang merasa apa yang terjadi hanyalah sebuah ilusi.
Disisi lainnya. Setelah berteleportasi dari hadapan semua orang, Wen Yun Zi muncul kembali di sebuah gang yang tak jauh dari Baishan Hall.
Setelah melihat apa yang terjadi di depan Baishan Hall, Wen Yun Zi mengurungkan niatnya untuk membeli herbal dari sana.
Wen Yun Zi bahkan sekarang sangat membenci Baishan Hall. Alasan kebenciannya karena Baishan Hal lebih mementingkan uang dibanding nyawa seseorang. Suasana hatinya pun bertambah buruk begitu mengingat sepasang saudara menyedihkan itu.
"Jangan marah Tuan. Di dunia ini tidak semua Dokter memiliki prinsip yang sama seperti Tuan." Little Spirit menghibur Tuannya yang saat ini suasana hatinya sangat buruk.
"Jangan biarkan orang-orang bodoh itu mempengaruhi suasana hatimu Tuan." Xing Jun juga menghibur Tuannya.
Begitu mendengar suara Little Spirit dan Xing Jun, Wen Yun Zi akhirnya tersenyum meski suasana hatinya masih sangat buruk.
Wen Yun Zi mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya dengan lembut. Kemudian keluar dari gang kecil dan berjalan menuju tujuan yang sebenarnya.
Tujuan Wen Yun Zi datang ke Imperial City bukanlah untuk bermain-main, melainkan untuk menghasilkan uang.
Menghasilkan uang dan memenangkan taruhan.
.
.
Hai guys ... Jangan lupa masukkan Goddess Of Yun Zi di list favorit kalian ya ...
__ADS_1
_______Happy Reading______